GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
177. Menahan diri


__ADS_3

Negara F...


" Nona, obat anda sangat mujarab sekali, saya sungguh berterima kasih!" Ujar petinggi yang kini sudah berada di pihak Tasya.


" Ya, bagus itu...paman, apakah paman bisa membantuku menyelundupkan barang keluar dari negara ini??"


" Apa??" ketakutan....


" Nona, maafkan saya...saya tidak berani, saya hanya bisa membantu sampai di situ saja, karena itu di bawah kendali saya, tapi untuk itu sudah bukan kendali saya!"


" Hmmm... baiklah, ini resep terakhir untuk paman, minum di pagi hari saja selama satu minggu, kau akan sehat seperti sedia kala!"


" Ahz terimakasih nona!"


" Tapi, aku masih butuh bantuanmu nantinya loe!" Menarik kembali kertasnya.


" Tentu saja Nona, tenanglah...!"


" Oke, jangan lupa di bayar Cash ya paman!" tersenyum puas.


" Oh, iya nona... Yang penting saya kembali sehat!"


" Okelah....Hufttt sudah selesai... anak-anak ibu sangat lelah, kalian cepat istirahat ya, ibu juga hari ini terlalu banyak pasien sampai hari hampir petang!"


" Ya, bu....!"


" Jessi jangan lupa, oleskan obat pada mata Lily ya??"


" Ya ibu, tenanglah!"


mereka segera menyelesaikan tugas masing-masing setelah itu mereka segera beristirahat.


Tasya pun juga kembali ke kamarnya


" Oooooeeemm yang mulia??"


terkejut


Sialan hampir saja , aku kira om Ken, ...


husfttttt...dalam hati Tasya.


" Aku merindukan calon istriku, apa tidak boleh??"


" Tidak, aku bukan calon istri mu!"


" Hahahahah, kau masih keras kepala, sudahlah menyerah saja ,lagian Kenzo itu juga tidak muncul sampai sekarang, itu tandanya kau tidak penting dihatinya!"


Raja sialan, aku mendengarnya


dalam hati Kenzo


yang ternyata ada di dalam lemari gantung Tasya.


Dai yang bersembunyi di langit -langit pun menahan diri.


aku harap tuan tidak terpancing perkataan Raja gila ini, jika tidak semua akan sian-sia,


Raja gila ini memang menyebalkan,dia menutup akses sangat ketat ,membuat kita kesulitan untuk masuk.


dalam hati Dai.


" Yang Mulia, saya sangat lelah ingin istirahat, tolong bisakan meninggalkan ruangan saya??"


" Tidak, malam ini aku tidur di sini!"


Bajingaaan ini mau apa?


Kenzo sudah tidak tahan lagi, emosinya hampir meluap.


sementara Dai komat kamit berdoa agar Kenzo tidak terpancing.


" Ya sudah tidur saja yang mulia!"


Apa??? Dai dan Kenzo terkejut.


" Sungguh, Sang Raja sangat bahagia!"

__ADS_1


" Tentu saja, Istana ini adalah milik anda, anda bisa mendapatkan semua milik anda!"


" Nahz itu ... akhirnya kau mengerti kekuasaan sang Raja!"


" Heheh iya...!"


Sialan Tasya, bagaimana bisa kau begitu mudah mengijinkan Raja gila ini tidur satu ruangan denganmu??, apa kau sungguh tidak memandangku


dalam hati Kenzo sudah berapi-api.


" Kalau begitu, kemari mendekatlah padaku!"


"tidak yang mulia semua ini memang milik anda, namun saya bukan milik anda, selamat malam Yang Mulia, karena Yang Mulia sangat suka tidur di sini, saya akan tidur di sebelah dengan anak - anak!" keluar tanpa dengan segera.


Ohhhhhhhh.....


Kenzo tersenyum dan Lega


begitu juga dengan Dai, merasa sangat lega karena Kenzo bisa menahan diri untuk tidak marah.


" Hmmm, kelinci ini sangat nakal, baiklah karena cepat atau lambat kau juga akan menjadi milikku, aku masih bisa bersabar!"


Raja itu pun segera keluar dari ruangan Tasya dan kembali ke paviliunnya.


Kenzo dan Dai pun segera keluar dari tempat persembunyiannya.


" Tuan, untunglah anda tidak terpancing dengan perkataan Raja!"


" Aku hampir saja meluap keluar, huffft tapi tidak jadi aku tidak boleh gagal membawa wanita ku pulang!"


" Ya, aku akan memanggil Tasya dulu disebelah!"


" Ya!"


Dai pun dengan hati-hati segera mencari Tasya di kamar sebelah.


" Tasya, ...!"


" Dai, akhirnya kau menemuiku!" memeluk Dai dengan sangat erat.


" apa maksudmu aku tidak akan!"


" Tidak apa?? tuan menunggumu di sebelah, kau tahu tuan sedang tidak mood kau harus membuatnya tenang agar tidak membuat masalah, aku akan menjaga anak - anak!" ujar Dai .


" oke...!" Tasya segera kembali ke kamarnya


" Om....!" Tasya segera bermanja pada Kenzo.


terlihat memang Kenzo terlihat sangat tidak senang, mukanya sangat menakutkan.


