GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
323. Cucu


__ADS_3

" San, kau kenapa cemburu dengan Lily??" tanya Fathia tersenyum.


" Kak, dulu aku dengan bundaku juga seperti itu, aku slalu ingin merebut semua perhatian ayah dari bundaku, hahaha bundaku juga tidak mau kalah, hasilnya ayahku hampir setiap hari memakai koyok di kepalanya!"


" Hahahahahah, keluarga kalian lucu sekali, kemarin juga sama di rumah Suhail, mereka ribut dengan hal sepele, betapa bahagianya memiliki keluarga seperti kalian!"


" Eh, kakak kan juga sudah menjadi bagian dari kami!"


" Ehmm belum San, kan belum menikah!"


" Abang adalah pria baik dan setia kak, kakak tidak akan menyesal menerimanya...!"


" Ehmm awalnya aku sangat ragu apakah aku bisa diterima di keluarga kalian!"


" Ternyata???"


" hehehe, ternyata...semua di luar ekspektasiku, aku kira aku akan di usir atau di beri uang untuk meninggalkan Suhail, tapi ternyata mereka sangat menerima ku!"


" Syukurlah jika begitu,..oh ya aku juga sudah merundingkan dengan rekanku, kita akan melaksanakan operasinya mungkin setelah pernikahan bang Putra!"


" Oh ya??,tak apa ...aku akan slalu sabar kok San...!"


" Bagus sekali , aku yakin kakak pasti bisa melihat lagi, kakak akan melihat betapa Abang Suhail itu sangat tampan dan tidak pernah membosankan, jujur saja jika tidak ada om Ken, aku akan bersaing dengan kakak mendapatkan bang Suhail...!"


" Heheheh pasti aku kalah!"


" Hahahahaha...mana ada, kakak tetap pemenangnya!"


" Hilih kamu ini, ya...kita memang tidak tahu dengan siapa kita berjodoh...!"


" Iya kak ....yang sudah menikah pun,juga belum berjodoh kok...!"


" benar, Sansan... terimakasih ya San kau sudah mau membantuku...!"


" Iya sama-sama kak...semoga nanti kakak benar -benar bisa melihat dengan jelas!"


" Aamiin, ... San aku lapar, pesan makan yuk! aku yang bayarin heheheh!"


" Hilih yang orang kaya, oke...Sansan pesankan ya kak...kita lihat dulu tempat makan mana yang sudah buka!"


mereka pun sibuk untuk Memesan.


...----------------...


Di kediaman, Bibi dan paman Kenzo.


" Bibi paman,...oh Sasha dan Panglima di sini??"


" Ya, Kenzo itu siapa??" tanya Sasha.


" Ini anakku Sha...!"


" Ha??" semua terkejut kecuali Chiko.


" Cucu ku??" Bibi Yin pun segera berdiri dan mendekati Lily.


" Lily sapa ini omma mu dan disana oppa, dan dua orang itu juga omma oppamu!"


" Hai, semua oppa omma...!" Sapa Lily dengan senyum manisnya

__ADS_1


" Eh, kau harus panggil aku Tante aku belum pantas di panggil omma nak!" sahut Sasha mendekati Lily


Lily melihat ke arah Kenzo.


" Haha, ya panggil sesuai dengan apa yang dia mau Lily...!"


" Lucu sekali....!" Sasha mencubit gemas pipi Lily


" Tante...kenapa wajah tante sangat mirip dengan ibu Lily???"


Kenzo dan Sasha pun saling memandang


" Sayang jangan jongkok, kau sedang hamil!' ujar Chiko yang sudah mulai protek pada Sasha.


" Ya, aku juga mau tambah cucu lagi loe !"


ujar Yin senang.


" Heheheh....!"


Ini. gimana Silsilah keluarga kita nanti sih


dalam hati Kenzo.


" Sekarang kau baru berani membawa Lily pulang, jadi pasti saat kau menikah dengan Tian kau pasti sudah memiliki kekasih...!"


menggendong Lily dengan sangat gembira.


" Oh sayang, lihat cucu perempuan kita, sangat mirip dengan Tasya kan??!"


membawa Lily kepada Paman Kenzo.


"Kenzo, apa ini benar anakmu??"tanya paman Kenzo.


" Ya paman, dia anakku dengan Tasya hahahaha!"


" Anak nakal, dari mana datangnya anak ini??


ujar Paman Kenzo mengambil alih Lily dan memangkunya.


