
Dan sampailah mereka di bandara Militer, pukul 7 pagi.
semua anggota yang terlibat dalam upacara penghormatan, sudah berbaris sangat rapi, menunggu Jenazah Arnold tiba.
tak lama, terlihat pesawat Hercules lepas landas.
Seketika para prajurit dan semua yang ada memberi hormat.
Nathan terlihat lebih dulu keluar dari pintu pesawat itu membawa Foto sahabatnya,di belakang Nathan peti dengan bendera merah putih di sokong oleh beberapa baju loreng, di belakang peti Arnold juga terlihat beberapa kerabat Arnold yang juga beranggotakan TNI namun hanya pangkat biasa saja.
saat melihat kerabatnya, Diana terlihat sangat kesal, namun dia kembali fokus pada peti jenazah sang ayah yang kian berjalan mendekat.
Seakan tak percaya , dan belum sanggup menerima, Diana menangis sekeras dan sejadi-jadinya, hingga kakinya terasa sangat lemas dan terduduk jatuh.
" Tidak, ayah, tidak...bangunlah ....ayah....!" teriak Diana.
Sansan dan Fahad berusaha menenangkan Diana.
" Nona, kuatlah...kuatlah nona...!"
Fahad menggedong Diana ala bridal style dan berjalan mengikuti prosesi upacara, hingga pemakaman selesai.
Diana menangis terisak-isak di pelukan Fahad mengalungkan kedua tangannya dengan erat di leher Fahad.
setelah Arnold selesai di makamkan, kini tinggal Fahad dan Diana juga rombongan Kenzo , Nathan.
Nathan meminta yang lain meninggalkan Diana dan Fahad saja.
mereka pun segera pergi keluar pemakaman.
Diana masih memeluk erat papan nama ayahnya.
" Tidak ayah, jangan pergi, tidak ayah ku mohon, bukankah Diana sudah menjadi anak baik dan menurut, kenapa Ayah masih tidak mau mengunjungi Diana, kenapa Ayah pergi begitu saja Ayah!"
" Diana...!" 3 orang datang dengan seragam
namun Diana hanya melirik tak menimpali panggilan orang itu.
" Tentang masalalu mari kita lupakan, biarkan om merawatmu dengan baik, om janji akan merawatmu tak kekurangan apapun!"
" Diam!, bahkan ayahku lebih percaya aku di rawat oleh orang lain dari pada adiknya sendiri!" tegas Diana dengan bibir bergetar, entah apa yang membuat Diana sangat membenci adik ayahnya itu .
" Ayolah, om sangat menyesal!"
" aku sudah besar, aku bisa mengurus diriku sendiri!"
" Maaf tuan-tuan, mungkin saat ini belum saatnya untuk mengatakan hal itu!" Ujar Fahad belajar dari kesalahannya sendiri.
ketiga orang itu mengangguk paham menyetujui perkataan Fahad.
" Kau siapa anak muda?, kekasih Diana??"
" Buk-"
__ADS_1
"Iya dia kekasihku, ayah sudah mengenalnya dan ayah merestui hubungan kami!" pungkas Diana memotong pembicaraan Fahad.
" Tolong jaga Diana dengan baik, melihatmu sejak tadi begitu peduli dengan Diana, aku sudah menduganya!" ujar Arjio adik ketiga arnold
" Kau sangat mirip dengan Laksmana!" sahut adik kedua Beynat.
" saya keponakannya!"
" Oh, maaf karna kami tidak sopan padamu, kalau begitu kami permisi!" Gerald adik pertama Arnold segera mengisyaratkan adik-adiknya untuk pergi.
mereka bertiga pun segera pergi begitu saja.
" Fahad kau sungguh keponakan Paman Nathan??"
"Iya nona...maaf tidak mengatakan yang sebenarnya karena nona juga tidak bertanya!"
" Kenapa kau mau menjadi bodyguard ku??"
" Nona, kita pulang dulu karena cuaca mendukung!" Fahad menggendong Diana keluar dari pemakaman, sebenarnya Diana masih ingin berlama-lama di makan ayahnya tapi Fahad tetap membawanya keluar.
