
" Om, kenapa menggigitku??"
" Aku kesal meskipun Fahad itu saudaramu jangan mau di peluk-peluk!, hanya aku yang boleh!"
" Om kau terlalu posesif, menyebalkan!"
" Biar saja, kau paling tahu konsekuensinya jika membuatku cemburu!"
" Yayaya...om aku ngantuk, aku mau lanjut tidur lagi boleh??"
"Ehmm...boleh...Ayo tidur!"
" Tidak, jika om ikut nanti jadinya tidak jadi tidur!"
" ya itu tergantung hehehehe"
" Tidak aku tidak mau...om tidur di kamar atas!"
" Mana bisa, di kamar atas punya Dai dan Noah, kan itu kamarku!"
Kenzo mengekor Sansan yang berjalan masuk mendahuluinya.
" Om, ...!"
Sansan berusaha menutup pintu Kamar tapi di hadang oleh Kenzo
" Ayolah, jangan buang tenagamu, siapa suruh kau memprovokasiku??"
" Kau ke tempat Fahad saja om, dia yang memulai!"
Kenzo mendorong lebih keras, sehingga pintu terbuka, dan menarik pinggang Sansan dalam peluknya.
" Aku masih normal sayang, kau bisa merasakannya!"
" Aghhh mesuuuuuuuuuum...!"
" Oh jadi begitu aku di matamu, baiklah sesuai dengan apa yang kau katakan sayang..!" Kenzo menjatuhkan tubuh Sansan di ranjang.
" Om....ampun om...masih pagi om...!"
" Ini justru sangat syahdu sayang...!"
" Tidakkkkkk, aku lelah...!"
Kenzo menjatuhkan tubuhnya di samping Sansan dan memeluk nya dari belakang.
" Hemmm aku hanya menggodamu... sekarang tidurlah aku juga lelah, memantau Cctv selama 24 jam untuk Bajiingan kecil itu!"
" Lagian ada Dai dan Noah, kenapa tidak meminta mereka memantaunya secara bergantian!"
" kasihan mereka, pekerjaan mereka juga tidak mudah!"
" Ehmmmm, ...!" Sansan membalik tubuhnya menghadap Kenzo.
" Terimakasih om, membantu saudaraku!"
" ehmm, tentu saja sayang... orang yang penting bagimu, itu juga penting bagiku!"
" Aku mencintaimu om...!"
" Aku juga mencintaimu muuach!" mengecup kening Sansan dengan lembut.
" Om aku tidur ya...!"
" Ya sayang...!"
Sansan pun segera memejamkan matanya, begitu juga dengan Kenzo.
Sementara di kediaman Pratama.
Fahad segera mengambil foto dan mengirimkan surat perceraiannya pada mamanya.
tak lama panggilan Video pun berdering.
" Ma...pa...!"
__ADS_1
" Oh putraku, apa kau baik sayang??"
tanya Vevey khawatir.
" Lihat putramu tampak lebih berkarisma, dia sudah semakin dewasa apa yang kau khawatirkan??" sahut Hirosan.
" Ma pa ,Fahad sangat baik!"
" Oh itu baru anak kami!" puji Hirosan.
" Ehm... baiklah jika kau sudah merasa baik, katakan pada papa, papa akan kirim seseorang untuk mengajarimu perihal bisnis!"
" Pa, aku mau besok sudah belajar!" pinta Fahad. Vevey dan Hiro pun saling memandang heran dengan semangat Fahad.
" Oh baiklah putraku, sesuai permintaanmu!"
" Ya sayang tapi jangan terlalu keras pada dirimu, jangan seperti kakakmu dia sangat keras kepala, nikmati waktumu sesekali!"
" Ya ma...!"
" Oh anak baik... selamat ya sudah menduda hihihi!" Goda Vevey.
" Tak apa, nanti kau akan mendapatkan wanita yang 1000 kali lebih baik Fahad!" sambung Hiro.
" Benar sayang, jangan sampai menutup hatimu, untuk wanita!"
" Itu kita kesampingkan saja ma, pa...Fahad akan fokus pada bisnis!"
" Luar biasa, papa dan mama akan slalu mendukung mu nak...!"
" Ya pa, ma terimakasih!"
" Ya sudah kau lanjutkan aktivitas mu kami akan lanjut bekerja di sana masih pagi kan, di sini sudah siang, bye putraku i love you!"
" Love you too...!"
Panggilan pun berakhir.
Fahad segera masuk kamarnya dan beristirahat, sedangkan Aina berangkat bekerja meskipun itu hari Minggu.