" Dari negara F, masih ada 6 anak di keluarga Tanaka paman, bibi...mereka akan menjadi anak kami dan masuk dalam kartu keluarga kami nantinya!"


" Menikah saja belum, sudah aneh-aneh!"


" Oh jadi ini anak angkatmu Kenzo??" tanya Sasha


" Hem, tapi kami tidak akan menganggapnya anak angkat, mereka adalah bagian dari kita!"


" Wah, bagus...bawa mereka kemari Kenzo!" Pinta bibi Yin


" Ya, nanti Bi...saat aku dan Tasya menikah , mereka akan bersama kami, dan paman juga bibi tidak usah sembunyi lagi kita akan hidup satu atap nanti ...!"


" Di mana kau akan menampung kami semua!"


" Ada, rumah keluarga Alexcey cukup sangat besar, kita pakai di sana dulu nanti, sementara ini Kenzo baru membangun kediaman yang tidak kalah besar dengan kediaman Pratama!"


" Aih ...iya iya yang uangnya berlimpah!" Sahut Chiko.


" Hohohi...!" Kenzo hanya tertawa.

__ADS_1


" Paman sih setuju saja Ken, tapi mereka sudah hidup dengan keluarga Tanaka cukup lama, kasihan keluarga Tanaka jika mereka kau bawa kembali!"


" Keluarga Tanaka akan tinggal bersama kita, ,di sana ada satu Paviliun, Kenzo juga membangun satu Paviliun juga untuk paman Mamo, Aogiri di sini juga sudah semakin besar aku akan menempatkan beberapa orang - orang ku untuk menjaga Kediaman kita nanti...!"


" Hemmm!" Paman Kenzo menggut-manggut, karena Kenzo tidak mengecewakannya.


" Bibi, dolong buatkan sarapan untuk Lily!"


" Oh Lily belum makan??" tanya Bibi Yin


" Belum, Tasya mana bisa memasak...!"


" Eh kau tidak boleh seperti itu Kenzo, dia kan masih kecil , kau yang salah, bagaimana bisa kau bilang begitu, itu tanggung jawabmu karena kau sudah memilihnya, awas saja kau menyakitinya bibi akan menghajarmu!" ujar Bibi Yin kesal.


" Ya, kau ini Kenzo lagian, dia masih sangat kecil, dia juga belum tahu dengan kewajibannya untuk menjadi seorang istri atau pun ibu!"


sahut Sasha


" Ya Ken, kau harus lebih. banyak sabar untuk Tasya, lagian kenapa kau tidak membawanya kemari?" Tanya Paman Kenzo.


" Dia menjaga Fathia...!"


" Oh begitu, kalau begitu bibi masak banyak, dan bawakan makanan untuk Tasya!"


" Tidak usah Bi, dia pesan Gofood pasti!"


" Ya tak masalah, nanti siang tinggal dihangatkan untuk makan siang!"


" Baiklah, bi... terimakasih!"


Kenzo duduk di sebelah pamannya sambil mengusap punggung kecil Lily.


" Kau sangat penyayang rupanya Ken!" ujar Chiko


" sebenarnya aku juga awalnya agak keberatan Ko..tapi mereka sangat mengaggumkan, ...!"


" Mereka cukup cerdas karena Tasya mendidiknya langsung!"


"Ya sebagian akan ku masukkan di Aogiri dan sebagian masuk pada Blackdragon!"


" Bagus, didik mereka sejak dini Kenzo, tapi jangan membuatnya kehilangan masa anak-anaknya, sayangi mereka seperti anakmu sendiri!" Pungkas paman Kenzo.


" Ya paman!" Kenzo melihat ke arah Sasha


" Sha sudah berapa bulan??" tanya Kenzo


" 3 bulan Ken....!"


"pufffffffffffffftttttttttt...!" Kenzo tak kuasa menahan tawa membayangkan .


Jika Sansan juga hamil, maka Cucu dan adik Sansan seumuran .


" Hei apa yang kau tertawa kan Ken??"


"tidak Sha tidak ada....!"


Kenzo kembali memasang wajah datarnya.


Setelah Bibi Yin selesai memasak, mereka pun sarapan bersama, dan setelah itu Kenzo berpamitan untuk kembali bersama Lily, karena sudah janji membelikan Lily mainan.

__ADS_1


__ADS_2