
" kalau begitu kau pulang dulu ..aku akan mengabarimu lagi, bawa ini...untuk menghubungiku!" memberikan ponsel baru pada Yohana.
" ponselmu pasti sudah di sabotase...!"
tambah Sandy
" baik... terimakasih tuan...!"
Yohana pun segera pergi dari tempat itu.
" Yun kau bisa keluar!" ujar Julius.
Yuna pun keluar,
" kau pasti mendengar semuanya??" tanya Sandy.
Yuna hanya mengangguk...
" ingatlah kau tidak bisa berbuat apa-apa selain patuh pada perintah ku, jika kau mau mencoba melawan juga boleh kau coba!" tegas Iyus.
"tidak!" jawab Yuna.
Di mata Yuna keluarga Pratama sangat mengerikan baginya.
" Uncle aku pulang dulu ya...!"
" okelah ...!"
Julius pun segera kembali, tak lama Sandy pun kembali.
terlihat Tiara sedang terduduk melamun di taman utama .
" Tiara!"
" Om... baru pulang??"
" Ya, aku akan segera menemukan kebenaran dari apa yang menimpa keluargamu!!"
" terima om, ... baru saja aku bahagia berkumpul dengan keluargaku , tiba-tiba mereka tiada...!"
" Apa kau tidak melihat bagaimana anak-anak di keluarga ini tumbuh??, mereka juga tidak mudah..."
" ehmmm benar juga ya om, kenapa aku masih merasa bahwa aku satu-satunya orang yang menderita!"
" buang rasa itu, orang tuamu juga pasti hanya ingi melihat kau dan adik-adik mu bahagia...!"
" benar...tapi om. aku merasa tidak memiliki kemampuan apapun aku juga tidak bisa bergantung pada keluarga ini terus, keluarga ini sudah sangat baik padaku!"
" kalau begitu bergantunglah padaku mulai sekarang??, kau dan kedua adikmu bisa mengandalkanku!"
" apalagi padamu om, pasti itu akan membuat beban, aku juga ingin berdiri dikakiku sendiri untuk membantu adik-adik ku hidup lebih baik lagi..."
"Tiara,jika wanita bisa apa-apa sendiri maka lelaki sudah tidak berguna lagi di muka bumi ini, bolehlah menjadi wanita tangguh, tapi jangan terlalu tangguh, sedikitlah lemah untuk memebrikan tempat untuk laki-laki!"
" oh ya??, begitu kah??"
" ehmmm...Tiara, aku akan mengatakannya padamu sekarang, aku mengajakmu serius berumah tangga, aku tidak memiliki siapapun mau kah kau menjadi bagian dari keluarga ku??"
" Om suka ya bercanda??"
" iya memang suka bercanda, tapi aku sedang serius Tiara!"
" Jangan om, Tiara ini tidak memiliki latar belakang yang hebat, ...."
" aku hanya butuh sebuah keluarga, untuk apa latar belakang, aku akan membuat latar belakang sendiri untuk keluarga ku!"
Tiara terdiam begitu lama,
" ya tidak perlu menjawab sekarang, jawab nanti jika kau sudah memikirkannya baik-baik!"
" Baik om, terimakasih..."
" Sudah larut ayo cepat istirahat!"
" iya om...Tiara masuk dulu ya, om juga cepat istirahat!"
__ADS_1
" Ok..."
Setelah Tiara pergi, Sandy memegangi dadanya yang berdetak kencang,
" hohhhh...kenapa jantungku sulit terkontrol di dekat Tiara???"
selama ini dia tidak pernah mengalami hal semacam ini saat dekat dengan wanita lain.
" Huft...sudahlah Sandy... kau pasti akan di tolaknya!" Sandy pun juga segera kembali ke kediaman Nathan.
" Uncle, kau baru pulang??" tanya Iyus.
" ehmmm kau belum tidur??"
" aku mau ke rumah tengah sebentar..."
" oh kau ini ...enak sekali ya pacarnya 5 langkah dari rumah...!"
" uncle kan juga sementara di sini juga cuma 10 langkah!"
" oh iya kah??, jika dihitung juga lebih loe..."
" perumpamaan Uncle, eh Uncle sebentar lagi kan abang ku menikah, rencana kita di pending dulu oke??"
" Ya, memang harus perlahan...tidak boleh gegabah .."
" Uncle kenapa??"
" Aku baru saja menyatakan perasaanku pada Tiara Yus!"
sambil memegangi dadanya
" terus jawabanya apa uncle??"
" aku masih memberikan dia waktu, tapi aku yakin pasti aku di tolak!"
