
" Kak Sasha..." ujar Chiko yang terlihat sangat gugup.
Vevey pun mengerti , Vevey dan Hiro pun segera menuju ke rumah selatan.
melihat mamanya buru-buru, Fahad pun menyusul.
Mbok Yem, terlihat panik dengan menggendong Callister di depan rumah.
" apa Sasha mendapatkan kembali ingatannya ??"tanya Vevey pada Chiko
"Iya, dia terus histeris..." ujar Chiko merasa sangat sedih.
" maa Tante kenapa??"
" Had, panggil om Chris dan hubungi om Roy, minta untuk Tiara segera kembali dengan segera..."
" ya ma..." Fahad pun segera melakukan panggilan pada keduanya secara bergantian.
Vevey pun masuk ke dalam, ...
" Sha...."
" hiks hiks hiks....tidakkkkkkkkkk, tidakkkkkkk, itu menyakitkan..."
teriak Sasha sambil menarik rambutnya dengan kencang.
" Sha ....." Vevey memeluk Sasha dengan mata yang berkaca-kaca, ya Vevey tahu betul apa yang di rasakan Sasha saat ini.
" kak...kak...aku mengingatnya kak...kak...aku mengingatnya...hiks hiks hiks..."
" cukup jangan di ingat lagi sayang,...itu sudah berlalu sangat lama..."
" tidakkkkk, huhuhu tidakkkkk, itu tidak mungkin, kak....ini sangat menyakitkan...Sasha tidak bisa menerimanya"
" Cukup Sha, cukup ...cukup ...kau harus terima..."
" hiks hiks hiks, kenapa kenapa ,aku juga tidak mati juga saat itu ..hiks hiks hiks..."
" Kak, saat itu tiba-tiba rem blong aku tidak tahu tiba-tiba gelap tapi aku mendengar kak Jovan terus memanggil namaku, tapi aku tidak bisa membuka mata, aku mendengar tangis histeris sansan...saat ada suara ledakan...hiks hiks...saat aku bisa membuka mata, aku aku melihat...aku...huuuuuuuuuuhuuuuuu...tidak seharusnya kak Jovan menyelamatkan Bram lebih dulu...kenapa harus aku??, huhuhu...kakak ledakan itu ...."
" ssssssssstttt....sssstttttt....sudah itu sudah berlalu Sha...jangan di ingat lagi, Bram dan Jovan sudah tenang di sana...kau harus ikhlas, kau sudah punya kehidupan yang baru...Sansan masih selamat, dan kau juga punya Chiko dan Callister..."
" tidak, kenapa aku menghianati Bram, bagaimana bisa...tidak hiks hiks hiks...aku ini wanita apa??"
" Sasha...kau harus tenang...ini semua sudah takdir kau kehilangan ingatan, dan kau mengira Chiko adalah suamimu...kami juga hanya bisa menutupi fakta agar kau tidak terpuruk dan mempengaruhi kesehatanmu, kami tidak bisa kehilanganmu juga,kau susah terbaring selama 7 tahun dan akhirnya kau bangun, itu suatu keajaiban untuk kami, kau adalah adik kami, kami hanya ingin kau bahagia...ingat apa kataku saat itu, kau tidak boleh membenci semua orang yang terlibat..."
" Sasha hanya membenci diri Sasha sendiri kak... hikhiks..."
tak lama Crist dan Lidya pun datang.
" Crist... Lidya...
" kak... biarkan aku memeriksa Sasha..."
" oke..."
__ADS_1
" Sasha aku bantu kau naik ke atas ranjang ya" ujar Crist perlahan menggedong Sasha ke ranjang lalu memeriksa dengan detail kondisi Sasha.
" syukurlah kau baik-baik saja, kau pasti sangat kecapekan akhir - akhir ini, kurangi kegiatanmu yang melelahkan..."
" Apa yang membuatmu lelah akhir - akhir ini Sha??"
tanya Vevey.
" aku, sebenarnya akhir - akhir ini penasaran dengan gudang di paviliun belakang, setiap sore aku pergi ke sana diam-diam , tapi baru tadi aku bisa membuka pintunya setelah menggunakan berbagai cara akhirnya aku bisa membukanya dan aku menemukan begitu banyak barang-barang milikku di sana...dan aku mengingat semua ingatanku "
" Sha...maaf..."
" aghhh..."
" apa yang kau suntikkan Crist??" tanya Vevey.
" hanya Lorazepam, obat penenang...dia tidak bisa berpikir terlalu banyak itu akan memicu kerja otak sangat keras, dan dia bisa stroke"
" okey... setelah ini dia akan tertidur...kami akan mendampinginya sampai dia benar - benar baik..."
