
" Sayang aku merindukanmu, kenapa lama sekali membukanya??" memberikan buket bunga dan memeluk istrinya penuh dengan kasih sayang dan kerinduan.
" Maaf saya, aku semalam berusaha keras untuk latihan menggerakkan kaki, terlalu lelah dan bangun kesiangan!"
" Sayang, jangan terlalu keras pelan-pelan saja ya!"
" Iyaz sayang, bukankah hari ini kau kerja??"
" Ya tentu saja, aku mengantar nonaku ke tempat bibinya, dekat dari sini, nona memintaku pulang dulu, nanti dia akan menelpon jika sudah akan pulang!"
" Oh begitu...?"
" Kenapa, apa kau tidak suka aku pulang??"
" Ih kenapa begitu??, tentu sangat suka aku sampai terkejut, hehehe tahu gitu aku mandi dan dandan cantik!"
" Kalau begitu aku bantu mandi yuk!"
" Ihhh nakal...itu akan lebih dari mandi pasti!"
" Ayo kita mandi bersama!"
Fahad sudah tidak sabar, dia sebenarnya slalu ingin bersama istrinya tapi karena pekerjaan membuatnya hanya bisa pulang seminggu sekali, Fahad sebenarnya merasa bersalah karena tak bisa setiap hari menemani istrinya tidur, dan mungkin waktunya sangat sedikit untuk Yuna.
namun rasa salah itu, tidak akan berarti untuk Yuna, karena Yuna lebih senang jika suaminya tidak sering pulang.
mereka pun segera masuk ke dalam kamar mandi,
Semoga, saja Robert cepat keluar saat kami sudah masuk kamar mandi, karena semua barang Fahad ada di kamar kedua.
dalam hati Yuna.
Yuna pun menggoda Fahad dengan kelihaiannya, agar Fahad tidak fokus pada pergerakan di luar.
Fahad yang sejatinya pria normal dan sangat mencintai istrinya pun langsung tergoda, dan mereka pun melakukannya di dalam kamar mandi.
Robert segera keluar dengan segera,
Huft mengganggu tidurku saja, sialan si Yuna itu katanya tidak puas dengan suaminya, kenapa kedengarannya dia cukup menikmati sentuhan bocah itu.
dalam hati Robert sedikit kesal.
Namun itu tidak di ambil pusing, di segera pergi menuju pom yang berada di seberang jalan dekat perumahan, dia membersihkan diri dan segera mengganti baju dengan rapi ,dia akan datang untuk menjadi sopir pribadi Yuna.
Robert pun segera kembali ke perumahan dan mengetuk pintu rumah Yuna.
Tok tok tok...
Fahad yang membukakan pintu,
" Oh anda saudara Yuna?, silahkan masuk!"
" Oh Robert...kau sudah datang?? " Robert melihat leher Yuna yang penuh dengan Kissmark, untung saja dia tidak memberikan kissmark pada tubuh Yuna bisa ketahuan.
" Sayang, dia yang menjadi sopir ku!"
" Oh, benarkah??, tuan Robert saya minta tolong untuk menjaga istri saya ya!"
" Panggil saja Robert tuan!"
" Tidak , anda lebih tua dari saya,...!"
" Oh ya sayang, mobil dari abang suhail aku minta Robert untuk memakainya bolak balik ke sini... apa tidak masalah??"
" Tidak masalah, sayang yang penting jangan di jual...!"
" Ya tentu...!"
Drrrrrrt drrrrrrt
ponsel Fahad berbunyi,
" Fahad, bisakah kita pulang??"
" Oke nona aku meluncur!"
" Sayang apa kau segera kembali??"
memasang wajah sedih seakan tidak rela ditinggalkan.melihat akting Yuna Robert menahan senyumnya.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, beberapa hari lagi kita kan ketemu kita mulai terapi lagi bukan??"
" Ehmmm" menunduk mengagguk bersedih.
" Jangan memasang wajah seperti itu, ayolah sayang....muaaaach, aku transfer 5 juta ya untuk jajan!"
" Bukankah gajiannya masih lama??"
" itu tips dari Sansan...dia membantu nonaku yang terkilir aku di beri jajan darinya!"
" Simpan saja Sayang!"
" Tidak, untukmu...aku pergi dulu, Tuan Robert saya merepotkan anda untuk istri saya!"
" Tenang saja tuan Fahad, saya dengan senang hati menjaganya, lagian kami itu saudara!"
" Ok terimakasih!" Fahad pun segera masuk dalam mobil dan pergi.
tanpa menaruh rasa curiga pada sepasang makhluk tak halus itu.
Fahad pun segera menjemput nonanya
" Nona, mau kemana lagi??"
" Kemana ya??, aku juga tidak tahu...!"
" mau makan??, atau jalan-jalan ke mall??"
" Jalan-jalan ke mall aja Fahad aku sudah lama tidak berbelanja!"
" Baik...!"
