GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
65. perlindungan


__ADS_3

" aku sudah tidak sabar bertemu dengannya!"


Tasya sudah berangan - angan tinggi, karna memang sudah lama dia tidak bertemu dengan kenzo.


keesokan harinya,


" Kakak, bagaimana?"


" Hmmm, mereka berencana melukai Yang Mulia dengan mengunmpankan para penari!"


" maksudnya?"


" Ya, di perjamuan akan ada pertunjukan tarian, mereka berencana untuk menyerang yang Mulia!"


" hmmm, baiklah!"


" Tapi, aku tidak ikut pastinya, mana mungkin Yang Mulia mengijinkan seorang Kang kebon ini ikut ke perjamuan!"


" nanti aku akan coba bujuk Yang Mulia!"


"Tidak usah lah, aku percaya kau bisa melindungi yang Mulia, Dans juga ada kan!"


" Tidak, tidak kau harus ikut terlibat dalam hal ini agar kau juga menjadi kepercayaan Yang Mulia!'


" Ya terserah saja ya!"


"Ya Dai, aku kerja dulu deh, sekalian membujuknya!" Dengan Riang gembira Tasya menuju kediaman Alfred, dia harus membuat Raja itu terkesan padanya, agar saat Kenzo datang dia bisa bertemu.


" Selamat pagi Yang Mulia, saatnya mandi, airnya sudah siap!"


setelah selesai mandi Tasya membantu Alfred merapikan pakaiannya.


" Ehmm...apa lukamu masid sakit?" Alfred menyentuh luka Tasya dengan telunjuknya.


" Sudah yang Mulia, kelebihan saya itu memiliki kulit badak!"


" Pffffft....!" Alfred menahan tawa.


" Oh ya, yang mulia, apa di perjamuan di kediaman mentri ,nanti saya boleh mengajak kakak saya?"


" Kenapa?, dia tidak ada keperluan untuk datang!'


" Saya, tidak bisa pergi tanpa kakak saya!"


" Istana sangat aman, dia tidak akan terluka!"


" Ehmm, kami kan dari luar Yang Mulia, kami sangat ingin melihat perjamuan yang ada di sini, itu saja...kakak juga tidak akan membuat ulah!"


" Kau ini sangat menyayangi kakakmu, karna adiknya berjasa padaku, maka aku kabulkan!"


" Ohhhhhwahhhh sungguh?"


" Hemmm...biar dia bersama Dans!"


" Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia!"


" Sama - sama!"


" Sudah selesai Yang Mulia, saatnya ke Aula!"


" Ya Ayo!"


Tasya pun mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Tasya setia berada di belakang , Tasya menyimak semua perbincangan para petinggi dan mulai mengerti konflik - konflik yang harus diselesaikan oleh Rajanya itu.


Wah, menjadi Raja memang tidak mudah ya...


kasihan sekali Raja gila ini.


dalam hati Tasya.


Dan Hari perjamuan pun tiba,


" Wahz kakak, kau gagah sekali dengan pakaian pengawal ini!"


" Oh ya jelas!, jangan ditanya lagi!"


" Yayaya!"


setelah raja siap, Mereka pun berangkat ke rumah Menteri atau bisa dikatakan mertuanya raja.


perjamuan itu berlangsung sangat baik, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali,


Tasya, masih dengan santai menikmati makanan yang banyak dan lezat, Dai, tetap waspada, namun Dai, malah fokus mengamati Tasya yang sedang asyik makan.


Anak itu jika bertemu dengan Coklat, lupa dengan tugasnya. dalam hati Dai sambil tersenyum.


" Dai, aku kebelakang sebentar ya!" Dans memberitahu dai, Karna Menteri adalah mertua dari Raja Dans tidak terlalu waspada, jadi meminta Dai untuk menjaga raja.


" Kenapa?"


" Entah, sepertinya aku salah makan!" Dans memegangi perutnya.


Ah, sepertinya rencananya sudah di mulai aku harus mengingatkan Tasya agar waspada.


" Ya ok!"


jawab Dai santai.


Dai menekan, benda kecil yang ia capitkan di sakunya.


Tasya, pun mendapat signal dari Dai, dan segera kembali ke Sisi Raja.


Tasya, memberikan raja beberapa kue untuk di nikmati.


" Raja, aku sudah mencicipi makanan ini, ini aman, ayo makanlah!" selir yang mendengar perkataan Tasya, sangat kesal.


" Kau ini menghina keluarga ku?, mana mungkin keluarga ku meracuni Raja!" Ujar Selir dengan sangat kesal.


