
Mereka berdua beristirahat di bangku taman.
" Bagaimana kau dengan Hana?"
" Jangan bicarakan wanita itu, aku sangat malas membahasnya!"
" kenapa?"
" dia sama saja dengan permepuan yang gila derajad!"
" Hmmmm....begitu rupanya...lalu tidak adakah kandidat lain?"
" Kenapa malah menanyai ku? bukankah kau yang punya target?"
" Aku juga tidak kenal dia ,hanya sekelebat saja bertemu!"
" Berati bisa di tikung kan?"
" Anjay ... janganlah...tapi aku juga tidak terlalu berharap sih, nanti jika aku di tolak kau bisa coba!"
" Tidak, aku tidak akan terlibat dengan wanita pilihanmu!"
" Yakan, tidak tahu jika dia jodohmu bukan jodohku!"
" Aku tidak ingin kita bermusuhan!"
" Tapi kau sangat hebat, kau tidak membenci Suhail meski wanita yang kau sukai justru menyukai nya!"
" Suhail, aku membencinya karena kedua orang tua ku lebih menyayangi dia dari pada aku, padahal aku juga anaknya, dan Suhail itu malah anak Tiri Daddyku bagaimana bisa Suhail lebih di cintainya!"
" Aku dengar, dari mama saat bercerita tentang paman dan bibi, jika itu bukan karena Suhail, mungkin Daddymu tidak akan menemukan bibi, dan itu Berarti tanpa adanya Suhail, kau dan Julia juga tidak ada bukan?"
" Ehm ...itu benar, tapi kenapa harus dibedakan?"
" Orang tua kita hanyalah manusia biasa, sama halnya kita seorang anak yang banyak melakukan kesalahan, bukan berarti menjadi orang tua itu slalu benar, karena dalam hidup itu kita akan salalu belajar sampai akhir hayat!"
" Kau kenapa menjadi bijak begini??"
" Hehehe aku juga tidak tahu, dengan apa yang aku bicarakan barusan!" Fahad menggaruk kepalanya.
" Ayo kita ngopi, aku penasaran dengan selera mu!" ujar Iyus.
" Ah tidak jadi ah...!"
" Halah, sekalian aku mau mampir tempat Aina"
" Sepertinya kakakku menghindarimu!"
" Lah? salah ku apa??"
" Tidak tahu....makanya jaketnya aku yang kembalikan!"
" Kalau begitu aku akan tanya pada Aina langsung!'
menarik Fahad segera menuju toko bunga milik Aina.
" Tenanglah, santai kita baru saja istirahat loe...!'
" Cepat ayo!"
mereka berlari lebih cepat menuju halte terdekat dan segera pergi menaiki bus.
" apa ini busnya benar ke Toko kakakku?" Tanya Fahad.
" Tidak tahu...!"
" Iyus, kau...ini...!"
Fahad mendekati kenek bus dan bertanya arah tujuan busnya.
" Pak, ini bus tujuan kemana ya?"
" Oh ini ke kota barat nak!"
" Kota barat???" Iyus dan Fahad serempak terkejut.
" Ada apa nak?, apa kalian salah naik bus???"
" Salah, pak...!" ujar Fahad.
" Ya sudah nanti kalian bisa turun dihalte berikutnya, memang tujuannya kemana nak?"
" daerah pondok Pertiwi pak!" sahut Iyus.
" Wah itu berlawanan arah nak, nanti kalian turun dihalte, cari aja angkot tujuan arah ahmad yani...turun di pangkalan ke 2!"
mereka pun turun dari halte, dan segera mengikuti arahan kenek tadi.
" Ah, kau ini...untung saja bapaknya mau ngasih tahu!" ujar Fahad menghela nafas
mereka pun akhirnya sampai di toko bunga Aina.
__ADS_1
Terlihat Aina dengan sangat ramah dan tersenyum cantik pada para pelanggannya
Iyus memperhatikan Aina yang sedang mengobrol ramah dengan pembelinya, tanpa di sadari Fahad memperhatikan Iyus yang memandang ke arah Aina.
" Heiiii kau melihat siapa??" Tanya Fahad tegas.
" Oh, siapa?" Iyus segera mengalihkan pandangannya
" Aku hanya terpesona melihat bunga - bunga yang di jual Aina!"
" Oh....aku kira kau sedang terpesona oleh kakakku!"
" bicaralah yang baik Fahad, kita ini saudara!"
" Siapa tahu, Kakakku kan anak angkat...!"
" Ya, tetap saja saudara....!, jangan biarkan pikiran mu berlebihan!"
" Okeylah baik!"
" kakak...!" Panggil Fahad
Aina pun menoleh kearah Fahad dan tersenyum, namun senyumannya sirna saat melihat Iyus yang berada di samping Fahad dan segera masuk ke dalam toko.
Fahad dan iyus pun saling memandang kebingungan.
mereka pun segera menyusul masuk.
" Kakak...kakak kenapa menghindari kami?" tanya Fahad meminta penjelasan.
" tidak tidak ada kakak hanya teringat sesuatu yang harus di kerjakan!"
" Oh, kakak sibuk?"
" Lumayan...!"
" Apa kau menghindariku?" Sahut Iyus bertanya.
" Tidak!" jawab singkat Aina.
" Yakin,??"
" hmmm ...!"
" Aku minta maaf jika kau merasa aku yang salah!" ujar Iyus tulus.
Ha?? baru kali ini aku denger Iyus minta maaf
" Aina....bunganya aku ambil ya!" teriakan seseorang dari luar.