" Fahad, Diana...ayo cepat masuk mobil!" pinta Nathan.
mereka segera masuk ke dalam mobil,
" Paman Nathan, maaf...!"
" Untuk apa??"
" Diana tidak tahu jika Fahad keponakan paman, Diana sudah banyak merepotkanya dengan banyak hal...dan memperlakukannya tak sopan!"
" Fahad maafkan aku, dan Jangan panggil aku nona lagi!"
" ah, kan saya masih bekerja pada anda!"
" tidak, ayah sudah tidak ada, aku tidak bisa membayarmu !"
" Jadi saya di pecat nona??"
" sudah-sudah ini bukan waktunya membicarakan itu, Diana kau sedang tidak aman, kau tidak boleh kembali ke Mansionmu, dan kau tidak bisa tinggal lama di Indonesia!"
ujar Nathan.
" Kenapa Paman??"
" menurut saja ya, seminggu ini kau bisa tinggal di rumah paman Nathan...atau kau mau tinggal di tempat Fahad juga boleh jika sungkan dengan keluarga Paman, takutnya tidak nyaman!'
" Kediaman Fahad di mana??, di perumahanmu Fahad??" tanya Diana.
" Ah, di sana juga boleh karna jauh dari Mansionmu, Fahad akan menemanimu!"
" Paman, tapi kan ada istri Fahad, aku juga tidak enak hati!"
" Aku sudah membawa istriku pindah dari sana nona, di sana tidak ada siapapun!"
__ADS_1
" baiklah paman, aku mau di sana!"
" Anak baik, Di Amerika paman sudah menyiapkan 1 orang yang bisa kau andalkan, tentunya kau tidak akan lepas dari pengawasan anak buah Kenzo, kau akan aman di sana kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, paman akan mencarikan seseorang yang cakap dalam mengatur keuanganmu jika kau ingin membuka usaha sambil melanjutkan pendidikan!"
" Paman, kenapa Jauh sekali??"
" Selama satu tahun saja Diana... setelah itu kau bisa kembali ke sini!"
" Baik!"
karena memang Diana tahu, om-om nya akan datang menguasai hartanya, dan jika tatap tinggal Diana akan berlarut dalam kesedihan seperti saat dia kehilangan ibunya, dia tidak mau kembali menjadi anak yang sulit di atur, mungkin di LN dia bisa mendedikasikan jasanya di panti asuhan untuk mengalihkan kesedihannya, karena Diana juga sudah bosan dengan kemewahan.
" Karena sudah setuju, Selama satu minggu Fahad akan menjagamu 24jam, jangan ragukan dia bukankah kau sudah tahu kehebatan Fahad?"
" Maaf tuan muda Pratama, saya merepotkan anda lagi!" ujar Diana menunduk .
" Nona, tolong jangan seperti itu, saya tidak nyaman!"
" Tidak tidak kau harus nyaman tuan!"
" sudah jangan mendebatkan masalah tidak penting!, perjalanan kita masih jauh!"
Setelah selesai menempuh perjalanan panjang, sampailah mereka di perumahan Fahad.
" Fahad jaga Diana untuk paman!, kami akan mengurus semua sisanya di sana Diana!"
Nathan dan juga rombongan Kenzo pun pergi.
" Nona, mari kita masuk!"
Fahad membukakan pintunya,
"anda bisa istirahat di sana, ini kamar utama saya!"
" aku di kamar tamu saja Tuan Fahad!"
Fajad menekan pundak Diana dan mendorong menuju ranjang
" Tidak ada penolakan!"
" Tapi aku takut tidur sendiri Tuan!"
" Baik aku akan menemanimu nona, sudah malam ayo tidur, apa mau makan dulu??"
" Aku tidak nafsu makan!"
" kalau begitu, nona mandilah, di sini banyak baju istriku kau bisa pakai!"
" di mana kamar mandinya?"
" Di belakang nona!" Fahad mengambilkan beberapa baju baru di lemari istrinya dan handuk baru, lalu memberikan pada Diana.
" Pakai ini masih baru, mandi dan segarkan tubuh anda, agar tidak lelah, di kamar mandi ada sabun dan sikat baru!"
__ADS_1
Diana mengangguk, paham dan pergi menuju belakang dan masuk kamar mandi.