GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
393. Hasil


__ADS_3

" Om kau tidur di kamar ini...om pasti kedinginan kan, aku akan buatkan minuman hangat, om istirahatlah..."


" Om telingamu sampai merah, kau tahu cuaca dingin kenapa tidak pakai jaket ??"ujar Tiara


" aku tidak kedinginan...di dalam Sel lebih dingin dari ini ,juga gelap..."


" Ah itu terdengar menyeramkan om" ujar Tiara merasa kasihan pada Zayn.


" Sudah itu sudah berlalu, tidak perlu di bicarakan lagi..."


" Natali, jika kedua orang tuamu tidak merestui , aku akan tetap menikahimu bagaimana pun caranya...."


Natalie tersenyum, Natalie tidak menyangka jika Zayn akan membalas cintanya.


" ehmmm...aku akan membuat kedua orang tuaku menyetujuinya!"


" Hahz aku berasap, sebaiknya aku masuk kamar tidur...!" ujar Tiara merasa seperti obat nyamuk bakar.


Tiara pun masuk ke kamar, dari pada jiwa jomblonya meronta-ronta.


Zayn menarik Natali ke pangkuannya, dan mendekap Natali dengan erat, tentu saja dengan wajah poker yang membosankan itu.


" bisakah, om tersenyum??"


Zayn pun langsung tersenyum, Natalie juga ikut tersenyum.


" Om saat tersenyum tidak terlihat menyeramkan"


"Ohya, jadi apa aku harus seperti ini setiap kali aku bersamamu??"


" Ya, tapi hanya boleh di hadapan Natalie saja..."


" Baiklah..."


" Kenapa om tiba-tiba menyusul Natalie??"


" apa kau tidak suka??"


" Suka..."


" jangan bertanya!"


" Baiklah aku tidak bertanya...tapi aku masih merasa sangat tidak nyata, takutnya ini hanya ilusiku saja ..."


Zyan mendongakkan wajah Natali dan mencium bibie Natalie, kali ini Zayn sangat lembut menciumnya, lalu tiba-tiba.


" Aaauuuuuw..."


" apa kau masih merasa tidak nyata??"


" kenapa menggigitku??"


" bukankah kesakitan itu menandakan kau sedang dalam kenyataan??"


" tapi juga tidak menggigit juga ,sakit..."


" muach,muach ,muach..." Zayn mengecup bibir Natalie yang terluka.


ting tong Ting tong...


" Siapa itu??"


tanya Zayn.


" Sebentar aku buka dulu om..."


Natalie pun membuka pintu.


" Halo Natalie, ..."


" oh Jim Seok??, masuklah..."


" Siapa dia Natalie???" Zayn sudah langsung pasang badan, melihat Natalie di datangi teman laki-laki.

__ADS_1


" om, dia teman SMA Natalie...namanya Jim Seok..., Jim Seok kenalkan dia ada...om..."


" Jim seok, aku adalah calon suaminya"


" Hah??" Jim seok seketika syok, bagaimana bisa calon suami Natalie om-om.


" Ya Jim Seok, dia kekasihku..." ujar Natalie


Jim seok semakin terkejut.


" Ah, Natalie... sepertinya aku datang di saat yang kurang tepat, aku datang lain kali saja..."


" ya benar kau harus pulang, takut ibumu mencari..." Zayn membukakan pintu untuk Jim seok.


" om, jangan begitu dia kan teman Natalie..."


" ah tidaj apa-apa Natali, nanti aku akan menghubungimu.." Jim seok segera mengambil sepatunya dan membungkuk kepada Zayn dan pergi.


Zayn segera menutup pintu.


" Om ...dia teman Natalie..."


" Aku tidak perduli!, dia bukan temanku" ujar Zayn cuek.


Natalie menghela nafas panjang...


" Natali, aku lelah...di mana kamarmu??"


" om tidur di sana saja...masak di kamar Natalie??"


" kenapa??"


Natalie memegangi kepalanya karena lelah menjelaskan sesuatu yang tidak mau di mengerti oleh Zayn.


Zayn mengingat Tiara masuk ke kamar depan, lalu Zayn membuka kamar sampingnya.


" ini kamarmu kan??, aku menemukannya!" Zayn menarik Natalie masuk ke dalam kamarnya.


Woo betapa terkejut Zayn melihat kamar itu banyak sekali photo- photo idola Natalie .


" ya...aku sangat menyukai mereka!"