" Om, kau menakutiku jika memasang wajah begitu!" memeluk Kenzo erat-erat.


( udah kaya balon bestiiih)


Kenzo segera merubah mimik wajahnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Maafkan aku gadis kecilku, aku sudah berada di kamarmu sebelum Raja gila itu datang!"


" Oppssss ,om?? apa om marah karna perkataan Raja??"


" Ya, dan aku hampir salah paham padamu!"


Tasya segera menarik wajah Kenzo dan menyatukan hidungnya pada hidung Kenzo.


" Om, aku hanya milikmu... orang lain tidak akan bisa memilikiku!"


Kenzo segera menarik pinggang ramping Tasya dengan kedua tanganya, dan segera menyambar bibir mungil di hadapannya itu, Tasya pun membalas dengan mengalungkan kedua tangannya pada leher Kenzo.


" Ach...sakit ..om apa kau itu monyet??"


" Apa monyet??"tanya Kenzo bingung


" Ya hanya monyet yang suka menggigit!"


" Yang aku tahu anjiiiing juga menggigit!"


"Bosan, itu....ganti monyet...!"

__ADS_1


" Jadi apa kau pernah di gigit monyet??"


" Barusan!"


" Sialan anak nakal, kau mengataiku monyet??"


menggelitiki perut Tasya..


" Ha...ah...ah....haa om ampun...!" Teriak Tasya


Dai yang di sebelah hanya mengelus dada mendengar teriakan Tasya.


" Untung anak - anak sudah tidur pulas, benar - benar Tuan seorang pedofil!" guman Dai mengelus dada dan menutup telinga secara bergantian.


" ampun omm... ampun.....!"


" Katakan sekali lagi jika berani!!"


" Tidak, om adalah orang tertampan yang akan selalu aku cintai... selamanya!"


Kenzo pun langsung menghentikan tanganya, dia langsung luluh dengan perkataan Tasya.


"Ehmm...!" Kenzo memeluk Tasya dengan gemas


" Aku tidak tahu lagi Tasya, jika aku tidak bisa melihatmu lagi, aku sangat mencintaimu, Aku tidak akan peduli dengan perkataan orang lain, yang jelas aku sangat mencintaimu gadis kecilku!"


Tasya sangat senang dengan ucapan Kenzo,


" Akhirnya cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan lagi!"


" Sebenarnya hanya saja aku yang terlambat mengakuinya,karna aku sulit menyakinkan diriku sendiri Tasya!, aku takut gagal seperti kedua orang tuaku ,aku tidak ingin anakku nanti mengalami hal yang sama denganku, itu sangat menyakitkan dalam hidupku!, maafkan aku karna terlalu pengecut!"


" Ya...mau bagaimana lagi om, aku terlanjur jatuh dalam hatimu, aku tak bisa keluar lagi, memang benar om itu sangat payah, pengecut,namun jika cinta ini sudah mendarah daging, meskipun om seorang Bajiiingan aku juga akan menganggapmu sempurna!"


" Hemmm...selain bibirmu itu enak untuk di cium rupanya cukup berbisa juga saat berbicara!" Kenzo menggendong Tasya dan membawanya ke atas ranjang


" Ayo tidur, aku terlanjur kecanduan tidur bersamamu!"


" Om, jangan nakal ya!"


" nakal dong, bukankah kau bilang kau milikku?"


" tentu saja aku milikmu, tapi aku masih takut sekali!"


" Takut, apa??, aku hanya akan memelukmu!, tunggu umurmu legal baru aku cabik - cabik seluruh tubuhmu!!, eh tunggu rupanya selama kau tidak di sisiku kau sudah belajar luas!, dengan siapa kau belajar??"


" Ah ,sakit om...belajar apa??"


" Tasya apa kau yakin belum ada yang menyentuhmu??"


" Ha??, apa maksudnya?"


" Kau bilang Tian hampir menodaimu, apa sungguh itu hampir??"


" Maksud om aku sudah di nodai??, oh jadi itu juga penting untukmu om??"


" pentinglah...!"


" Ya jika begitu...aku akan menikah dengan Raja gila saja, dia akan menerimaku apa adanya!, nyatanya dia memperlakukanku sangat istimewa!, sebenarnya raja juga bukannya pria tidak baik!, pergilah om...carilah wanita yang kau anggap sempurna itu!"


Kenzo mencubit gemas hidung Tasya... Tasya menepisnya dengan keras.


" Jangan sentuh aku!"


"Otakmu itu terlalu cepat berpikir namun tidak tepat!"


" Apa yang tidak tepat??"


" Aku hanya khawatir padamu, masalah kau masih suci atau tidak itu nomer sekian, aku mencintaimu apa adanya, aku hanya tidak terima jika orang lain merendahkan dan menyakitimu!"


" Ah, aku tidak percaya!" Tasya masih merajuk.


" hemmm....sudah ayo tidur maafkan aku ya, kau tetaplah yang paling sempurna untukku!"


memeluk erat tubuh Tasya, seakan tidak ingin kehilangannya lagi.


Tasya pun menurunkan amarahnya, dan membalikkan tubuhnya menghadap Kenzo dan mencium hidung tinggi milik Kenzo, Tasya pun terlelap dalam pelukan om-om tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2