GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
20. upaya berbuah Hasil


__ADS_3

Vevey terburu-buru masuk ..dia bejalan sambil mencari - cari sesosok yang di carinya.


setelah 7 menit mencari matanya tertuju pada pria yang terlihat gelisah ditengah keramaian.


" Abang kalian di mana?" tanya Cindy mencari Cari .


" Arah jarum jam pukul 3 !"


Cindy melihat ke kanannya, terlihat Martindan Fahad berada di balik spanduk promo tiket pesawat.


Cindy segera menyusul abang dan adiknya itu


" Dimana Aina??". tanya Martin.


" oh aku melupakannya!"


Semantara Aina masih di parkiran dengan kakinya yang tak berhenti gemetar, dia masih ketakutan, sehingga sulit berjalan.


" Dia sudah besar tidak akan hilang, kita lihat mama dulu dan uncle!"


" eh, mama memakai handuk dan jaket saja dan sandal ruangan??"


ujar Fahad terkejut.


" Sepertinya Uncle juga sangat penting dihati ibu!" Sahut Martin.


terlihat Vevey menghampiri Hirosan dengan sangat buru - buru,


Dan tiba - tiba .


" Plakkkkkkkkkk" Tamparan sangat keras mendarat di pipi Hirosan.


Hiro sangat terkejut,


" kenapa mama menampar uncle?" mereka bertiga juga sangat terkejut dan memegang pipi mereka masing-masing.


" Sepertinya ini tidak baik!" ujar Fahad yang masih memegang pipinya dia sangat tidak tega melihat Hiro ditampar oleh mamanya.


" mama sangat kejak bukan?" ujar Cindy merasa kecewa.


" oh aku tidak tahu apa yang harus ku katakan jika aku menjadi uncle!" ujar Martin


Namun Hirosan mencoba untuk tenang, dan tersenyum pada Vevey, meskipun. terlihat jelas kedua matanya berkaca-kaca.


" Maaf..." ujar Hirosan, karna dia tidak tahu harus mengatakan apalagi.


" Maaf???, apa katamu maaf?" ujar Vevey terlihat sangat kesal.


Hiro menunduk karna tidak tahu harus berbuat apa, pada Vevey karna ini semua rencana anak - anak Vevey.


" kau akan pergi meninggalkan ku??"


Hiro masih terdiam, dia serba tidak tahu harus menjawab apa.


Vevey memukuli dada Hiro sambil menangis,


" Katakan padaku, kau ingin meninggalkan ku??, cepat katakan, kenapa kau sama kejamnya dengan suamiku, pergi begitu saja tidak memikirkan perasaanku sama sekali, kalian sangat jahat, kau bahkan kau juga berjanji padaku tidak akan meninggalkan ku, kenapa kau pergiii?????, katakan?"


masih memukul sekuat tenaga.


Cindy dan Fahad tak kuasa menahan air matanya, mereka paling tidak bisa melihat ibunya menangis .


Martin merangkul kedua adiknya itu.


" Huhuhuhu kita membuat mama menangis!" ujar Cindy .


" itu artinya uncle juga sangat berati dihati ibu" Ujar Martin.


" Benarkah?" Cindy mengahapus air matanya, dan melihat ke arah Vevey dan Hirosan.


Terlihat Vevey masih memukuli dada Hiro, dan Hiro membiarkannya.


" Itu mama apa tidak kasihan pada uncle?"


" Katamu laki - laki harus menderita untuk mendapatkan wanita yang dicintainya?" ujar Martin mereka masih memandang ke arah Hiro dan Vevey.


" Jadi, apa aku tidak boleh pergi?"


" Jangan!, ...aku sudah terbiasa denganmu"

__ADS_1


" Sungguh??"


" Ya, aku sudah memikirkannya ,aku sudah berulangkali memikirkannya sampai kau mengirim pesan seperti itu, aku sangat tidak tenang dan terburu-buru ke sini!"


" Aku tahu!, bagaimana bisa kau hanya menggunakan Handuk kimono dan jaket ke sini, dan alas kaki itu!" Hiro melihat ke 2 pasang sandal Vevey yang berbulu - bulu.


Hiro melepaskan Jas nya dan memakaikan pada Vevey.


" Kau terlalu vulgar Vevey!" Bisik Hirosan, dan menarik Vevey ke dalam pelukannya.


Ketiga orang di belakang layar itu bersorak gembira.


" Yeaaaaaaaaa" mereka saling berpelukan.


" Ssstttttt" Jangan keras - keras ujar Martin.


Vevey melepas pelukan Hiro dan melihat ke sekeliling,


" Aku seperti mendengar suara anak - anak"


" Hah, bagaimana bisa kau memiliki anak - anak yang nakal seperti mereka" Hiro memeluk Vevey lagi dan mengibaskan tangannya memberi isyarat mereka bertiga untuk pergi.


