GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
381. Triple Trouble


__ADS_3

" Ah, aku ambil di rumah dulu deh...Yuzan pasti masak nasi tidak telat..."


" ah itu bagus...cepat Jul...kami sudah lapar telpon ajalah ...jalan lama"


" yayayay..." Julia segera menelpon Yuzan.


" Halo Yuzan, apa hari ini kau masak nasi?"


"benar nona, tapi hanya 2 gelas kan hanya saya dan Ami saja yang di rumah katanya nona tidak makan malam di rumah, nyonya juga sudah tidur.."


Julia memegangi keningnya.


" hah, baiklah... lanjutkan saja pekerjaanmu terima kasih..."


" Gimana Jul??"


" mereka hanya masak sedikit,hehehe bagaimana jika gofood saja apa menunggu 30 menit???"


" aku sudah lapar...huhuhu..."


" Aih...aku ke tempat tante Sasha dulu kalau begitu, memalukan sekali..." Julia segera bangkit.


" Nona biar saya keluar membeli nasi putih sebentar...." Ujar Zurra


" Ah baiklah..."


mereka menunggu Zurra membeli nasi, sudah 15 menit berlalu.


Drrrtttt drrrttttt...


ponsel Kenzo berbunyi


" Ya??"


" Tuan maaf ban saya bocor di jalan, mungkin akan agak lama..." ujar Zurra menyampaikan ke apesannya .


" Oh astaga, ya sudah ...kau urus motormu dulu!"


" Kenapa om??"


" Ban motor Zurra bocor...."


" apa??, kenapa kita hari ini sangat sial??" ujar Julia gemas.


" Apa Fahad tidak rela kami menghabiskan uangnya??, jadi dia mengutuk kami menderita kelaparan " Sahut Tasya sangat gereget.


" Hadeh, tahu gitu tadi kau masak Julia nasi tadi Julia...kita sudah makan sekarang "


" Aku masak sekarang..." Julia segera menuju dapur dan segera menanak nasi.


Anna dan Tasya yang menyusui tak dapat menahan lapar...


" huuuuuaaaaa ommm aku lapar ommmm....aku lapar ommmm...." Tasya merengek pada suaminya seperti anak kecil.


" Makan coklat dulu..."


Kenzo memberikan Coklat pada Anna dan juga Tasya.


Yah mereka memang masih kecil, mereka terlihat sangat bahagia mendapatkan coklat saat lapar-laparnya.


maklum karena rumah tengah biasanya sangat sepi jadi tidak banyak stock cemilan.


" kaliam tadi seharusnya membeli cemilan yang banyak, jika begini kalian bisa mengganjal perut kalian" ujar Kenzo


" iya ommm" jawab Anna dan Tasya serempak.


setelah menunggu 30 menit, akhirnya nasinya matang, Zurra juga sudah datang, dan begitu juga denga mbak Zarra dan bibi Anna juga pulang dengan membawa bermacam-macam makanan enak dari kondangan.


sekarang meja makan di penuhi dengan makanan yang sangat banyak mereka semua keheranan.


" Siapa yang mau menghanbiskan ini??" ujar Julia .


" sebagian berikan pada Zayn lalu ke kediaman Sasha..."


ujar Zero.


" Baik tuan saya akan kirim sebagian makanan ke tempat nyonya Sasha dan tuan Zayn..."

__ADS_1


" Ayo cepat kalian makan..."


Tasya, Anna dan Julia langsung menyerbu mereka sungguh tidak ada anggun-anggunnya makan seperti orang Ethiopia.


" Makanan banyak, kalian ini makan begitu mengerikan!" Ujar Kenzo menggeleng kepalanya.


setelah ketiganya kenyang mereka seperti orang terdampar kekenyangan di atas sofa.


" oeggggg oegggg oeeegggg...."


" Ommm tolong anak-anak..."ujar Tasya


"iya om, aku Sulit bergerak karena kekenyangan..." sambung Anna.


sementara Julia langsung *****...di sofa.


" Hei...aku tidak punya susuu... bagaimana aku menyusui mereka??, kalian ini..."


" bibi, mbak Zara tolong bantu tenangkan anak-anak..."


" Baik tuan" mbak Zara dan Bibi Anna segera mengambil bocah-bocah itu untuk di tenangkan.


"Hah, repot jika anak-anak punya anak, aku sepertinya harus memikirkan lagi untuk memiliki anakku sendiri dengan Tasya dalam waktu dekat..."Kenzo menepok jidatnya.


Kenzo menarik Tasya san Anna bangkit dari Sofa.