" yakin sekali uncle, tapi sebaiknya tidak terlalu berharap kalian beda alam!"
" beda alam kepalamu, kau kira aku udah almarhum??"
" oh ya okelah...."
----------------
Siang hari di sebuah restoran.
" Apa Tiara bisa datang??"
" Bisa dia sedang dalam perjalanan ke sini!"
" kalau begitu sekalian kau pesankan makanan kesukaannya!"
" ehmmm...baiklah..."
selang beberapa menit Tiara pun tiba, Aina dan Tiara saling berpelukan, dengan erat karena lama tak berjumpa, mereka sangat sibuk.
" loh abang di sini juga??" sapa Tiara
" ya otomatis, di mana ada Ai aku ada.."
" wahhhhh..."
" sudah sudah ayo makan , Ra sudah aku pesan makanan favorit mu,apa kau mau yang lain?"
" tidak kau sangat pengertian...!"
" ah, kalian ini, aku di cuekin!" ujar Iyus.
" mana mungkin??, ohya bagaimana perkembangan kasusnya??"
" Ya sudah mendapatkan sedikit informasi, tidak tahu demi siapa karna dalam kasus ini menyangkut banyak orang dari keluarga kita, laku Tiara dan masih banyak lagi , Uncle hanya demi informasi yang tak seberapa ini mengeluarkan uang sebesar 51 M...gila nggak sih??"
" apa??" Ain dan Tiara terkejut.
" sebanyak itu??" ujar Tiara
__ADS_1
" Iya, dia mengatakan ini karena sudah berjanji pada seseorang..."
" Wah keren sekali Uncle ini ya... siapa sih ?? jadi penasaran dengan orang itu!"
" sama, semalam katanya uncle sudah menyatakan perasaannya pada wanita yang dia sukai, tapi dia sangat pesimis , dia yakin akan ditolak!"
" wah kasihan juga ya jika ditolak, sudah modalnya sangat besar, masih membantu menumpas kejahatan, kasihan..."
" ya...semoga wanita itu tidak mengecewakan uncle, kasihan sekali dia itu, padahal sangat baik hati!"
" Gila, masak itu demi aku??, tapi kan aku bukan siapa-siapa?, tapi wanita yang di tembak adalah aku!"
dalam hati Tiara.
" Ra, kenapa kau senyum-senyum sendiri??" tanya Aina.
" ah tidak kok.." langsung salah tingkah.
" oh begitu...aku setelah ini langsung kembali ke toko, kau mau di antar sekalian?" tanya Aina.
" tidak - tidak aku nanti minta jemput saja..."
" oke kalau begitu!" mereka menyelesaikan makanannya dengan obrolan dan candaan.
Diam diam Iyus memotret Tiara dan segera mengirimkan pada Sandy dengan sekalian lokasinya.
Iyus melambatkan makannya, sampai Sandy dekat dengan restoran.
setelah mendapatkan notifikasi dari Sandy sudah dekat.
" Ai yuk, aku sudah harus di kantor!" ujar Julius sambil mengedipkan mata.
" matamu kenapa sayang??"
" tidak apa-apa...heheh Tiara makanannya sudah kami bayar maaf kami duluan ya buru-buru!"
Julius segera menarik Aina keluar masuk ke dalam mobil.
" Yang, sakit..."
" ih. kaamu ini dikode juga dak paham, maafkan aku mana yang sakit ai??"
" Ini..." menunjukkan pergelangan tangannya yang merah.
" aduh...Ai maaf...kita ke tempat om kris ya??"
" apaan ini nggak parah sama sekali kok, aku juga hanya manja-manja saja hehehe"
" Muuaaach maaf..." Mencium pergelangan tangan Aina.
lalu mereka memperhatikan Tiara yang keluar dari restoran.
Tiara sedang memainkan ponselnya di depan restoran, dan tiba - tiba
" Tinnn tinnn.."
mobil Sandy sudah berada di depan Tiara
" Ara..." panggil Sandy.
" loh om??, lok di sini??"
" Iya pas lewat kok kayak kenal...oh ternyata Ara, abis makan sama pacarmu ya??" goda Sandy.
" eh bukan om, aku baru sesai makan dengan Aina dan abang...!"
" Oh gitu, aku mau pulang, Ara mau kemana??"
" mau pulang juga!"
" Naik Gih..."
" oh...baik om terimakasih!" Tiara pun segera naik ke mobil sport milik Sandy itu dengan malu-malu.
di sisi lain ada 4 mata yang mengawasi sambil cekikikkan.
__ADS_1