GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
387. Bumer


__ADS_3

" Nak Fannan, tadi aku sudah membicarakan hal ini pada suamiku, nanti dia masih akan membicarakannya pada kakakku Nathan, dulu...nanti kita akan memberikan jawabannya pada mu..."


" Iya nyonya... terimakasih atas pertimbangannya..."


" Tapi aku sebagai ibunya, ingin bertanya dengan jelas, apa nak Fannan itu sudah yakin??"


" saya sangat yakin..."


" Baiklah..."


" Tante, bagaimana denganku??" tanya Iyus tak mau kalah.


"Itu kan tergantung Daddyku Yus..."


" benar juga, aku akan membuat Daddy menyetujuinya..."


" Kau harus berusaha keras dan sabar keponakanku..."


" Tante, apa Cindy sudah makan??"


" Aina sedang mencoba membangunkannya... ayo kalian makanlah yang kenyang..."


" Tante...apa kau tidak ingin bertemu menantumu??"


" Sangat ingin, siapa bilang tidak ingin??, bagaimana aku bisa meninggalkan Cindy sendiri??"


"Tante, biar aku dan Aina menjaga sementara waktu Cindy di sini... Tante bisa kembali untuk melihat menantu dan cucu Tante..."


" Kalian pasti kerepotan menjaga Cindy!"


" Tidak, percaya pada kami tante..."


" Baiklah, aku sudah sangat ingin menemui kedua cucuku dan menantuku, aku akan meinta izin dulu pada suamiku..."


" Ya Tante..."


Setelah sarapan, Iyus dan Fannan menuju ke kamar Cindy, terlihat Cindy begitu bahagia bercanda dengan Aina.


" Aku harap abang bisa membuat Cindy kembali menjadi seperti Cindy yang dulu..."


" Aku akan berusaha Yus..."


Iyus pun mengajak Aina dan Cindy untuk berjalan di taman depan, untuk menikmati udara yang cukup segera.


Setelah Vevey yang mendapatkan ijin sang suami, segera terbang kembali ke negaranya.


akhirnya dia bisa bertemu dengan wanita yang bisa membuat putranya begitu bahagia.


sampailah Vevey di kediaman Pratama.


" Ternyata sudah banyak perubahan di kediaman ini, ..." gumam Vevey memasuki taman utama.


terlihat seorang wanita duduk di teras depan rumahnya, sedang menyiapi sarapan 2 bayinya sambil mengajaknya berbicara.


Vevey teringat dirinya dulu , saat mengurus Aina dan juga Fahad secara bersamaan.


" apa itu menantuku??" ujar Vevey tersenyum melihat menantunya sangat adil dalam memperlakukan keduanya.


" Selamat pagi..."


" Oh, bukankah anda mama Fahad?" Anna sangat terkejut.


" Sudah tahu kenapa tidak datang memeluk ibu mertuamu ini..."


" apa boleh??"


Vevey mendekati Anna, yang mungkin masih tidak percaya, karena mereka hanya berhubungan lewat vicall beberapa kali saja.


" tentu saja, aku datang untuk menemuimu dan cucuku...."


" nyonya terimakasih..."


" mama...panggil mama.." tegas Vevey.


" Mama selamat datang mama!" Anna segera memeluk Vevey yang sangat di kaguminya itu

__ADS_1


" kenapa tidak mengabari dulu ,jika mama datang hari ini..."


" Tidak seru dong..."


" wah Ini Dhiren dan Nora, mereka tumbuh dengan baik, aku boleh menggendong Nora dulu?, karena aku belum pernah menggendongnya..."


" Tentu saja ma, dia cucu mama..."


" ahz menggemaskan, dia sangat mirip dengan Fahad, tapi versi cewek... oh maafkanlah Utty ya...Utty baru melihat kalian berduaz sekarang kalian sudah besar..."


Vevey memeluk Nora dengan sangat gemas, menciuminya dengan penuh bahagia, setelah puas Vevey berganti dengan Dhiren.


" Apa Fahad, memperlakukanmu dengan baik menantu ku??"


" Sangat baik ma, terimakasih karena sudah membesarkan Fahad dengan baik, dia sangat memanjakan Anna dan menyayangi anak-anak sepenuh hati..."


" Syukurlah, mama sangat senang mendengarnya, apa Tasya dan Kenzo masih di sini??"


" Ya benar, Julia juga tidur di sini..."


" Wah, semenjak ada Nora dan Anna, kediaman tengah hidup kembali, kau memang gadis membawa berkah..."


" Mama.pasti belum makan, aku akan minta bibi menyiapkan sarapan untuk mama..."


" bibi siapa??"


" ehmm, dia adalah bibi yang merawat Anna saat di roma...ma... Anna membawanya bersama Anna..."


" Oh ya, kau mengingatkanku tentang Mbok Yem...hahahah...Putraku benar - benar mencari istri yang baik...ayo bawa anak-anak masuk dulu..."


" Mama mau istirahat??"


" Aku ingin bermain dengan Cucu - cucuku, apa Fahad. sudah berangkat??"


" Sudah ma..."


" Dia memang seperti mendiang papahnya..."