"Haih ....aku tidak perduli, selagi itu tidak bisa kau gapai" ujar Zayn tersenyum dan menarik Natalie tidur.


" Om..., kita tidak bisa tidur satu kamar..."


" Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin memelukmu...!" Zayn mendekap erat tubuh Natalie dan memejamkan matanya.


Astaga, jika mama datang dan tahu, pasti aku akan di cekik sampai mati.


Natalie menunggu Zayn sampai terlelap dan dengan perlahan melepaskan pelukan Zayn, Natalie berbalik melihat ke arah Zayn, dan mengecup pipi Zayn lalu keluar kamar.


...----------------...


Di negara F


Alena, yang baru pulang dari negara K, dia segera memasuki istana dengan berlarian untuk menemui adiknya.


" Al....Al....Al..."


terlihat Al sedang menikmati beberapa lukisan yang di berikan oleh pamannya.


" oh, paman...di sini??" Alena sangat terkejut.


" Tentu saja, aku sedang menemani keponakanku, menikmati maha karya luar biasa..."


" tuan putri...ada apa??" tanya Alfred.


" Nanti saja, jjka kau sudah selesai dengan paman temui kakak !"


" baik kak!"


Alena pun kembali ke paviliunnya...

__ADS_1


" Yang Mulia, apakah anda benar - benar tidak ingin menikah??"


" Tidak paman..."


" tapi para pejabat itu pasti akan mendesakmu..."


" mereka mendesakku soal pewaris!"


" jika kau tidak memiliki selir atau pun ratu bagaimana kau akan memiliki pewaris??"


" Aku akan memiliki pewaris tanpa seorang selir atau pun ratu..."


" Tidak masuk akal itu Yang Mulia!"


" tidak perlu masuk akal,...paman aku lelah aku ingin istirahat, terimakasih atas lukisan yang paman berikan..."


" Baiklah Yang Mulia istirahatlah..."


Paman Alfred pun segera pergi dari istana.


" Yang Mulia..."


"Dans...kirimkan lukisan ini padan Tasya, beritahu asal lukisan ini dan apa pendapatnya dan bisakah dia tahu rencana apa yang sedng di susun oleh pamanku..."


" Baik aku akan menghubungi Dai untuk itu Yang Mulia..."


" Oh ya, panggikan tuan putri untuk menemuiku di Paviliun terpencil!"


" Baik Yang Mulia!" Dans segera melaksanakan perintah Raja.


Alena pun segera menemui Alfred di paviliun terpencil.


" Yang Mulia..."


" tidak ada siapa - siapa kak, tidak usah formal!"


" Al...apa yang dilakukan paman??"


" Dia memberiku lukisan terbaik..."


" Kau harus berhati-hati Al..."


" Iya kak...kakak terlihat senang apakah ada kabar baik??"


" Ya, kau akan menjadi seorang Ayah..."


" benarkah itu kak??" Alfred sangat senang mendengarnya.


" Tentu saja, gadis itu sudah mengandung anakmu sekarang sudah memasuki usia 1 bulan..."


" ehmm, aku sangat senang....kakak tolong rawat wanita itu dengan baik, sampai dia melahirkan anakku dengan selamat..."


" tentu saja...."


" Aku tidak ingin tahu siapa ibu dari anakku, aku akan merasa bersalah karena memisahkannya, tapi beri dia kompensasi yang besar...beri dia dan keluarganya hidup yang layak...dan jangan biarkan dia mengetahui identitas kita...!"


" Ya Al, kakak sudah mengatur semua dan membuat perjanjian yang sudah ditanda tangani olehnya..."


" Aku hanya ingin seorang anak saja..."


" Kakak mengerti...kau fokus saja pada negara kita aku akan fokus pada calon anakmu..."


" kak terimakasih, di istana ini hanya kakak dan Dans saja yang aku percayai sepenuhnya "


" terimakasih karena sudah percaya pada kakak, Kalau begitu kakak harus kembali..."


" oke ..."


Hah, aku sangat kejam bukan...tapi aku benar -benar tidak ingin terlibat dengan wanita lagi.


dalam Hati Alfred.


Alfred sudah tidak ingin terlibat lagi dengan perasaan yang selalu tak terbalaskan, 2 kali dia menyukai dengan tulus tapi slalu di tolak,

__ADS_1


Siapa bilang seorang Raja itu dapat memiliki segalanya yang dia inginkan,,, nyatanya cinta seorang wanita pun tak dapat ku miliki.


__ADS_2