
" Fahad kau kejam sekali!"
Fahad masih menatap dingin ke arah Yuna yang terlihat sangat tertekan itu, benar - benar tampilan seperti benang kusut,.
Bruuuuuk...
Yuna pura - pura jatuh pingsan, Sansan dan Anggita berlari ke arah Yuna, sementara Fahad masih diam tak bergerak sedikit pun.
" Kalian, jika sudah selesai cepat masuk kamar, biarkan saja dia pingsan nanti juga akan bangun sendiri!"
" Tapi Had!"
" Tante, jangan membuatku marah, aku tidak suka kau mencampuri urusan rumah tanggaku!"
" Tatapi..!"
" Kalian berdua masuk atau cepat angkat kaki dari sini sekarang!" tegas Fahad segera naik ke kamarnya.
" Maaf Yuna, Fahad itu anak yang baik,aku saja tidak pernah berani menyinggungnya, entah di mana kau menyinggung Fahad, itu tidak akan berakhir baik!, Nggit..ayo masuk!"
" Tapi nyonya...!"
" Jangan sampai Fahad juga membencimu Anggita!"
" Baik Tan!" Anggita pun mengikuti Sansan masuk ke dalam kamar tamu.
Karena tipu dayanya tidak berhasil,Yuna pun segera berdiri dengan kesal, sambil menghentakkan kakinya.
" Brengsek, bagaimana bisa dia berubah menjadi sangat mengerikan!"
saat Yuna akan keluar, Robert tiba.
" Yuna, kenapa kau terlihat berantakan sekali??"
" Robert, kemana saja kau??"
Robert menarik Yuna ke halaman belakang dan masuk ke dalam kamarnya.
" Robert, ibuku bagaimana??"
" biarkan dulu di penjara, kau sendiri juga pasti gagalkan membujuk Fahad??"
" Benar, dia kenapa menjadi sangat mengerikan??"
" mana ku tahu!, aku sedang membujuk Gatick untuk berinvestasi pada perusahaan ku, jika dia memberiku aku akan mengeluarkan ibu segera mungkin!, jik tidak kau harus memohon pada Anggita untuk mencabut laporannya!"
" Hemmm baiklah, aku akan kembali ke kamar ibu dulu!, aku sangat lelah sekali!"
" Ya aku tidak akan mengganggumu malam ini!"
Yuna pun segera keluar dari kamar Robert dan masuk ke dalam kamar ibunya.
...----------------...
Esok...
" Gatick, terimakasih!"
" Tak masalah, lagi pula aku akan menjadi istrimu...!"
" Itu benar, Sayang...!'
" Tapi bagaimana dengan kekasihmu itu??,aku tidak mau menjadi orang ketiga terus menerus!"
" tenang, aku sedang mencari cara untuk menyingkirkannya tapi tidak sekarang!"
"kapan, aku tidak mau jadi orang ketiga terus, bagaimana jika ayahku tahu!"
" Tenang saja kau justru wanitaku dia kan istri orang!"
" Apa??, kau main-main dengan istri orang??"
" aku hanya memeras uangnya, heheh!"
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan padaku itu sama??"
" Mana mungkin, aku sangat mencintaimu, aku akan membuktikannya padamu!"
" Baik-baik aku percaya, jika begitu selesaikan urusanmu dengannya secepatnya, aku sudah berinvestasi cukup banyak, jangan mengecewakanku!"
" oh baiklah... baiklah...aku tidak akan mengecewakanmu!"
"apa jaminannya??, bagaimana jika aku kau tipu??"
" Heheheh, tidak akan...tentu saja aku akan memberikan saham padamu!"
" Berapa persen???"
" 10%!"
" hahaha kau menganggap aku ini apa??"
" Lalu berapa persen maumu???"
" 35%!"
" Apa??"
" Kalau tidak aku akan menariknya lagi...lagian kau masih memegang saham terbesar!"
" Oh, baiklah tentu saja aku setuju!"
" Deal!"
"Oke Deal!"
Okey, kita pelan - pelan saja dulu, tidak perlu tergesa-gesa, jika ingin menangkap ikan besar umpannya juga bukan sembarang umpan.
dalam hati Robert.
" Baiklah aku harus pulang, dan tidak mengganggu pekerjaanmu lagi, ingat...aku ingin menunggu kabar baik darimu secepatnya!"
" Oke sayang...muach!"
Drrrrrrrrt drrrrtttttt...
" Ya Yuna!"
" Bagaimana??, apa sudah dapat uangnya dari Gatick?"
