GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
64. Raja Sedikit Baik Hati


__ADS_3

" Yang Mulia, kau harus merubah aturan yang kau buat itu, anda harus menjadi Raja yang berlapang dada dan mengayomi rakyat, anda adalah orang pilihan, lihatlah anak ini sangat baik, dia mau menanggung derita untuk membuatmu bisa bertemu denganku, anak ini adalah satu di antara Rakyatmu, jika seluruh Rakyatmu di kumpulkan, derita yang mereka tanggung, melebihi deritamu beratus kali lipat, karena kau menderita kehilanganku, kau membuat rakyatmu ikut menanggungnya, Tolong Yang Mulia, pikirkan kembali perkataanku, ini sudah takdir, yang kita jalani, aku berharap Yang Mulia slalu gagah, bijaksana dan slalu bahagia meskipun tanpa aku di sisi Yang Mulia, dengan begitu, aku akan sangat bahagia Yang Mulia!" Sambil berlinang air mata.


" Jangan menangis ratuku, kau membuat hatiku teriris melihatnyat!"


Raja, Gila ini ternyata sangat melankolis dihadapan Ratunya,


" Hiks hiks,....selama ini aku sangat menderita yang Mulia, sangat menderita, tolong Yang Mulia, kabulkan permintaanku ini!"


" Ratu, bisakah kau meminta yang lain?"


" Kau raja jahat, aku akan pergi!" Seketika Tasya pingsan ( pura - pura ya) karna sudah tidak mood , bagaimana tidak Tasya sudah merangkai kata panjang lebar kali tinggi, namun jawaban raja sangat tidak ternurani.


" Astaga, aku membuat Ratuku marah!" Gumam Alfred merasa bersalah.


Alfred memandang ke arah Tasya yang berakting pingsan dan sangat menjiwai itu.


" Anak ini, pasti tubuhnya sangat sakit!" Alfred menggendong Tasya dan menidurkannya ke tempat tidurnya yang sangat sakral, Ranjangnya Raja gituloh.


Terlihat jari - Jari Tasya terluka,


" Dans, apa kau masih di luar?"


" Ya Yang Mulia!"


" Panggilkan dokter istana!"


" Apa anda terluka?"


" Jangan banyak bertanya, cepat panggil!!"


Tanpa bertanya lagi, Dans segera membawa Dokter istana ke kamar Yang Mulia.


" Yang Mulia, hamba datang, di mana yang terluka?" Memeriksa tubuh Alfred.


" Bukan aku yang terluka tapi anak ini!" Menunjuk pada Tasya yang berbaring di ranjangnya.


" Apa??" Dans dan Dokter itu pun terkejut,


" Sisisiapa gadis ini?" Tanya Dokter terkejut.


" Apa seorang dokter harus tahu, nama pasiennya dulu baru menyelamatkan?"


" Ah, baik - baik!" Dokter istana pun segera memeriksa tubuh Tasya.


" tidak ada yang serius, dia hanya kelelahan, dan ada beberapa luka kecil dan memar, istirahat satu hari, dan gunakan salep ini untuk luka dan memarnya!"


" Kau boleh pergi!"


" Baik Yang Mulia!" Dokter itu keluar bersama dengan Dans.


" Tuan pengawal, apa anak itu selir baru Yang Mulia?"


" Lancang, tutup mulutmu jika ingin hidup panjang, jika hal ini terdengar orang luar kau akan mati!"


" Oh, baik ,baik aku akan tutup mulut!" pergi ketakutan.


Hah, anak itu memiliki sihir apa sebenarnya, membuat Yang Mulia sangat peduli, padanya, jika di lihat selir - selirnya juga sangat cantik, kenapa harus buruh cuci ini yang sukses naik ke ranjangnya, dengan waktu sangat singkat.


dalam hati Dans .


" ah, tubuhku sakit sekali, air...air...!"


Gila, haus sekali tenggorokan ku sangat kering, aku bisa mati kehausan ini.


" Kau sudah sadar?, aku ambilkan air duduklah perlahan!" Memapah duduk.


" Yang Mulia, kenapa saya ada di ranjang anda??"


" Minumlah dulu, ...!" membantu Tasya minum.


" Terimakasih Yang Mulia, aku harus kembali, cucian saya masih banyak!"

__ADS_1


" Apa di rasuki ratu membuatmu mudah lupa!"


" Ya???"


" Bukankah, kau menjadi pelayan pribadiku?"


" ahhhh, heheh...iya Yang Mulia maaf!"


" Kau istirahatlah dengan baik!"


" Ya, saya akan kembali ke tempat tinggal saya!'


" Tetap di tempat!!!"


" Oh yayayaya!"


