GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
380. Kelupaan


__ADS_3

" Kenapa Had???"


" tidak, aku merasa Anna bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang, dia dari kecil itu kan serba ada..."


" apa kau menyesal memberikan dia card??"


" Tidak, rasa -rasanya bukan gaya dia..."


" apa kau juga perhitungan dengan istrimu Had??"


" Aku tak masalah sih, takutnya dia di tipu..."


" hah...paling juga itu kerjaan istri tuan Ken, bukankah dia sangat menyukai uang..."


" Sepertinya juga begitu, ya sudahlah yang penting mereka bahagia saja..."


" tidak masalah, istrimu itu sangat jelas menggunakan uangmu, la yang dulu??"


" benar juga, yang dulu bilangnya masih ,jangan banyak-banyak, bilang di simpan eh malah di berikan pada selingkuhan nya..."


" Nah itu betul, semakin banyak istrimu menghabiskan uang, kau pasti akan semakin kaya..."


" huh ... kau itu bicara seperti kau punya istri saja..."


" Aku punya ersa sekarang..."


" kenapa kau tidak menikahinya, bukankah dulu kau bilang kau tidak mau menyakiti perempuan??"


" aku tidak menyakitinya..."


" Lalu??"


" Kami hanya saling menguntungkan saja Had, aku tidak suka terikat!"


" bagaimana jika kau bosan, dia yang rugi..."


" jika dia tidak ingin ku tinggalkan, dia harus mau melahirkan seorang putra untukku...tapi tanpa pernikahan..."


" bagaimana bisa??, kau gila Yud...!"


" Aku gila??, aku tidak pernah memaksanya, dia cukup patuh dan terlalu lugu, jadi aku masih belum bosan..."


" sebelum, sebelumnya???"


" mereka cepat berubah dengan uang, karena begitu aku tinggalkan... terkadang mereka terlalu mengandalkanku untuk masalah sepele, aku paling tidak suka..."


" terserah Yud...mungkin aku akan mempercepat pulangku minggu depan, carilah orang untuk mengurus semua di sini...dan carilah tempat di negara lain untuk membuka cabang "


" oke...kenapa terburu-buru...??"


" Sepupuku akan pulang...heheh...aku lama tidak berjumpa dengannya, dan ingin dia tahu jika aku sudah memiliki anak hahahaha"


"Huh kang Pamer..."


Fahad hanya terkikik saja, dia kini merasa yang paling bahagia.


----------------


Tasya membantu Anna membagikan semua barang yang di belinya , Julia juga membantu.


" Sudah aku sudah memberikannya pada kakak Shasa..." ujar Tasya sambil terkekeh


" Hahahahah, kalian memang seharusnya kakak adiklah" sahut Julia


" Oh ya benar, Tante kecil dan tente Sasha kok sangat mirip..."


" kau belum tahu ya Anna, Tasya dan Tante itu adalah ibu dan anak kandung, tapi tante hilang ingatan karena kecelakaan di masa lalu..."


" Astaga, kasihan sekali kau Tante kecil..."


" aku tidak apa-apa Anna...oh ya apa Fahad marah kita belanja banyak??"


" tidak, dia hanya bertanya apakah senang hari ini??"

__ADS_1


" Lalu apa yang kau jawab.??"


" Ya, aku bersamamu Lia dan tante kecil baru selesai berbelanja..."


" Lalu dia??"


" selamat bersenang-senang...begitu..."


" Oh bagus...lain kali kita akan habiskan uang Fahad lebih banyak lagi..."


" Benar, semangat.." Sahut Julia, karena setelah jalan - jalan hatinya merasa lebih baik.


" Kalian menghabiskan uang Fahad??" ujar Kenzo yang baru datang.


Tasya segera berlari melompat pada Kenzo.


" sayang ini untukmu..."


" Hei... terimakasih,lain kali jangan menghabiskan uang saudaramu, apa uang yang ku berikan kurang??'


" Tentu saja cukup om, tapi kan Fahad sekarang paling kaya di antara kita, sekali dua, tiga ,empat kali nggak apa-apa dong minta jajan Fahad ..."


" Ya sebaiknya kau tidak membeli banyak, satu saja.. selebihnya kamu harus membayar sendiri, kau juga harus menjaga martabat suamimu, suamimu ini juga tidak kalah kaya dari Fahad..."


" Iya iya iya...lain kali aku yang mentraktir mereka bagaimana??"


" Boleh..."


"tapi pakai kartumu ya om??"


" Hahahahahah" Anna dan Julia tertawa.


" Aku iri Fahad memberikan Blackcard pada Anna..."


" Bukankah kartumu juga berwarna Black??"


