GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
239. Keuntungan berlipat


__ADS_3

Drrrttt drrrrrrrr drrrrrrt...


Iyus mendengar suara ponsel bergetar di dalam laci.


Iyus pun membuka matanya, dan segera meraih ponselnya yang ternyata bergetar.


" Ehmmmm apa??"


" Brengggsek, kenapa kau membawa kakakku menginap??"


" Aku sudah meminta ijin Cindy...!" Ujar Iyus santai sambil mengumpulkan semua nyawanya.


"Kau tidak macam-macam dengan kakakku kan??" Fahad sudah mendidih , begitu memang Fahad jika menyangkut urusan kakak - kakaknya.


" Hati-hati masih muda jangan suka marah, syarat struk tidak harus tua...!"


" Jawab kau tidak menyentuh kakakku kan??"


" Aku menyentuhnya!" Iyus menggoda Fahad sambil melihat ke arah Aina yang masih pulas, terlihat dress Aina terbuka, Iyus segera menarik selimut menutupi tubuh Aina.


" Bajiiiingan akan ku bunuh kau...!"


" Fahad, apa kau sungguh tidak mengenalku,.aku tahu kau sangat menyayangi kakakmu, aku mengerti batasannya, tenanglah...dia tidak berkurang satu inci pun!"


" Menyebalkan!"


tutttttt ....


sambungan terputus.


" Hah...kakak adik sama saja, pikiran mereka sangat buruk! Gumam Iyus menghela nafas, Iyus segera masuk ke dalam selimut memeluk Aina dan tidur lagi.


" Hah, aku harus segera ke kediaman Alexcey...!" Fahad baru tahu karena Aina yang biasa mengantar bekalnya, tiba-tiba kakaknya Cindy Yang mengantar .


Saat Fahad bertanya tentang Aina, Cindy memberitahunya bahwa Aina pergi dengan Fahad dan belum pulang.


seketika membuat Fahad mendidih, takut jika Fahad macam-macam dengan kakaknya yang amat lugu itu.


Fahad segera melaju menuju kediaman Alexcey, Hari ini Adalah home schooling pertama nonanya.


Sesampainya di kediaman Alexcey...


Fahad segera naik ke atas dan mengetuk pintu.


Tok tok tok...


" Ya...,!"


" Nona, ayo man....!"


ternyata Diana sudah rapi dengan seragamnya.


" Oh mari sarapan nona...!" kali ini Fahad sudah memesan 2 bekal pada kakak tertuanya.


" Kakakmu apa tidak repot mengurus makanmu setiap hari??" tanya Diana.


" Ehmm...tidak, ayo nona makan...!" Diana yang kakinya sudah membaik pun segera berdiri dan berjalan turun ke meja makan.


Diana segera melahap sarapan yang sudah di siapkan oleh Fahad, dan menunggunya sampai selesai makan .


" Fahad, berapa gaji kakakmu di restoran itu??"


" Oh??, saya tidak tahu nona...!"


" Tawarkan pada kakakmu untuk menjadi pengurus dapur di rumah ini...!" Ujar Diana dengan entengnya.


" Ha..???"


" Jangan khawatir uang ayahku sangat banyak, pasti cukup membayar kakakmu lebih mahal dari gaji di sana!"


" Kakak saya, sudah terikat kontrak di sana nona ,jadi hehehe...!"


" Jadi apa??"


" Jadi tidak bisa nona!"


" Kenapa??"


" Kakak saya akan melanggar kesepakatan, dan harus membayar denda...!"


" Ya sudahlah...!"


heh.. syukurlah dia percaya, jika tidak akan ketahuan ,bisa repot...


dalam hati Fahad.


Setelah Diana selesai sarapan, Fahad segera menyiapkan semua keperluan pelajaran Diana sesuai Jadwal.


tak lama guru yang mengajar pun tiba, Diana segera duduk dan mendengarkan pelajaran dengan sangat baik, sementara itu Fahad menyempatkan diri untuk makan, dia harus makan teratur agar kuat menghadapi Nonanya yang luar biasa merepotkan

__ADS_1


sambil makan, Fahad menyempatkan untuk mengirim pesan pada kekasih hatinya, hanya membaca kata semangat yang dikirim oleh Yuna membuat Fahad semakin berenergik.


Semangatnya sangat menggebu-gebu, Fahad segera ingin membawa Yuna pada Sansan, dan berharap keajaiban datang dan Yuna bisa berdiri lagi, membayangkan hal itu membuat Fahad sangat bahagia, karena kebahagiaannya saat ini adalah membahagiakan wanita yang di cintainya.


...----------------...


Ting tong ting tong...


Sansan yang baru bangun segera menuju pintu, dia melihat dari layar.


" Woooo wanita itu sungguh mencariku??" Sansan segera berlari cuci muka berganti pakaian lalu segera membuka pintu.


" Mencari siapa nona??" Tanya Sansan dengan anggun.


" Bolehkah aku masuk??" ujar wanita itu dengan wajah cutek.


" Anda siapa nona??, saya tidak bisa mempersilahkan orang asing masuk saat suami saya keluar!"


" Ha?? itu suamimu??" wanita itu terkejut


" Benar!"


" Aku kira di pamanmu!"


" Pfffttttt...ah, nona bercanda saja, ada perlu apa nona??"


" apa kau tidak ingat padaku??"


" Tentu saja ingat!"


" Kau ingat tapi masih pura-pura tidak kenal!"


" saya ingat,tapi saya tidak kenal anda...apa saya salah??"


" Kenalkan Aku Mizu...!"


" Saya Tasya Tanaka, senang berkenalan dengan orang kaya !"


" Apa kau memperlakukan tamumh seperti ini??"


