GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
432. Kemajuan


__ADS_3

Sementara di kediaman Fannan.


Cindy sudah bisa mulai tertawa bersama kakak iparnya.


Fanya menggunakan hipnotis terapi untuk membuat Cindy lebih rileks dan berdamai dengan masalalunya.


kini Cindy sudah mulai bisa merawat dirinya sendiri, kembali cantik dengan gayanya sendiri.


Vevey dan semua keluarga sangat bahagia dengan kemajuan pesat Cindy, Cindy sudah memulai memasak, dia sudah mulai mencoba menjadi istri yang baik untuk Fannan meski Cindy masih belum mau di sentuh oleh Fannan, Fannan pun tidak masalah, karena Fannan menikahi Cindy bukan karena nafsu semata, karena benar - benar mencintai Cindy begitu tulus.


" Cindy, apa kau masih belum bisa menerima Fannan??"


" Cindy sudah bisa menerima mas Fannan, tapi Cindy masih sangat takut mbak Fanya..."


" Ya sudah tidak masalah, tapi sebenarnya apa yang kau takutkan??"


" Cindy takut membawa nasib buruk untuk mas Fannan mbak..."


" semuanya sudah ditakdirkan segala sesuatunya Cin... percayakan saja pada Tuhan...!"


" ya mbak...."


" kamu nggak kasihan sama Fannan??"


" ya kasihan mbak...maaf ya mbak, nanti saya akan berusaha lagi..."


" jangan dipaksakan Sayang...kakak, sudah Fanan bilang jangan paksa Cindy...!"


" kakak mana ada maksa??"


" mas...mbak Fanya itu nggak maksa Cindy kok...maafin Cindy ya mas..."


" kenapa minta maaf??, kamu itu nggak salah...!"


" Maafin mbak ya Cin...nggak maksud maksa kamu kok..."


" iya mbak Fanya, Cindy tahu kok..."


" Ya udah mbak mau keluar dulu..."


" ya mbak hati-hati!"


Fanya sekarang malah justru sering keluar itu juga berkat Cindy, menikah dengan Fannan, justru sekarang malah Cindy yang menggantikannya di rumah.


" mas, gimana kerjaannya.?"


" Lancar sayang, ... bagaimana denganmu di rumah??"


" seperti biasanya, semua baik-baik saja mas...mas mau mandi apa mau minum kopi dulu??"


" mas mau mandi dulu, hari ini kamu masak apa??"


" Masak banyak menu kesukaan mas Fannan, mas mandi dulu, Cindy hangatkan makanannya ya mas..."


" oke terimakasih ..." Fannan pun segera mandi setelah mandi Fannan pun segera makan bersama dengan istrinya.


" apa masih belum mau keluar kamu ??"


"belum mas, Cindy masih takut..."


" ya sudah tidak apa-apa...apa saudaramu sering menjengukmu saat aku bekerja??"


" Ya, hanya saja Fahad sangat sibuk dia sangat jarang mengunjungiku mas..."


" Kau rindu pada Fahad atau putramu ??'


" hiks hiks...mas aku sangat jahat pada Dhiren , aku malah takut menemuinya, dan dia tidak mengenal siapa aku, aku sangat buruk menjadi seorang ibu mas..." Cindy menangis sesenggukan.


" Dhiren anak yang pintar...tentu saja dia akan memahaminya, ku dengar Fahad tetap memberitahu siapa dirimu pada Dhiren yang sekarang sudah berumur 1 tahun..."


" apa yang harus Cindy lakukan. mas??"


" nanti jika sudah siap, kita temui Dhiren ,atau biarkan Dhiren datang kemari..."


" Ya mas...aku takut jika Dhiren membenciku..."


" bagus..."


" mas terimakasih selama ini sudah sabar menjaga Cindy...dan Cindy malah masih belum menjadi istri yang baik buat mas Fannan..."

__ADS_1


" Iya sama-sama...Cindy adalah istri yang baik...untukku jangan mengatakan hal seperti itu lagi..."


" baik mas..."


setelah mereka selesai makan , Cindy pun segera membereskan sisa makanan dan mencuci piring, menjadi wanita sederhana ternyata tidak seburuk yang dia bayangkan, justru dia lebih banyak waktu untuk beristirahat tanpa mengkhawatirkan banyak hal.


" sayang,mas punya sesuatu untukmu..."


Fannan memberikan hadiahnya untuk istri tercinta.


Cindy menerimanya dan membuka hadiah itu,


" uwah...cantik sekali gelangnya mas..."


" mas beli di Dubai, kau suka...??"


" suka mas, terimakasih..."


"pakailah ..." Fannan segera memakaikan gelang itu pada Cindy.


" ah ,,,sangat cocok untukmu..."


Cindy sangat senang mendapatkan hadiah, cantik itu Cindy memeluk Fannan secara refleks.


" mas terimakasih Cindy sangat suka!!"


Fannan pun sangat terkejut dengan pelukan dadakan sang istri.


" oh maaf mas..." Cindy hendak melepaskan pelukannya ,tapi Fannan menarik Cindy ke pelukannya dengan erat.


" jangan dilepaskan, aku sangat senang kau memelukku!"


Cindy pun meletakkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Fannan.


Fannan melabuhkan kecupan mesra pada pucuki kepala istrinya, hatinya sangat berbunga-bunga Cindy sudah ada kemajuan .


