
" sudah boy tidak usah pura-pura lagi...!"
" Hah, ..." Julius segera melepaskan penyamarannya.
" apa yang uncle lakukan??, bagaimana jika dia menipu??"
" cie yang cintanya pernah di tolak, sekarang kau dengar dia menyesal pernah menolakmu, tapi apa daddymu tahu kau main judi saat masih sekolah??"
" hehehe jangan pernah katakan itu pada Daddy om, tenang aja aku akan menjaga rahasia hari ini pada Tiara!"
" sialan kau mencoba membungkamku dengan trik murahanmu itu nak..."
" Tidaklah uncle, semua kan punya kartunya masing-masing uncle..."
" hemmm rupanya kau memang hebat nak,aku kira kau hanya meminjam nama daddymu saja..."
" banyak yang bilang begitu..."
" baiklah kita tunggu apakah dia akan menghubungiku atau tidak..."
" Ya hanya bisa menunggu kalau begitu aku mau mencari Ai dulu uncle..."
" heleh....okelah..."
Sandy kembali ke kediaman Nathan sementara Julius langsung pergi menjemput sang kekasih.
" Ai..."
"Yang...apa urusannya sudah selesai??"
" belum, tapi aku rindu padamu, apa masih belum tutup?"
" tinggal menunggu satu pesanan lagi baru kami kembali..."
" oh jadi begitu ya???, setelah ini kita jalan ya??, capek tidak?"
" tida...tapi aku mandi dulu sekali, Ai kau bisa tunggu di ruanganku...!"
" pasti Ai..." Aina pun segera masuk ke kamar mandi sementara Iyus merebahkan tubuhnya di Sofa malah dia teringat dengan kata-kata Yohana, yang mengatakan menyesal karena pernah menolak dirinya.
" sekarang kau baru tahu menyesal ... kau kira hidup ini lelucon...??"
Iyus menunggu sampai ketiduran karena memang dia sedikit lelah.
" Yang....oh tidur ..."
" Dia pasti kelelahan..." Aina mengambil selimut yang ada di ruangan itu lalu menyelimuti Iyus .
namun Aina mencium parfum wanita di tubuh Julius.
" ini....ini parfum wanita, ini parfum mahal...dengan siapa dia bekerja hari ini???, tidak mungkin 2 rekan kerjanya itu kan??,mereka tidak mungkin memakai parfum semahal ini??"
Aina berpikir keras dengan siapa sebenarnya hari ini Julius bekerja
" Ai??, maaf aku ketiduran...sudah berapa lama??"
" baru 1 jam..."
" ada apa denganmu Ai??"
" tidak apa, aku ingin pulang saja, jalan-jalannya lain kali saja...!"
" kenapa denganmu?, apa aku melakukan kesalahan padamu??"
" tidak, kau mau pulang tidak?, aku mau pulang sekarang!!"
__ADS_1
Aina segera mengambil tasnya dan segera keluar dari ruangannya.
" Dia sedang marah padaku??, tapi kenapa?" Julius segera mengejar Aina menarik tangannya.
" Ai...jika aku melakukan kesalahan ayo beritahu aku ,jangan kau pendam, aku minta maaf tolong jangan marah...!"
" sudahlah aku sedang lelah ..."
" Ai...kalau kau tidak mau memberitahuku, aku tidak akan melepaskanmu!"
" apa mau mu Yus lepaskan, aku mau pulang!"
" tadi kau tidak apa-apa dan setuju untuk pergi denganku sekarang kau membatalkannya sepihak, kau kira aku tidak tahu kau sedang marah padaku??"
" Kau hari ini dengan siapa??"
" Aku, kan aku sudah katakan aku dengan Uncle San...!"
" bohong..."
" kau tidak percaya padaku??"
" apa uncle San pakai parfum wanita??"
Julius mencium bajunya, benar saja bau Yohana tertinggal di tubuhnya.
" ehmmmm, aku sedang menjalankan misi dengan uncle San, untuk menemui Yohana...aku tidak melakukan apapun padanya apa kau percaya??"
" kenapa kau tidak mengatakan sejak awal ,aku sudah berpikir keras karna itu..."
" Aina, maafkan aku, aku juga takut kau marah, tapi aku berani bersumpah tidak ada yang terjadi di antara kita..."
" Dia menyukaimu, apa sungguh tidak ada yang terjadi??"
" Kau dulu sangat menyukainya, bagaimana jika kau kembali menyukainya lalu bagaimana denganku????" Aina merasa sedih dengan itu.
