GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
154. kegemasan


__ADS_3

" Bagaimana dengan dokter Herzon??"


" Ehmmm dokter itu tiba-tiba menyerah untuk menangani Fang Tian!"


" Oh kenapa begitu?"


" Entah juga , keluarga Fang sudah mengganti 3 dokter tapi tidak tahu kenapa mereka langsung menyerah!"


" Oh ini tidak sederhana seperti yang kita pikirkan...!"


" sepertinya yang bisa menekan, hanya Raja di negara F, karna negara F pendana terbesar hampir di seluruh rumah sakit di dunia!"


" Ehmmm kampret itu ternyata tidak seperti yang di rumor kan!"


Haruskah aku mengatakan pada Tuan, jika Raja akan menikahi Tasya dalam waktu dekat,


tapi jika tuan sampai gegabah maka semua akan Sulit ditangani nantinya.


dalam hati Dai bimbang.


" Ehmm...kekuatan Negara F semakin kuat Tuan, dia bekerjasama dengan banyak negara dia menggunakan bantuan finansial terhadap negara - negara berkembang, Negara F sangat berpengaruh sekarang, tidak mudah nembus akses di sana, dan mengorek informasi internal, sangat ketat dan sulit kami menembusnya!"


" hmmm,...lalu apakah sungguh Tasya bersamanya?"


" Ya, Tasya bersamanya!"


" Berarti dia sudah tahu Identitas asli Tasya!"


"Kemungkinan besar ,untuk negera F sekarang Mereka sangat mudah jika ingin mendapatkan Informasi dari negara -negara berkembang!"


" Hemmm...kalau begitu biarkan Tasya di sana dulu, kita selesaikan urusan kita dengan keluarga Fang!"


" Tapi...!" Dai masih menahan apa yang ingin dia sampaikan.


" Apa??, apa yang kau sembunyikan padaku, beritahu atau aku menebaknya sendiri!"


" Ehmmm...!"


" Apa, kau takut Tasya akan dinikahi Kampret??"


" Ya tuan, kita juga harus segera menjeputnya!"


" Menaklukkan anak itu tidak semudah membalik halaman buku Dai, aku tahu Tasya hanya ingin hidup bersamaku!"


" Tapi Tuan...."


" Aku sangat percaya pada Tasya Dai....dia sudah berjanji akan slalu bersamaku!"


" Hemmm, baik Tuan!"


" Sekarang sampai di mana keluarga Fang mencari pengobatan?"


"Sampai di negara X tuan...!"


" Cari tahu dengan detail keadaanya di sana, dan atur keberangkatan kita ke negara X!"


" Baik Tuan...!"


Sementara aku titipkan Tasya padamu, dan aku akan mengambilnya setelah semuanya selesai.dalam hati Kenzo.


...----------------...


" Fathia, sepertinya aku tidak bisa menyembuhkanmu total nak...!"


" Tak apa Bibi...Fathia akan bersabar!"


" Ya, anak baik...jika nanti Tasya kembali aku yakin dia memiliki cara untuk menyembuhkan matamu dengan baik!"


" Iya Bibi Fathia akan setia menunggu Tasya kembali!"


" Bibi, kenapa kau dengan Nona Fathia sangat baik dari pertama bertemu?, tidak seperti denganku dan Tasya!"


" Apa masalah??"


" Itu tidak adil tahu bibi...!" Ujar Dai kesal

__ADS_1


" Kenapa aku harus memberi keadilan??,aku bukan hakim!!" tegas Yuki.


" Hihihihihi....!" Fathia terkikik mendengar percakapan Dai dan Yuki.


" Sudah sampai mana kau mencari Tasya??"


" Tasya ada di negara F, Raja Alfred yang menyelamatkan Tasya dari genggaman keluarga Fang!"


" Apa dia baik - baik saja?"


" Aku juga tidak tahu, sekarang di sana sangat ketat dalam segala hal!"


" Negara F sangat berlimpah ruah, apalagi negara F sejak dulu sudah menguasai pasar global,...!"


" Ya bibi ternyata Raja Alfred begitu tangguh setelah bangkit dari penderitaan!"


" Dan bibi... aku mendapat kabar jika Raja Alfred 2 bulan lagi akan menikahi Tasya !"


ujar Dai lirih.


" Apa??" Yuki dan Fathia terkejut.


" Ssssssstttt jangan sampai hal ini di dengar Tuan ya...!"


" Bagaimana bisa seperti ini??" Tanya Fathia keheranan.


" Tasya adalah orang yang membuat Raja itu berdiri tegak kembali setelah sekian lama menjadi Raja boneka!"


" Tasya hebat sekali ya...banyak orang hebat yang menyukainya!"


" Anda juga kan nona... seseorang yang mengejarmu juga bukan orang biasa...!"


" Ehmm...aku malah tidak tahu jika dia begitu luar biasa, itu masih membuatku bimbang, bisakah aku berdiri sejajar untuk menjadi wanitanya?"


" Nona, kau sangat cantik dan pintar ...dan kau pasti wanita yang baik, itu aku tahu karena Tasya yang membawamu ke sini, anak itu memang sangat nakal kesehariannya hanya membuat masalah, tapi dia sangat peka dalam menilai seseorang, itu kenapa aku sangat lembut pada anda, karna Tasya yang menjaminmu!"


