
Setelah menyalurkan hasratnya, Fahad pun mandi dan berganti pakaian,
" bagaimana aku bisa pulang sayang, bajuku kau rusak!!" ujar Anna yang terkulai lemas tak berdaya di atas Sofa.
" Aku akan meminta seseorang mengantarkan baju untukmu, oh ya, anak-anak tidak kau bawa?? apa tidak menangis mencarimu??"
" mama dan papah mengajak mereka jalan-jalan!"
" pantas kau mau datang ke perusahaan...aku akan menyuruh pak sopir pulang, kita akan pulang bersama , kau istirahat dulu..."
" ehmmmm" Anna pun terlelap karena kelelahan.
" hemmm rasanya luar biasa... hari ini..." Fahad sangat bahagia hari ini karna istrinya.
rapat pun akan di mulai.
tok tok tok...
" Had, ayo ..."
" stop di sini jangan masuk!"
" kenapa??"
" tidak apa-apa...minta orang untuk menjaga di sini dan tidak boleh siapapun memasuki ruanganku termasuk OB...!'
" Kau main di kantor ya...dasar nakal..."
" Diam...ayo ke ruangan rapat!!"
setelah Yuda mengaturkan. penjaga Yuda segera menyusul Fahad ke ruang rapat.
Tak menyangka kedatangan istrinya dapat mengubah suasana rapat yang biasanya sangat suram, kini tidak begitu suram lagi ,meski Fahad tidak tersenyum tapi semua tidak di persulit seperti biasanya, Fahad memudahkan semua pekerjaan bawahannya hanya sedikit pembenahan dan rapat pun selesai dalam waktu satu jam, padahal biasanya bisa sampai 3 - 4 jam.
" Sudah cukup, jika tidak ada lagi Rapat selesai!!"
semua langsung membuang nafas lega, setelah Fahad meninggalkan ruangan tanpa muka muram.
" Hari ini dewa kebahagiaan datang, tuan Fahad tidak mempersulit kita ini sangat tidak terduga!"
" ini pasti berkat nyonya Fahad, aku berharap setiap hari nyonya Fahad datang ke sini agar suasana hati tuan Fahad slalu baik!"
" ya benar, sedingin - dinginnya tuan Fahad ini tetap akan meleleh dengan pawangnya, aku sangat ingin melihat istrinya!"
" tuan sangat posesif aku yakin Istrinya sangat cantik...,!!"
" ah iri sekali rasanya...bisa di cintai oleh orang sedingin tuan Fahad..."
" husssss jangan sembarangan bicara, ayo bubar..."
mereka pun segera meninggalkan ruangan rapat dan kembali ke tempat mereka masing - masing-masing.
Fahad segera kembali ke kantornya, rupanya Anna masih terlelap.
" tok tok tok "
Fahad segera berdiri membuka pintu,
" maaf tuan, jalanan sangat macet....maaf saya siap di hukum, ini pakaian dengan ukuran yang anda minta dari toko papah anda!'
__ADS_1
" terimakasih...jaga diri saat berkendara, kau bisa kembali!"
" Ha??, oh terimakasih tuan terimakasih!"
orang Fahad agak terkejut dengan Fahad yang berbeda seperti biasanya.
Fahad segera menutup pintu dan menghampiri istrinya yang masih terlelap berselimut Jas miliknya.
" Sayang ..bangun ...mandi dan ganti pakaianmu lalu aku akan mengajakmu berkeliling perusahaan!"
" oh sungguh..."
" tapi pakai maskernya..."
" baik... suamiku kau mau bantu aku gendong ke kamar mandi??"
" Anna, kau pandai sekali membuatku menggila ...tentu saja...kita mandi bersama!"
" Ahhh itu beda cerita lagi,..."
Fahad langsung menggendong istrinya ke kamar mandi.
" Suamiku kau keterlaluan!"
" hehehe... terimakasih istriku...besok bawakan aku. makan siang ke kantor...."
" tidak mau....!!"
Anna segera memakai maskernya, Anna sudah berganti dengan gaun berwarna abu polos, lalu Anna mengurai rambutnya .
" Hah, Kau sangat cantik meski wajahmu tertutup seperti itu...harus aku sembunyikan di mana kau ini Anna?" Fahad memeluk istrinya itu.
" aku sudah terkunci dihatimu, kenapa suamiku ini sangat pusing..."
" Jadi apa aku jadi di ajak keliling??"
" tentu saja, aku harus mengenalkan nyonya Fahad pada semua karyawan ku..."
Fahad menggenggam tangan Istrinya dengan erat, dan mengajaknya berkeliling menyapa para karyawan yang sedang bekerja.
" Oh tuan, ...nyonya...."
" Hallo ..." sapa Anna melambaikan tangan pada para karyawan.
