
" Sudah cepat pergi temui orang tuamu, urusan Robert, om baru memantau bisnis apa yang dia sedang kerjakan, om akan memberikan jalan untukmu membalasnya!"
" Terimakasih om, terimakasih Sansan!"
" Panggil aku tante mulai sekarang!" sambil mengibaskan rambut panjangnya.
Noah, Dai, dan Kenzo hanya menahan diri untuk tidak tertawa, mendengar gadis 17 tahun itu menekan sepupunya untuk manggilnya tante.
" Haissss...baik, terimakasih tante Sansan, apa kau puas??, Dai ayo kita ke Swiss sekarang!"
" Baik!"
Dai dan Fahad pun segera pergi ke bandara mereka memilih penerbangan paling cepat hari itu juga.
...----------------...
Swiss
" Dai kau tahu rumah orang tuaku di sini??"
Dai membukakan pintu taxi untuk Fahad, Fahad segera masuk, Dai menunjukkan alamat pada drivernya dan Mereka pun melaju menuju kediaman Orang tuanya.
selama perjalanan Fahad merenungkan kebodohannya, bagaimana tidak dia sudah mati-matian membahagiakan Yuna dengan segala tekanan, yang di berikan orang tuanya,
dia banyak menanggung hutang, dia sangat mencintai Yuna, tapi tidak dengan wanita yang dia perjuangkan mati-matian itu, malah membalasnya dengan perselingkuhan, entah itu kapan mulai terjadi, yang jelas pasti itu jauh sebelum Fahad menikahinya, karena saudaranya terlihat sangat tidak mau tahu tentang orang yang sangat berarti di dalam hatinya itu.
Dan dia sadar sekarang itu pasti sebuah tipu daya, dan yang tertipu bukan hanya dia tapi juga kakaknya Aina.
" Brengsek, kau Yuna!" Mata Fahad berkaca-kaca, matanya tak mampu membendung rasa laranya yang begitu menyahat hatinya.
" Fahad, dia lebih dari kata berengsek jika kau tahu!"
" Apa yang cocok untuknya Dai??"
air matanya mengalir deras.
" Dia menggunakan nama ayahnya untuk berhutang hampir mencapai 1Milyar...!"
" Apa??"
" Dan kakakmu Aina setiap bulan mengirimi uang sebanyak 50 juta!"
" Bajiiiingan, dia menipu kakakku dengan dalih seorang sahabat!"
" Ya, itu baru diketahui saat Laksmana bertanya - tanya pada kakakmu yang tidak pernah bisa berbohong itu!"
" Sepasang orang biadab itu harus berakhir mengenaskan!"
" Sabarlah, tuan Kenzo sedang menyelidiki tentang kematian ayah Yuna juga!"
" Apa kematian ayahnya itu juga ulah mereka??"
" sementara di duga begitu, itu agak mengganjal jika tetangganya mengenal sesosok ayah Yuna adalah pribadi yang baik dan lurus, saat dia meninggal tiba-tiba banyak penagih hutang dengan atas namanya!"
" Jika itu benar,aku yang akan membalaskan kematian ayah Yuna sendiri!"
" Jangan buru-buru balas dendam Fahad, bermainlah cantik untuk bisa. menyiksanya lebih kejam!"
" Mulai detik ini aku tidak ingin mengenal wanita mana pun!"
" Apa kau gila, saudaramu banyak yang wanita, dan kau terlahir juga dari seorang wanita!"
__ADS_1
" Diluar jangkauan itu Dai, aku tidak akan dibodohi oleh wanita dengan mengatasnamakan Cinta!"
" Hmm, bukankah ada seseorang yang selama ini mencintai anda diam-diam??"
" Maksudmu Diana???"
Dai mengangguk,
" Sayang sekali Dai, aku juga baru menyadarinya saat dia pergi, kita sudah sepakat saling melupakan, dan pertemuan kita sangat tidak tepat, aku sudah menikah, memang ku akui dia orang slalu tulus padaku tanpa mengharap balasanku, aku juga ingin menahannya, jika aku tahu dari awal kebusukan istriku, aku akan berpaling padanya, aku tidak meragukan hati Diana!"
"Kau egois juga rupanya!"
" Apa??"
" Diana akan menangkap, kau bersamanya hanya sebagai pelampiasan,itu tidak adil, dan dia bukan wanita jahat Fahad,dia tidak akan menyakiti orang lain bukan??"
" Kau benar, sebaiknya memang kita saling melupakan!"
Tapi, aku sudah mengambil hal terpenting dalam hidupnya, bagaimana dia akan menjalani hidupnya di masa depan?
dalam hati Fahad.
