GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
13. Kesetiaan


__ADS_3

setelah merasa cukup menjelaskan pada keluarganya, Rio pun kembali sebelum waktunya habis.


" Kau masih memiliki waktu 7 jam, kenapa sudah kembali?" tanya Geri.


" Om, aku ingin segera belajar dan berlatih, aku ingin segera menemukan Sansan!"


" Kau hanya sekali, bertemu kenapa begitu mendalam?"


" Dia anak yang baik, meski hanya 1 kali bertemu, Rio tidak pernah melupakan Sansan!" ujar Rio bersungguh - sungguh.


" hemmm, kau melaporlah dulu, dan tunggu identitas barumu di buat!, baru kau bisa mengikuti latihannya!"


" Baik!"


setelah Rio mendapat identitas barunya dia mulai mengikuti latihan dasar.


Dalam latihan dasar itu, Rio harus belajar semua bahasa dan belajar menulis berbagai huruf, didunia paling tidak dia harus menguasai 10 bahasa dan huruf


jika Rio sudah bisa menguasainya dia akan belajar tentang Kode - kode rahasia, dalam pendidikkan itu Rio mendapat asupan luar biasa, vitamin, suplemen. menjadi seorang Detektif harus memiliki daya ingat yang tajam,


Selanjutnya, barulah dia akan dilatih secara fisik dan mental.


...----------------...


3 Tahuh kemudian.


Putra, dan SuhaiL sudah menjadi seorang, Prada saat itu. namun Putra mengambil Angkatan Darat dan Suhail memilih angkatan Laut seperti Jonathan, mereka tidak menggunakan nama panglima untuk mendapatkan pangkat yang lebih baik, mereka berusaha keras dengan tekad mereka untuk benar - benar menjadi seorang Abdi negara dan mereka pun mendapatkan cuti pertamannya sebelum mereka menjalankan tugas.


Nathan dan Savina menjemput kedua putra mereka,Si kembar juga ikut.


( oh ya di sini ibu putra juga sudah tiada ya)


" Daddy,Mommy..!"


mereka berpelukan satu sama lain karna sangat rindu, kecuali si Julius sikeras kepala.


" Julius. kau tidak memberi selamat pada abang - abangmu?"


" Hmmm, selamat bang putra!" Julius hanya menyelamati putra.


" Hei...bagaimana dengan Suhail?"


" Oh....ya selamat!"ujar nya cuek.


Nathan memang slalu dibuat naik darah oleh si julius.


" Aduh sayang, sudah - sudah mereka baru datang Kau tidak boleh marah!"


" Iya Daddy, ayo kita pulang...!"


mereka segera pulang, keluarga Pratama tidak pernah merayakan sesuatu ketika salah satu keluarganya masih terbaring sakit.


selama Sasha terbaring mereka tidak pernah mereyakan kesuksesan apa pun yang telah di capai,apalagi ulangtahun mereka akan melewatkannya tanpa ada yang special,mereka hanya mnyalurkan rasa syukurnya dengan menyantunin anak - anak yatim.


selama 3 tahun ini Vevey sibuk mengurus bisnis sasha bersama Hirosan, karna Cindy sudah memberikan hasil dan dapat mengembangkan bisnis Jovan dengan baik, Vevey pun menyerahkan bisnis itu pada Cindy di usianya yang menginjak 18tahun, Cindy benar - benar berusaha keras mempelajari semua hal, dalam marketing, managemen, dan dia juga belajar memasak, tak hanya Cindy Vevey pun demi mempertahankan bisnis Sasha dia sampai kursus mendesign, lalu dia membuka lapangan pekerjaan bagi anak - anak yang berbakat dalam bidang itu.


" Ma, baru pulang?" tanya Cindy pada Vevey.


" Mm mm...mama capek sekali...!" merebahkan tubuhnya di sofa.


Cindy memijit kaki Vevey perlahan,...


" Kakak mau apa ini??"

__ADS_1


"heheheheheh...!" Cindy hanya merenges.


" Kau sedang jatuh cintakah??" tanya Vevey..


" Apa sih mama!" Cindy malu - malu


" Tidak, hanya saja aku mendapat teman baik hari ini!"


" Teman???, anakku punya teman??" Terkejut


" Ya, ...!"


" Laki- laki? atau perempuaan?"


" Laki - laki"


" Apa Kau menyukainya??"


" Hmmmmmm....!"berpikir


" Ya kau pasti menyukainya, tapi sayang kau tidak boleh mudah memberikan hatimu pada pria!"


