GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
146.pacar pura - pura


__ADS_3

tok tok tok...


Fahad, Fahad...


" ada apa Aina??"


" Iyus tolong bangunkan Fahad, om Zayn ada urusan hari ini tidak bisa mengantar!"


" Ehmm...!" Iyus hanya melirik ke arah Fahad yang masih pulas.


" Aku antar ya ..., aku malas membangunkan kerbau tidur!"


" Oh, apa kau mau?"


" Kalau tidak mau aku tidak akan menawarkan padamu, jika kau tidak mau aku juga tak masalah!"


" Ya udah, ayo...hari ini barang ku datang, aku harus berangkat pagi...!"


" Ehmmm....!" Iyus segera mengambil kunci motor Fahad .


" Naik motor??"


" Iya, ...mau atau tidak?"


" Iya ya mau mau...!"


Mereka segera menuju garasi, Iyus segera menaiki motor Fahad, lalu memakai helm, lalu Fahad meraih helm satu lagi dan memakaikan pada Aina .


Aina tersenyum senang dengan perhatian Iyus.


" Meski kepalamu tidak begitu berharga, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa kepala, ayo cepat naik!"


Senyum Aina seketika pudar mendengar perkataan Iyus .


Aku hampir memujinya sangat baik, tidak jadi dia memang tidak baik


dalam hati Aina Kesal.


Brmmmmmmmmmmmmm...


" Wahhhh...."


Iyus segera meraih tangan Aina dan menempatkan pada pinggangnya.


" Apa kau bodoh, pegangan!!"


" Kau yang bodoh, kenapa tidak bilang jika mau jalan!"


" Yayayaya Maaf..ayo pegang erat kita akan segera sampai!"


ngungggggggggggggggggg....ngennnggggggggg.....


Iyus mengendarai dengan kecepatan tinggi...


Aina mengeratkan pegangannya dengan sangat erat .


Iyus tersenyum puas dengan apa yang di dapatnya.


Hari ini aku pasti lupa baca doa bangun tidur, sampai mendapatkan cobaan begini mengerikan.


dalam hati Aina yang menahan ketakutannya.


ciiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttt...


" Sampai Bos...!"


Namun Aina masih berpegangan erat pada Iyus


" Apa kau sangat nyaman memelukku, Aina??"


" Iyus, kau ini jika ingin mengajak orang bertemu Tuhan, jangan mengajakku, aku belum menikah, aku masih ingin menikmati punya anak - anak perempuan yang lucu, kau ini menyebalkan!" Memukuli punggung Iyus sangat keras.


" Oke, maaf cita-citamu hampir membuatku meneteskan air mata Aina...!"


" Tidak usah berpura-pura terharu!"


" Tentu saja aku merasa terharu, siapa yang mau dengan wanita seperti mu ini hahahahah!"

__ADS_1


" Kau ini terus saja begitu, bukankah kau berjanji tidak meledekku lagi??"


" Aku tidak meledek, aku hanya membangunkanmu dari mimpi indah, bye...!"


nggggggggggggggg....


Iyus pergi dengan kilat.


Aina menghentakkan kakinya karna kesal,


" Awas saja akan ku tunjukan padamu, jika aku juga bisa memiliki seseorang yang mau hidup bersamaku nanti!, biar matamu terbuka dengan jelas, aku tidak seperti yang kau ucapkan!!" Aina sangat kesal karena Iyus.


" Nona...kapan toko bunganya buka?"


" Ah, maaf...iya akan saya buka...heheh sebentar ya kakak... karena hari ini rekanku masuk agak siang jadi agak lambat!"


" Kalau begitu biar saya bantu nona...!"


" Tidak tidak, tuan boleh duduk saja menunggu oke??"


" Baiklah...!"


Aina segera membuka toko bungannya lalu mengeluarkan sebagian bunga keluar untuk display .


" Fiuhhhh...tuan anda ingin memesan bunga apa?"


" Nona, ibu saya sedang sakit di rumah sakit, ibu saya sangat suka bunga Lily...bisakah rangkaikan bungan dengan sangat cantik, agar ibu saya senang dan membuatnya semangat !"


" Oh tentu saja tuan...saya akan dahulukan anda, sebenarnya hari ini banyak sekali pesanan,...!"


" tak apa, saya hari ini libur saya akan tunggu nona... jangan buru-buru, selesaikan saja pesanan yang mendesak!"


" Terimakasih atas pengertiannya tuan...!"


Aina segera merangkai bunga pesanan yang mendesak lebih dulu, setelah 2 jam barulah Aina merangkai untuk pelanggan yang sudah menunggunya tadi.


drrrttttt drrrrrrtt...


pelanggan tadi segera mengangkat telponnya.


" Tentu saja tuan, tulis alamatnya...!"


" Nona, ini kartu nama saya, jika sudah selesai hubungi saya, saya akan kirim alamatnya nanti, saya ada urusan mendadak!"


" Oh baik!"


Aina menerima kartu nama pelanggannya


" Nam Hubert?? "


Aina meletakkan kartu nama itu dan segera menyelesaikan pekerjaannya.