" Selirku, dia hanya menjalankan tugasnya sebagai pelayan pendamping!"


" Tapi Yang Mulia!"


"Dia tidak mengatakan hal yang merugikan keluargamu!"


" tapi,...!"


" Kau lihatlah di sini banyak orang, bagaimana pun dia melakukan tugasnya dengan baik apa kau mengerti?"


" Selir mengerti Yang Mulia!"


Alfred menerima makanan dari Tasya, tanpa ragu,


" Tapi, bagaimana bisa kau memberikan bekasmu pada raja!"


" Kalau begitu silahkan selir yang mencoba makanan untuk raja !" Ujar Tasya.

__ADS_1


Tidak, tidak, aku tidak bisa makan, karna ada beberapa makanan yang di beri obat pelancar untuk orang - orang Yang Mulia.


dalam hati Selir .


" Selir ragu untuk mencicipi, apakah ada sesuatu?" tanya Tasya.


" Sembarangan!!!, aku hanya sedang menjalani diet, karena akhir-akhir ini sedikit gemuk, aku tidak. bisa makan makanan seperti ini!"


" Sudah, Tasya...lakukan tugasmu!" Ujar Alfred yang mengehetikan perdepatan mereka berdua.


Tak lama, para penari pun mulai beraksi, menari dengan goyangan - goyangan menggoda untuk mata para lelaki, Dai dan Tasya pun mulai sidap memperhatikan gerak -gerik 15 orang penari.


" Yang Mulia, saya kebelakang sebentar!" ujar Selir berpamitan.


setelah kepergian Selir, Tasya dan Dai segera memposisikan diri mereka di kanan kiri Alfred.


Alfred tidak tertarik dengan penari - penari itu, dia menikmati makanan yang diberikan oleh Tasya.


Sejak kapan, kediaman Menteri menyuguhkan makanan pinggir jalan begini? , Raja merasa aneh, karena makanan yang di beri Tasya itu lain dari pada yang lain.


Raja tetap menikmati makanannya, dan tidak menoleh ke arah manapun kecuali ke kue yang ia makan dan sesekali melihat ke Tasya dan Dai, yang berdiri di sampingnya bak pengawal pribadi.


para penari mulai berpencar, dengan gerakan acak nya, dan tiba - tiba.


seeeeet seeeettttt ting teng jleeeeeppppp...


Raja terkejut dengan pemandangan di depannya, sendok makanya pun terjatuh karna sangking terkejutnya.


" Lindungi Yang Mulia!"


teriak Dai.


pengawal yang berada di luar kediaman pun segera masuk untuk melindungi Yang Mulia.


Alfred masih terkejut, melihat Tasya yang tanpa berkedip menusuk penari itu dengan belati yang entah muncul dari mana belati itu.


" Ogggg....Raja bodoh ini kenapa kau melindunginya!" ujar penari itu sebelum terjatuh tak berdaya.


Haaaa???, rupanya gadis ini melindungiku...


Alfred baru mengerti karena yang dia lihat saat itu hanya Tasya yang tiba-tiba menusuk penari itu, karna kejadian itu sangat cepat .


" Yang Mulia ,pura - puralah pingsan!" bisik Tasya karena posisinya sangat dekat dengan raja hanya 30centi.


" Why, ?"


"cepatlah!" Alfred pun segera kejang dan pingsan


Dai menahan tawanya,


Astaga, sang Raja sudah terkena virus akting dari Tasya. dalam hati Dai.


"Semua yang di sini, tidak ada yang di ijinkan keluar satu langkah pun,selangkah melangkah bunuh!" Teriak Dai.


keluarga Menteri masih berakting tidak tahu menahu soal ini, ya biasalah maling teriak maling.


" Ah, bagaimana bisa terjadi seperti ini??" unar Menteri yang merasa sedih denga kejadian dikediamannya.


" Semua yang di sini, bawa tahan dan selidiki kasus ini sampai tuntas!!!"


tegas Dai.


" Cepat panggil dokter!" teriak Tasya.

__ADS_1


Alfred pun di amankan, dan Tasya mendampingi Alfred saat di periksa.


sementara Dai mengurus masalah yang ada ,dia membawa semua orang tidak terkecuali para petinggi dan selir-selir untuk diperiksa.semua orang bergumam mempertanyakan siapa sebenarnya Dai itu, bagaimana bisa memberi perintah tanpa menunggu Yang Mulia bangun dulu, beberapa petinggi mencoba menolak, dan menyerang Dai namun, Dai mendapatkan dukungan dari sang putri untuk kasus ini.


__ADS_2