GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
434. Kegembiraan


__ADS_3

" kau abis dapat durian runtuh??" tanya Nathan melihat sahabatnya senyam-senyum sendiri.


" Than,,, Tiara menggemaskan sekali tahu...dia sudah tahu identitasku dia malah ketakutan sampai tertidur!"


" aku pernah mengancamnya, dia sangat takut padaku..."


" kau sangat kejam, dia kan juga melakukan hal itu karena keluarganya di ancam,..."


" kami tetap waspada , karena kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama San..."


" baiklah...makanya bantu sedikit dengan wibawamu itu untuk membuat Tiara bergantung padaku...hehehe..."


" licik!!"


" kau mendapatkan istrimu juga dengan cara licik!!"


" hehehe aku sudah bilang aku tidak mau membantu, jika kau berhasil aku hanya akan memberikanmu restu...!"


" hah, menyebalkan... sudah kalau begitu aku mau istirahat..."


Sandy pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.


3 hari kemudian.


kediaman Pratama benar - benar kedatangan tamu.


" Tuan Franky...silahkan masuk .."


ternyata Franky datang dengan menantu dan cucunya.


" kenapa Formal sekali??, panggil saja Franky, kita pernah satu kompi dulu meski tidak dekat!"


" oh baiklah Frank, sangat tidak biasa melihatmu datang ke rumahku...!"


" Ya, kau pasti kenal kedua orang ini!"


" Hallo paman!" Sapa Melvin


" hai pak..." lanjuta sapa Melda.


" ya Melvin adalah anak yang ditolong Putra ke duaku!"


" Benar, melda adalah menantuku, dan Melvin adalah cucuku, setiap hari dia ribut meminta untuk bertemu denganmu dan juga putramu!"


" oh benarkah itu Melvin??"


" ya paman...aku meminta kakek mengantar ku ke sini saat kakek bilang kau temannya!"


" Kau mau bermain dengan keponakan paman dia sangat lucu...namanya Dhiren dan juga Nora!"


"mana paman??"


"Ayo biar tante antar!" sahut Incess.


" tidak mau aku mau om ini yang mengantar!!" tegas Melvin


" ah. maafkan cucuku dia sangat tidak suka dengan perempuan ...hehehe"


" baik om, antar yuk!!" ajak Putra


putra tetap menggandeng istrinya ikut


" oh Ini Putra, sudah beristri??"


" Heheh iya tuan...saya ajak Melvin ke rumah tengah dulu, nyonya Melda mau ikut??"


" ikutlah ...biar kau juga memiliki banyak teman!"


" iya ayah..."


melda mengikuti di belakang Putra dan Incess.


incess pun mundur menyamakan langkahnya dengan Melda,


" Hallo aku Incess, ....tadi kita belum menyapa!" Incess mencoba mengajak Melda yang sangat pendiam itu bicara.

__ADS_1


" Ya nyonya, saya melda..."


mereka pun memasuki rumah tengah terlihat Anna sedang bermain dengan anak-anaknya di temani Julia, dan Fahad yang sibuk dengan Laptopnya.


" Hallo Dhiren, Nora aku membawakan satu teman untuk kalian, namanya Melvin!"


" haiiii...." Melvin sangat ramah Dhiren hanya diam, sedangkan Nora berlari takut ke arah papanya.


" oh nak, kenapa?? lihat itu ada teman... ayo jangan takut..."


ujar Fahad menenangkan putrinya.


" Hallo Boy, maafkan putra putriku, dia jarang berinteraksi dengan orang luar, ..." Sapa Fahad pada Melvin.


Melvin mendekati Fahad,


lalu mengulurkan kedua tangannya pada Fahad.


" Melvin tidak sopan!" bentak Melda.


Fahad langsung menerima tangan Melvin dan mengangkatnya ke pangkuannya.


" Apa kau mau meminta gendong padaku??"


" Om kau sangat tampan!" ujar Melvin jujur.


" anak kecil sangat jujur, aku tahu aku tampan, lihat istriku saja sangat cantik seperti bidadari!"


" oh sudah beristri??" tanya Melvin


" jika aku tidak punya istri bagaimana aku bisa punya anak???"


" maafkan anak saya tuan ,saya gagal mendidiknya...!" ujar Melda malu.


" Dia Melda menantu tuan Frank had , anak itu cucunya!"


" oh ya??, aku baru tahu jika anak tuan Frank sudah berkeluarga!"


