
Tasya berhenti di depan sebuah rumah, dan di sana terparkir mobil Kenzo.
" Rumah siapa ini??"
Tak lama Kenzo keluar dengan buru - buru, dengan sigap Tasya berbelok di dekat warung makan kecil, yang masih menggunakan helmnya.
" Kenzo, aku tidak mau bercerai, tidak aku tidak mau!" keluarlah Tian membawa lembaran putih mengejar Kenzo.
Tasya melihat dari kejauhan drama rumah tangga diujung tanduk.
" Wah, itu to suaminya??, suaminya pasti sudah tahu jika istrinya sering membawa laki-laki pulang ke rumah!" ujar emak - emak yang sedang duduk-duduk di warung dengan squad gibahnya.
" owalah, bojone buaaaaguuuus eraaaaammm kok ya di selingkuhi, nek emoh lah wes tak tukar tambahin sama suamiku waelah!"
Tasya segera turun dan bergabung dengan team gibah.
" Maaf bu...coba pakai bahasa Indonesia bisa?"
" Kenapa mbak??"
" Itu siapa yang selingkuh?"
" Itu loe mbak...mbaknya itu tiap hari bawa laki - laki ke rumah itu beda - beda, kita kan curiga!"
" iya terus bu?"
" La udah punya suami ternyata, lah mana ganteng banget suaminya itu masak diselingkuhi, kan dak bersyukur...!"
" Wah....hebat sekali!"
" Eh apanya yang hebat mbak??"
" Nggak apa - apa buk, ini...ada sedikit uang bukan wes tak bayari makan apa aja!" Tasya memberikan uang 500 ribu di meja dan pergi dengan bahagia.
Aduh, om Kenzo benar - benar akan bercerai....aduh bahagianya hatiku.
Tasya mengikuti perlahan mobil Kenzo, saat melewati Tian yang teduduk menangis di jalan, Tasya dengan sengaja melindas tangan Tian.
" aggggggghhhh.....!"
" oh oh oh....maaf kak...saya tidak melihat jika ada orang duduk di jalan!" Tasya segera berhenti dan membantu Tian berdiri.
" ayo ke rumah sakit kak!"
" Bagaimana sih kamu itu, kalau gak bisa naik motor jangan naik!" teriak tian segera mengambil kertas yang jatuh dan segera masuk dengan menahan sakit tangannya.
" Hihihihi, itu baru hal kecil...kita lihat saja jika kau tidak mau tanda tangan surat cerai!"
Tasya segera kembali mengikuti Kenzo dari belakang.
" Kemana lagi sih ini om-om??, tidak tahukah aku sudah ingin menempel pada tubuhnya!"
setelah mengikuti Kenzo 3 jam perjalanan,
akhirnya kenzo menghentikan mobilnya .
Kenzo, segera masuk ke dalam rumah...
Tasya segera menghentikan motornya kemudian berlari mengejar masuk ke dalam rumah Kenzo.
Jedeeerrrrrr....
namun Kenzo sudah masuk dan membanting pintu.
" Ouh...kesal sekali rupanya dia!"
Tasya segera menekan tombol pintu.
ting tong...
ting tong...
ting tong...
namun tidak ada yang membuka pintu, Tasya mengintip dari jendela kaca, namun tidak terlihat apapun.
__ADS_1
tok tok tok ...
" Permisi paket!!, paket permisi paket!!"
teriak Tasya tak menyerah.
Ceklekkk....
" Pergilah aku tidak pernah memesan paket!"
segera menutup pintu lagi, namun Tasya segera menghalangi.
" Om, tunggu...!" Tasya membuka helmnya dan membuka maskernya.
" Aku adalah paketnya!" sambil merentangkan tanganya dengan ceria.
seketika Kenzo tersenyum, dan memeluk gadis nakal di hadapannya itu.
" Sekarang sudah bisa mencariku Tanpa bertanya dimana aku berada ya!" gumam Kenzo bangga.
" Tenang saja meskipun tidak ada teknologi canggih aku akan melacak keberadaan om, dengan hidungku!"
" Hahahaha, apa kau ini anjjiiing??"
Kenzo melepaskan pelukannya dan menarik Tasya masuk ke dalam rumah.
" Kapan kau tiba??, ayo masuk dulu...kau datang di saat yang tepat, jadi aku tidak akan perhitungan padamu karena sudah melacak keberadaan ku!"
Kenzo mendudukkan Tasya di sofa,lalu Kenzo menyandarkan kepalanya di pundak Tasya.
" Hari ini sedikit melelahkan,...!" Ujar Kenzo
" Apa karena om sedang bertengkar dengan istri om??"
