
" Ah, sudah jam satu rupanya...tuan waktu makan kami sudah habis...!"
" Oh baiklah...saya juga harus kembali ke rumah sakit, sampai jumpa nona, kapan-kapan gantian saya yang traktir ya!"
" Oh jangan tuan!"
" Bukankah kita teman?"
" Oh baik- baik...!" Aina tidak enak hati menolak.
" Kalau begitu sampai jumpa kembali nona...!"
" Hmmm ya...Tuan...!"
Oh Tuhan, aku slalu ketakutan ketika dia datang ke sini, aku takut tiba-tiba Iyus datang dan marah, tapi aku juga tidak bisa menolak tuan Hubert tanpa alasan yang jelas.
" Aina...!"
" Oh, Natalie....!"
" Kau kenapa Aina??"
" tidak apa-apa...heheh...ada perlu apa kau datang ke sini??"
" Kita lama tidak berbincang saja, Sansan sibuk dengan belajar...!"
" Oh ya dia ingin menjadi model, dia harus banyak belajar untuk karirnya!"
" Ya makanya aku datang, untuk mengajakmu jalan!"
" Tumben, biasa kau memaksa om Zayn menemanimu...!"
" Tidak mau lagi, dia sangat keras hatinya...!"
" Katamu kau tidak akan menyerah?"
" Ya, ternyata sangat melelahkan aku sudah lelah Aina...!"
" hemmm mau bagaimana lagi ,jika sudah lelah ya berhentilah sejenak, lagian Natali masih sangat muda, fokus pada kuliah dulu kan lebih baik!"
" Ehmmm benar ...setelah selesai kuliah, aku akan kembali ke Korea Aina...!'
" Loeh katanya kau sangat menyukai tempat ini??"
" Iya sich...kita lihat nanti saja deh, masih 3 tahun lagi Aina...!"
" Ya benar nikmati saja semua selagi masih bisa !"
" Ehm...aku mau bunga poeny nya Aina...!"
" untuk siapa??"
" Untuk nenek...oh ya Hydrangea juga dong untuk tante Sasa!"
" baiklah akan ku rangkaikan dengan indah buket untuk tante dan nenekmu!"
" Nenek sangat sabar merawat Natali, dan Tante sudah seperti mamaku sendiri...!'
" Aku akhir-akhir ini tidak Melihat Tante Sasha...apa yang dia lakukan??"
"Beberapa hari ini dia kurang enak badan, tapi bibi Na datang ke rumah menginap di sana semalam merawat tante!"
" Ohya, Julia kan keluar negeri, bibi pasti kesepian!"
" Iya, bibi na... untuk saat ini tinggal bersama kami, untung ada bibi, karna setiap malam tante menangis karena rindu pada om Chiko....!"
" Oh ya??, ehm...ya bagaimana om Chiko adalah Abdi negara mau bagaimana lagi...?"
" Aku juga ikut sedih setiap kali tante menangis...jadi kami juga ikut menangis setiap kali tante manangis...!"
" Kenapa kalian malah ikut menangis??"
" Hehehe...saat bibi datang kami sedang menangis, bibi mengomel sampai pagi pada kami ...!"
__ADS_1
" Hahahaha...haduh aku mungkin jika bersama kalian pasti juga akan menangis!"
" Ya, kata bibi na juga begitu, aduh untung Aina tidak ikut di sini,tapi sejak bibi di sana Tante tidak menangis lagi...!"
" Syukurlah, kan satu bulan lagi juga om Chiko kembali...!"
" Ya, lalu kau bagaimana dengan Iyus??, apa tidak rindu??"
" Tentu saja rindu...tapi aku menyibukkan diri jadi tidak begitu berat untukku!"
" Kalian yang seperti kucing dan tikus, ternyata saling menyukai...huffft aku iri padamu, Iyus sangat cuek pada wanita lain, tapi dia sangat begitu baik padamu...!"
" Hehehe... jangan begitu aku jadi menggebu nanti!"
" jadi sekarang kau sudah paham perasaanmu padanya??"
" Tidak 100%, kau tahu Hana??"
" Ya, tahu...ada apa dengannya??"
" Dia kan Cinta pertama Iyus, dan Hana memintaku membantunya mengejar Iyus..., dia sangat percaya jika Iyus masih menyukainya!"
" Ha??, dia sangat percaya diri, setelah dia tahu latar belakang Iyus dia langsung mengejar iyus sangat tidak tahu malu...kenapa kau tidak bilang padanya??"
" aku tidak sepercaya diri Hana , takutnya jika yang dikatakan Hana memang benar adanya!"
" Apa kau yakin, Iyus terhadapnya jatuh Cinta, belum tentu...bisa saja Iyus yang salah memahami hatinya...!"
" Lalu bagaimana jika iyus yang salah memahami hatinya padaku???"
" Aina, sudah jangan pikirkan lagi, masih sangat lama Iyus kembali ... kau akan tahu jika dia sudah kembali...!"
" Ya, aku tidak mau memikirkannya...ini bunganya sudah jadi...!"
" berapa??"
" Bawalah...!"
