
Pukul satu siang
Fahad dan Dai sampai di Bandara,
Dai segera membawa kembali Fahad kekediaman Tuannya.
Ternyata Sansan dan Kenzo sudah duduk di ruang tamu, Noah juga ada.
" Ehm, sudah sampai keponakan Tante yang tampan!" ujar Sansan menyambut sepupunya.
" menjijikkan!" ujar Fahad geli.
" hahahaha...ayo duduk dulu pasti sangat melelahkan!"
Fahad dan Dai pun duduk .
" Om... bagaimana sekarang??" tanya Fahad.
" Pulanglah dulu,...kau bisa menunjukkan perubahanmu pada Yuna, tapi tetap pura -pura tidak tahu jika dia selingkuh, ulur dulu sampai nanti Robert memakan umpan yang om pasang untuk perusahaannya, jika sudah kita akan mencari waktu yang tepat untuk memergokinya!"
" Baik om, terimakasih!"
" Fokuslah pada urusanmu, sementara jangan mengurusi Cindy, kau bisa tetap mengurus resto tapi tidak dengan urusan Cindy dulu!"
" Baik om, Fahad mengerti...Fahad pulang dulu!"
" Ehmm hati-hati, oh ya...nanti putar Video yang om kirim ya!"
" Oke om!"
Fahad pun segera kembali.
" Om katanya biar Fahad yang memutuskan??"
" Lah dianya aja nurut kok, ya udah di arahin!"
" Ah om, sok pro !"
" Hahahahah" Kenzo hanya tertawa, memang benar saat mengurusi urusan orang lain itu terasa mudah, ketimbang urusan sendiri.
...----------------...
" Aku pulang....!"
" Selamat datang Tuan...!" Anggita menyambut tuannya dengan senyuman, sambil memegang kemoceng di tangannya.
" Apa nyonya di rumah??"
" Nyonya sudah pergi sejak pagi tuan!"
" Nggit, bikinin minuman rempah kayak itu dong!"
pinta Fahad sambil berlalu menuju tangga.
" Siap tuan!"
Fahad segera memasuki kamarnya merebahkan, tubuh dan pikirannya yang sangat lelah, tapi Fahad penasaran dengan Video yang di kirim oleh Kenzo, akhirnya Fahad pun memutarnya.
melihat Video dari Kenzo Fahad tertawa juga kesal, rupanya sifat istrinya itu sangat buruk, Fahad melempar ponsel ke sembarang arah.
tok tok tok
" Masuk...!"
" Tuan, minumannya...!"
" Ya...taruh sana aja nggit...!"
tanpa melihat dan merubah posisinya.
Anggita melihat Fahad sangat kelelahan, dia mendekati Fahad melepas sepatu Fahad perlahan.
__ADS_1
" Kamu ngapain nggit??"
" maaf tuan, biar kaki anda tidak semakin lelah saya lepas sepatunya!"
Fahad terduduk
" Sudah biar aku saja nggit, sepatuku kotor!" Fahad melepaskan kedua sepatnya secara bergantian.
Anggita langsung menyahut sepatu Fahad dan meletakkannya di rak sepatu, Fahad tersenyum dengan kecekatan Anggita yang hanya seorang Art, dia tahu menyenangkan hati tuannya, tidak seperti istrinya.
" Tuan apa mau makan??"
" apa kamu sudah masak, nggit??"
" sudah tuan, kemarin tante tuan datang ke sini, saya sempat menanyakan makanan kesukaan tuan!"
" Oh ya?, masak apa kamu??"
" Tuan suka sup ayam, dan martabak mie kan pakai saus Bombay??"
" pinter kamu nggit, aku makan sekarang!"
Fahad bersemangat, menuju meja makan.
betapa terkejutnya Fahad dengan keterampilan gadis berusia 13 tahun itu.
" Luar biasa, kamu masih kecil tapi sudah cekatan!"
puji Fahad yang segera duduk, dengan telaten Anggita segera mengambilkan makan untuk tuannya .
" Segini cukup tuan??" ujar Anggita menujukan nasi yang diambilnya.
" Sip!"
" selamat makan tuan!"
" Nggit duduk, ayo makan!"
" Duduk, perintah bos tidak boleh di tolak!"
Anggita langsung patuh dan mengambil makan untuknya sendiri.
" Mantap Nggit masakan kamu, juara!"
" Wah serius tuan??" Anggita sangat senang
" Jangan panggil aku tuan ya Nggit, panggil aku kakak aja!" pinta Fahad sambil mengusap kepala Anggita lembut.
Anggita merasa sangat hangat dengan perlakuan Fahad, dia sangat kesal pada Yuna, padahal Fahad sangat baik, kok bisa selingkuh dengan seorang sopir.
