GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
183. Keyakinan hati


__ADS_3

" Ndan, Martin tinggal di hunian sangat terpencil dari kota!"


" Terus awasi gerak-geriknya...!"


" Baik Ndan...!"


"Aku yakin dalam dekat-dekat ini dia tidak akan keluar kemana-mana!, tapi tetap pantau dari jarak aman!"


" Baik ndan...!"


" Kau boleh pergi....!"


Hmmmm...Rupanya Martin ini bukan sembarang orang, bahkan dia memiliki persiapan sebelum masuk penjara Sampai keluar penjara, dia sangat cerdas, saat keluar dari penjara bahkan dia tidak kehilangan hidup berkecukupan, selera Cindy memang di atas rata-rata.dalam hati Fannan.


cengkling...


" Mas, ayo makan siang bersama!" ajak Cindy lewat pesan.


" Meluncur!"


Fannan segera meluncur ke tempat kerja Cindy . pokoknya Cindy adalah yang paling utama untuknya.


Dan sampailah Fannan di tempat Cindy bekerja.


Karna Karyawan sudah hafal tamu special bosnya, Fannan pun keluar masuk ruangan Cindy sudah seperti rumahnya sendiri.


"Oh Tuan Fannan, Bos ada pesanan khusus...jadi meminta anda menunggu di dalam!"


" Oke, terimaksih!" Fannan pun menunggu di dalam ruangan Cindy, sambil menunggu Fannan meminjam ruangan Cindy untuk memejamkan matanya beberapa menit, Fannan merebahkan tubuhnya di sofa panjang dan memejamkan matanya dengan segera, karena waktu istirahatnya hanya satu jam saja.


" Mas,ayooo...oh...dia tertidur, pasti sangat kelelahan...!" Cindy pelan - pelan meletakkan nampan berisi masakannya.


Cindy duduk di samping Fannan yang sedang tertidur pulas.


Cindy melihat ke arah Fannan yang terlihat sangat nyenyak itu.


Mas Fannan sebenarnya sangat maskulin, tapi kenapa aku masih tidak bisa membuka hati untuknya??, padahal dia benar-benar pria baik, hmmm...


dalam hati Cindy.


" Apa sudah memandangnya?"


" Oh mas??, kau tidak tidur??"


" Tidurlah,langkah semut saja aku bisa mendengarnya, apalagi langkah kakimu!" Fannan segera bangkit duduk.


" Iyakah begitu??, kalau sudah bangun ayo kita makan, waktu istirahat mas kan gak banyak!"


" Makan...ayo, setelah makan temani aku beli es cream ya!"


" oh tumben ngajak makan es cream??"


" Mau tidak??"


" Mau - mau...!"


setelah mereka makan, mereka pun keluar untuk membeli es cream.


" Tuan, ini menu khususnya...apa ingin menjadi member Vip??"


" Boleh,...!"


" Baik, silahkan isi di sini identitas anda, nanti kami akan berikan kartu VIPnya!"


" Oh ya....!"


"Mas...waktu istirahatmu tinggal 15 menit loe!"

__ADS_1


" Nanti bisa diaturlah..!"


Cindy dan Fannan berjalan keluar menuju toko es cream di dekat restonya.


Oh, itu bukankah Cindy??


dalam hati sahabat Martin itu.


" Tuan,ini kartu VIP nya terimakasih dan semoga slalu puas dengan layanan kami!"


" Ya,...!" Sahabat Martin itu segera mengikuti Cindy dan Fannan diam - diam.


" Wah, sepertinya mereka. semakin dekat, Martin kau akan tersingkir jika tidak segera bertindak!"


Sahabat Martin itu bergumam sendiri, sebut saja Aka.


Aka pun segera meluncur ke rumah Martin, untuk membawakan masakan jawa untuknya dan sekaligus membawa orang yang di butuhkan sahabatnya.


" Sob, apa dia yang akan bekerja denganku??"


" Ya, kau Yudi...dia adalah bosmu, kau akan tinggal di sini, merawat rumah ini okey, untuk peraturannya biar bos mu ini yang akan jelaskan padamu!"


" Baik Tuan!"


" Masuklah dulu Yudi, lurus mentok di sana kamarmu... istirahatlah dulu nanti kita berbincang lagi!"


" Baik Tuan!" Yudi pun segera mengikuti arahan Martin.


" Apa yang membuatmu membawa dia ke sini, dia masih Remaja!"


" Ya, dia baru saja kehilangan kedua orang tuanya, dia membutuhkan pekerjaan dan tempat tinggal, orang yang terpuruk itu akan setia jika kau mengulurkan tanganmu!"


" selain itu??"


" Dia anak yang baik dan jujur ,aku sudah mencari tahu detail informasi tentangnya!'


" Oke...makasih Sob...!"


" Hahahahah... sepertinya kau mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk menjadi pelanggan VIP!"


" Ehmm, pelanggan biasa jika memesan masakan khusus harus reservasi 2 hari sebelumnya, jik VIP kapanpun bisa!, kekasihmu itu sangat luar biasa dalam berbisnis!"


" Heheheh...apa kau melihatnya hari ini??"


" Ya aku melihatnya hari ini ,dia berjalan mesra bersama seorang pria ,makan es cream boba bersama!"


Wajah Martin yang girang membuka makanan, tiba-tiba langsung cemberut mendengar perkataan Sahabatnya.


" Apa katamu??"


" Dia bersama Fannan... kau cepat atau lambat akan kehilangan dia Martin!"


" Aku tidak percaya jika dia akan melupakan aku secepat itu, aku masih yakin dia masih mencintaiku...!"