" Fahad, ayo turun!" Dai menyadarkan Fahad dalam lamunan.
" Oh...ya!" Fahad pun segera turun dari taxi, ternyata perjalanannya cukup jauh
terlihat bangunan rumah yang sangat klasik berbeda dengan bangunan di negaranya, mungkin ini di pedesaan Swiss jadi jarak rumah satu dengan yang lain sangat jauh sekali, memang mamanya sangat menyukai nuansa alam, apalagi udaranya sangat sejuk, menenangkan pantas mamanya betah tinggal di Swiss.
" Apa mama juga beternak di sini??"
" Ya!"
" Nyonya dan Tuan besar adalah orang sukses yang sesungguhnya!"
" Jadi kau menganggap ku tidak sukses??"
" hehe...aku juga tidak sukses Fahad, tenanglah aku temani kau!"
" sorry, aku akan mengikuti jejak ayah dan ibuku, kau tak perlu repot menemani ku!" Fahad segera mendahului Dai.
Bangunan rumah sederhana itu cukup keren Fahad segera menekan tombol bell di pintu.
krincing-krincing...
" Oh bunyinya beda??"
Selera ibunya memang beda dari yang lain.
ceklek...
Fahad terkejut dengan apa yang dilihatnya,
Fahad melihat ke arah Dai yang juga terkejut,
Fahad segera memeluk tubuh Vevey yang masih terkejut dengan kedatangan putranya itu.
" Mama apa kau gila?, pakai baju begitu Vulgar, aku tahu ini bukan negara kita, tapi kau hampir mengekspose semua tubuhumu pada Dai!" sambil menengok ke belakang.
Fahad segera meraih selimut di sofa dan merangkapkan pada tubuh Vevey yang hanya memakai lingerie tipis.
tentu saja itu Vevey kira adalah Hiro, karena dia hanya tinggal berdua saja dengan suaminya itu, tidak ada siapa pun, lagian mereka juga tidak memiliki tetangga, jadi Vevey terbiasa dengan pakaian sexy untuk suaminya, tak di sangka itu putranya dan Dai, Vevey sebenarnya malu buka. kepayang, tapi itu tidak penting, dia lebih terkejut dengan kedatangan putranya itu.
__ADS_1
" Oh maafkan mama, karna mama hanya berdua dengan papa tidak menyangka kalian datang, dan tanpa pemberitahuan!"
" memangnya papa setiap pulang harus menekan bel??"
" ah iyalah...mama menambahkan kunci slot, meskipun di sini aman tapi berjaga-jaga itu perlu!"
" lalu bagaimana jika yang menekan bel bukan papa?? orang jahat ?"
" Biasanya jam segini papamu pulang, jadi mama pikir itu papa!, karena selama mama di sini tidak ada yang memencet bel selain papah, oke cukup introgasinya, sekarang kenapa kalian mendadak datang ke sini??"
Fahad menunduk tidak menjawab,
" Oh di mana menantu mama?, bukankah dia sudah bisa berjalan??, kenapa tidak ikut??" Vevey memasang wajah ramahnya.
Fahad memandang wajah Vevey yang tidak terlihat menaruh kebencian pada Yuna.
" mama tidak membenci Yuna??"
Vevey bengung dengan pertanyaan putranya yang sangat mencintai Istrinya itu.
" dia istrimu, kenapa mama membencinya??"
" sungguh??"
" Kenapa dengan Fahad Dai??" Vevey menangkap ekspresi yang aneh dari putranya.
Krincing-krincing...
" Oh iyu pasti papa, aku..."
" Biar saya saja nyonya!"
" oh baik terimakasih Dai..."
Dai pun segera membuka pintu dan benar saja itu adalah Hirosan.
" Tuan....!"
" loh Dai??, ada apa?"
" silahkan masuk tuan anda datang diwaktu yang tepat!"
Hiro pun segera masuk,
" Oh Putraku ...!"
" pah...!" Fahad berdiri memeluk Hirosan.
" Papa senang kau datang, apa sudah lama?"
" Baru saja tiba ,pah...!"
Hiro melihat istrinya berbalut selimut, Hiro sedikit terkekeh, dan mengisyaratkan Vevey untuk berganti pakaian.
" Mama ganti baju dan buat minum dulu!" Vevey pun segera beranjak pergi dari ruang tamu.
" Apa istrimu tidak ikut??"
Fahad menunduk tidak langsung menjawab.
Hiro tahu jika putranya ke sini karena pasti sesuatu sudah terjadi pada rumah tangga putranya itu.
__ADS_1