GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
396. kabar baik


__ADS_3

Ya meskipun dia ini beda generasi, tapi pengalamannya dalam dunia gelap tetap tidak kalah dengan anak sekarang, Zayn bisa dengan mudah mengejar ketertinggalannya.


tidak sampai 1 Minggu Zayn sudah mendapatkan lukisan aslinya.


sekarang Zayn sudah tiba di negara F,


sesuai yang di sepakati, Zayn menunggu di restoran milik Fahad, Dans pun tiba tepat waktu menjemput Zayn.


" saya pengawal pribadi Yang Mulia, mari ikut dengan saya memasuki istana"


" ya ..." Zayn pun mengikuti Dans masuk ke dalam istana.


Di paviliun milik Sang Raja.


" Kau siapa??" tanya Alfred karena Alfred berpikir jika Ken akan mengirim Dai atau Noah, tapi ternyata beda orang lain.


Zayn duduk di samping raja,


" Lancang kau..." teriak Dans sudah mengeluarkan pistolnya.


" aku hanya duduk, kenapa di bilang lancang??, kau kira perjalanan ku dekat??" ujar Zayn santai.


Alfred memberi kode pada Dans untuk tenang,


Dans pun kembali memasukan pistolnya.


Zayn segera mengeluarkan lencana milik Aogiri.


Alfred mengangguk,


" lalu apa kau mendapatkan apa yang aku inginkan??"


Zayn membuka barang yang di bawanya


dan menunjukkan pada Alfred.


" apa ini asli??, aku tidak akan beberlas jika kau menipuku"


" kau meragukanku,berarti kau meragukan Kenzo, jika kau ragu kenapa kau meminta bantuan padanya??"


" Kenapa cepat sekali kau mendapatkannya??"


" ini hanya permainan anak-anak, kenapa harus lama-lama..."


Zayn mengambil batang rokoknya dan merokok dengan begitu santainya.


" Dimana kesopananmu??" Dans tak habis pikir dengan orang Kenzo satu ini tidak memiliki kesopanan sama sekali.


" Jangan membicarakan soal kesopanan, seorang pencuri dan pembunuh, tidak mempelajari hal seperti, jika aku memiliki itu, saat mencuri aku harus mengetuk pintu lebih dahulu, itu sama saja aku bunuh diri bukan??!"


" sudah Dans, kau tenanglah" ujar Alfred tersenyum karena dia malah suka dengan sifat blak-blakan Zayn.


" aku harus memanggilmu siapa??"


"Zayan..."


" Zayan... bagaimana kau bisa membedakan lukisan aslinya??"


" lukisan asli memiliki beberapa lubang di kanvas, dan kanvasnya lebih tebal, beratnya juka berbeda, karena yang palsu, masih lembab..."


" tapi banyak lukisan palsu, yang berumur puluhan tahun juga..."


" oh ya benar, aku sudah melihat beberapa tempat yang memiliki lukisan ini, tapi ini yang asli..."


" Baiklah, baiklah...aku akan percaya padamu karena kau adalah orang Kenzo..."


" itu sudah seharusnya, apa lagi yang bisa ku lakukan untukmu??"


" kau bisakah kau tetap di sini??"


" Ya tapi tidak bisa lama aku ingin segera menikah..."


" menikah??, kau belum berkeluarga??"

__ADS_1


" jangan bertanya seperti itu, kau sendiri juga tidak memiliki permaisuri bukan??"


" kau...ini sedang bicara dengan raja, kau sangat angkuh" Dans sangat kesal.


" Aku tidak takut pada siapapun, meskipun dia seorang monster..."


" Ya memang aku tidak butuh, permaisuri " ujar Alfred.


" ehmmm,itu pilihan ..."


" tapi aku akan memiliki anak..."


" ya bagus..."


" kau tampak tidak perduli dengan apapun..."


" Ya, aku sangat tidak suka terikat, karena jiwaku sangat bebas..."


" lalu kenapa kau mau menikah??"


" karena aku ingin..."


" bukankah itu juga terikat..."


" Aku menyukainya karena dia sangat menurut, aku tidak suka di atur..."


" Ya aku merasa iri denganmu kau bisa mendapatkan wanita yang kau sukai"


" Raja, aku tahu menyukai Julia...kejar saja"


" Dia sudah memilih orang lain..."


Aduh aku lupa memberitahu tentang Nona Julia pada Yang Mulia.


dalam hati Dans.


" karena kau dekat dengan Kenzo dan Tasya aku akan memberitahumu, ..."


" Apa??"


" Apa??"