" Aku tidak mau tahu, ayo susui anak-anak..."


" Om , aduh duh...rasanya tidak nyaman..."


Kenzo membawa mereka masuk ke masing - masing kamar.


" Bawa Dhiren pada Anna, dan Nora pada Tasya..."


" Baik tuan..."


"Zurra kau angkat Julia ke kamar Cindy!"


" Baik tuan..."


" Hah...3 anak ini bersatu bisa jungkir balik tatanan kediaman tengah..." Gumam Kenzo menghela nafas panjang.


" Hah, aku setress sekali dengan anak-anak ini..."


"Tuan mau rokok??" Noah menawarkan sebatang rokok pada Tuannya.


" boleh..."


" Tuan mau kopi??" tanya Dai.


" Boleh..."


kedua orang itu sangat mengerti kelelahan tuanya.


kedua orang itu menemani tuannya berbincang sambil ngopi dan merokok.


" Tuan,... bagaimana pun nyonya Tasya masih sangat muda...dia masih perlu beradaptasi..."


ujar Noah.


" benar tuan..." sambung Dai.


" Hemmm, kalian adalah orang -orang istriku, kalian berbicara untuk istriku agar aku tidak marah bukan??"


keduanya terdiam,


"Aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal saja... kenapa Julia yang biasanya paling tenang , sekarang ikut tidak jelas..."


" nona Julia kan sedang patah hati menurut yang saya dengar saat mereka berbincang..."


" Oh dengan Raja??"


" bukan, dengan Dokter yang menangani calon istri tua Suhail..."


" Ah, Ryu...??"


" ya benar..."

__ADS_1


" ehmmm, begitu pantas dia ikut keblinger..."


" Apa masalahnya dengan Ryu??"


" sepertinya balikan dengan mantan kekasihnya begitu " Sahut Zurra.


" Ah, ...Raja kampret masih ada jalan dong..."


" beberapa waktu lalu nona bertemu dengan putri Alena, sepertinya Raja sudah menyerah dengan nona Julia, dia sedang berencana memiliki putra mahkota dari seorang ibu pengganti..."


" Ha???"


" begitu ya saya tangkap tuan..."


" Kalian bisa istirahat, aku ingin sendiri dulu..."


" Baik..." mereka pun segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat


setelah Kenzo cukup tenang,Kenzo segera kembali ke kamarnya membersihkan diri dan berganti pakaian baru mendekati Tasya dan juga Nora.


" om marah??"


" sudah tidak..."


" Lain kali jangan memikirkan diri sendiri,kau seorang ibu susu sekarang, besok kita pergi untuk membeli banyak makanan, untuk kalian di rumah, buah juga.."


"ya om..."


" Tak masalah ingin bersenang-senang kau setiap hari, tapi harus bisa membagi waktu, kapan makan, kapan istirahat dan paling penting itu waktu menyusui anak-anak juga harus di utamakan..."


" ya om..."


" hem... sepertinya memang butuh baby sitter.."


" tidak mau..."


" kenapa??"


" aku tidak mau ada wanita luar di sini..."


" Zurra boleh kenapa yang lain tidak..."


" Zurra tidak tampak seperti manusia, dia seperti robot!"


" hemmm, kalau begitu cari yang ibu-ibu saja, bagaimana??"


" tidak..."


" baiklah tidur saja, aku hanya takut anak-anak tidak terurus..."


" Hanya hari ini saja kok om, lain kali tidak tahu..."


cetokkk...


Kenzo menyentil kening Tasya


" auhhhhh..."


" Kalau kau tidak benar dalam bicara, aku tidak akan mengijinkanmu keluar satu langkah pun "


" Ya om, ini yang pertama dan terakhir kali, selanjutnya tidak akan terjadi..."


" Bagus sekarang letakkan Nora di box, saatnya melayani suamimu, ..."


" om ,aku masih kenyang ...tidak nyaman untuk begituan..."


" baik aku beri waktu satu jam sayang..."


" bagaimana jika aku ketiduran...?"


"tidak masalah, aku akan membangunkanmu.."


" Alas....punya suami kayak bang Toyib sekali pulang pasti minta jatah"


" Sayang, tadinya aku mau mengirim uang 5 Digit, tapi sepertinya kau tidak kekurangan uang sama sekali, baiklah kau bisa tidur, tidak perlu menjalankan kewajibanmu..."


" Om, tiba-tiba aku juga ingin.... bagaimana?"

__ADS_1


Tasya langsung menurunkan bajunya.


tidak banyak bicara Kenzo langsung menerkam istri kecilnya itu.


__ADS_2