
" Julius kau serius mau menyekolahkan anak itu??, bukankah kau sedang hemat??"
" Tidak masalah, uang bisa dicari anak bangsa yang terdidik itu lebih baik untuk generasi berikutnya, dia sangat pekerja keras, dia tidak akan mengecewakan!" Julius sangat yakin.
" tapi bagaimana dengan identitas anak itu??"
" anak angkat ku lah, apa kau keberatan??"
" tidak masalah, hanya saja aku sangat bangga padamu ..." Aina memeluk Julius penuh dengan kebanggaan, wajahnya memang garang tapi hatinya begitu baik Aina tidak akan menyesal memilih dia, meskipun tembok besar menghalangi mereka dengan Kokoh Aina akan berjuang bersama kekasihnya.
" hahaha apa kau bangga pada bawahan negara ini??, tidak kaya loe ya....!"
" kenapa kau slalu menyinggung perihal kekayaan??"
" bagaimana tidak, aku bisa ketahap ini tidak murni seperti abang-abang ku, mereka tahu jika aku adalah putra seorang Laksamana, mereka memudahkan jalanku,..."
" meskipun kau tidak dimudahkan aku yakin Julius ini sangat hebat...!"
" tapi aku tidak merasa begitu..."
" tapi aku merasa calon suamiku ini... benar - benar hebat, hebat sekali..." Aina memegang wajah Julius yang terlihat mirip dengan sang paman garang tampan menawan, semuanya sangat sempurna, rasanya sangat sulit di gapai, tapi nyatanya sudah di depan mata.
" Bau bakso Ai....tunggy sebentar aku mau minum..."
" hah...." Aina melepaskan pelukannya karena Julius malah merusak suasana romantis apalagi Aina sudah berinisiatif sendiri.
" memang tidak bisa diajak serius, eh pas di ajak bercanda malah serius, itu adalah keburukannya" gumam Aina yang juga meneguk minumannya.
" ya sudahlah...aku mau tidur... kekenyangan ngantuk..." Aina sudah tidak mood lagi dan segera menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
" ehmmmm...ada apa??, kenapa kau Aina??"
" aku ngantuk!!!" Aina segera memejamkan matanya.
" apa aku membuat kesalahan??" pria yang tidak peka kadang-kadang.
" hah ... sudahlah mungkin dia juga lelah, ..." Julius segera naik menyusul Aina ke ranjang dan memeluknya.
" hemmm, aku hanya ingin tidur memelukmu sepanjang hari dan menghirup aroma tubuhmu tanpa di ganggu... harus sejauh ini aku membawamu...semoga saja pak tua itu tidak membuat masalah untukku!" Gumam Julius merasa sangat bahagia karena memiliki waktu khusus untuk Aina, rasanya juga ingin lebih dari sekedar pelukan tapi Julius akan dibunuh daddy nya sendiri jika macam-macam pada Aina.
Julius gelisah tidak bisa tidur, ya bagaimana manapun dia bertumbuh dengan baik sebagai seorang lelaki normal tentu saja, gairahnya meronta - ronta, setiap kali dia bersama dengan orang yang dicintainya.
__ADS_1
Julius segera keluar untuk menjernihkan pikirannya yang sudah mulai berpikir bejat itu
" Huft sampai kapan aku disiksa begini?? ini semua gara-gara pak tua itu terlalu banyak aturan jika tidak aku sudah tidak perlu menderita seperti ini..."
Julius berpikir keras bagaimana bisa merobohkan tembok tinggi yang begitu menghalangi pandangan masa depannya itu alias aturan sang Daddy.
" Aha...aku lebih baik memutus hubungan ayah dan anak dengannya, aku laki-laki tidak perlu wali untuk menikah, jika dia menghalangi ya sudah kita putus hubungan saja, aku lebih baik jadi keponakan menantunya dari pada anaknya....nak begitu saja ...lebih baik, aku akan meminta Aina pada tante dan om dengan baik-baik, dan aku akan memanggil pak tua itu paman hahahahahahahahahhhhhhah, jika aku Sulit membawa masuk Aina ke dalam rumahku, sebaiknya aku keluar dan masuk ke dalam rumah tante hahahahah... Julius kau memang genius... hihihihi...."