" aku sudah berjanji pada Daddy aku akan membahagiakanmu, jika aku mengkhianati mu, Daddy akan membunuhku dengan tangannya sendiri, apa kau masih meragukanku???"
" tapi Yohana sangat cantik bukan??"
Julius tersenyum tipis, kenapa wanita dihadapannya itu sangat bodoh, di banding kan dengan Yohana, itu Yohana tidak ada apa-apanya sama sekali.
" Apa kau tidak punya kaca di rumah sayang???"
" Apa hubungannya dengan kaca di rumah??"
Julius mengeluarkan ponselnya, lalu mengusap pipi lembut Aina dan memotretnya.
" Lihat, wanita bermata biru ini sangat cantik... bagaimana bisa di bandingkan dengan wanita yang memasang tarif tinggi seperti itu..."
menunjukan foto pada Aina.
" Omong kosong..."
" Ai...kau sangat cantik...hanya saja aku terlambat menyadarinya!"
" Hah, Yus ... aku sudah jatuh hati padamu, sekarang kau sangat memukau, aku sekarang sangat takut kehilanganmu!"
" sekarang kau baru tahu rasanya cemburu, dulu kemana saja saat kau dekat dengan seseorang itu, begitulah yang ku rasakan...dan aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu...kau slalu mengatakan aku tidak masuk akal, tapi begitulah rasanya cemburu....!"
sambil mencubit pipi Aina dengan gemas.
" Maafkan aku..." Aina langsung memeluk Julius dengan sangat erat.
" kenapa minta maaf aku sangat senang kau sangat cemburu...itu berarti kau sangat mencintaiku bukan??"
__ADS_1
" tentu saja ..." Aina memandang lekat pria bermata coklat yang 2 tahun lebih muda darinya itu, pria yang hari-harinya slalu merundungnya karena terlalu lambat berpikir.
Julius langsung menyambar bibir tipis yang sangat membuatnya candu, mereka bercumbu di toko bunga yang sudah sepi itu karena sudah tutup.
" Iyus...tolong tepati janjimu..."
" tentu saja... sekarang masih mau jalan tidak??"
" mau... mau..."
" jangan ngambek lagi begitu, katakan saja padaku secara langsung agar tidak ada kesalah pahaman di antara kita, apa kau mengerti Ai ku??"
" Ya mengerti....tapi baumu Yohana aku tidak suka..."
" aku ganti baju dulu...kau masih menyimpan jaket ku kan??"
" ya..."
Aina mengambil jaket Hoodie yang ditinggalkan oleh Julius beberapa waktu lalu.
" ini..."
Julius langsung membuka baju di depan Aina,
" Aaagghhh kau ini bisa di dalam kan gantiny??"
" hehehehe...lihat saja, kan kita akan menikah..." Julius menarik tangan yang menutupi mata Aina.
terlihat otot-otot prianya sungguh kekar,
" Apa kau suka, kau bisa memegangnya sesuka hati!" Iyus meletakan tangan Aina do perutnya.
" keras sekali??"
" tentu...ada yang keras lagi Ai...apa kau mau lihat...??"
" Kau... tidak tahu malu...." Aina mendorong Julius dan segera keluar.
" hah??, kenapa dia bilang begitu aku kan mau memperlihatkan otot lenganku kenapa dia malah kabur??" ujar Julius dengan polosnya.
Julius tidak tahu jika pikiran Aina terlalu jauh sedangkan dia masih berpikir jarak dekat, (Aina Julius masih polos)
Julius segera memakai jaketnya dan segera menyusul kekasihnya yang menunggu dengan wajah memerah di depan pintu.
" Ai, ayo pergi...kenapa wajahmu merah??, Pa kau sakit??"
" tidak, kau diam saja ayo kita jalan..."
" ada apa denganmu Ai??, aku salah lagi??"
" tidak kau sangat mesum..!"
" mesum??, tapi aku hanya ingin memperlihatkan otot....."
" sudah jangan dilanjutkan lagi...kau ini masih tidak tahu malu!" wajah Aina semakin memerah.
Ada apa dengannya apa dia tidak menyukai tubuh kekarku??
kenapa dia sekarang sangat sulit di ajak bercanda??
" Maafkan aku jika kau tidak meyukai otot lenganku, lain kali aku tidak akan memperlihatkannya apa kau takut?, aku akan mengecilkannya jika kau takut!"
" Apa Otot lengan??" Ujar Aina terkejut jadi Sedari tadi isi dari otaknya sendirilah yang mesum bukan Juliusnya.
Aina otakmu yang bermasalah ternyata dalam hati Aina semakin malu.
__ADS_1