
Pukul 19.00 wib Fahad baru pulang...
" Anna, apa anak-anak masib dengan kakak??"
" iya katanya mereka menginap di sana..."
membantu melepas jas dan juga dasi.
" oh baiklah, waktunya untukku kan ??"
" iya sayang...aku siapkan air segera mandi dan makan..."
Fahad pun segera mandi, lalu makan salad buah yang di siapkan oleh sang istri
" Sekarang giliran ku memakanmu..."
" hai kenapa buru-buru ayo kita bicarakan dulu sayang..."
" okey, apa yang ingin kau bicarakan??"
" ini,,,kakak ipar memberika. ini padaku..."
" oh ya, sudah selesai rupanya, tinggal mengeksekusi saja dengan ini!" Fahad merasa puas dengan kinerja Yuna.
" Sayang...tadi kakak ipar bercerita pada Anna..."
" apa itu??, apa dia mengolokkku??"
" bukan ini tentang mantanmu itu!"
" Sudah jangan bicarakan dia lagi aku tidak suka!"
" dengarkan dulu, ..."
" iya iya aku dengarkan..."
" tadi...kakak ipar bercerita, kalau Yuna meminta tolong pada kakak ipar untuk membujuk dirimu memberikan waktu sebentar untuknya berbakti pada ibunya , tapi kakak ipar mengatakan dia tidak memiliki kendali untuk itu.."
" Sudah selesai??, membicarakan dia membuat moodku tidak baik..."
" maaf sayang, tapi bukankah sebaiknya kau mengabulkannya??'
" apa kau membelanya??'
" tidak, bukan..."
" lalu??"
" Aku hanya kasihan, lagian dia sudah menderita bukan??"
" iya... itu deritanya....bukan urusan kita..."
" Tapi dia ingin berbakti pada ibunya!"
" Anna, berhenti membujukku, aku sudah sangat baik padanya, kau tidak perlu membelanya..."
"Iya sudah ...maafkan aku sayang..."
" sekarang kau harus membuatku senang..."
Fahad menindih tubuh istrinya dan ya begitulah.
Di negara F.
Setelah selesai mengurusi negaranya , Alfred segera pergi ke kamar Tobby .
" Istriku, ..."
" Ssssssttttt...." Ternyata Tobbby baru saja tertidur, wajah Alfred sangat sumringah karena setelah sekian lama kalah dengan Tobby akhirnya ada titik terang.
" sayang..." Alfred menarik Julia menjauh dari Tobby.
" apa??"
" Ayo ke istana timur, ..."
" ngapain??"
" ngapain lagi...?" Alfred langsung menggendong Julia dan membawanya keluar.
__ADS_1
" Zea kau jaga tobby...jika sampai bangun kau akan ku hukum..."
" babaik..."
" abang apa-apaan turunkan aku, ..."
" Tidak mau..."
" aku jalan sendiri malu di lihat banyak orang!"
" kenapa memang terserah aku...."
" hei ini masih siang!" Putri Alena yang kebetulan berpapasan ingin ke tempat Tobby.
" kakak pas sekali, tolong jaga tobby,aku sedang butuh ibunya!" teriak Alfred bersemangat.
" Dasar anak ini..." Alena sangat bahagia melihat adiknya itu sekarang penuh semangat dan berkarisma setelah menikahi Julia.
" Hehehee... akhirnya dia bisa tersenyum bukan??"
Alena segera berjalan ke kamar Tobby.
" Ih abang kau ini memaksa..."
" aku sudah terlalu sabar padamu, bagaimana bisa kau setega ini pada suamimu!"
" mana tega kan Tobby slalu rewel..."
" Aih itu alasanmu saja untuk menghindari kewajibanmu..."
" Mana ada yang seperti itu??"
" kalau begitu sekarang, aku meminta hakku Julia..."
" aku..."
" baiklah kau memang tidak mencintai ku ternyata!"
" Abang ...tapi ini masih siang..."
" kenapa kalau aku mau, mau pagi siang, malam terserah aku lah ..."
" Ayo bersama ku..."
Julia ikut sajalah, bagaimana pun mereka adalah sepasang suami istri.
Julia melepaskan bajunya sendiri tanpa malu-malu, karena dia tahu itu hal lumrah dalam suami istri melihat satu sama lain .
Di dalam istana milik raja ada pemandian air panas, yang hanya dikususkan untuk raja saja, tapi itu tidak berlaku untuk Julia, dia boleh menggunakan apa saja untuk yang dia sukai.
melihat tubuh indah Julia, Alfred langsung menarik Julia ke dalam pelukannya.