" Ah??, maaf sayang dia hanya memberiku 100 juta, aku tak tahu lagi harus bagaimana merayunya agar dia mau memberi lebih!, sebaiknya kau memohon pada Anggita saja!"
" apa??"
" Ya, tolong mengertilah sayang jika kita memakai uang perusahaan itu akan membuat perusahaan kita tidak stabil!"
" Adakah cara lain selain memohon pada Anggita?"
" Jual mobilmu itu kan atas namamu...!"
" Kau gila, itu hadiah dari kakak iparku!"
" kenapa?? kau butuh !"
" Seharusnya menggunakan uang perusahaan sebesar 400 juta juga tidak masalahkan??"
" Tidak, kau tidak mengerti tentang perputaran perusahaan, maaf Yuna sayang...aku mati-matian merintis usahaku, kau hanya perlu minta maaf tidak perlu rugi kan masalah Finansial!"
" Sialan, aku harus merendah pada pembantu itu?"
" Ayolah...tidak ada cara lain, apa sulitnya sih?"
tutttttttttt...
Panggilan pun berakhir,
" menyebalkan, kau kira aku mau memohon pada pembantu itu??"
__ADS_1
Yuna pun berpikir keras,
Baiklah, kita gadaikan perhiasan yang aku miliki terlebih dahulu, tabunganku hanya ada 150 juta saja, masih kurang banyak
dalam hati Yuna.
"tunggu ibu pasti juga punya tabungan kan?? dan perhiasan,kita akan menggadaikan atau menjualnya!" Yuna segera membongkar kamar ibunya.
Benar saja Yuna menemukan 2 set perhiasan dan juga sertifikat rumah lama Yuna.
Yuna tersenyum puas, karena sepertinya dia tidak perlu menjual perhiasan miliknya atau menggadaikannya.
Dengan bermodal sertifikat rumah Yuna segera menuju pegadaian, karna hanya tempat itulah yang paling mudah dan cepat.
Setelah mendapat uang yang cukup, Yuna segera ke kantor polisi untuk membebaskan ibunya.
akhirnya ibu Yuna pun terbebaskan,
" nak, apa kau sudah baikkan dengan Nak Fahad??"
" Tidak, ...!"
"Lalu apa Robert yang menjamin ibu??"
" Bukan, aku menggadaikan sertifikat rumah ibu dan juga perhiasan ibu!, aku tidak menyangka ibu cukup banyak. memiliki tabungan !"
" Kenapa kau lancang sekali??"
" Lalu aku harus bagaimana ibu??!, Fahad sudah sangat tidak peduli, dan Robert juga tidak mau rugi!"
" Seharusnya kau tidak berselingkuh Yuna, kenapa kau harus kembali pada Robert, padahal Fahad memperlakukanmu dengan sangat baik!"
" Ibu kenapa??, aku sangat mencintai Robert, lagian ibu kenapa juga harus menampar Anggita!"
" Itu karena ibu membela kamu, bagaimana bisa kau seperti itu??"
" Sudah ibu diamlah!, semua sangat menyebalkan!"
" Yuna, ibu mau pulang ke rumah ibu sendiri saja, ibu lelah...ibu tidak mau mencampuri urusanmu lagi, di penjara sangat menyeramkan, dan kau berani membentak ibu seperti itu?, ibu kecewa padamu!"
" Terserah ibu, aku juga sudah tidak peduli padamu ke depannya!"
" Lihat, kau akan menyesal ...aku tidak mau tahu aku ingin sertifikat rumahku kembali, meskipun itu tidak besar, rumah itu sangat penting untuk ibu!"
" Cerewet, aku melakukan ini demi ibu, tebus saja sendiri!, ibu turun dan jalan kaki sana!"
Yuna menurunkan ibunya di pinggir jalan.
Maura pun turun dari mobil Yuna, Maura tak menyangka jika putrinya menjadi sangat kejam.
Maura, pun memutuskan untuk kembali ke kediaman Fahad dulu, mengambil beberapa barangnya.
Setelah lama berjalan, sekitar 2 jam lebih sampailah Maura ke kediaman Fahad.
Maura mengetuk pintu
Tok tok tok...
pintu pun terbuka,
" Aggggggggggggggghhhhhhhhhhh...!"
Anggita menjerit keras melihat Maura ada di hadapannya.
Sansan dan Fahad yang masih mengobrol di ruang tamu segera menuju pintu
" Apa Nggit???" tanya Fahad
" Itu kak...!"
menunjuk Maura yang terlihat begitu lemas terduduk di depan pintu.
" Ibu...??"
__ADS_1
Fahad segera menggendong masuk Maura, bagaimana dia orang tua yang lemah.