" tentu tidak, aku melihat orang yang ku cintai tersenyum dengan bahagia dengan Pria lain, padahal sebelumnya dengan suaminya yang dulu aku tidak masalah!"
" om mencintai orang yang tidak mencintai om?,aku dan Tian juga mencintai orang yang tidak mencintai kami!"
" Apa maksudmu?, hehehehe tidak hanya bercanda...!"
" Ya, meski ada kendala di akhir!"
" Oh ya kenapa?"
" Raja memintaku untuk menikah dengannya!"
" lalu??"
" Aku menolak!"
" Kenapa menolak?"
" Aku adalah milik om Kenzo!"
" Hemmm aku senang mendengar itu, tapi seharusnya kau memikirkan lagi lah...jika kau menyukainya kau seharusnya mempertimbangkannya lebih dulu!"
" Ehmmm...tidak ada yang perlu dipertimbangkan, cukup aku milikmu saja!"
" Baiklah karena kau masih kecil aku akan mengiyakan kau milikku, jika nanti kau sudah dewasa, aku bisa membebaskanku, untuk bersama pria yang kau cintai!"
" Hahhhhhhh jangan bisakah aku menjadi istrimu om??"
" Hahahahah...umur kita sangat jauh nak, lagian kau tahu aku ini menyukai seseorang, aku tidak ingin ada Tian kedua dalam hidupku!"
" Apa itu artinya om juga membenciku?"
" Itu dia anehnya aku tidak bisa marah dan membencimu Tasya!" mengusap lembut kepala Tasya.
" Asyikkkk....om aku sangat rindu padamu, aku akan menempel padamu seharian!"
" Haduh...kau ini anak nakal, di mana Dai??"
" Dai, menemui keluarganya,..!"
" Baiklah, kau boleh menempel padaku, dalam beberapa waktu, dan jangan terlalu lama tinggal di sini, kau harus segera kembali pada keluarga Tanaka, lanjutkan misi untuk menambah pundi-pundi!"
__ADS_1
" Ya om, aku mengerti!"
" Anak pintar, apa kau sudah makan?"
" Belum om...!"
" Mau makan apa, aku pesankan saja ya?"
" Pesankan di reso masakan Jawa om, katanya resto itu sangat enak dan terkenal!"
" Oh, kau juga tahu restoran itu?, Sekarang yang mengelola putri tertua dari keluarga Pratama!"
" Oh ya, benarkah??"
" Ehmm...kau mau yang mana pilihlah sendiri aku mau ganti baju dulu!"
" Baiklah!" Tasya segera memilih menu sesuai seleranya.
setelah selesai memilih Tasya keluar dari aplikasi tersebut dan terlihat jelas wajah bundanya terpajang di layar ponsel Kenzo.
" Hatiku sakit sekali, dia seharusnya bukan orang yang harus ku cemburui karena aku juga sangat mencintai dan menyayanginya!" Tasya segera meletakkan ponsel Kenzo di meja.
" Kenapa kau cemberut??"
" Ah tidak ...heheheh!" Tasya segera merubah Mimik wajahnya menjadi ceria kembali
" Ada masalah apa katakan padaku!"
" sebenarnya itu,....
" Apa??"
" Menu Favorit ku sudah habis jadi aku sedih!"
" hahahaa Astaga...kalau kau mau aku akan panggil keponakanku ke sini untuk memasakan menu makanan yang habis tadi!"
" Tidak, ...jangan dia sedang bekerja kan?"
" Kau bisa mengobrol dengannya nanti, oke?"
" baiklah!"
Ya sudah aku juga rindu pada kak Cindy, tapi aku harus merubah penampilanku dulu agar dia tidak mengenaliku .
" Om, pesankan baju dong aku mau mandi, sekalian make up ya!, aku tidak bawa apa - apa soalnya!"
" Oke!"
Kenzo segera mengambil ponselnya,
" Bajumu ukurannya apa ?"
" Celana dalamku ikuran M, branya ukuran 32 om...!"
" Hei...kau vulgar sekali!"
" Biar om tahu ukuran tubuhku, aku pakai baju ukuran M lah!"
" Astaga anak ini!" Kenzo menepuk jidatnya
" Aku pinjam kamar mandinya ya om!"
" Di sana di kamar tamu!"
" Di kamar om saja, di mana?"
" Eh??"
" Cepat katakan, kalau tidak aku cari sendiri!"
" sana!" Kenzo menunjuk arah kamarnya
Tasya segera menuju kamar Kenzo dengan sangat santai.
Ya Tuhan, anak di bawah umur ini benar-benar pandai menggoda pria dewasa.
__ADS_1
setelah memesankan pakaian untuk Tasya, Kenzo segera menghubungi Cindy, untuk datang ke rumahnya.