" oh ya, apa kau mau ke makam ayahmu sekarang?"
" Benar sekali, hari ini aku ijin jadi aku ingin mengunjungi makam ayah!"
" Apa kau bersama ibumu?"
" Ya, aku pulang dulu baru ke makam bersama ibu!" ujar Yuna riang Fahad pun pandangannya tidak teralihkan dari Yuna.
" Baiklah, ambil bunga yang di sana, sampaikan salamku pada ayahmu, dan juga bibi!"
" Ya tentu, aku bayar berapa yang ini ?"
" Bawalah, jangan seperti orang lain ... cepatlah pulang ibumu sudah menunggu!"
percakapan 2 orang sahabat yang saling menyayangi, Fahad fokus pada Yuna sementara Iyus Fokus pada Aina.
" Aina aku akan mengingat semua kebaikan mu, sampai jumpa!" Yuna pun pergi dengan gembira membawa bunga yang indah pulang .
" Iyus...aku keluar dulu nanti aku balik lagi ,tolong temani kakakku!" Fahad mengikuti Yuna diam - diam dari belakang.
kini tinggal 2 orang di dalam toko.
" Kenapa kau tidak mengikuti Fahad?"
" Tidak, dia sedang berusaha mengenali targetnya!"
" Ha??"
Iyus tersenyum melihat wajah Aina yang serba tidak pahaman.
" Tak apa lanjutkan pekerjaan mu!"
" Tapi apa yang akan kau lakukan di sini jika aku melanjutkan pekerjaan ku?"
" Tak ada, lakukan saja!"
" Baiklah,...!" Aina melanjutkan pekerjaannya, Aina sangat tekun merangkai, tangkai demi tangkai, bunga - bungannya.
Iyus hanya diam memperhatikan keahlian Aina yang melebihi IQ nya,
" Permisi nona,...!"
__ADS_1
" Oh ya Tuan selamat pagi menjelang siang, apa anda mau mengambil pesanan?"
" Iya, apa sudah jadi?'
" sudah tuan, lihatlah di samping anda!" menunjuk ke arah samping pelanggan tersebut.
" Wah, luar biasa... ini uangnya nona ambillah kembaliannya!"
" Tuan, terimakasih...kalau begitu saya tunggu kunjungan tuan kembali!" Aina tampak sangat kegirangan.
" Kau sangat senang?"
" Tentu...!" sambil menghitung uang yang di dapat.
" Kau sudah punya pegawai kenapa masih mengurus semuanya?"
" Mereka hanya membantu meringankan pekerjaan seperti membuka lapak, menutup, membersihkan ,menyapa pelanggan dengan ramah, aku belum bisa menggaji tinggi mereka jika mereka mengerjakan semuanya!" ujar Aina
" Memang gaji mereka berapa perbulannya?"
" Sekitar 2,7 perbulan!"
" Apa ??, itu cukup besar untuk pekerjaan kecil seperti itu!"
" Iyakah??, aku kira itu sangat kecil...!"
" apa semuanya sesuai dengan labamu?"
" Ya, kan orang bibi Na yang mengajariku, sampai bibi Na mendapatkan mereka untukku!"
" Oh, baguslah jika begitu...!"
" hmmm, bagaimana kau dengan Hana?"
" Tidak pernah bertemu lagi, karna aku ditolak, dia lebih berharap pada Suhail!"
" Kau tidak boleh membenci abangmu lo, kan yang menyukai Hana bukan abangmu!"
" Iya Aku tahu, aku tidak akan berantem.hanya karena perempuan!"
" hebat sekali...!"
" Apa aku hebat??"
" Ya, Iyus sekarang sudah menjadi anak baik!"
" aku tidak sebaik itu juga, apa kau sudah makan siang?"
" Belum, aku membawa bekal dari kak Cindy...sih!"
" oh ya?, kalau begitu ayo makan bersama!"
" Makan bersama??"
" Ya ,aku sangat lapar...tadi lari-lari dengan fahad sampai ke sini!"
Dan Aina pun percaya,
" Oh sungguh?, itu jauh sekali...kalian pasti sangat lelah, kalau begitu Iyus makan saja bekalnya nanti Aina gampang!" Mengambil bekal bawaanya dan menyerahkan pada Iyus.
" apa kau tidak lapar?"
" Tidak kau makanlah Iyus!"
Iyus pun membuka bekal milik Aina, dan menggeser duduk lebih dekat pada Aina.
" Wah, ini pasti enak masakan Cindy...!"
Iyus menyedok makanan itu lalu menyodorkan ke arah Aina.
" Apa??"
"Agghhhhhhhh...ayo buka mulutmu!" ujar Iyus
" Sudah kau makan saja!"
" tidak, meski aku ini anak yang bandel, tapi Orang tuaku tetap mengajarkanku sopan santun, ayo makan dulu , baru nanti aku makan!"
Aina pun melahap suapan Iyus tanpa ragu,
" Oh anak pintar!" Iyus pun lanjut menyedok lalu dia makan, setelah itu dia menyedok lagi dan menyodorkan pada Aina, begitu seterusnya sampai makanan itu habis.
" Wah, habis...apa kau masih lapar?" Tanya Iyus.
" Tidak, apa kau kurang?"
" Cukup kenyang, wah terimakasih makan siangnya Aina....!" mengembalikan wadah bekal Aina.
**Aku baru sadar kalau Aina sangat manis saat Aina sibuk dan terlihat sangat serius dengan pekerjaannya, diat tidak terlihat lemot hihihi
dalam hati Iyus
__ADS_1
Likenya jangan lupa**