" terimakasih Crist, Lidya...aku akan meminta mbok yem menyiapkan kamar untuk kalian berdua.."
" ya kak...biarkan Chiko menjaga Sasha..."
" tentu,..."
" Mbok, berikan Lister pada Fahad, tolong siapkan kamar untuk crist dan Lidya, karena mereka akan stay di sini ..."
" baik nyonya..." mbok Yem memberikan Lister pada Fahad.
"Ya om, biar Lister kami jaga..."
" terimakasih Had, terimakasih Kak..."
Fahad memeluk dan mencium Lister dengan lembut dan membawanya ke rumah tengah.
" sayang ada apa??"
tanya Anna cemas.
" tante mendapatkan ingatannya, sudah ada om Crist dan istrinya, mama juga di sana, untuk sementara Lister kita rawat ya...apa kau keberatan??"
" tidak berikan Lister padaku, dia pasti belum di susui, sayang kau jaga Dhiren dan Nora aku akan menyusui Lister... karena tidak mungkin dia akan menyusu pada tante kecil..."
" oke, tapi jangan di paksakan jika kau lelah..."
" Tidak, kau tenang saja suamiku..."
padahal Anna memang sangat lelah, kata semalam sudah di bantai habis oleh fahad, tapi Anna sangat kasihan dengan Lister, jadi dia mengabaikan tubuhnya yang lelah, dan tetap mengurus 3 bayi sekaligus.
" Lister sama tampannya dengan Dhiren ya, kalian harus menjaga Nora dengan baik kelak saat tumbuh dewasa..." ujar Anna sambil menoel-noel hidung kecil Lister yang sangat runcing seperti hidung Panglima.
Anna tidak menyangka di umur 18 tahun ini dia sudah memiliki 2 anak, dan suami yang sangat baik, keluarga yang begitu hangat dan sangat care satu sama lain.
tidak ada yang diinginkan lagi oleh Anna, selain ingin menjadi istri dan ibu yang baik, dia hanya ingin membalas kehangatan keluarga suaminya ini dengan limpahan kasih sayangnya, Anna tidak kesepian lagi, Anna tidak sendiri lagi, benar - benar Tuhan adalah maha baik, selalu menggantikan segala sesuatu yang hilang dengan yang lebih baik.
__ADS_1
" Sayang kau tampak pucat!" Fahad menyadari istrinya sedang tidak sehat.
" aku baik-baik saja suamiku!" ujar Anna tersenyum.
Fahd segera menggedor kamar Tasya.
" tante kecil..."
blar blarr blarrr...
ceklek....
Kenzo yang bertelanjang dada pun membuka pintu dengan wajah kelelahan.
" Had apa terjadi sesuatu??"
" Anna sangat pucat, apa tante sudah bangun??"
" baik, aku akan membangunkannya kau temani Anna, aku dan Tasya akan ke ke kamarmu!"
"Ya..," Fahad pun segera kembali ke kamarnya
Kenzo pun membangunkan istrinya dan menyampaikan apa yang terjadi.
Tasya segera memakai kimono tidurnya dan segera berlari memeriksa Anna.
" Fahad, kau ini....dia kelelahan, kau tidak bisa menyiksa istrimu seenakmu, kau dan om Kenzo sama kejamnya!"
" hah? aku kenapa??' Kenzo bingung.
" tante kecil aku tidak apa-apa..." ujar Anna lirih.
" hehhh tunggu, kenapa Lister di sini??" Tasya baru menyadarinya.
" tante, tolong urus Anna dulu baru nanti aku beritahu!"
" Dai...tolong rebuskan bahan di rak D kau tambahkan madu 2 sendok makan"
" baik!" Dai yang tiba-tiba muncul lalu menghilang lagi.
" kau berhenti menyusui dulu Anna, sudah biar Dhiren dan Nora aku yang susui...lalu kenapa kau menyusui Lister juga? ,kau tidak bisa menyusui lebih dari satu...!"
" tidak boleh..."
Kenzo sangat tidak rela.
" om ini darurat!"
" ada bank Asi, sementara itu dulu....Fahad seharusnya tidak keras kepala, Dhiren dan Lister sudah mulai makan kan?, jika kau tidak mau bank asi,dia bisa sufor tak masalah...kalau Nora biar istriku yang menyusui..."
" Baik..." Fahad mengagguk.
" aku tahu kau ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak, tapi kau tidak bisa membahayakan istrimu..." ujar Kenzo.
" Yaz aku mengerti sekarang om..."
__ADS_1
Fahad juga baru menyadari, ternyata dia memang tidak memikirkan kondisi sang istri.