" Oh silahkan masuk!" Sansan mempersilahkan Mizu masuk dan duduk.


" Nona, bisakah kau katakan dengan jelas tanpa basa-basi, maumu apa?"


" Baiklah aku hanya bertanya, kau mencari obat herbal langka, itu berarti kau bisa di katakan ahli dalam pengobatan tradisional!"


" Ya!"


"Ya...!"


" Berapa usiamu?, kau Sepertinya juga pandai meracik obat awet muda!"


" Hahahaha hahahahhaaha" Sansan tertawa terbahak-bahak.


" kenapa anda tertawa?"


"usiaku baru menginjak 17 tahun nona...!"


" Apa??"


" Ya, saya baru memasuki 17 tahun bulan ini...!"


" Dan anda sudah menikah??"


" Ya, apa ada yang salah??"


"Tidak...!"


" Jadi apa yang bisa saya bantu untuk anda??"


" Ehmmm ...!"


" Apa anda di racuni??"


" Bagaimana anda tahu??"


" Tentu tahu, karena saya juga bisa mengobati, selain meracik obat herbal...!"


" sungguh...??"


" Ya... pinjam pergelangan tangan anda...!"


Mizu segera mengulurkan tangannya.


" Anda sering sesak nafas, batuk berdarah dan kepala pusing seperti vertigo...??"


" Benar!"


" Ehmm, sayang sekali herbal yang anda beli tidak dapat mengobati anda!"

__ADS_1


" Apa??"


" Aku bisa menawarnya, tapi aku harus tahu lebih dulu racun apa yang ada pada tubuh anda!"


" Berapa pun harganya aku akan Bayar!"


" Bahkan jika kau membayar dengan herbal langka itu tidak cukup nona!"


" Nyonya Tasya, berapa pun itu, aku akan memberikan herbal itu dan membayar sesuai dengan kesepakatan yang anda mau!"


" Baiklah, kita bisa membicarakan itu jika ada uang muka, aku tidak bisa menyepakati kesepakatan yang tidak jelas!"


" Obat herbal ini sebagai uang muka!"


" Tidak cukup, ini hanya nominal kecil nona ,jangan main-main...aku harus menghubungi rekan saya untuk masalah racun anda , dan herbal ini baru seperempat harga pengobatan saya belum di tambah lagi biaya teman saya!"


" Baiklah, berapa no.rek anda nyonya Tasya!"


Sansan mendektekan no.reknya...


" Berapa uang muka yang harus saya kirim??"


" 2M + obat Herbal ini...!"


" Baik, tapi bagaimana jika anda penipu??"


" hanya uang kecil itu, apa untungnya bagi saya??, jika ingin menipu paling tidak ya harus 200 T lah, lagian anda bisa menemukan saya , itu berarti bukan hal sulit untuk anda bukan??"


"Baik, ...!"


Mizu segera mengirim uang pada Sansan.


" Sudah saya kirim nyonya, jadi kapan anda akan memulai pemulihan kepada saya??"


" berikan nomermu aku akan menghubungi jika temanku sudah sampai di Jepang!"


" Baik, ini kartu nama saya!"


" Muzuki Muraino??, baiklah...senang bekerja dengan anda!"


" Kalau begitu aku pergi, aku akan menunggu kabar dari anda!


" Baik, hati - hati di jalan!" Sansan mengantar sampai depan pintu apartemennya.


" Sampai Jumpa...!"


Sansan melambaikan tangan dan menutup pintu.


" Huaaaaa.. mudah sekali mencari uang di sini!" Sansan meloncat kegirangan.


Sansan mendengar ada seseorang masuk, Sansan segera berlari ke pintu.


" Sayang...aku kaya...!" Teriak Sansan melompat ke dalam pelukan Kenzo yang baru saja datang.


" Hmmm...apa itu ada hubungannya dengan wanita berbaju coklat??"


" Oh kau berpapasan dengnnya??"


" Ya, ... seberapa kaya sayangkuh ini sampai kegirangan??" masih memeluk erat Sansan berjalan ke Sofa.


" Wo kau mendapatkan bahan herbal seharga 1 M??"


" Tidak hanya itu ...aku juga mendapat uang muka 2 M...!"


" Pfffffft...gadis licik kau seperti bundamu...tapi aku masih jauh lebih kaya darimu sayang, sebaiknya kau jangan lebih kaya dari ku ya, biar aku yang menanggung hidupmu!"


" Baiklah om,om sayang tolong minta Dai ke sini, aku membutuhkannya!"


" Baiklah...!"


Kenzo segera mengirim pada Dai.


" Sudah, anak itu akan segera datang hari ini...tapi biarkan dia tinggal di markas utama!"


" Kenapa tidak di sini???"


" Kasihan jomblo tidak di ajak muaaach...!" mengecup ujung hidung Sansan.


" Heheheheheh...om kau jahat pada Dai...!"


" Biarkan, oh ya nanti malam aku akan pergi ke tempat hiburan malam, kau mau ikut atau di rumah??"


" Ikut...baik, ingat untuk menjaga diri, aku akan membiarkanmu bermain-main di sana, sementara aku menyelesaikan urusan ku!"


" Oh, baik bos!"


" Aku lelah aku ingin tidur memelukmu!" ujar Kenzo.


" Lah aku beru bangun harus tidur lagi om??"

__ADS_1


" Aku tidak tidur semalam, kalau begitu temani aku sampai terlelap!" mendekap Sansan dengan erat dan menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang.


Sansan membelai rambut Kenzo yang sudah panjang sebahu, terlihat Kenzo sangat kelelahan, Sansan membiarkan Kenzo terlelap dalam dekapannya.


__ADS_2