" aku tahu ma, tapi abang Martin melarangku dekat dengannya!" memasang wajah cemberut.


" Dia mungkin khawatir jika kau terluka, bagaimana pun ini kali pertama kau memiliki teman, mama juga sedikit khawatir, wajar itu jika abangmu melarang!"


" Dia sangat baik ma...!, aku besok di ajak nonton heheh!"


" Aduh gadis berdarah dingin ini mulai bersemi!"


" Mama, bolehkan??"


" Ya boleh saja, Ingat jaga diri!"


" Mama...bagaimana dengan uncle Hiro?"


" Dia, sehat - sehat saja!"


" bukan itu maksud pertanyaan Cindy"


" Lalu?"


"mmm...menurut mama uncle hiro itu orang yang bagaimana?"


" oh...kau tidak perlu khawatir tentang uncle Hiro, dia orang yang sangat baik dan tulus!"


" Hmmm...jadi???"


" Jadi apa??'


" Jadi apakah kemungkinan...emmmm....!" ragu untuk mengatakannya.


" Tidak Cindy, kita hanya berteman saja, mama tidak bisa mencintai orang lain selain papamu sampai saat ini!" membelai rambut Cindy.


" Mama, tapi bagaimana dengan uncle?, dia sangat tulus pada mama, tidakkah mama memikirkan perasaannya, meski uncle diam saja Cindy yakin mama tahu persis perasaan uncle pada mama!"


" Hmmm...ya mama tahu...namun untuk jatuh cinta lagi itu sulit untuk mama!'


" Ma, dulu papa juga sangat mencintai ibu kandung Cindy, dan mengatakan hal yang sama seperti mama, namun nenek tidak sependapat karna Cindy masih kecil , begitu juga Deng an Aina dan Fahad!"


Vevey terdiam,


" Jangan Khawatirkan itu mama bisa menjadi siapa pun yang kalian mau!"

__ADS_1


Cindy mengangguk,


" Hmmm...Cindy hanya ingin mama slalu bahagia!"


" Oh, sayang terimakasih perhatianmu, mama akan pikirkan itu tapi tidak sekarang,sekarang ayo istirahat!"


...----------------...


Kenzo masih berusaha keras untuk mencari Sansan, dia meninggalkan istrinya selama 4tahun lebih.


" Kenzo, kau sudah meninggalkan istrimu 4tahun di mana hati nuranimu!" Bibinya pun datang ke Indonesia bersama istri Kenzo.


" bibi Yin, Tan Xia?" Kenzo terkejut dengan kedatangan bibi dan istrinya.


" Sekarang ayo kembali ke Jepang!!!"


Yin suan menarik tangan Kenzo.


" Tidak, tidak sekarang!"


" Kau lihat istrimu!, kau tidak mikirkan perasaannya selama 4tahun ini???"


" Maaf, aku hanya bisa mengatakan maaf!"


" Suamiku, apakah aku tidak baik untukmu?" tanya Tian Xia.


" Kau, sangat baik!, hanya aku yang tak baik!"


" Tolong, suamiku berikan kesempatan untukku!"


" Baik, jika kau mau kau bisa tinggal di sini bersamaku!" ujar Kenzo pada istrinya.


" Tidak kau harus kembali ke Jepang!!!" Yin suan tidak setuju.


" Ya sudah!" Kenzo pun segera masuk.


" Bibi, biarkan Tian xian tinggal di sini, Tian janji akan membawa Suamiku kembali ke Jepang!"


"Baiklah, kau anak yang baik aku yakin kau bisa meluluhkan hatinya!"


" Bibi jaga diri!" Tian membungkuk memberi salam dan menyusul Kenzo ke dalam.


" Suamiku,...!"


" hmmm...masuklah, mbok dia istriku...perkenalkan!"


Mbok yem hanya mengangguk.


" oh ya...aku akan membelikanmu rumah sendiri nanti, jadi sementara kau bisa tinggal di sini dan membantu mbok yem!"


" Apa??' Tian terkejut.


" ini bukan di negaramu, dan ini rumah temanku aku tidak bisa membawamu tinggal di sini lama!"


" Oh, tapi kau juga akan tinggal bersamaku kan!"


" Tidak, aku akan mengunjungimu seminggu sekali!"


Tian Xian menunduk


" Mbok, kita masak yuk !" ajak Kenzo


" Tentu tuan!" Kenzo dan mbok Yem memasak bersama didapur, dan itu membuat hati Tian Xian kesal, dia tidak sepadan dengan mbok Yem untuk dekat dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2