" wahhh...." semua sangat terpanah mendengar suara Anna yang sangat lembut dan imut.
" Semangat ya bekerjanya!"
" baik nyonya..." serempak.
Fahad mengajak sang istri berkeliling di perusahaannya yang sangat besar itu.
melihat istrinya sudah tak sanggup berjalan Fahad pun menggendong sang istri, melanjutkan berkeliling, dan perbuatan Fahad itu membuat heboh seluruh gedung perusahaan itu, potret Fahad menggendong sang istri pun tersebar di seluruh media sosial dengan Fahad menggendong istrinya di belakang dan Fahad pun menampakkan senyumannya yang tidak pernah terlihat.
setelah berkeliling, Fahad pun mengajak istrinya jalan-jalan ke mall membelanjakan banyak barang untuk sang istri.
" apa kau suka??"
" Suka...tapi ini berlebihan suamiku!"
__ADS_1
" tidak ada yang berlebihan, semua yang aku miliki hanya untukmu!!"
" Tapi aku sangat lelah...."
" biarkan aku pijit..."
" tidak mau, aku mau mbak Zara saja , kalau yang pijit kamu, udah lain ceritanya!"
" hahahahahaaha...oh kenapa anak-anak belum pulang??, aku telpon mama dulu ya"
Fahad segera menelpon mamanya,
" Hallo ma...kenapa belum pulang, apa anak-anak rewel??"
" tidak mungkinlah, mama ini omanya...mereka sangat baik dan patuh, mungkin kami akan kembali besok saja, anak-anak kelelahan dan sudah tidur..."
" Pap dong...biar fahad percaya!"
" sialan bahkan dengan mama kau tidak percaya!"
" hehehe, aku kangen ma... biasanya pulang ke rumah, anak-anak sudah bergelantungan di kaki Fahad, ini sangat senyap ..."
" Nikmati waktumu dengan istrimu, aku melihat kau begitu bucin di perusahaan, dasar kau ini sangat mirip dengan papahmu...!"
" biar saja dia kan istri Fahad ma...hari ini aku mengajak Anna berbelanja dia sangat bahagia,karna Fahad menemaninya berbelanja!"
" huh ... seharusnya juga begitu ,tidak mengurungnya di rumah setiap hari...kau harus mengatur waktu untuk istri dan anakmu!!"
" iya maa...iya...kalau begitu mama cepat istirahat, ya...kalau anak-anak rewel telpon saja Fahad akan menjemput mereka..."
" sudah kau tenang saja anakku, kau juga pasti lelah .. selamat malam..."
panggilan pun berakhir .
----------------
Di kediaman Fanan.
" Mama mengajak ketemuan di Hotel Asia mas besok, bagaimana??"
" Ya sudah kita kesana, besok pagi...mungkin ada hal penting yang ingin mama bicarakan denganmu..."
" tapi Cindy sangat malu bertemu mama, perkataan Cindy sepertinya terlewat batas..."
" kau menyadari kesalahanmu itu sangat bagus, Cindy...mas ini akan slalu menjadi garda terdepanmu, ...jangan takut ..."
" terimakasih mas, karena tidak pernah meninggalkan Cindy dalam keadaan apapun..."
" Boleh aku memelukmu Sayang??"
Cindy langsung memeluk Fanan dengan erat, betapa beruntungnya Cindy karena Fannan slalu ada untuknya, jika tidak ada Fannan entah apa jadinya dirinya, sekarang Cindy lebih tenang, dia tidak akan memaksakan tentang Dhiren lagi, Dia akan menyerahkan Dhiren pada adiknya tapi Cindy hanya ingin Dhiren tahu jika dirinya lah wanita yang sudah melahirkannya.
" mas ...maaf ya belum bisa melayani mas Fannan di atas ranjang..."
" Cindy, aku mencintaimu dan menyukaimu, bukan karna nafsu saja, aku ingin berbagi semua hal dalam hidup ini denganmu..."
" Cindy akan berusaha lebih berani lagi, agar menjadi istri yang sempurna untuk mas Fannan..."
" Aku akan menunggu kesiapanmu sayang, sekarang istirahat, besok pagi kita akan bertemu dengan mama..."
__ADS_1
" Iya mas..." Cindy pun segera memejamkan matanya, meski pikiranya sedikit tidak tenang, apa yang akan terjadi esok hari saat dirinya bertemu dengan mama tirinya , karena di rasa pertemuan saat terkahir begitu sangat menegang, Cindy sangat malu bertemu dengan mama tirinya yang sudah memberikan kasih sayangnya seperti ibu kandungnya itu.
( Kakak Reader's yang ada dihubungi oleh admin saya tolong di balas ya... terimakasih 🥰)