GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
303. Tamparan


__ADS_3

Ibu Yuna segera menghampiri Anggita yang sedang cuci piring di dapur.


Fahad yang teringat Anggita pun segera turun.


" Anggita!!" bentak ibu Yuna yang membuat Anggita terkejut dan menjatuhkan piring hingga pecah .


pyarrrrrr...


" ah...!"


" Bodoh kamu, piring itu mahal loe kamu mau ganti ??"


" Ya bu... potong dari gaji saya saja!" ujar Anggita ketakutan.


" Dasar wanita gatal kamu ya, kamu mau merayu suami anakku??"


" Tidak bu...!"


" Tidak apa, lihat itu anakku menangis, gara-gara kamu tidak tahu diri!"


" Maaf bu tapi , Anggita tidak menggoda Tuan!"


Plaaaaaakkkkkkkk.


"kamu masih kecil tapi sangat gatal!"


" hiks hiks hiks...!"


" Hentikan Bu!!" tegas Fahad yang ada di belakang mertuanya


" Oh nak Fahad!" nyali ibu Yuna langsung mencium melihat menantunya memelototinya.


" Bu, Anggita tidak salah kenapa dipukul??, Saya tahu anda ibu mertua saya, tapi tolong jangan ikut campur urusan rumah tangga saya!"


Ibu Yuna hanya tertunduk tak bisa berkata-kata.


" Nggit, masuk ke kamarmu..biar aku yang bereskan!"


" Tapiii tuuuan!"


" Masuk!"


Anggita segera berlari masuk ke kamar dan menguncinya.


Fahad segera membersihkan pecahan piring itu .


" Nak Fahad, bagaimana bisa kau melakukan ini pada pembantu itu??" ujar Ibu Yuna lirih.


" Kenapa dengan pembantu bu?, dia masih kecil sudah banting tulang untuk biaya pengobatan neneknya, dia memang butuh uang bu...tapi jangan perlakukan dia dengan sangat rendah, dia butuh uang, dan kita butuh dia untuk kenyamanan rumah kita, kita saling membutuhkan, bagaimana bisa kita berlaku seakan dia pantas diperlakukan tidak baik??"

__ADS_1


" Tatapi dia membuat putriku menangis nak Fahad!"


" Ibu, tidak terima jika anak ibu di sakiti, lalu bagaimana dengan anak orang lain yang disakiti Yuna bu??"


" Maksudnya apa nak?, Yuna tidak mungkin menyakiti orang lain, dia anak yang baik!"


Fahad tersenyum kecut.


" Iya bu Yuna memang anak yang baik, ibu kembali beristirahat, Fahad akan selesaikan ini!"


" Nak Fahad apa kau menyukai pembantu itu?"


"tentu saja bu, makanya aku setuju dengan pilihan Yuan, karena dia sangat baik dalam pekerjaannya!, tapi kenapa sekarang Yuna dan anda tidak menyukainya??"


" Bukan itu maksud ibu!"


" oh tentu tidak, dia sudab ku anggap seperti adikku sendiri!"


" tapi itu tidak pantas loe nak...!"


" Bu...saya menghormati anda sebagai orang tua, orang tua saya mengajari saya untuk tidak bicara kasar pada orang tua tolong ibu tidak banyak bertanya dan. cepat istirahat saja!"


Ibu Yuna pun segera pergi dengan rasa kesalnya.


Fahad segera mengetuk pintu kamar Anggita


tok tok tok...


pintu pun langsung terbuka, terlihat Anggita menangis sesenggukan sehingga wajahnya sangat merah.


" apa kau ketakutan??" tanya Fahad lembut.


" Hiks hiks hiks...i..i..iya...huhuhu, Anggita ingin pulang tapi nenek masih butuh biaya huhuhu!"


Anggita merengek seperti anak kecil mengadu pada kakaknya ingin pulang karena ketakutan.


" Apa itu sakit??" memegang pipi yang di tampar oleh tangan raksasa tadi.


Anggita mengangguk sesenggukan, dia slalu di perlakukan penuh kasih sayang oleh neneknya dan pukulan itu pertama kali dia dapatkan seumur hidupnya.


" Kau baru pertama ya merasakan pukulan ini?"


Anggita mengangguk, Fahad membawanya ke ruang tamu dan segera mengambil salep untuk meredakan memar di pipi mungil itu .