" Kenapa kau sangat Sexy Julia...??"
" tentu saja Sexy,...jika tidak apa seorang raja akan melirikku??"
Alfred tertawa mendengar itu,
" Karna sudah jadi milikku maka, aku bebas mau malakukan apa saja pada tubuh mu ini..."
Alfred mengecup lembut dada Julia, lalu mencium bibir lembut Julia, tubuh Julia langsung bereaksi mengikuti permainan sang Raja, raja mulai menyusuri tubuh mungil Julia .
Julia tersentak dengan sentuhan lembut dari bibir suaminya.
Julia mulai mengeluarkan suara indahnya yang membuat sang raja semakin menggila, setelah puas bermain, kini Raja mulai mempersiapkan senjata tempurnya. Julia tidak berani melihat senjata milik suaminya dia hanya memejamkan matanya .
" Julia, ..."
" Ya Abang..."
" aagggghhhhh..." tanpa aba-aba Alfred menusuk begitu kuat ke sana.
" apa sakit..."
" abang kau ini apa tidak bisa pelan-pelan..?" Julia marah.
" haduh maaf Juli, ..."
" ayo abang apa mau setengah - setengah??"
__ADS_1
" agggggggg" Alfred mendorong lebih dalam lagi .
" abang sakittttttt tahu..."
" katanya jangan setengah setengah??"
" huhuhuhu sakit ternyata benar sakit ..aku kira tidak..."
" apa tidak lanjut???"
" lanjutlah, sudah sakit tapi tidak lanjut bagaimana ceritanya??" kesal
sangking gemassssss Alfred langsung mencium bibir Julia dan menggigitnya.
Empat jam kemudian...
Keduanya tertidur karena sangat kelelahan,
tok tok tok...
" Yang Mulia saatnya makan malam..."
" Hah sudah malam saja, Tobby...??" Julia terbangun hendak pergi tapi kakinya terlalu lemas hingga terjatuh.
" Julia, kau tenang saja...kau tetap beristirahat di sini...." Alfred segera mengenakan pakaiannya.
" Masuk ..." para pelayan pun segera masuk
" layani permaisuri untuk mandi dan makan, aku ingin ke istana Tobby..."
" baik Yang Mulia..."
Alfred pun segera ke istana Tobby,
" kak apa Tobby menangis??"
" iya tadi menangis, tapi itu karena dia buang air besar ...apa sudah sukses??"
" sudah dong..."
" hehehe pantas kau sangat bercahaya..."
" iyalah...kalau begitu biar Tobby ku bawa ke istanaku kak..."
" kau ini...Tobby akan ku bawa pulang...kau jaga permaisuri, katakan tidak usah khawatir tentang Tobby, aku adalah bibinya...!"
" apa kakak tidak kerepotan??"
" mana mungkin repot...asal kau percaya pada kakak saja..."
" baiklah terima kasih kak..."
" katakan pada permasuri..., dia harus beristirahat jika sudah baikan dia baru bisa bertemu Tobby..."
" Baiklah kak...tolong jaga tobby untuk kami..."
" iya Yang Mulia...."
Alfred pun kembali, terlihat istrinya sudah rapi dan menikmati makanannya dengan lahap.
" mana Tobby Abang...?"
" Tobby di bawa ke tempat kakak, kau masih sakit jadi kakak minta kau istirahat!"
" aku tidak apa-apa, aku rindu Tobby..."
" Julia, aku kan sudah menuruti semua keinginanmu, kau juga tahu kau adalah permasuri, tugasmu tidak hanya untuk merawat Tobby tapi juga aku..."
" Iya iya Yang Mulia... hamba minta maaf... Yang Mulia mandilah...lalu makan bersama..."
" kalian tinggalkan kami ..." pinta Alfred semua pelayan pun segera keluar.
" permaisuri tolong bantu raja mandi..."
" hah, kau ini sudah besar, apa harus di mandikan seperti bayi??'
" tidak...aku mandi sendiri..." melihat Julia sudah memasang tanduk Alfred pun mandi sendiri setelah itu makan bersama Julia.
setelah itu lanjut lagi, seperti pengantin baru pada umumnya, slalu penuh dengan semangat membara.
__ADS_1
Julia tahu sekarang menjadi permaisuri itu sungguh melelahkan, sepertinya dia salah mengambil kepuasan namun nasi sudah menjadi bubur .