"Mana boleh tuan Anggita hanya pembantu!"
" Tidak boleh merendahkan diri Nggit, profesi Pembantu itu tidak rendah, rumah ini tidak akan bersih tanpa adanya kamu, karena kamu sudah mau memihakku, aku akan baik padamu!"
" Makasih tuan!"
" Panggil kakak nggit, aku anak terakhir, aku tidak punya adik...aku akan menganggapmu adikku, tapi jangan pernah menusukku dari belakang ya Nggit!"
Hati Anggita sangat tersentuh, bagaimana bisa tuannya menganggapnya adik begitu saja, rasanya luar biasa diperlakukan seperti keluarga, hingga Anggita meneteskan air matanya.
" hiks hiks ..iya tuan eh kakak.. terimakasih!" sambil mengusap air mata bahagianya.
" Nggak usah nangis kamu tambah jelek!, haha...!"
" Saya memang jelek kakak huhuhu"
Fahad tersenyum melihat Anggita menangis juga tersenyum,ya tidak buruk memperlakukan orang dengan baik, itu memperbaiki sedikit mood jeleknya.
" Aku pulang...!" Yuna melangkah masuk terdengar suara canda tawa dari ruang Makan, Yuna segera melangkah masuk.
" Eh, Nggit ini yang kedua ya, kok kamu berani makan satu meja sama majikanmu!"
__ADS_1
Anggita langsung berdiri menunduk,
" Maaf nyonya...!"
" Duduklah Nggit, lanjutkan makanmu!" pinta Fahad tanpa menghiraukan Yuna.
" Sayang, kok gitu...jangan terlalu memanjakan pembantu dong nanti dia nggak tahu diri!"
" Kamu lagi ngomongin siapa Yun??" tanya Fahad.
" Ya Anggita dong sayang, masak tetangga sebelah!"
" Oh,...Nggit makan sini temani aku!" bujuk Fahad, Anggita sangat dilema melirik ke arah Yuna yang terlihat mengeluarkan taringnya.
" Tenang aja Nggit, istriku orangnya baik, dia hanya bercanda!"
" Baik tuan!"
Anggita pun duduk melanjutkan makannya.
" Sayang, kamu kenapa sih??" tanya Yuna heran pada tingkah Fahad.
" Aku kan lagi makan, kamu nggak lihat??, jangan suka mengomel saat orang makan, buat nafsu makannya hilang!"
" Tapi kan nggak pantas sayang kamu makan berdua sama pembantu !"
" Kenapa sih sama pembantu Yun?, dia juga manusia sama kayak kita!"
" Tapi,...!"
" ah, bikin selera makanku hilang aja kamu Yun, Nggit maaf ya aku nggak selera, simpan sisanya di lemari penghangat, nanti aku makan lagi, jangan buang-buang makanan!"
Fahad segera pergi menaiki Tangga.
" Sayang ...sayang....!"
Yuna mengikuti langkah Fahad ke kamarnya.
" Sayang!" Yuna memegang tangan Fahad, betapa jijiknya Fahad langsung menepis tangan istrinya itu.
" Kamu kenapa sayang, aku salah apa kok kamu berubah gini sih??"
" Diam!!, aku lelah!" bentak Fahad.
Yuna terkejut dengan bentakkan Fahad, yang pertama kali dia dengar.
" Kaaakau membentakku???"
bibir Yuna bergetar hebat, Fahad sangat menyeramkan saat marah.
" Tidur bersama ibumu, aku sedang ingin sendiri!"
Fahad mengusir istrinya, Fahad sudah merasa jijik dengan Yuna, sangat menjijikkan, Cinta matinya seketika menjadi kebencian yang sangat luar biasa pada Yuna.
Yuna mengeluarkan air matanya cukup deras, entah kenapa hatinya begitu sakit saat Fahad membentaknya dengan wajah yang terlihat sangat membencinya.
Yuna berlari keluar kamar dan menuruni tangga sambil terisak-isak.
Ibunya yang baru keluar kamar terkejut melihat putrinya menangis.
"Kenapa Yun??"
" Hiks hiks..bu...Fahad membentak Yuna dan mengusir Yuna!"
" eh ada apa??"
" tidak tahu, Yuna hanya menegur Anggita yang makan satu meja dengan Fahad, tiba-tiba Fahad marah!"
" Mungkin Fahad lelah Yun...kamu sabar, nanti ibu akan tegur itu si Anggita, apa mau merayu Fahad dia itu, gatal sekali, dah kamu istirahat saja di kamar ibu...!"
" Ya, Bu...!"
__ADS_1
Anggita pun segera masuk ke kamar ibunya, sementara ibu Yuna menuju ke dapur mencari Anggita.