"Benar tapi tulisannya Platinum..."


" Hah..,?"


" Kata om Kenz benar Sya, lagian kan punya Blackcard juga biayanya pertahun bisa sampai $ 5000/tahun...sudah biasa saja..."


" hihihi...kau kan bukan pebisnis sayang, kau pakai itu apa tidak mau??"


" Tidak masalah hehehehehe..."


" Anna, ini kau simpan, beberapa properti milik Dhiren sudah selesai aku urus, berikan pada Fahad saat di kembali.."


" oh baik om..."


" Om... bagaimana dengan Juno dan mantan istrimu??"


" mereka masih dalam pantauan kita mereka belum ada pergerakan...mereka masih bersembunyi..."


" Kapan ya om hidup kita tenang..." Tanya Julia.


" hemmm, mau hidup tenang bagaimana pun namanya juga kehidupan Julia, hidup itu hanya 2 hari, satu hari berpihak padamu, satu hari melawanmu..."


" Benar Julia, kita tidak bisa membuat semua berjalan seperti mau kita, jika begitu maka tidak perlu ada aturan dalam hidup..."


" hehehe benar juga, memangnya kalau Juno dan Tian itu mati,bisa menjamin hidup kita akan akan damai??, tentu tidak cobaan itu juga tidak datang dari arah Juno dan tian saja...hahahahah"


" aku lapar, ibu - ibu ini apa sudah menyiapkan makan malam??"


Anna dan Tasya melihat ke arah Julia bersamaan.


" Apa?? aku bukan ibu - ibu??" ujar Julia membela diri.


" Tapi dari kami tidak ada yang bisa memasak Julia" Ujar Anna dengan wajah' penuh harap.


" Benar, apa kau ingin rumah tengah ke bakaran??"


" Kan ada mbak Zara,..."

__ADS_1


" Mbak Zara tadi kan pamit mau kondangan sama bibi Anna Julia..., Julia...."


" Aku lelah tahu, memangnya kalian aja yang lelah..."


" Ya udah pesan gopood aja ya om??"


ujar Tasya.


" Okey, pesan yang banyak...aku mau mandi dulu..."


Kenzo pun segera masuk ke dalam kamarnya.


" kenapa aku melupakan makan malam suamiku, huft..." ujar Tasya merasa bersalah.


" Ya salahkan om Ken seperti bang toyib, pulang pergi tidak jelas..."


ujar Julia.


" Ya kan kamu istrinya masak juga nggak kamu tanya-tanya pulang kapan sih tante Sya...kalau Fahad kan bisa masak dia tahu aku nggak bisa masak jadi tidak menuntunku banyak hanya cukup merawat anak-anak dengan baik. saja.."


" Ih Anna kamu tidak usah pamer, om Kenz juga begitu,..."


" kalian ini kenapa ribut aja, iya yang punya suami, berisik kalian ini" Julia kesal dengan keduanya seakan pamer dengan suami mereka masing-masing.


Julia pergi ke dapur untuk memasak dari pada mendengar kedua saudaranya itu berdebat tidak jelas.


" Kemana Jul??"


tanya Tasya


" masak!"


" eh nggak jadi gopood??


" Nungguin kalian debat kita nggak makan malam.."


" Aku bantuin Jul..."


" Sebaiknya kau kembali saja Sya, tidak ada hal baik jika kau masuk ke dapur!"


" biar cepat selesai..."


" perasaanku langsung tidak enak, saat kau masuk dapur... kembalilah!" Julia mendorong Tasya keluar dari dapur.


Tasya pun kembali bersama Anna, agak kesal tapi memang ada benarnya.


sementara Julia langsung memasak makanan yang simple saja


seperti telur dadar, membuat sup ayam, menggoreng ayam, tahu tempe dan sambel.


dalam waktu 30 menit selesai dia masak sendiri.


Tasya dan Anna pun membantu menata semua di meja makan.


" Wah, sudah siap Julia hebat.." Tasya menyanjung Julia dengan kecekatannya.


" Ya sudah panggil suamimu itu makan..." ujar Julia.


mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.


" wah, ini mantap sekali ....sayang tolong ambilkan nasi..." pinta Kenzo pada Tasya.


" Oke..." Tasya mengambil piring dan melihat ke semua meja.


" kenapa diam sayang??" tanya Kenzo.


" Nasinya dimana Julia??" tanya Tasya menyusuri meja, untuk menemukan nasi.


" Astaga???, aku lupa belum memasaknya..."


ujar Julia baru ingat.


" Apaaaaaaa??" semua terkejut, padahal mereka sudah sangat lapar .

__ADS_1


__ADS_2