
malam hari di kediaman Utara Pratama
" Putra, bisakah Daddy berbicara denganmu di ruang baca??"
" Ya Dad...!" Putra segera mengikuti Daddynya ke ruang baca.
" duduklah nak...!"
" Ya Dad...!" Putra pun duduk di hadapan Nathan.
" Putra berapa sekarang usiamu??"
" 26 Dad...!"
" Hmmm...kau sudah puaskah dengan posisimu sekarang??"
" Ehmm tidak, namun ini cukup!"
" Baiklah...putra, dulu Daddy juga berproses, meskipun sedikit lebih cepat dari yang lain karena mantan mertua Daddy dulu adalah atasan Daddy, karena beliau Daddy menempati posisi sekarang!"
" Ya Dad...!"
" Daddy hanya ingin menyampaikan maksud teman lama Daddy, tapi Daddy tidak memaksa karena Daddy tidak akan mengulangi kesalahan ayah Daddy dalam urusan ini...!"
" Apa itu Daddy??"
" Ehm...Teman Daddy sangat terkesan denganmu, dia mungkin atasamu di Kepolisian militer...dia sangat menyukaimu, dia meminta Daddy untuk menanyakan apakah kau mau menikahi putrinya...?"
" Ha??"
" Daddy juga sudah merundingkan ini dengan mommymu, kami tidak akan memaksamu...semua keputusan ada ditangan putra sendiri...teman Daddy juga menjanjikan kenaikan jabatanmu jika kau setuju, tapi Putra, Daddy tidak akan membuat anak - anak Daddy menderita dengan keinginan orang tua...jika putra belum ingin menikah, maka Daddy akan sampaikan sesuai keinginan Putra pada teman Daddy...!"
" Daddy, itu bisa kita bicarakan lagi setelah Putra mengenal putri teman Daddy...!"
" Ah, ini permasalahannya, dia baru akan lulus tahun ini...anak ini terlalu istimewa teman Daddy sangat kualahan dengan putrinya yang luar biasa!"
"Dad Kenapa harus anak SMA??"
Putra terkejut bukan main.
" Ya dia adalah anak perempuan satu-satunya di sana, Ayahnya tidak ingin anaknya itu salah memilih pendamping...!"
" Oh astaga Dad...biar aku pikirkan lagi itu Dad!"
" Baiklah, kau bisa memperhatikannya diam-diam lebih dulu...!"
" oke Putra mengambil cuti satu bulan!"
" Ya ini alamat rumahnya, ini sekolahnya, dia juga mengikuti berbagai les di sore hari...!"
" Ini dia namanya...inu dia anaknya!" memberikan alamat dan foto anak itu.
Putra tersenyum melihat foto seorang gadis yang terlihat sangat imut itu.
" Aku ingat saat dia masih kecil, dia merengek meminta bulan pada Ayahnya hahahah...!"
" Bulan??"
" Ya, dia suka melihat bulan di malam hari, Dia ingin bulan di langit dibawa pulang ayahnya ke rumah, karna saat mendung awan hitam akan memakanya menjadi setengah kadang-kadang juga habis, dia kan menangis saat hujan turun karena bulannya hilang ditelan awan hitam!"
" Oh astaga dia sangat lucu Dad... lalu bagaimana teman daddy mengatasinya??"
" Dia meminta Mommy mu membuatkan kue berbentuk sangat mirip bulan di malam hari, dan Kenzo merenovasi kamarnya sesuai keinginan anak itu...!"
" Apakah dia puas??"
" Tentu tidak karena dia masih melihat bulan muncul di malam hari...hahaahah!"
" Hahahaha Dad... jika orang tua nya sangat kualahan bagaimana dengan putra??
" anak seperti ini tidak akan membosankan untuk di jadikan pendamping hidup, jika kau bisa mengambil hatinya, maka dia akan memberikan hatinya sepenuhnya untukmu, memberikan segalanya yang dia miliki untukmu,...!"
" kedengarannya sangat sulit ya Dad??"
" Justri yang sulit ini yang cukup berkualitas bukan ??, tapi aku tidak tahu putra tertuaku ini sudah memiliki kekasih atau belum??"
" Putra pernah menjalin hubungan namun sudah berakhir Dad!"
" Oh sungguh??, bagaimana bisa berakhir??"
__ADS_1
" hehehe... Daddy yang paling tahu pekerjaan kita menyita seluruh jiwa dan raga, karena aku tidak bisa slalu memberinya kabar dia meminta untuk di akhiri...!"
" oh, itu tidak perlu di kejar...carilah seseorang yang mampu menerimamu dan profesimu dengan lapang dada!"
" Ya, Dad...tapi apakah putri teman Daddy ini bisa??"
" Dia tahu pasti bagaimana ayahnya bekerja menjadi seorang prajurit pasti bisa mengerti hal seperti ini...tapi jika dia sulit untukmu maka kau bisa cari yang lain...!"
" Oke Dad, aku akan diam-diam mengamatinya lebih dulu...baru aku akan putuskan Dad...!"
" Oke... sekarang kau bisa lanjutkan kegiatanmu, atau mau tidur??"
" Iyus mengajakku keluar Dad...!"