Fahad pun segera melajukan mobilnya menuju mall terdekat, mereka pun segera masuk ke dalam mall.
" Fahad berjalanlah sejajar denganku, jangan di belakang!" Diana merangkul lengan Fahad agar berjalan sejajar.
" Nona...!"
" Fahad, pinjam lenganmu ya, aku tidak nyaman di lihat oleh pria-pria itu!"
" Ah, baiklah...itu salah nona karena terlalu cantik!"
" Ya sangat cantik!"
wajah Diana memerah,
" Oh ya Fahad...kau pernah datang ke panti asuhan??"
" Pernah, panti itu milik pamanku eh..." Fahad keceplosan.
" Ha???,pamanmu punya Panti asuhan.?"
" Ehmm, ya paman punya panti asuhan, ...!"
astaga keceplosan, itu kan panti di mana bibi Na menitipkan abang Suhail.
dalam hati Fahad.
" Kau dari keluarga kaya ya??" sebenarnya Diana sudah curiga namun, tidak ingin memaksa jika memang Fahad tidak ingin bercerita, karena jika memang dia berasal dari orang kaya, kerjanya juga sangat bagus.
" Fahad kenapa tidak menjawab??"
" nona, itu kan yang kaya orang tua saya, saya tidak punya apa-apa hehehe!"
" Sungguh kau anak orang kaya??, kenapa kau sangat mandiri???, kau pekerja keras loe!"
" heheheh....nona jangan terlalu menyanjungku!"
" Tapi Fahad keren, tidak sombong, sangat rendah hati dan sabar, aku sangat malu padamu,aku manja, masih bergantung orang tua!"
" Nona kenapa jadi merendah seperti itu??"
" Fahad kita ke panti asuhan yuk, setelah makan, kita beli kebutuhan anak-anak di panti yuk!"
" Ehmmm...nona mau membeli apa??, perlengkapan di sana sudah lengkap kok nona, nona main saja !"
" masak tidak bawa apa-apa??"
" Tenang saja, anak-anak di sana sudah terjamin... mereka di ajak bermain sudah sangat senang!"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu!"
setelah mereka makan, mereka langsung menuju ke panti asuhan yang sudah di ganti nama menjadi SuhaiL Pratama oleh Jonathan, lalu di resmikan.
" Wooooaaaaaaaaaaa...ini malah bukan seperti panti asuhan, ini seperti Yayasan!"
" Nona mau melihat anak-anak umur berapa??"
" Aku mau lihat balita!"
" Ayo...!" Fahad menggandeng tangan Diana menuju bangunan yang paling ujung
" Di sini tempat untuk anak di bawah 5 tahun!"
" Tuan Fahad!"
" Oh bunda Yami...bunda ini adalah nona Diana, dia ingin mengunjungi anak-anak di sini!"
" Boleh nona mari masuk!" Diana segera mengikuti Yami melihat anak-anak yang kurang beruntung itu
tangis, tawa bayi-bayi itu terngiang di telinga Diana
"lihat nona, anak itu merangkak padamu!" ujar bunda Yami.
" OMG, lucuuuuuuuu sekaliiiii" Mata Diana sampai berkaca-kaca dia sangat menyukai bayi karna menggemaskan.
" ini namanya Haikal nona, sepertinya haikal menyukai anda!"
" Bunda boleh saya gendong??"
" Tentu!"
" Bagaimana cara gendongnya???"
" Begini" sambil mencontohkan pada Diana.
" Ahhhhh, gemessss...muach muach, anak ganteng pintar muach muach!" Betapa gemasnya Diana pada Haikal.
Diana menggendong dan bermain secara bergantian pada anak-anak yang kurang beruntung itu. dan diam - diam Fahad mengabadikan kebersamaan Diana dengan anak - anak panti.
" Cantik!" Fahad tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya.
Fahad masih memperhatikan Diana yang terlihat begitu penuh kasih sayang, dan membuat Fahad ikut tersenyum bahagia.
...----------------...
" Yuna ... lehermu!, katanya dia tidak bernafsu padamu??"
" Ehmmm, aku juga tidak tahu...ayo masuk!"
" hmmm, apa kau mulai menyukai anak kecil itu??"
" Tidak, aku hanya menyukaimu Robert, apa yang kau bicarakan??"
" Jika kau menyukainya aku akan mengalah!"
" Kau apa yang kau bicarakan??"
" Tidak aku bercanda, hehehe sini peluk!"
Robert memeluk Yuna yang duduk di kursi roda.
" Robert, berapa lama aku harus seperti ini??"
" Tunggu sampai kau bisa berjalan, lalu perusahaanku stabil kita akan habisi dia!"
" Hmmm, aku sudah tidak tahan dengannya!"
" Bersabarlah!'
"oke..."
" Kita makan keluar yuk kan abis dapat uang jajan ,5 juta!" ajak Robert
" Ehmmm, ayo!'
mereka pun segera pergi keluar untuk makan.
Author
__ADS_1
Duh duh duh....