" Hidup ini keras Nggit, ini masih sebagian kecil yang kamu alami, di masa depan itu pasti ada kepahitan yang cukup membuatmu merasa pukulan-pukulan yang di dapat seperti ini, itu lebih baik dari pada pukulan di dalam hati, memar ini akan hilang dengan waktu singkat, tapi memar di hatimu tidak akan hilang seumur hidupmu...!"


" Kakak, terimakasih...!"


" Sama-sama, kau bisa melaporkan pada polisi jika kau tak terima dengan pukulan mertuaku Nggit...aku akan membantumu !"

__ADS_1


" Ini hanya pukulan kak... bagaimana bisa dilaporkan polisi!"


" Wah ini cukup parah sampai memar, bisa untuk bukti kok aku bantu nanti!"


" Apa kakak ingin Anggita melaporkan mertua kakak kepolisi??"


Fahad mengangguk,


" Anggita akan lakukan, tapi Anggita tidak tahu menahu caranya!"


" tenang saja,nanti ada orang yang akan menjemput mu...kau tidak punya ponsel ya?, tunggu sebentar!" Fahad berjalan menuju meja televisi membuka loker meja dan mengambil sebuah dusbook.


" Pakai ini Nggit, ini ponsel lamaku, masih bagus kok, udah adan nomernya juga baru aku musiumkan 3 minggu lalu, kalau mau ganti nomer juga boleh!"


" Tapi kak, jangan....nanti saja Anggita beli sendiri!"


" Sudah pakai aja, lagian nggak kepake, itu pengeluaran terbaru kok, karena aku dapat hadiah dari bosku yang dulu aku musiumkan dia!"


" Oh baik, Anggita pake ya kak!"


" Nah gitu, ada nomerku di sana Fahad 1, kamu bisa hubungi aku kalau ada apa-apa ya!"


" Makasih kak, makasih!"


" Ya, sekarang kamu istirahat dulu nanti akan ada yang datang menjemputmu namanya Dai atau Rio...dia akan mengurus kasusmu!"


" Baik!" Anggita segera masuk ke dalam kamarnya.


Fahad menarik nafas panjangnya, rasanya sudah gatal ingin membuat Yuna dan selingkuhannya itu menderita tapi dia harus bersabar .


Ceklek...


Yuna keluar dari kamar, wajahnya terlihat kusut dan menyedihkan, entah itu bagaimana dia bisa memperlihatkan tampilan yang amat sedih, jika itu Fahad yang dulu mungkin akan segera memeluk dan menenangkannya tapi, Fahad sudah bukan Fahad yang dulu lagi, saat Yuna melihatnya Fahad justru langsung membuang muka.


Tak tahu kenapa hati Yuna sangat sakit Fahad membuang muka darinya.


" Sayang, aku minta maaf..., aku salah!" ujar Yuna berusaha membujuk Fahad agar kembali hangat padanya, misinya belum selesai, kacau jika Fahad sudah tidak memprioritaskannya.


Fahad tidak menyahuti permintaan maaf Yuna.


" Suamiku....!" Yuna berjalan mendekat.


" Jangan mendekat, aku sedang tidak ingin berdekatan denganmu, sementara kita tidak tidur satu kamar!" Fahad pergi keluar meninggalkan rumah.


Fahad sangat jijik jika sampai wanita itu menyentuh sepucuk kulitnya saja, entah kenapa itu seperti menggelikan untuknya.


Fahad membuka ponselnya, dia ingin menghapus semua foto Yuna yang dia simpan, karena saat jauh dari istrinya dulu dia akan sangat terobati meski hanya melihat fotonya , namun Fahad malah menemukan Fotonya dan juga Diana , entah kenapa waktu singkat satu minggu itu sangat indah untuknya, sehingga saat itu dia ingin mengabadikan moment itu bersama Diana.


Fahad menjadikan Foto itu sebagai Wallpaper ponselnya, semua tema ponselnya dia ganti bernuansa Diana semua, meskipun dia tidak bisa memiliki Diana,setidaknya dia memiliki kenangan yang indah bersama gadis nakal yang sudah banyak berubah itu.

__ADS_1


" Oh Diana, andaikan pertemuan kita itu lebih awal!" Gumam Fahad sedikit menyesalkan karena semua itu sudah takdir.


Lagian Fahad sudah memutuskan untuk hidup sendiri setelah perceraiannya dengan Yuna nanti.


__ADS_2