GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
133. Peluang besar


__ADS_3

Sementara itu Fahad' mengikuti Yuna sampai di tempat tinggalnya.


" Bayar hutangnya jika tidak jual rumahmu!!" teriak seseorang dengan lantang menagih hutang pada seorang perempuan paruh baya.


" Tuan beri saya waktu!" ujar Ibu paruh baya itu.


" Mama....mama...!" Yuna segera berlari mendekati ibunya yang sedang tersungkur memohon pada para pria - pria bertubuh kekar.


" Putrimu sangat cantik, berikan padaku maka aku akan memberi tenggang waktu padamu !"


" Jangan , jangan ambil anakku...jika menjual rumah ini bisa melunasi hutang kami maka ambillah tuan, tapi jangan anakku!" Ujar Ibu Yuna merintih memohon untuk tidak membawa putrinya.


" rumah kecil begini kau mengatakan bisa melunasi?"


" Lalu saya harus bagaimana tuan?"


" Itu hanya seperempat dari utang suamimu!"


" Memang hutangnya berapa ?" Sahut Fahad yang muncul karena sudah tak tahan melihat kekejaman orang - orang itu pada seorang ibu yang tak berdaya yang berusaha melindungi putrinya.


" Kau anak kecil, siapa kau?, jangan ikut campur!!"


" Nak, tak apa ini urusan saya jangan libatkan dirimu!" sahut ibu Yuna lirih.


" Saya bekerja di kepolisian bu, jika anda membutuhkan bantuan maka saya akan membantu!"


" Hahahahahhaha, kau lihatlah kau ini terlihat masih anak kemarin sore, apa kami percaya?"


" Tidak percaya juga tidak apa!" Fahad membantu Yuna dan ibunya berdiri, Yuna tidak ingat jika laki-laki yang membelanya itu adalah adik sahabatnya.


" Nak, pergilah ibu tidak ingin kau terluka!"


" Iya Tuan, anda jangan terlibat...kami akan menyelesaikannya sendiri!"


" Berapa hutang keluarga ini?"


" 50 juta!"


" Tidak bukankah kami sudah membayar setengahnya?"


" Jika tidak membayar sekaligus maka itu hanya terhitung bunga!"


" Apa??, bunga??"


" Ya... benar...!"


" Biar aku yang bayar... rumah ini juga di jual lebih dari 50 juta kenapa kau mengatakan hanya setengah dari hutangnya, orang seperti kalian ini sangat meresahkan!"


" Hahahaha banyak ngomong, hajar saja anak ini!"


Mereka pun segera mengeroyok Fahad yang hanya sendirian, Fahad sekuat tenaga menghabisi para preman itu .


Sial mereka tidak bisa di remehkan, jika kalah maka ini sangat memalukan, dalam hati Fahad.


Beberapa kali Fahad kena pukulan lalu membalas, sampai mereka sudah sama-sama kelelahan.


" Nak, sudah nak... sudah!" Ibu Yuna merasa sangat kasihan melihat Fahad yang sudah bonyok itu.


" ayo habisi anak itu, dia sudah kelelahan!"


" baik, tak kusangka kau sungguh hebat melawan kami sendiri dan masih berdiri, ayo berlutut minta ampun, aku hanya akan mematahkan satu kakimu saja!"


" Hah...???, berlutut?, jika aku berlutut aku akan mencoreng nama keluarga ku 7 turunan!"


" oh anak ini sangat angkuh, patahkan saja semua tulangnya!"

__ADS_1


" Heiii...kalian... beraninya ingin mematahkan tulang saudaraku...!" Teriak Iyus dari belakang


" Siapa lagi ini anak kecil??"


" Jangan memanggilku anak kecil paman panggil aku Sipppaaaah!"


" Yussss....kau ini masih bercanda!" ujar Fahad menahan tawa.


" Hajar!" Teriak para preman yang terdiri dari 4 orang bertubuh kekar itu.


" jangan meremehkan keturunan Pratama, hei kalian orang-orang bertubuh badak, otak siput, dan hati buaya!"


" Yus kurangi bicaramu, cepat selesaikan!" Fahad sudah sangat geram.


" Oh ya!" Iyus segera menghajar ke empat preman itu dengan membabi buta,sampai para preman itu tidak dapat bangkit lagi.


melihat itu Yuna dan ibunya, agak ngeri - ngeri sedap melihatnya.


" Lalu kita apakan mereka ini ?" Tanya Iyus.


" Telponlah atasan, minta mereka mengusup para preman dan rentenir yang meresahkan!"


" Oke!" Iyus segera melakukan apa yang di minta Iyus.


" nak, terimakasih atas pertolongan kalian, ibu tidak bisa membalasnya..., tapi ibu takut jika nanti bos dari preman ini datang pada kami !"


" Tenanglah bu, kami akan membantu ibu sampai tuntas!" ujar Fahad.


" Huhuhu terimakasih nak terimakasih!"


setelah menunggu beberapa menit, para preman itu pun di tangkap dan di bawa ke kantor polisi.