Fanya yang tiba melihat hal itu pun ikut tersenyum bahagia, Fanya melepaskan sandalnya dan berjalan masuk mengendap-endap agar tidak mengganggu dua sejoli yang baru menumbuhkan tunas cintanya.


namun malah Fanya tak bisa mengimbangi langkahnya dan terjatuh .


" Brukkkkkk...."


" maaf maaf kakak tidak bermaksud mengganggu!'


" mbak...apa tidak papa??" tanya Cindy melihat Fanya terjungkak cukup keras.


" Kenapa juga harus mengendap-endap, salah sendiri!" ujar Fannan kesal karena moment kemesraannya di ganggu sang kakak.


" kau malah menyalahkan kakak, sudah tahu kakak demi siapa mengendap-endap!"


" mbak, maafkan mas Fannan, biar Cindy bantu mbak!"


" Oh kau memang adik yang baik Cindy, maafkan Mbak ya!"


" tidak apa-apa mbak..."


" mbak masuk dulu..." Fanya langsung masuk ke dalam kamarnya.


" mas jangan begitu pada mbak Fanya..."


" kau sangat membelanya sayang,..."


Cindy memeluk Fannan lagi agar kesalnya hilang...


" mas apa masih kesal??"


" masih lah, suasananya kan sudah lain sayang...moment romantisnya hilang..."


" hehehe...kalau begitu mulai malam ini Cindy tidur dengan mas Fannan ya..."


" ada apa denganmu Cindy??" sangking terkejut dan tidak percayanya.


" kok ada apa jika tidak boleh ya sudah..."


" boleh dong..." Fannan langsung menarik tangan Cindy masuk ke dalam kamarnya.


" Cindy, mas tidak akan menyentuhmu jika kau belum siap, tidak buru-buru, sekarang Cindy tidur lebih awal..."


" mas mau ngapain??"

__ADS_1


" mas masih ada kerjaan sedikit, ..."


" Baiklah, Kalau begitu Cindy tidur dulu mas, mas Fannan cepat menyusul tidur jangan bergadang "


" siap sayangku..."


Cindy segera tidur di ranjang berukuran besar milik Fanan, Fanan duduk di sofa, dengan laptopnya, setelah menyelesaikan pekerjaannya Fannan segera menghampiri istrinya yang sudah terlelap, Fannan menaiki ranjangnya dengan hati-hati, memandangi wajah indah sang istri , Fanan segera merentangkan tubuhnya di samping Cindy, lalu menelusupka. lengannya masuk ke bawah kepala Cindy dan memeluk Cindy dan memejamkan matanya.


akhirnya mereka berdua mau berbagi ranjang satu sama lain setelah cukup lama bersabar.


" Pelan - pelan saja, aku slalu menunggumu ...sampai kau datang sendiri padaku Cindy..."


ujar Fannan lirih, mengecup kening Cindy dan segera ikut terlelap.


...----------------...


di kediaman Selatan


" selamat pagi Tiara...." Sapa Sandy dengan sangat ramah.


" pagi om...apa sudah sarapan??"


" belum...hari ini kamu nggak ada jadwal kuliah??"


" Dosennya kasih kabar dadakan kalau hari ini tidak ada matkul , di ganti hari lain..."


" oh ya...kalau begitu nggak ada kesibukan dong??'


" nggak ada om, bingung mau apa Aina sibuk dengan iyus, Natalie juga masih di korea..."


" Nonton yuk!!"


" nonton apa om??'


" terserah kamu yang tentukan saja mau nonton apa terus di mana."


" lah nanti kalau om nggak suka gimana??"


" aku ini Flexibel kok Ra..."


" Ya nanti aja om jam 11 , aku mau bantu mbok Yem masak dulu, om juga belum sarapan kan??"


" belum sih, nggak enak mau numpang makan tempat Nathan, udah numpang tidur masak masih mau numpang makan hahaha"


" ya udah makan di tempat kami om, tunggu ya...nanti Tiara panggil kalau sudah selesai!" Tiara segera masuk dan membantu mbok Yem.


" kau sangat kacau San...!, kau menghabiskan nasi dirumahku masih mengatakan belum sarapan!'


" Eh Than, nggak tahu aja orang lagi usaha...!"


" Oh ya kau kan dekat dengan Franky kan??"


" Ya ada apa dengannya??"


"anak yang ditolong Suhail , itu apa hubungannya dengan Franky??, saat kami mengantarkannya pulang dia bilang rumah Franky itu tempat tinggalnya!"


" oh...aku dengar dia merawat menantu dan cucunya, karena anaknya menikah lagi dengan orang asing..."


" oh jadi dia cucu Franky??"


" Kalau begitu sebentar lagi dia pasti akan datang ke sini!"


" iya, juga kau juga ikut masuk media Franky tidak mungkin tidak mengenalimu... meskipun kalian tidak dekat!!"


" oh ya... sepertinya sedikit repot.."


" aku akan bantu mengatasinya, yang penting bantu aku juga lebih dekat dengan Tiara!!"


" nanti kau lihat wanita cantik lain pindah haluan lagi???"


" oh tidak sudah yang ini saja..."


" hah,...dia masih kecil San..."


"tidak apa-apa itu cukup menyegarkan mata bukan!'


" sudahlah aku tidak akan ikut campur masalah percintaanmu ...jika kau bisa mendapatkannya ya sudah aku akan merestui ...aku masih ada urusan!"


Nathan pun segera pergi meninggalkan Sandy

__ADS_1


__ADS_2