" Yoii, Ryu memiliki kembali bertemu dengan mantan kekasihnya yang 2tahun tak ada kabar "


" Bodoh!!!"


Alfred sangat kesal mendengarnya, karena itu berarti Julia sedang sedih saat ini.


" Ya begitulah, hal wajar tapi keponkanku itu tidak mudah terlarut dalam kesedihan "


" Benarkah??, syukurlah...Dans apa Tasya dan Ken tidak memberitahu hal ini padamu??"


" memberitahu Yang Mulia, tapi saya lupa menyampaikan pada anda"


" tak apa...." Alfred tersenyum senang mendengar kabar itu.


" aku tak ingin membicarakan masalah peribadimu...katakan apa yang harus kulakukan selanjutnya..."


" Kau harus berada di belakangku, kau harus membantuku mengamati pamanku..."


" pamanmu yang mana??"


" Nanti kau akan tahu, jika ada seseorang masuk kau harus bersembunyi"


" Aku mengerti..."


" Dans antar Zayn untuk beristirahat..."


" baik" Zayn pun beristirahat di ruangan samping paviliun Alfred.


" Apa kau lapar??"


" ya"

__ADS_1


" istirahatlah, akan ada yang mengantarkan makanan padamu "


" ya..." Dans pun segera pergi dan Zayn pun beristirahat.


sayang sekali dia tidak bisa menggunakan ponsel pribadi di dalam istana, padahal dia sangat rindu dengan Natalie.


sementara di ruangan Alfred.


wajah Alfred nampak sangat bahagia, karena Julia tidak bersama dengan Ryu, tapi seketika Alfred juga murung, tapi sekarang dia sudah akan menjadi seorang ayah.


" Apa Julia mau denganku yang sudah akan menjadi seorang ayah, aku yang sebelumnya saja di tolaknya..."


" Yang Mulia, berikan hukuman pada saya, karena lupa menyampaikan hal itu..."


" tidak masalah , sepertinya memang aku tidak bisa memilikinya... sudahlah...aku akan fokus pada pamanku dulu"


" benar Yang Mulia, anda sangat bijaksana"


" Kau simpan lukisan Asli ini dengan aman..."


" Baik..."


Dans pun segera membawa lukisan itu dan menyimpannya.


Alfred sebenarnya ingin fokus dengan masalah pamannya ,namun tetap saja dia masih terpikirkan tentang Julia.


" oh aku ingin menemui Julia..." gumam Alfred.


" temui saja ..."


" hah???" Alfred takut karena Zayn tiba-tiba muncul dari plafon.


" Oh kau sangat terkejut" Zayn segera melompat turun.


" Kau bagaimana bisa, keluar dari sana??"


" jika aku mau, aku bisa keluar dari bawah tempat tidurmu juga bisa"


" tidak lucu...apa kau ada sesuatu yang ingin kau laporkan "


" Hei raja, aku rindu dengan kekasihku tapi ponselku, di bawa pengawalmu..."


" nanti aku akan membiarkan dia memberikannya padamu"


" ok...."


" Zayan, apa yang di lakukan Julia terakhir kali yang kau lihat???"


" Oh Julia, sekarang lebih suka di kediaman tengah, sudah sangat jarang bekerja, lebih suka shopping..."


" apa kau berkata jujur??"


" aku orang yang paling jujur, ...dia sepertinya sudah malah bekerja, suka bersantai memasak, dan sebagainya tidak ada ambisi melebarnya sayap dalam bisnisnya "


" benarkah??"


" Raja, kau mengorek informasi padaku,,, itu tidak gratis kau tahu??"


"Aku akan membayarmu!"


" tidak "


" lalu apa maumu??"


" Belikan aku sebuah rumah di negaraku..."


Zayan mengantisipasi hidupnya, karena mungkin bisa saja peninggalan orang tuanya, bisa tidak cair.


" baik, sekarang katakan semua tentang Julia...kenapa di keluarga Pratama modelnya seperti Tasya dan Kenzo semua??"


" dengan senang hati... Julia sekarang sangat sibuk membantu mengurusi keponakannya, karena dia menyerahkan bisnisnya di bawah kendali Fahad, dia tidur saja juga uang akan masuk ke rekeningnya..."


Hemm, bagus...Yuzan dan Ami sudah tidak di pihakku, sekarang ada Zayn...

__ADS_1


setidaknya aku bisa mencaritahu tentang Julia lebih banyak, tapi aku akan menjadi seorang ayah ,aku malu mau mengejarnya lagi.


dalam hati Alfred antara senang dan juga sedih.


__ADS_2