" tidak bisa...aku bayar pokoknya, jik aku tidak membayar ,berarti bunga ini darimu bukan dariku!"
" Nah itu lebih baik...!"
segera membayar pada kasir Aina.
" Terimakasih Natalie... apa kau akan langsung pulang??"
" Ya,...aku akan memberikan bunga ini segera!"
" Hehehehe...baiklah aku titip dong berikan ini pada Tante dan mbok Yem...ini dari Aina ya!" Memberikan buket bunga tulip pada Natali.
" Siap, kalau begitu Aina...aku duluan ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi...!"
" Okey hati-hati dijalan, eh tapi kau ke sini dengan siapa tadi??"
" Om Zayn lah, dia menunggu diluar sejak tadi!"
" oh...dia sangat sabar padamu...!"
" Ya ,itu pekerjaannya katanya..., bye Aina!" Natalie segera meninggalkan toko bunga Aina.
Aina hanya menggeleng kepala...
" Aku tidak percaya jika Om Zayn tidak tergerak hatinya oleh Aina itu!" gumam Aina.
...----------------...
Negara F
" Yudi...ahahahahah...!"
"Sialan kau sedari tadi mengolokku dengan nama Yudi...!" Ujar Martin kesal dengan sahabatnya.
" becanda Yudi...!"
__ADS_1
" Huft, diamlah...apa ini tempat tinggal Renata??"
" Ya...!"
" Lalu di mana Julia??"
" Dia mendapatkan fasilitas VIP dari raja langsung, aku tidak tahu jika raja sangat menyepesialkannya!"
" Oh kenapa begitu??, apa raja jatuh cinta pada Julia??"
" Tidak tahu, bahkan raja tidak pernah bertemu dengannya secara langsung...!"
" Oh apa alasannya??"
" Tidak tahu aku...tapi Julia sangat cantik sekali ya, dia memiliki kharisma yang begitu kuat..mungkin Raja tidak bisa menghindari itu!"
" apa, bukanya Raja mau menikah??, dan pernikahan itu sempat membuat pro dan kontra dengan rakyatnya sendiri!"
" Oh ya, itu benar...tapi calon permaisuri itu tidak boleh di ekspos sebelum sah menjadi Ratu, mereka boleh melihat tapi tidak boleh mengambil gambar, Raja sangat ketat dalam memberikan aturan, dan akan dihukum cambuk seumur hidup!"
" Dia raja meskipun memiliki Ratu yang luar biasa, dia juga bisa memiliki banyak selir...!"
" Apa julia akan di jadikan selir??"
" Tidak tahulah...tapi Julia datang ke sini karena Bisnis...!"
" ya benar...jadi kita harus mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan Renata!"
" Adikmu akan kembali pukul 9 malam...kau bisa kembali lagi nanti...!"
" Baiklah kita lihat keadaan Julia lebih dulu...!"
" Martin, bagaimana jika Julia untukku??"
" Julia, anak ini kriterianya sangat tinggi, Raja Alfred saja belum tentu tipenya, apalagi dirimu Sob...!"
" kau membalas mengolokku??"
" Aku hanya menyadarkanmu yang bermimpi terlalu tinggi,selama dia bersekolah tidak ada yang berani mendekatinya sejengkal pun, karisma paman Nathan semua diwariskan padanya, dia ramah tapi sangat sulit di dekati!"
" Lalu bagaimana dengan kembarannya??"
" Dia berkebalikan dengan Julia, tidak ramah, cuek, keras kepala, dia hanya akan fokus pada sesuatu yang dia sukai saja, selebihnya hanya dianggap lalat terbang!"
" Aku kira kembar itu juga sama dengan sifatnya!"
"mereka sangat bertolak belakang, tapi tanggung jawab, dan setia itu sudah ditanam sejak dini oleh paman dan bibi...!"
" Lalu bagaimana dengan abang tirinya??"
" Kau kepo sekali??"
" Ya siapa tahu kan kami berjodoh...dan menjadi ipar jadi aku bisa menyesuaikan diri...!"
" Hahahahahha, kau sangat konyol Sob...Suhail itu dia sangat baik hati, tidak banyak bicara, dia sangat sederhana dengan keinginannya!"
" Lalu abang angkatnya??"
"Putra, dia itu seperti perisai untuk keluarga paman Nathan, aku tidak terlalu dekat sih, tapi dia orang yang tulus!"
" Mereka kenapa bisa seperfect itu ya??!"
" Haaaa??, kau ingin memperbaiki keturunan kah??, ingin mengejar Julia??"
" Ya, bukan begitu Martin...lihat itu Julia, dia memang sangat cantik...!"
Martin melihat ke arah gerbang sebuah Paviliun.
" Dia mendapatkan Fasilitas berbeda dari yang lain ya!, aku jadi penasaran dengan Raja ini, ada apa??"
"Aku sih menebak raja suka pada Julia, astaga sainganku berat sekali!"
" bisa juga begitu, tapi aku rasa ada alasan lain!" gumam Martin berpikir .
__ADS_1
Apa sebenarnya yang terjadi??
dalam hati Martin.