" Apa kau seyakin itu??"


" Ehmmm aku sangat yakin dia sangat mencintaiku, aku yakin dia dan Fannan hanya berteman saja!"


"Jika kau bilang begitu, baiklah...aku tidak ada komentar lagi!"


" Hanya saja aku belum mendapatkan maafnya secara langsung, aku akan berusaha membuatnya memaafkanku lebih dulu!"


" Aku akan mendukungmu kawan!"


" Haruslah...ayo kita makan, kau akan tahu bahwa wanita yang kucintai itu tidak hanya pandai berbisnis tapi juga sangat jago memasak!"


" Aku penasaran ,ayo kita makan!"

__ADS_1


" Sebentar - sebentar, sisihkan dulu untuk Yudi baru kita makan!" Martin menyisihkan sebagian makanan untuk Yudi.


" Keluarga Pratama memang sukses mendidikmu menjadi orang baik ya?"


" Hehehehe...Ya mendiang Papah Jovan, malah sering mengajak, tukang kebun, dan asisten rumah tangganya makan di meja makan yang sama dengannya, aku dulu sangat heran dengan papah, dia tidak membedakan kasta, semua orang di hormatinya, entah itu tukang sapu jalanan, tukang parkir, papah slalu menyapa mereka lebih dulu!,tapi dia juga bisa sangat kejam pada orang yang menyakiti keluarganya !"


" Aku sangat kagum pada generasi keluarga Pratama ke - 5, di keluarga itu tidak ada yang gagal, apa kau tahu apa yang membuat keluarga Pratama berjaya sampai generasi ke -5??"


" Dulu nenek slalu mengatakan, keluarga ini bertahan melahirkan penerus yang baik, karna di keluarga Pratama hanya menerima wanita rendah hati, baik hati , dan memiliki kasih sayang tinggi...!"


" Apa maksudnya??"


" aku dulu juga menanyakan hal yang sama denganmu!"


" Lalu nenek menjawab, Harta itu bisa di cari tapi seorang ibu berbudi dan berdedikasi tinggi itu yang sulit, nenek slalu bilang begini, jika Martin ingin memiliki anak keturunan yang baik maka jangan cari seberapa dia kaya, seberapa dia berpendidikan tinggi, tidak perlu juga yang rupawan!"


" Lalu?? cari yang bagaimana??, seharusnya wanita yang berpendidikan tinggi itu adalah pilihan terbaik!"


" Ya aku pikir dulu juga begitu... tapi nenek bilang, wanita yang berpendidikan tinggi itu terkadang sulit di atur, wanita cantik juga kebanyakan tidak setia, wanita bergelimang harta belum tentu bisa menghargai orang lain!"


" Benar juga sih wanita berpendidikan tinggi, sering mengajak berdebat, apalagi memiliki pendapatan sendiri maka dia tidak akan menghargai suaminya karena dia sudah merasa apa-apa bisa sendiri!, eh tunggu tapi keluarga pratama semua istri-istrinya cantik dan pebisnis wehhhhh....!"


" Hahahah, dulu aku ditunjuka. foto-foto mama Vevey ,bibiku dan tanteku Sasha...sungguh jika kau tahu mereka yang dulu jauh dengan sekarang Sob..!"


" Sungguh??'


" Ya, mama Vevey dulu setengah tomboy, bibi dulu sangat kurus tidak terawat, tante dulu juga sangat berandalan hehehe...mereka akan menjadi permata ditangan laki-laki yang tepat!"


" Lalu bagaimana mereka berbisnis??"


" Oh, mama Vevey di ajari dong sama papah, dari dia menjadi karyawan kecil, jadi Waiters juga dilakukan, sampai semua bisnis dilimpahkan atas nama mama, sekarang di pegang oleh Cindy!"


" Lalu bagaimana dengan bibi dan tantemu??"


" Ehm...mereka mendukung satu sama lain, papah yang mengajarkan semua pada kakak ipar dan adik iparnya, sampai mereka bisa berdiri sendiri!, wanita yang mau mendengarkan, wanita yang mau belajar, dan lagi yang sangat sabar itu adalah pabrik terbaik seorang laki-laki...!"


" Hem...jika boleh memutar waktu, seharusnya aku dulu segera menikahi Cindy, haaaaahhhh....aku menyesal karena tidak buru-buru, jika iya pasti aku sudah memiliki seorang anak heheeh...dari pabrik terbaik!"


" Makanya gerceplah sana...!"


" Aih...benar juga ya...tunggulah beberapa waktu aku akan segera menemuinya untuk meminta maaf!"


" Kapan??"


" Aku juga sangat tahu diri, bahwa aku juga salah, aku juga butuh mental menghadapi penolakannya!"


" Benar juga, semangat Martin...!"


" Pasti, bagaimana enak kan??"


" Ya, aku jujur tidak yakin jika ini masakan wanita bertangan lentik itu...!"


" Kau kan pelanggan VIP, bisa meminta dia memasakannya di hadapanmu langsung!"


" Oha bisakah?"


" Bisa...tapi dia yang atur waktunya kapan untukmu!"


" Begitu, baiklah...aku ingin melihat cara memasaknya...!"


" Tunggu jangan dihabiskan yang ini, ini kesukaanku!'


" Ayolah, ini sangat enak!, apalagi ini bagian kulit ayam...!"


" Tidak kau bisa kembali kesana memesannya!"


" Nanggung oiiii...!'

__ADS_1


" Tidak bisa, ...!"


mereka berdua terus berebut makanan hingga habis tak tersisa.


__ADS_2