Yang Mulia mengoleskan, salep pada luka, Tasya.


" Yang Mulia saya bisa melakukannya sendiri!"


" Diam, dan tutup mulut mu!"


" Mmm...!" mengangguk menurut.


" Bisakah nanti jika kau sudah sembuh memanggil Ratuku lagi?"


" Apa??"


" Kau tidak bisa???"


" Ah, itu... sebenarnya akan melanggar hukum alam Yang Mulia, jika sering - sering memanggil Yang Mulia Ratu!"


" tidak sering, jika kau nanti sudah sembuh!"


" Ha??, nanti biarku coba,namun saya tidak bisa berjanji!"


" aku belum sempat memberikan jawaban pada permintaan Ratu, dia sudah ke buru ngambek!"


" Tapi aku akan memikirkannya dulu!"


" ehmmmm... kau beristirahatlah sampai benar-benar pulih!"


" terimakasih Yang Mulia!"


" Ku harap kau sudah membaik, sembelum kita mendatangi jamuan ke kediaman menteri keuangan !"


" Raja datang keperjamuan menteri?"


" Bagaimana lagi, dia ayah dari selirku!"


" Oh, baik - baik....!"


Dia ini, memiliki banyak selir cantik kenapa masih sangat menderita, aku tidak mengerti dengan para Pria - pria dewasa ini.


dalam hati Tasya.


Setelah 2 hari Tasya sudah membaik dan dia kembali ke kediamannya.


Terlihat Dai sudah menunggu di depan pintu...


" Ah, Dai...eh kakak!"


" Bagaimana dengan lukamu, ku dengar kau terluka!"


" Nanti saja, ayo masuk aku akan menceritakannya padamu!"


" ehmmm....!" Dai merasa khawatir.


" Dai, kau kenapa murung?"


" Kau kenapa melukai dirimu sendiri?, tidak perlu sampai seperti itu kan??"

__ADS_1


" Ya, Biar lebih meyakinkan lagilah!"


" Ah, terserahmu!, ini surat dari tuan putri!"


" Oh???" Tasya mengambil dan membacanya.


Wajah Tasya terkejut,


" Apa,?? kenapa?" Tanya Dai


" Dai, kita harus membuat yang Mulia percaya sebelum kakaknya kembali!"


" kapan Pangeran akan kembali??'


" Satu bulan lagi, dan juga mungkin akan ada ancaman saat di perjamuan menteri keuangan!"


" ha??"


" Jadi, selir - selir di sini tidak pernah mendapat kasih sayang Yang Mulia, dan anak menteri keuangan juga menjadi salah satu selir Yang Mulia!"


" Jadi kita bisa menyimpulkannya!" Ujar Dai menebak.


" Ya, kematian Ratu pasti ada yang tidak beres!, dan lagi menteri keuangan berada di pihak kakak Yang Mulia!"


" mereka berencana melukai raja, jika raja terluka parah maka, rakyat yang menderita akan melengserkannya dengan mudah!"


" memang sebaiknya dia lengser kan!"


" Mulutmu!!!"


" kenapa mulutku?"


" Jagalah!!!, ini di istana!"


" Oh ya lupa!, ya sudah Dai kau coba telusuri kediaman menteri keuangan!"


" Ya, kau coba selidiki selir Yang Mulia!"


" Hmmm..., masih ada waktu 4 hari Dai, aku ingin istirahat dulu!, bisakah aku mencari tukang pijit di sini??"


" Kau kira kau ini di mana dan siapa??"


" Ahhh, ....menyebalkan ini sangat menyebalkan!"


" Tasya, tadi bibi mengirim pesan pada kepala pelayan!"


" Apa??"


" Tuan Kenzo akan datang ke sini?"


" sungguh???, aku harus baik - baik pada yang mulia agar bisa meminta ijin cuti hehehe!"


dalam hati sangat kegirangan.


" Kau sangat senang?"


" Ya tentu saja Dai,aku sangat merindukannya!"


" mungkin Tuan datang seminggu lagi!"


" Bagus, semoga itu waktu yang tepat untuk meminta cuti!"


" Kau tidak jadi istirahat??,kau terlihat sangat bugar!"


" Istirahat lah, cepat kau pergi sana!"


" Hemmm!" Dai pun segera pergi dia akan bergerak malam ini untuk melihat situasi di kediaman Menteri ke uangan.


" Ah, akhirnya aku bisa bertemu dengan om Kenzo!"


Tasya sangat bahagia membayangkannya.

__ADS_1


" Aku akan memeluknya sangat lama, aku akan menciumnya tanpa meminta ijin, aku akan menempel padanya sepanjang hari sampai aku puas!"


sudah membuat list rencana mengahadapi Kenzo


__ADS_2