
Kediaman Torang
" Menantuku, kenapa kau tidak memiliki kerutan sama sekali?, kau masih sama seperti dulu apa kau operasi plastik?"
" Hahahah, mama mertua bisa saja menyanjung Nathan, Nathan saja sudah akan mendapatkan menantu, bagaimana bisa awet muda!"
"hihihi lihat istrimu, pasti dia sering mengomel kan?, lihatlah kerutannya banyak sekali hihihi....!"
" mama kau keterlaluan bagaimana bisa mama meledekku begitu?"
" Hihihi...tuhkan dia mulai mengomel!"
" omma jangan begitu, mommy slalu cantik untuk Suhail!"
" hahahaha tentu saja dia putri omma, akan slalu cantik seperti omma, kalian itu juga bibit dari omma dan oppa!"
" heheheheh.... iyalah omma kami tidak bisa menyangkal itu...!"
" Oh ya kalian sudah mau menerima menantu?, siapa yang akan menikah?, apa kau putra??"
" Aku???, tidak omma kau salah menebak, Putra masih fokus pada karir!"
" Lalu siapa Suhail?,atau Iyus...tidak iyus masih di bawah umur apa julia? julia juga masih dibawah umur berarti itu Suhail??"
" omma Suhail belum memenangkan hatinya!"
"apa?? bagaimana bisa biar omma yang melamarnya untukmu, siapa yang berani menolak lamaran keluarga Torang dan Pratama??"
" Maa...jangan ikut campur biarkan Suhail menyelesaikan masalahnya sendiri...!"
" Benar mama... cucumu sangat hebat!" Tambah Nathan.
" Ya baiklah...lalu bagaimana dengan putra?,kau cucu tertuaku kenapa kau tidak aktiv dalam hal percintaan umurmu sudah matang!'
" Omma...biarkan Suhail dulu tidak masalah!"
" mana boleh, Putra dulu baru Suhail!" tegas Linda.
" Omma, Putra kan hanya cucu luar kenapa harus cepat-cepat??"
" Lancang, Kau tetap Cucuku tidak ada cucu Luar, meski kau tidak terlahir dari rahim anakku, kau adalah bagian dari kami, jangan mengatakan hal konyol itu lagi!" Linda sangat kesal.
" Putra ada apa denganmu, jangan katakan hal seperti itu nak, Daddy dan Mommy tidak suka mendengarnya, jika belum siap bicara yang baik jangan membawa kata orang luar, kau adalah bagian dari kami!"
" Maafkan putra omma, mom dad...nanti Putra akan memikirkannya!, ada tawaran untuk menikahi putri atasan putra, nanti coba putra pertimbangkan!"
" Tidak, jangan mengulangi kesalahan fatal Daddy menikahlah dengan orang yang kau cintai!"
" Benar Putra...dengarkan perkataan daddy mu itu!" Linda membenarkan
" Ma, sebaiknya biarkan saja anak - anak yang memutuskan...terlepas, Putra atau Suhail dulu mana yang sudah siap dulu saja...menikah tidak sekedar menikah, tidak mudah membangun rumah tangga dengan baik - baik saja!"
" Ya sudah, kita tidak membahasnya lagi... ayo kita makan dan istirahat!"
" Nah gitu dong omma, jadinya kan tidak tegang lagi, omma jangan terlalu banyak berpikir ya...kami semua sangat sayang omma, maaf karena jarang sekali mengunjungi omma, nanti kami akan lebih sering lagi datang!" ujar Julia menenangkan hati ommanya.
" Aduh cucu perempuan ku sangat manis, kau harus menikah dengan orang besar kelak ya!"
" Ya aku akan menikah dengan pangeran berkuda putih seperti di cerita - cerita rakyat jelata, hahahaha!"
" Hahahahah dasar anak nakal... omma hanya ingin kalian bahagia...!"
" tentu saja kami bahagia...omma jangan khawatir!"
" Baik...oh ya aku senang mendengar Sasha sudah membaik dan akan menikah lagi.... semoga dia juga bisa bahagia seperti Vevey...!"
" Iya ma...semoga ...!"
mereka pun makan malam dan segera istirahat.
...----------------...
Kediaman Tanaka
__ADS_1
" Tuan...anda jangan begini terus, bagaimana anda bisa menemukan Tasya?"
" Lalu aku harus bagaimana Dai?"
" Ayo Tuan bangkitlah, aku mendapat kabar dari keluarga Fang, Fang Tian aku dengar dia lumpuh, keluarganya sedang mengupayakan pengobatan terbaik untuknya!"
" Apa katamu??"
" Ya benar, nona Keluarga Fang lumpuh...!"
" Apa dia kecelakaan?"
" tidak, menurut informasi yang saya terima...dia dipukuli sampai lumpuh!"
" Dai, ini kabar bagus bukan...kau cari tahu bertemu dengan siapa keluarga Fang saat moment itu??"