" Apa sungguh bibi itu seperti yang di katakan tuan Dai?"


" Ah, ya benar saya tidak bisa menerima orang baru dengan mudah nona!"


" Nona Tidak seperti itu juga, lihat nanti saat Tasya kembali, nona akan melihat sifat Asli dari bibi!, Setiap pagi, siang, sore, malam mereka berdua akan ribut tidak ada ampun dengan masalah sepele!"


" Hihihi...kau diamlah Dai, aku jadi rindu dengan anak itu... cepat bawa dia pulang Dai!"


" heheheh...Bibi sangat menyayangi Tasya ya!'


" Ya anak itu slalu bisa mengobati rinduku pada putriku yang hilang dulu...!"


" Oh maaf bibi membuat anda mengingat masalalu bibi...!"


" Tidak apa-apa , bibi sudah sangat ikhlas...Doa seorang ibu pasti akan selalu di kabulkan oleh sang pencipta, Bibi slalu berdoa meskipun aku tak bisa melihat menyentuh,dan memeluknya lagi, namun doa bibi akan slalu menyentuh dan memeluknya di mana pun dia berada nona!"


" Benar, sangat benar...aku jadi merindukan ayah ibuku...!" Fathia pun teringat dengan kedua orangtuanya.


Yuki memegang tangan Fathia,...


" Nona bisa menganggap bibi dan paman Mamoto sebagai orang tua nona, seperti halnya Tasya dan Dai...!"


" Sungguh boleh??"


" Tentu saja....!"


" Terimakasih bibi...!" Fathia sangat bahagia mendengarnya sampai tak henti meneteskan Air matanya.


" Nona....kembalilah istirahat...!"


" Tuan Dai panggil aku Fathia saja, bukankah kita saudara sekarang?"


" Kalau begitu panggil saya juga Dai saja!"


" Baik Dai....!"


" Mari saya antar ke kamar anda... cepatlah beristirahat!" Dai menuntut Fathia masuk ke dalam kamarnya.


" Selamat beristirahat Fathia...!"

__ADS_1


" Terimakasih karena sudah mau menerima ku dengan baik Dai...!"


" Sama-sama... selamat beristirahat!"


Dai segera pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat juga, karena besok dia harus pergi ke negara X bersama Kenzo.


...----------------...


Pagi hari di Kediaman Pratama


" Fahad, kenapa 2 hari ini aku tidak melihat Iyus??"


" Oh dia kembali ke kediamannya sendiri kakak, bagaimana dengan kakak??, apakah sudah membaik??"


" Sudah kok, lihatlah sudah tidak terlalu memarkan?"


"Ya,tapi tetaplah libur sampai memarnya benar-benar hilang...!"


" Ehmm tapi...!"


" Kakak sudah memiliki pegawai, bukankah 2 hari ini tidak ada masalah selama kakak tidak ke toko?"


" Ya, benar juga....kakak akan libur sehari lagi saja!"


" Hmmm kau dan kak Cindy sama penggila bekerja!"


" hehehe...adikku suka mengomel ya sekarang??'


" Kakak memang perlu di omelinlah...!'


" Hahahaha, ya sesuka Fahad, Fahad hari ini ada kegiatan apa??"


" Ada sih ketemu teman-teman Fahad nanti...oh kak...2 hari ini aku belum ketemu Iyus... karena beberapa hari kemarin Fahad sibuk dengan urusan Fahad sendiri, Fahad kurang tahu Iyus makan dengan baik atau tidak selama 2 hari ini, kakak kan libur tolong bantu perhatikan Iyus ya!"


" Apa???"


" Iya kenapa memang kak? , apa kakak ada masalah dengan Iyus, jika dia menindas kakak lagi Fahad akan hajar lagi dia!"


" Oh tidak jangan kau hajar lagi...kakak akan ke kediaman utara sekarang !"


" Terimakasih kak...!"


" Ya Fahad...!" Aina pun segera menuju kediaman Jonathan di sebelah Utara.


Aina mengetuk pintu namun tak ada yang kunjung membuka, karena tidak dikunci Aina pun masuk ke dalam dan segera menuju kamar Iyus yang ada di ruang tamu.


tok tok tok...


" Iyus....!"


Aina mengetok sampai 3 kali...


karena tidak ada jawaban Aina pun memberanikan diri membuka pintu kamar Iyus.


" Iyus, apa kau masih tidur?? oh...kenapa tidak ada orang??"


Aina celingukan mencari,


namun tiba-tiba ada yang keluar dari kamar mandi tanpa busana.


Mata mereka saling bertatapan begitu lama,


sampai akhirnya Aina tersadar, sambil ngebug...


" Iyus kenapa kau telanjang??" segera menutup ke-dua matanya dengan kedua tangan.


" Kau bagaimana bisa masuk ke kamar pria begitu saja!" Iyus segera mengabil pakaian dan berganti dengan kilat.


" Aina... apa yang kau lakukan di sini??, kau bisa membuka matamu!"


"Tidak mau...!" Masih tetap menutup matanya.


Iyus mendekat dan menarik tangan Aina.


" Aaaaaaaaaa.......!"

__ADS_1


__ADS_2