" Tuan, anda terluka masuklah ke rumah, saya akan obati !" Ujar Yuna.


" Oh nona, ibu...saya titip teman saya sebentar saya ada urusan nanti saya kembali lagi !"


" Oh baik tuan, biarkan kami mengobati teman anda lebih dulu!"


Sialan Fahad, bisa - bisanya menyuruhku pergi setelah aku membantunya,hahaha seleranya tidak buruk, aku akan ke kantor polisi dulu untuk melihat kasusnya.


dalam hati Iyus segera pergi.


" Maafkan saya tuan, rumah kami berantakan!" Ujar Yuna.


" Sama saja, rumahku juga berantakan!"


" Ini nak minumlah yang hangat agar lebih baik!"


" terima kasih bu...!"


" Hanya minuman, tidak bisa membalas kebaikan anda!'


" Saya tidak melakukan apapun bu, tapi jika saya boleh tahu, bagaimana anda bisa terlibat dengan para rentenir itu?"


" Bukan kami yang berhutang namun suami saya, setelah suami saya meninggal , banyak orang berdatangan menagih hutang pada kami atas nama suami saya, padahal selama ini hidup kami sangat cukup, bagaimana bisa suami saya terjerat hutang yang mengerikan?"


"itu pasti teman - teman Ayah ibu, yang meminjam nama ayah untuk berhutang!" Sahut Yuna.


" Ya, bisa jadi karna ayahmu adalah orang yang sangat baik, sangking baiknya menjadi seperti ini!"


" Ada beberapa banyak tagihannya?"


" Ada sekitar 10 orang yang menagih!"


" apa jumlahnya besar semua?"

__ADS_1


" Ada yang, 10 juta, 20 juta, 5 juta, sampai semua di total 200 juta!"


" Kalau begitu panggil semua penagih hutang kemari !" pinta Fahad.


" Untu apa nak?"


" untuk memperjelas semuanya!"


Ibu Yuna pun memanggil orang - orang yang bersangkutan.


sambil menunggu, Fahad pun meminta bantuan pada seseorang yang paling di percaya keluarganya dalam masalah itu, semua pun satu persatu diselesaikan dengan jelas dan tanda bukti tertulis bahwa, semua hutang hutang itu sudah di selesaikan tak tersisa.


" Tuan muda, semuanya sudah beres, apa lagi yang bisa saya bantu?"


" Paman?, cari tahu orang yang meminjam dengan nama orang ini, beri mereka pelajaran dan minta mereka minta maaf pada keluarga ini, setelah itu masukan ke penjara!"


" Saya laksanakan tuan, jika tidak ada lagi saya permisi!"


" Tidak adalagi paman, terimakasih!"


" Tuan, kenapa kau membayar hutang-hutang kami??, tuan kami tidak bisa melunasinya sekaligus pada anda, tapi bolehkah saya mencicilnya tuan?" ujar Yuna.


" Sebenarnya saya jug tidak meminta di kembalikan!"


" Jangan nak, kami akan kembalikan meski harus mencicilnya seumur hidup kami!"


" Jangan samakan saya seperti mereka ibu, kebetulan saya lewat, dan saya tahu putri anda adalah teman dekat kakak saya, maka saya membantu!"


" ha??" Yuna terkejut


" Bukankah, kau baru saja dari toko bunga kakakku?" ujar Fahad yang transparan saja apa adanya, dia belajar pengalaman dari Iyus yang gagal karena berbohong.


" Oh,kau adik Aina??"


" Ya benar....!"


" Aku akan semakin tidak enak dengan kakakmu, bagaimana kami membalas kebaikan keluarga mu, kakakmu sangat baik padaku, ditambah lagi kau juga, aku tidak punya apa-apa untuk membalasnya!"


Yuna merasa sedih.


"Kakakku Aina, adalah yang paling aku sayangi, tetaplah menjadi teman baiknya saja itu sudah membalas semuanya!"


" Tanpa kau minta, aku juga akan selalu menjadi teman baiknya tuan!"


" Oh syukurlah jika begitu...jika begitu aku permisi dulu nona ibu..


karena masih ada urusan!"


" Tuan ,siapa namamu?"


" Oh, nama saya Fahad!"


" Oh Tuan Fahad, anda bisa memanggil saya Yuna, dan ini bu saya Su... kakakmu biasa memanggil ibuku bibi Su ..!"


" Oh baik, nona Yuna dan Bibi Su saya harus pamit!"


" Tuan, seringlah datang ke gubuk kami meski hanya meminum teh maka saya akan sangat senang...!" Ujar Bibi su dengan Ramah.


" Tentu jika senggang saya akan datang bibi...!"


" Hati - hati Tuan, maaf hanya bisa mengobati dengan obat alakadarnya!"


" Ini sangat berarti!, sampai Jumpa...!"


Fahad pun pergi dengan hati yang riang gembira meskipun tubuhnya penuh dengan luka.

__ADS_1


__ADS_2