Tak lama pegawainya pun tiba, mereka segera mengantar buket bunga yang sudah jadi.


" Kak Mei, aku antar pesanan dulu ya...!"


" Nona, kenapa tidak menunggu Rega saja?"


" Ini hanya dekat di rumah sakit belakang kampus itu aku naik sepeda saja!"


Aina segera meletakkan bunga di keranjang sepedanya dia segera menuju rumah sakit yang di maksud oleh Nam Hubbert.


" Tuan saya sudah di depan rumah sakit...di mana saya harus antar??"


" oh tunggu saya ,saya akan ke sana!"


tak Lama Nam Hubbert pun terlihat batang hidungnya.


" Nona, bolehkah aku meminta tolong padamu??"


" Apa itu tuan??"


" sehari saja menjadi pacarku!"


" Apa???, mana ada pacaran sehari,kau kira aku apa?"


" Bukan maksudku kali ini saja, ibuku tidak ingin melakukan operasi, jika aku tidak memiliki calon istri!"

__ADS_1


" Tuan, aku tidak bisa membantumu berbohong!"


" Tolong, saya bayar 5 juta ya, sehari saja!"


" Tidak saya tidak kekurangan uang, tuan tolong jangan memaksa!"


" tolonglah nona, saya harus mencari siapa lagi, saya berasal dari kota S tapi ibu saya dirujuk ke sini ,di sini saya tidak kenal siapapun, bagaimana saya membujuk ibu saya, karena saya hanya memilikinya saja !"


" Baik, satu kali ini saja ya Tuan!"


" tentu... terimakasih...!"


Apa - apaan ini, apa aku sedang di jebak, bagaimana bisa orang setampan tuan ini tidak punya pacar.


dalam hati Aina.


Nam Hubert membawa Aina yang membawa buket bunga itu masuk ke dalam ruangan ibunya di rawat.


" Ibu...lihat siapa yang datang??"


" Selamat pagi Bibi...saya dengar anda menyukai bunga Lily, ini bunga untuk bibi semoga lekas membaik...!"


" Oh...Lilynya cantik sekali, Nam siapa gadis ini cantik sekali...!"


" Biar dia memperkenalkan dirinya sendiri ibu ...!"


" Ah, Bibi saya Aina...mmmm sa..sa..saya aduh saya tidak bisa mengatakannya!"


" Sayang, jangan takut ibuku orang yang lembut dia akan menerimmu!"


" Ah, sungguh??"


" Jadi kau calon menantuku??, luar biasa...sini nak biar ibu mertuamu melihatmu lebih dekat...!"


Aina mendekat dengan ragu -ragu.


" Jangan takut sayang, akhirnya aku punya menantu, kau masih sangat muda, bagaimana kalian bertemu?"


" Hmmm...???" Aina melihat ke arah Nam Hubbert untuk meminta bantuan.


" heheh...Ibu sepertinya ibu di rujuk ke sini adalah takdir baik untukku karena selama 3 bulan ini aku mengenalnya dengan baik namun baru beberapa hari lalu kita meresmikan hubungan kita!"


" Kalau begitu cepat tentukan tanggal pernikahan kalian!"


" Ibu, jika ibu Setuju untuk operasi maka aku akan menikah setelah ibu membaik...!"


" Ya sudah hubungi dokter untuk segera menjadwalkan ibu untuk operasi!"


" Sungguh ibu???"


" Ya....nak Aina...tolong jaga anakku, dia anak yang baik hanya saja dia agak kolot dalam beberapa hal, aku harap nak Aina menerimanya dengan segala kekurangan putraku satu -satunya ini...sebab... jika nanti sudah tidak ada ibu lagi, hanya kau yang dia miliki!"


" Bibi jangan berkata seperti itu, bibi pasti sembuh , tenang saja bibi...yang terpenting adalah kesembuhan anda!"


" Yayaya aku akan menurut!"


" Ibu, ibu istirahatlah dulu, ibu masih sangat lemah, aku harus mengantar Aina kembali bekerja!"


" Aduh, nak Aina terimakasih sudah menyempatkan untuk menjenguk ibu...!"


" sama - sama bibi selamat beristirahat...!"


Aina pun keluar bersama Nam Hubert,


" Fiuuuuuuuuuhhhhhh...Tuan Nam anda membuat saya merasa bersalah pada ibu anda!"


" Maafkan saya nona...maafkan saya... karena tidak ada cara lain lagi untuk membujuk ibu saya!"


" tak apa, karna hanya sekali ini saja...tak masalah... jika nanti operasi ibu anda selesai mohon minta kan maaf pada beliau ya!"


" Tentu saja nona...hati - hati di jalan!"


Aina pun segera mengayuh sepedanya kembali ke tokonya.


Huuuu nasib, memang benar yang di katakan Iyus, tidak ada yang mau denganku, diakui pacar saja hanya pura-pura....hemmm sudahlah...


dalam Hati Aina

__ADS_1


__ADS_2