" oh, uncle mengusir kita?" ujar Cindy


" Dia menyelamatkan kita, ibu sangat peka dengan pendengarannya, ayo kita cari Aina dan pulang, berikan mereka waktu!" Martin menarik Cindy dan Fahad berjalan keluar.


terlihat Aina masih gemetaran di depan pintu masuk .


" Wooooo kakak!" Fahad segera memapah Aina.


" Fahad tangkap!" melepmar kontak mobilnya


" bawa mobil abang dengan Aina, aku akam ikut ke mobil Cindy!"


" Eh lalu mama dan Uncle bagaimana?" tanya Aina.


" sudah mereka baik - baik saja"


mereka segera masuk ke dalam mobil,


" Abang aku senang sekali..."


" Ya benar, abang aku akan berangkat bekerja!"


" Apa kau tidak mandi dulu?"


" nanti saja di resto!"


" Kalau begitu kita beli pakaian ,untukmu!"


" masih jam 8 loe...di mana toko buka?"


" Tidak tahu juga heheh"


" nanti saja aku ke toko. uncle, kan cuma di sebrang saja!"


" Ya sudah aku akan menemanimu nanti!"


" Abang tidak bekerja??"


" aku belum mendapatkan misi,lagian aku hanya meminta misi yang ringan Karna aku harus menjaga kalian juga!"


" Mmmm...apa itu boleh?"


" Ya,Paman juga menyarankan aku mengutamakan aku untuk menjaga keselamatan kalian,sampai kasus ini terungkap!"


Martin tiba - tiba gelisah.


" Abang kenapa?"


" aku takut, kalian membenciku, terutama aku sangat takut kau akan membenciku, jika suatu saat aku melakukan kesalahan!" Ujar Martin.


" Bagaimana kami bisa membenci abang, yang slalu ada untuk kami?" bersandar pada lengan Martin.


" Aku harap, kau menepati ucapan mu!"


" tentu saja!, aku akan percaya pada Abang!"


setelah sampai di resto Cindy segera mandi, dan Martin masih setia menunggu di ruangan Cindy.

__ADS_1


" abang, mau sarapan apa?"


" Apa saja!"


" Okey, aku akan masakan, untuk abang!"


" Hemmm..." Martin mengangguk.


Setelah selesai ,memasak dan sarapan. bersama Martin Cindy segera pergi ke toko Hirosan.


" Abang, kita beli baju Couple yuk!"


" Apa???, itu agak norak Cindy!"


" ih, aku tidak punya pasangan, kalau begitu Cindy harus cari pacar lagi dong tapi Cindy sudah tidak mau kejadian lalu terulang lagi!"


" Ya sudah, kita beli ...!"


Martin menuruti keinginan adiknya.


" Abang, kata Renata dia akan kembali ke Indonesia!"


" Apa???"


Martin terkejut.


" Ya, Juno juga akan kembali"


"Aku tidak akan membiarkan nya kembali"


" Kenapa?"


" Karna dia telah, mem..."


Astaga, Martin menghentikan pembicaraan nya.


" dia kenapa?"


" Juno membuat abang kecewa, abang tidak ingin melihatnya!" wajah Martin berubah sangat kesal.


" Oh, apa kalian tidak akur?"


" Hmmmm, itu sudah sangat lama Cindy...!"


" Oh kalian saudara harus slalu akur satu sama lain, papah akan sangat sedih melihat kalian bertengkar!"


Martin terdiam, hatinya slalu gelisah, jika membahas tentang adiknya itu.


" Baiklah, maafkan Cindy..mungkin kalian memang butuh waktu untuk berbaikkan!"


Cindy berusaha menghibur Martin.


Martin memeluk Cindy dengan erat,


" Jika abang melakukan kesalahan, bisakah kau memaafkan abang?"


" tentu saja, aku akan memaafkan abang"


" Terimakasih Cindy"


" Baiklah, jangan sedih - sedih...aku harus lanjut bekerja, bagaimana dengan abang?"


" Aku akan membantu Rio mencari Sansan!"


" ya, itu bagus...ku dengar kalian sudah menemukan petunjuk!"


" Benar, tapi sudah 7 tahun, wajah Sansan pasti juga memiliki perubahan bukan?"


" Dan lagi jika dia sudah bisa mengatakan R pasti sangat sulit menemukannya, aih aku merindukan anak itu sangat, apa lagi saat berusaha mengucapkan kata " Aku sendili loe di Lumah!" hahahahha dia akan bicara begitu jika tante dan om pergi!"


" Hemmm..." Martin malah gagal fokus dengan tawa Cindy yang membuat Cindy sangat terlihat cantik.


" Abang.. oiii abang....!"


" Eh, gimana???"


" Menyebalkan, ih jadi tidak lucu kan?, sudahlah abang cepat pergi aku juga mau bekerja!" Cindy mendorong Martin ke mobilnya.


" Jangan lupa jemput aku!" Cindy kembali memasang wajah Juteknya dan masuk ke dalam resto.

__ADS_1


__ADS_2