" Itu sepertinya dia orang yang berpengaruh besar dalam menekan perdangan , namun saya tidak berhasil menemukan siapa yang bermasalah dengan nona Fang tian itu!"
" Cari tahu keluarga Fang bekerjasama dengan siapa saja beberapa tahun terakhir ini?"
" Baik saya akan cari tahu!"
" Yang bisa menyinggungnya pasti orang yang memiliki kedudukan tinggi...dan tidak biasa!"
" Tuan, bukankah anda bisa menebaknya??"
" Siapa??, apa Alfred? si Kampret itu???"
" Kemungkinan besar Tasya berada di tangannya!"
" Kenapa aku tidak berpikir seperti itu sejak lama?"
Bagaimana anda berpikir ,jika setiap hari mabuk tidak karuan
dalam hati Dai sangat kesal.
" Dai, jangan mengomel dalam hati katakan saja dengan jujur, aku bisa mendengarnya!"
" Maafkan aku Dai terimakasih sudah mau bersabar denganku, aku akan meberikan bonus besar untukmu!"
" Terimakasih atas kebaikan Tuan, sekarang tolong jangan menyiksa diri anda lagi,...!"
" Yaz baiklah aku akan menurut padamu!"
" Terimakasih Tuan, oh ya....bulan depan Nyonya Sasha dan Tuan Chiko menikah??"
" Apa katamu?? menikah???, bagaimana bisa??"
" mana saya tahu, karena bukan ranah saya untuk ikut campur!"
" Bagaimana bisa??, Sansan saja belum di temukan dia sudah mau menikahi Sasha!"
" ehem....itu saya tidak bisa berkomentar, Tuan saya permisi dulu ya!"
Bagaimana bisa??, bukankah Tuan sendiri yang terlalu bodoh, Sansan sudah berada di samping mu lama dirinya malah tidaj menyadarinya dasar...
Dai sangat kesal.
" Kenapa Dai terlihat kesal padaku??" Gumam Kenzo berpikir.
" apa salahku?"
" Tuan anda sudah bangun?, ayo sarapan??" Yuki dengan senyum ramahnya
" Tuan apa yang anda pikirkan?"
" Tidak kenapa Dai sangat kesal padaku tiba-tiba?"
" Oh, bagaimana dia tidak kesal...bukankah tuan mengatakan jika memilih Tasya dari pada masalalu anda??"
" Ya benar...!"
"mungkin Dai mengira anda masih tidak merelakan masalalu anda!"
__ADS_1
" Aih...apa yang dai pikirkan itu sebenarnya?"
memijat kepalanya.
" Ah yang terpenting adalah menyelesaikan urusan ku yang tertunda dengan Tian lebih dulu!"
" Tuan mandilah dulu...sarapan baru pergi!"
" Yayaya...!"
setelah selesai mandi Kenzo menuju ruang makan.
" Silahkan tuan makan...!" Yuki mempersilahkan Kenzo makan duluan.
" Siapa wanita ini??"
" Ini adalah pasien Tasya tuan...!"
" Bagaimana bisa dia meninggalkan Pasiennya anak itu memang nakal...slalu membuat orang pusing saja!, ayo kalian juga makan!"
" Baik...!"
mereka pun makan bersama,namun Kenzo melihat Dai memperlakuan Fathiah dengan sangat baik, mengambilkan makan dan mengatur duduknya.
" apa ini calonmu?" tanya Kenzo.
" Bukan Tuan...!"
" Oh, baiklah, perlakuanmu membuatku salah paham...!" ujar Kenzo
" Maaf Tuan, itu karna saya tidak bisa melihat!"
" Uhukkkk uhuuukkkkk...apa??"
" Tuan minumlah dulu ,pelan - pelan tuan...!" Yuki mengambilkan air untuk kenzo
" Dia tidak bisa melihat Tuan, makannya saya ambilkan makan untuknya!" jelas Dai sambil menahan kesal.
" Maafkan aku nona..., lanjutkan makan kalian, aku sudah selesai!" Kenzo pun kembali ke kamarnya .
" Bibi...apa tuan marah?"
" Tidak nona...tenanglah...makanlah dengan baik,,,lalu lanjutkan aktivitas anda!"
" Baik bibi...!"
...----------------...
"Dai apa paman bibiku aman??"
" Aman tuan, Panglima menjaganya dengan baik!"
" Hemmm, ....cari tahu di mana Fang Tian di rawat!"
" Baik Tuan!"
Dai pun segera mencari informasi tentang keluarga Fang.
satu jam kemudian,
" Fang Tian berada di kota H di bawah penanganan Dokter Herzon!"
" oh Herzon, cari tahu tentang keluarga dokter ini, dan dimana titik lemahnya!"
" Siap Tuan!"
Tasya tunggu aku, aku akan menjemputmu pulang,...
dalam hati Kenzo.
setelah semuanya di dapat oleh Dai, Dai dan Kenzo pun segera berangkat menuju kota H, untuk menyelesaikan apa yang harus di selesaikan.
Likenya jangan pelit ya...
__ADS_1