" Mama, Anna siapkan sarapan dulu untuk mama ..."


" heheh, tidak ma...maaf..."


merasa tak enak hati.


" Buahahahahahahahahahha, Fahad benar - benar mencari istri dengan Versi ibunya, tidak masalah Fahad pandai memasak bukan??, kau jangan sekali - sekali memaksakan diri masuk dapur..."


" Ha??, iya ma...Anna minta tolong pada bibi saja hehe"


Aneh sekali kenapa malah mama mertua tertawa begitu bahagia mendengar Aku tidak bisa memasak? apa ada yang lucu dengan hal itu??, bukankah dia seharusnya khawatir jika anak dan cucunya kelaparan karena aku tidak pandai di dapur.


dalam hati Anna.


Anna pun segera ke dapur,


" Mbak Zara, bibi mana??"


" Bibi sedang membersihkan halaman belakang nyonya, ada apa??"


" ibu mertua datang mbak, Anna tidak bisa memasak dan tidak tahu selera ibu mertua..."


" oh Nyonya Vevey datang??"


" Iya mbak..."


" kalau begitu temani saja, nyonya besar ,saya akan memasakan semua makanan kesukaan Nyonya besar..."


" tapi mbak, saya juga mau bantu..."


" Nyonya Anna, tenang saja...semua akan aman, anda menemani nyonya besar saja..."


" baik mbak terimakasih..."


Anna pun kembali duduk menemani sang mertua.


" Ma...apa mama tidak lelah??"

__ADS_1


" tidak, melihat cucu ku tumbuh dengan baik, rasa lelahku seketika hilang...Anna kau masih muda tapi sudah telaten mengurus anak..."


" Jika tidak ada tante kecil, mana saya bisa ma...semua berkat Tante kecil..."


" Oh apa Tasya yang kau maksudkan??"


" Iya ma..."


" ehmm..dia seperti mendiang ayahnya, slalu bisa di andalkan...mereka masih tidur ya??"


" Iya ma..."


" memang lelah mengurus anak bayi, tak perlu seorang baby sitter...tak masalah bagimu bukan Anna??"


" Ya ma, Anna juga tidak perlu baby Sitter, biarkan Anna yang merawat anak-anak dengan baik, Fahad meminta Anna hanya fokus untuk membesarkan anak-anak saja"


" Ya, itu namanya suami yang bertanggung jawab, tapi jika nanti anak-anak sudah mulai sekolah, kau harus belajar mambantu suamimu..."


" Ya ma...aku akan mengingat nasehat mama..."


Fahad kali ini tidak salah pilih istri, hah...


jika begini aku tidak khawatir dengan Fahad lagi, anak ini sangat rendah hati dan menurut.


dalam hati Vevey merasa lega.


Ceklekk...


"om...tunggu om, kau belum menciumku, kenapa kau ini suka sekali pergi begitu pagi, apa kau punya simpanan di luar sana??"


"berani sekali kau menuduh suamimu memiliki simpanan?, bahkan semua yang ku miliki sudah menjadi milikmu , aku merasa seperti karyawanmu...tapi kau malah menuduhku macam - macam...!"


" tapi setidaknya kau bangunkan aku, aku juga ingin menyiapkan keperluanmu, sebagai seorang istri ..."


" aku tahu kau kelelahan, makanya aku tidak membangunkanmu...kenapa kau malah berprasangka buruk padaku??"


" Hah, baiklah...maafkan aku om... sekarang cium aku dulu..."


Kenzo mencium lengkap semua wajah istrinya.


" Apa ini sudah cukup??, kau sudah paket lengkap...aku tidak akan tergiur dengan makanan kecil diluar..."


" Ya, kadang juga ada yang bosan tiap hari makan ikan salmon, jadi sesekali ingin makan ikan asin..." Ujar Vevey yang tidak tahan melihat drama keduanya di pagi hari.


" Bibi..."


" kak...kapan tiba??"


" satu jam yang lalu...kau sudah mau berangkat Ken??"


Kenzo memeluk Vevey karena sudah lama tidak bertemu.


" Iya, kak...kakak...aku akan pulang lebih cepat, aku tidak bisa menemani kakak saat ini...aku berangkat kak..."


" oke hati-hati..."


Kenzo mencium Nora dan Dhiren , setelah itu Kenzo pun berangkat.


" Bibi...aku merindukanmu" Tasya segera berlari memeluk Vevey dengan erat.


" Anak nakal ini ternyata bisa menjadi istri dan ibu yang baik...Bibi sangat senang karena Kenzo memperlakukanmu dengan sangat baik..."


" Ya bibi...bibi aku harus tidur denganmu malam ini..."


" kau sudah bersuami, kau harus tidur dengan suamimu.."


" tidak aku mau sama bibi..."


" Haih... baiklah...kita tidur berlima, Aku Anna, kau dan anak-anak, biar Fahad dengan Kenzo, kau puas..."


" oh bibi Yang terbaik aku mencintaimu..."


Aku kira mertuaku sedikit menyeramkan, tapi ternyata dia mertua yang luar biasa.


dalam hati Anna merasa senang dan lega.

__ADS_1


__ADS_2