Karna pernikahan putra sudah mulai dekat tinggal beberapa minggu lagi, Suhail pun kembali.
Suhail sudah tidak datang pada pertunangan abangnya, dan pernikahan Fahad, akhirnya dia bisa mengambil cuti dan pulang ke rumah, namun saat dalam perjalanan Suhail terkejut saat membaca pesan Grup Keluarga besarnya.
"Apa??, Fahad sudah bercerai??, apa - apaan ini??" gumam Suhail terkejut.
Suhail memasukan ponselnya ke dalam sakunya, dia ingin segera sampai di rumah.
" Ehmmm...ada apa dengan keluarga ku?, aku harap semua baik-baik saja!"
Akhirnya Suhail pun sampai di kediaman Pratama.
" Abang ...!" Teriak Suhail yang melihat abangnya hendak berangkat.
Putra segera menghentikan mobilnya dan turun.
" Wah Jenderal kita akhirnya sudah kembali!"
Putra memeluk adiknya yang baru tiba.
" Abang mau berangkat??"
" Ya, abang dapat tugas di sini, jadi abang pulang ke rumah saja karna dekat, ayo masuk!"
" Abang, berangkat saja nanti terlambat!"
" Oke, maaf Suhail...makan siang abang akan kembali!"
" Oke bang, hati-hati dijalan!"
Putra pun segera berangkat, dan Suhail segera masuk ke dalam rumahnya.
seperti biasa rumahnya pasti sepi, entah dengan Daddynya dirumah atau tidak, yang jelas Mommy dan adiknya pasti sudah berangkat bekerja.
Suhail merbahkan tubuhnya di sofa karna sangat lelah.
__ADS_1
" Suara apa itu??" Suhail mendengar suara gaduh di dalam dapur, dan segera menuju dapur.
terlihat Yuzan dan Ami sedang mencuci piring dan memasak sambil bercanda.
" Siapa kalian??"
Ami san Yuzan terkejut dengan kehadiran Suhail.
" Kami adalah orang yang di bawa nona Julia!" jawab Yuzan takut karena Suhail masih mengenakan seragamnya dan wajahnya pun masih kusam karena belum sempat mandi dan istirahat selepas tugas dia langsung kembali.
" Apa di rumah ada orang selain kalian??"
" Tu tutuan besar ada di kamar tuan!"
jawab Ami gagap .
" Hemmm!" Suhail segera menuju ke kamar Daddy nya .
" Ami itu siapa lagi??, kenapa banyak sekali pria tampan datang tiba-tiba?" ujar Yuzan.
" Mana ku tahu Yuzan, kita lanjutkan pekerjaan kita saja!"
" Oh yayaya!"
mereka tak mau ambil pusing dan segera menyelesaikan urusannya.
tok tok tok
" Dad...!"
Suhail tidak mengetuk lagi karena terdengar ada pergerakan dari dalam.
Ceklek...
" Pagi Dad...!"
" Oh Putraku ...kau mengejutkan Daddy nak!" Nathan segera memeluk Suhail dengan bangga, karena memang putra tirinya ini cukup membanggakan.
" Dad, siapa 2 gadis di dapur??"
" Oh dia adalah orang dari negara F, dia dibawa oleh adik perempuanmu...dia juga bagian dari keluarga ini!"
" Ha???, orang kerajaan??"
" Ehmmm ayo mereka pasti sudah selesai memasak, kita tunggu untuk sarapan!"
" Baiklah Dad, tapi Suhail mandi dulu ya Dad!"
" Ah, baiklah Daddy menunggu di ruang tamu!"
" Oke!" Suhail pun segera masuk ke kamarnya untuk mandi.
Nathan menunggu di ruang tamu sambil membaca koran.
" Tuan, sarapan sudah siap silahkan makan!"
ujar Ami.
" Ya , terimakasih ya...aku menunggu putraku untuk makan bersama!"
" Baik!"
" Dad, aku sudah selesai mandi...!"
Ami dan Yuzan terpesona dengan karisma Suhail yang baru selesai mandi dan menggunakan baju santai.
" Ami, Yuzan dia Putra keduaku adiknya Putra...abang dari Julia dan Julius!"
Nathan memperkenalkan Suhail.
" Oh...jadi anda abangnya nona kami??" tanya Yuzan yang masih melongo.
" Ya...!" Jawab Suhail singkat dan datar begitulah Suhail seperti patung hidup,dengan orang yang baru dikenalnya.
" ayo kita sarapan bersama!" Ajak Nathan.
__ADS_1
Mereka berempat makan seperti biasa tanpa berbincang, jika sudah selesai baru mereka berbincang.