" om ayahku meninggalkan ibuku, saat aku masih berumur satu tahun, dia punya wanita baru dan anak perempuan baru..."


semua terdiam dengan penuturan Melvin.


" tidak apa-apa,...kau bisa memanggilku ayahmu, bisa panggil paman itu juga ayahmu...apa kau suka punya banyak ayah??"


" ya suka...panggi dia Daddy Putra , panggil aku Papa Fahad...apa kau setuju Boy??!"


" ya setuju , papa...papa Fahad, daddy Putra...dan ayah Suhail..."


" hah?, oh jadi kau anak yang ditolong Abangku??"


" Ya...benar pah..."


"nyonya duduk di sini..." ajak Anna menepuk sofa kosong di sebelahnya.


Melda pun segera duduk.


" Nora Dhiren, kau punya abang, ini..." ujar Fahad.


" jadi mereka adikku??"


tanya Melvin


" benar, kau tidak hanyalah punya papa banyak, tapi ibu banyak...!"


" kau bisa memanggil istriku mama..."


melvi melihat ke arah Melda, Melda pun mengangguk


" mama..."


" dan kau bisa panggil kakak iparku Mommy, mommy Incess dan mama anna!"


" baik papa..."


" Sekarang kau ajak kedua adikmu bermain Melvin...oh ya kau panggil saja dia bibi..." menunjuk Julia..."

__ADS_1


" apa tua sekali...panggil aku kakak ya dek..."


" kakak...??"


" ya benar bagus...sini ikut kakak...!"


Melvin berjalan mendekati Julia, Julia pun segera menggendong Melvin .


" kakak tadi buat kue, ayo kita ambil ke dapur!"


Julia segera membawa Melvin ke dapur.


" maafkan anak saya,..." ujar Melda tak enak hati.


" Apa Gloss... sangat tidam peduli pada Melvin??"


" Gloss sudah tidak pulang selama 4 tahun..."


"Kenapa kau mau menikahi Gloss??"


" apa tuan kenal dengan Gloss??"


" dia seniorku dulu, tapi kami sering bertengkar...apa dia lulus pendidikan??"


" Lulus tapi dia dipecat, dia hanya menganggur setelah kami menikah...kami menikah karena di jodohkan..."


" sekarang kau sudah lepas, kenapa masih berada di kediaman Franky??"


" ayah Frank sangat baik padaku dan Melvin, dan kami juga tidak punya tempat tinggal lagi atau siapapun untuk pulang!"


" begitu....ajaklah anakmu berinteraksi dengan banyak orang jangan hanya mululu denganmu, ..."


" Ya tuan..."


" lihat dia sangat bahagia dengan orang - orang baru...kau juga tidak akan stress..."


" terimakasih karena menerima kami dengan baik.."


" Ya,...Kalian lanjut saja, sayang aku berangkat bekerja dulu, minta mbak Zara untuk memasak banyak untuk tamu, ajak mereka makan...okey...??"


Fahad menutup Laptopnya dan memasukannya ke dalam tas, Fahad mendatangi Dhiren dan Nora secara bergantian, memeluk dan juga mencium mereka dengan lembut,


" Papa berangkat bekerja, sekarang tugas kalian menjaga mama oke..."


" oke papa" jawab Dhiren.


" sayang aku akan merindukanmu jangan terlambat makan!" Fahad mencium kening istrinya dan memeluk.


" abang kakak ipar, dan nyonya Melda saya harus bekerja, sebentar lagi jam makan siang, makan siang dengan nyaman oke..."


" hati-hati dijalan suamiku!"


" ya tentu...."


terlihat Melvin berlari ke arah Fahad.


" papa...mau kemana??"


Fahad langsung menggendong Melvin.


" Melvin, papa kerja ya, kau harus menjaga mama ibu mommy dan juga kedua adikmu ya!"


" banyak sekali papa??"


" jahahahaa...kalau begitu jadi anak yang patuh saja oke...papa bekerja dulu...muach!"


terlihat wajah Melvin kemerahan bahagia mendapatkan ciuman dari Fahad .


" papa, hati-hati!"


" oke nak..."


Fahad menurunkan Melvin dan segera pergi ke perusahaan.


Terlihat Melvin masih merona, dia sangat bahagia mendapatkan perlakuan luar biasa dari orang - orang yang baru saja dia kenal.

__ADS_1


" ibu lihat, papa mencium Melvin!" pungkasnya sangat girang.


" iya nak..." Melda pun juga merasa bahagia dengan kegembiraan putranya.


__ADS_2