
" Sansan...apa kau baik-baik saja!" Terdengar suara Chiko.
Tasya segera bangkit,
" Ayah....ayah....!"
" Ada apa?" Chiko menghampiri Sansan yang terlihat syok.
" Ayah, apa om Kenzo masih diluar?"
" Dia sudah pergi...bibi Yin membuat makanan banyak dan enak...kau tidak beneran sakit kan?"
" Ya aku tidak apa-apa hanya syok saja...!"
" Ya sudah ayo ikut makan!"
" oke...!"
Drrrrrrtt drrrrtttt drrrrrrt...
" Kenzo....???"
ujar Chiko melihat ke layar ponsel Tasya.
" oh... Ayah keluar lah dulu nanti aku menyusul!"
" Hmmm...!" Chiko pun keluar lebih dulu.
Tasya segera mengangkat telpon dari Kenzo,
" Ya om??"
" Kau sedang apa??, apa kesibukanmu disana?"
" aku sedang bersantai saja om, tidak ada kegiatan apapun!"
" aku akan ke sana besok!"
" Apa ??" sangat syok si Sansan.
" Kenapa terkejut., apa kau tidak suka bertemu denganku?"
" Oh tidak om, aku sangat senang...tapi apakah harus besok?"
" Ya, ....apa kau tidak mau segera bertemu denganku?"
" Hnmmm besok aku ada janji dengan seseorang om, bagaimana jika besoknya saja om baru berangkat?"
" Siapa?, apa kau menemui Raja gila itu??"
" Bukan, tidak aku tidak menemuinya!"
" Lalu siapa temanmu?, apa kau memiliki temana?"
" Heheheh...tidak, dia client kita...!"
" Oh kau mengambil misi lagi??"
" Tidak tahu om, heheheh!"
" kau berbohong!"
" Mana berani ,tolong tenanglah om ... bisakah kau percaya padaku??"
" Tidak, besok pagi aku akan berangkat ke negara M sekalian aku juga ada perlu di sana!"
" Ya baiklah!"
" Tunggu aku ya!"
" Ya om, ...!"
" Oke, sampai jumpa besok...!" Panggilan pun berakhir.
Tasya segera melompat dari ranjang dan berlari keluar,
" Sansan ada apa denganmu?" Tanya Sasha yang melihat putrinya tergesa - gesa.
" Sansan apa sudah baikan?" tanya YinSuan
" Omma Sansan sudah baikan!"
" Kalau begitu gabung sini!" paman Kenzo mengajak Sansan bergabung.
" Sebelumnya terima kasih tapi Sansan harus pergi karena ada hal mendesak!"
" Oh apa itu??"
" Teman Sansan mengajak bertemu!"
" Oh, anak muda ya sudah hati - hati di jalan!"
paman Kenzo memaklumi.
" Sansan, setidaknya makanlah dulu sedikit, menghargai!"
__ADS_1
Sansan segera melahap makanan yang ada di sendok Sasha.
" Hnyammmmm, sudah bunda....Sansan boleh pergi?"
" Hei....anak ini!"
" Sudah sayang, biarkan dia pergi....!" Chiko membantu Sansan karena tahu pasti ada situasi mendesak.
Sansan segera berlari Keluar,
" Bibi, paman maafkan anak saya....!" Ujar Sasha tak enak hati.
" Tak masalah, lain kali masih bisa makan di sini!" Yin suan memaklumi.
Anak itu membuat keadaannya rumit sendiri
dalam hati Chiko.
" Dai ,...Dai...!"
Tinnnnnn....
" Oh kau slalu siaga!" Tasya segera masuk ke dalam mobil Dai,
" Ke bandara??" tanya Dai yang sudah tahu.
" Benar, aduh...aku pergi dulu ya, kau tolong urus kak Fathia, dan jelaskan keadaan nya pada Santan kara, jadi ketika bundaku bertanya fia bisa menjelaskan!"
" Ok... setelah urusan disini selesai aku akan menyusul!"
" Oke...!"
Di antarlah Sansan ke bandara saat itu juga oleh Dai.
setelah Sansan benar - benar berangkat barulah Dai kembali ke apartemen, lalu dia menjelaskan semua hal itu pada Santan kara.
...----------------...
" Apa kau mau pindah??"
" Ya...aku pindah di apartemen daerah Blok A!"
" Kau tinggal bersama siapa?"
" Dia adalah adik dari Tuanku!"
" Kau bekerja dengan siapa??"
" Suhail, apa kau percaya padaku??"
" Kalau begitu, jangan banyak bertanya ya!"
" oke baiklah jika begitu...ngomong - ngomong ini kenapa bisa terluka!" memegang tangan Fathia
" Hmmm kemarin Yohana datang padaku...dia mengatakan jika aku adalah pelakor!"
" apa??"
" iya...apa kau ada hubungan dengannya?"
" Apa kau percaya padaku jika aku mengatakan tidak?"
" Aku percaya, karena kau juga mempercayai ku!'
" Terimakasih Fathia, aku akan memberi perhitungan pada Yohana!"
" Jangan Suhail...dia melakukan itu karena dia sangat mencintai mu!"
" Bagaimana aku diam saja, orang yang kucintai disakiti orang lain!"
" Suhail...apa kau sungguh mencintaiku?"
" Tentu saja Fathia, aku harus apa agar kau percaya dan mau menerima ku?"
" Tolong biarkan aku memantaskan diri untukmu!"
" apa yang kurang pantas??, kau sudah sangat pantas untukku!"