" Julius...kenapa kau diluar??"
" Aina....hehehehe...tidak apa-apa, kenapa bangun??, tidur lagi saja..."
" aku merasa ada yang kurang saat tidur ternyata dirimu tidak ada di sampingku..."
" ayo kembali..."
Julius mengajak Aina kembali masuk.
" apa kau sedang dalam suasana hati buruk karena ku tinggal tidur lebih dulu??"
Julius membelai rambut Aina dan menyisipkan kebelakang telinga.
" aku masih bisa menunggu sayang...."
" apa kau lupa tadi, ibu-ibu sudah mengincarmu untuk keponakannya!!"
" tapi kan hanya bercanda dia itu..."
" bercanda dan serius ya sama aja...kenapa memangnya??? aku tetap tidak terima..."
" betapa pencemburunya kekasihku ini, padahal kau juga banyak dikerumuni wanita-wanita hebat, dan lagi beberapa waktu terakhir ini kau sangat peduli dengan Yuna... aku juga merasa sesak dihati tapi aku menahannya loe ...biasanya wanita itu tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya, dia bisa memendam perasaan sukanya bertahun tahun tapi tidak dengan rasa cemburunya...apa kau pernah bertanya padaku keberatan atau tidak??, cemburu atau tidak??"
" oh Ai....aku tidak ada apa-apa dengan Yuna, lagian mau berubah dia seperti bidadari, itu juga tidak membuatku silau, aku hanya menepati janjiku, tapi memang jujur aku sedikit ada rasa iba padanya, jika aku melihat dia itu aku teringat dirimu yang sama bodoh dan lolanya ...makanya aku bersyukur kau tidak sebodoh dia Aina...kau masih tertolong!"
si pria yang tidak bisa memfilter mulutnya.
" kau bilang aku bodoh lola??" marah.
" aduh mulutku...maaf maaf bukan begitu, aduh ...maafkan aku Ai...."
" menyebalkan aku marah padamu... sudahlah kau tidur di luar!"
__ADS_1
Aina mendorong Julius keluar kamar dan mengunci pintu.
" Aiii buka Aiiiii...."
tapi tidak ada respon dari Aina sama sekali, dan terpaksalah Julius tidur dengan nyamuk di luar .
" Sial, sial, aku harus bisa mengendalikan mulutku ini, ini mulut tidak berperasaan ini pak tua itu yang turunkan, aku sungguh sial karena sangat mirip dengan pak tua, bagaimana bisa dia mendominasi gen dari mommy, sehingga aku sangat mirip dengannya...!"
sangat kesal dan tidak terima, padahal di luar sana semua orang berandai-andai jika mereka adalah salah satu keturunan dari Jonathan Pratama yang begitu perkasa...yang satu ini memang agak lain.
keesokan paginya,
Aina masih sangat kesal dengan Julius tapi dia harus bersiap-siap untuk menunggu di tempat yang di sepakati kemarin oleh, Asep atau Septa Negara.
mereka sudah menanti sesuai jam yang disepakati, rupanya asep tak datang .
" Ai masuk dan pulang, rupanya kita tidak berjodoh dengan Asep..."
" tunggu sebentar lagi..."
" tidak, aku tidak bisa toleransi masuk dan kita pulang..." dengan sedikit tak rela Aina segera masuk ke mobil.
" berarti belum berjodoh dengan Asep...Ai... yang mau mengangkat kan aku kenapa kamu sedih???"
" hanya menyayangkan..."
" sudah tidak masalah...masih banyak Asep yang lain...tenanglah ..."
mereka melaju segera meninggalkan desa itu,
namun saat melihat ke spion mobilnya dia melihat Asep mengejarnya dengan sepeda bututnya.
" Asep...??" Julius segera menghentikan mobilnya.
dan turun dari mobil...
" Tuan....tuannn...tuannn...syuuuukkkkur...."
Brokkkkkkkkk.
Asep terjatuh dari sepeda, terlihat wajah Asep babak belur entah dari mana dia mendapatkannya,tapi luka itu masih terlihat baru.
__ADS_1