" Oh baiklah, tolong nasehati dia untuk kebaikannya ke depan, Daddy tidak bisa menasehatinya!"
" Baik Dad, serahkan pada putra...!"
" Ehmmm...kau bisa pergi!"
Putra pun segera meninggalkan ruang baca Nathan.
...----------------...
Jepang
" Sansan apa kau ingin makan sesuatu??"
" Ya Dai, aku ingin makan ramen...!"
" Oke aku akan membeliknya untukmu...!"
" Dai om. ken apa. tidak pulang?"
" Ya kemungkinan dia akan kembali besok...!"
" Kalau begitu aku ikut keluar denganmu Dai...!"
" Ya sudah ayo...!"
Dai pun mengajak Sansan makan di luar, sekalian membawanya jalan-jalan.
Saat akan duduk Sansan melihat seseorang tak asing di ujung kedai ramen itu...
" Tidak aku seperti pernah bertemu dengannya!"
" Oh kau punya teman di sini??"
" Tidak...!"
" Lalu??"
" Mungkin hanya mirip saja, cepat pesan yang terpedas ...!"
" tidak level 3 saja cukup...!"
" Tidak mau, aku mau yang 15...!"
" Sansan apa kau sangat ingin aku dihukum??"
" Baik-baik level 3...!" Sansan menurut.
Dai pun segera memesan ramen, Sansan melihat ke arah ujung lagi untuk memastikan
Orang itu pun juga menatap ke arah Sansan, dan senyumnya mengembang.
Sansan segera mengalihkan pandangannya
" Siapa dia ya??" mencoba mengingat.
" Sansan, ada apa??" tanya Dai.
" Ehmmm...tidak ada...!"
" Apa kau tak enak badan??"
" aku baik - baik saja dai apa masih lama aku sudah ingin makan yang pedas-pedas!"
" tidak sabarlah ...!"
__ADS_1
" Hai bertemu lagi...!"
orang yang dilihat Sansan tadi menghampiri meja mereka.
" Ada apa tuan??" tanya Dai.
" Oh kenalkan saya Ryu, apa anda kekasihnya??"
" Kami tidak mengenal anda, itu tidak perlu...!"
" Hei, kau Tasya kan???"
" Bagaimana kau tahu namanya??" Dai langsung pasang badan .
" Tenanglah, tuan...aku hanya menyapa teman baruku!, namun sepertinya dia tidak ingat padaku...!"
" Sansan apa kau mengenalnya??"
" Tidak Dai...!" Jawab Sansan menggeleng kepala, Sansan tidak ingat namun terasa tidak asing
" Ah, baiklah mungkin karna di sana remang-remang jadi kau tidak ingat pasti wajahku!"
" Remang-remang??"
" Ya, Aku bertemu dengan tasya di tempat hiburan malam...!"
" Oh jadi kau yang menaruh obat perangsang dengan dosis tinggi??" Dai segera mengangkat kerah baju Ryu.
" Obat perangsang??, aku hanya bersapa dengannya tidak lama...apa kau di bius?? aku akan mencaritahu siapa orang itu, tenang Tasya!"
" Apa maksudmu??"
" aku sudah mengatakan padanya untuk tidak percaya siapa pun, tenang saja aku akan menghajar pria brengsek itu!"
" Tidak perlu tuan pelakunya sudah pindah alam malam itu juga!"
" Apa???" Ryu terkejut.
" Bos, saya orang asli sini, dan dia istrinya, kami sangat mudah mencari seseorang di sini...!"
" Ha?? kau sudah menikah??"
" Ya tuan...!" Sansan mengangguk.
" Dari organisasi mana suamimu nona??"
" Kami tidak bisa mengatakannya Tuan, maaf jangan mengganggu kenyamanan kami...!"
" Aku tidak akan mengganggu, tapi bisakah saya mengetahui dari organisasi mana kalian?"
Dai dan Sansan membisu,dan cuek saja.
" Aku ingin meminta bantuan, berapa pun bayarannya aku akan bayar!" mendengar sebuah keuntungan yang bisa di ambil Sansan mulai merespon.
" Tuan, kami tidak bekerja untuk uang kecil...!" Tegas Sansan.
" Ini kartu nama saya...saya bisa membantu dalam bahan-bahan obat herbal...!" menunjukkan kartu namanya.
" Sansan membaca dan matanya terbuka lebar...!"
Wah dia orang cukup penting di negaranya
dalam hati Sansan.
" Tuan, kami akan membuat tinjauan terlebih dahulu sebelum menerima kasus!"
tegas Sansan.
" Tentu saja,aku setuju...!"
" Baiklah, kami akan mengabari jika kami bisa membantu anda!"
menyimpan kartunya di saku.
" Baik terimakasih...kalian pesan apa biarkan aku yang membayarnya untuk kalian...!"
" Tidak tuan kami cukup punya uang...!"
" Baiklah, saya tidak memaksa, saya akan menunggu kabar baiknya, saya permisi...!"
__ADS_1
Ryu pun pergi meninggalkan kedai tersebut.
Dai memandang ke arah Sansan, Sansan hanya menaikan bahu, karena memang tidak ingat tentang Ryu.