" Tadinya aku ingin mundur darimu saat mendengar dari mulut Yohana, jika kau sekarang adalah seorang Jenderal besar!"
"Jadi kau sudah tahu?"
" Ya...dan aku merasa sangat jauh darimu!"
" tidak, aku bisa melepas jabatanku agar aku bisa bersamamu, aku akan menjadi orang biasa saja agar bisa bersamamu!"
" Dasar bodoh, jika kau menjadi orang biasa saja maka aku tidak perlu berjuang untuk melihat, padahal aku sangat ingin melihat rupa pria yang mencintai ku!"
" Fathia, kenapa kau tidak menerima bantuanku, jika kita menikah semua milikku akan menjadi milikmu!"
" Lalu bagaimana dengan pandangan orang tuamu padaku?"
" Mereka bukan orang yang berpadangan sempit Fathia, mereka akan menerima mu dengan sangat baik!"
" Suhail, aku memiliki harga diri, tidakkah boleh aku mempetahankan harga diriku?"
__ADS_1
" Aku tidak pernah memandang rendah dirimu
Fathia, aku akan membiarkan mu menjaga harga dirimu!"
" Jika begitu, mari kita memantaskan diri lebih dahulu, aku berjanji jika aku bisa melihat maka aku akan menerima lamaran mu!"
" Apa kau bisa mengenali ku??"
" Tentu saja, aku akan mengenalimu dengan suaramu, aroma tubuhmu!"
" Kalau begitu kau harus mengenali bentuk wajahku!" Suhail meletakkan tangan Fathia di wajahnya, dengan perlahan dan kelembutan Fathia meraba wajah Suhail.
" kau memiliki alis yang tebal, hidungmu sangat runcing dan bibirmu tipis, dagumu membelah 2 , aku akan mengingatnya!"
" Fathia bolehkah aku memelukmu?"
" Jika kau tidak keberatan memeluk orang buta maka peluklah aku!"
Suhail segera memeluk Fathia dengan sangat bahagia.
" Aku akan pergi untuk melakukan pengobatan untuk mataku Suhail, tapi aku tidak tahu berapa lama itu aku akan kembali!"
" aku akan menunggumu,berapa pun lamanya Fathia!"
" Terimakasih Suhail...!"
" Aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama padaku, itu sudah Cukup membuatku tenang Fathia, selama penantian aku juga akan berjuang menjadi pria hebat untukmu Fathia!"
" Kejarlah apa yang menjadi cita-cita mu, Cintaku tidak akan menghalangi masa depanmu!"
" Begitu juga dengan Cintaku, jika kau ingin memantaskan diri untukku maka pantaskanlah!"
" Tentu saja,...aku harus menjadi wanita yang hebat untuk mendampingi sang Jendral!"
" baiklah mari sama-sama bersabar dan berjuang untuk kebahagiaan kita Fathia!"
" Hmmm...!"
" kapan kau pergi?"
" mungkin besok!"
.
" Tak apa, saat ini kau lebih baik tidak di sini... karena Hana akan menargetkanmu!, oh ya siapa yang menolong mu?"
" Seorang gadis berumur belasan tahun, apa kau memiliki keponakan perempuan?"
" Ya aku ada... kenapa?"
" Saat aku tanya namanya dia tidak mau, saat ku paksa dia baru mau memberi tahu namanya, dan dia menyebut dia adalah keponakanmu!"
" Siapa???, tidak ada orang lain yang tahu tentang dirimu di keluarga ku!"
" Namanya Sania ...!"
" Sania???, apa kau sungguh -sungguh??"
" Ya, apa kau benar memiliki keponakan Sania?"
" Ya, tapi dia menghilang 8 tahun yang lalu, karena kecelakaan bersama ke-dua orang tuanya!"
" oh benar dia juga mengatakan hal itu untuk menghibur , jika dirinya juga pernah mengalami kecelakaan, ibu nya hilang ingatan dan ayahnya meninggal ditempat!"
" Fathia apa kau sungguh - sungguh dengan ucapanmu??"
" Apa aku akan berbohong dengan hal yang bahkan aku tidak ketahui tentang keluargamu!"
" Benar, itu berarti benar - benar Sansan!"
" Sansan??"
" Ya , itu panggilan kecilnya...apa anak itu sangat angkuh?, tidak takut pada apapun?"
" Ya, mendengarnya berbicara saja aku sangat tekesan, dia anak yang pemberani!'
" Oh Tuhan, jika itu benar-benar Sansan aku sungguh-sungguh mengucap syukur padamu!"
" Jadi anak itu yang kau cari selama ini?"
" Benar Fathia, kami sangat merindukan anak nakal itu!"
" Lalu bagaimana dia bisa datang kesini?, apa selama ini dia diam-diam mengamati kalian?"
" Ya itu mungkin bisa saja, tapi aku harus memastikan dulu dia sansan atau bukan!"
" sepertinya dia masih ingin bersembunyi Suhail, dia pasti memiliki alasan sendiri selama ini tidak kembali!"
" Ah, kau benar....tapi ada baiknya dia tidak muncul dulu sebelum Dalang dibalik kecelakaan itu tertangkap!"
**Aku tidak akan mengatakan pada Suhail jika yang mengajakku untuk berobat adalah Sania, takutnya aku akan merusak rencananya, Sania bukan anak yang bodoh pasti dia memiliki alasannya Sendiri selama ini dia tidak kembali, karena Sania sudah membantuku, aku yakin dia orang baik....
dalam hati Fathia.
Bersambung....
__ADS_1
ayo likenya bestieee**...