GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
280. Kompensasi seumur Hidup


__ADS_3

" ampunnn om...." Sansan masih mengigau.


" Maafkan aku sayang...!"


Sansan pun tersadar mendengar suara Kenzo yang berat, betapa terkejutnya Sansan melihat Kenzo menangis memeluknya.


" Ommmm....!"


" Yaaa...." Jawab Kenzo lirih.


" Om kenapa menangis??"


" Sansan, maafkan aku, jika kau trauma, maka aku tidak akan menyentuhmu seumur hidupku!"


mendengar pernyataan yang cukup membagongkan untuk Sansan yang baru sadar yang keluar dari bibir Kenzo .


" Om, kau selingkuh??"


" Tidak mungkin, jika aku selingkuh, sudah pasti kau selingkuhanku!"


" Ih mana mungkin aku jadi selingkuhan"


" Dulu kau malah mau jadi simpananku!"


" Ih menyebalkan!"


" Sayang apa masih sakit??"


" apanya yang sakit??" Sansan balik bertanya karena Sansan sudah meminum obat pereda nyeri maka dia tidak begitu merasakan sakitnya.


Sansan beranjak dan membuka selimutnya


betapa terkejutnya Sansan melihat noda darah di sprei yang sudah mengering.


" Aggggggggggggg, om...." Sansan menutupi kembali dengan selimut.


" Om, keluar aku akan mengganti sprei, ini tanggal berapa sih??"


" Tanggal 7...!"


" Eh, kenapa maju ??" Sansan kebingungan mengingat datang bulannya itu di akhir bulan.


Kenzo mendudukkan Sansan kembali agar tenang.


" Sayang ini bukan darah menstruasimu!"


" Ha??, lalu darah siapa??, apa om terluka??"


Kenzo menggeleng,


" Ini darah ,....!"


" Darah apa om???"


" Maafkan aku....ini darah ...!" Kenzo tak tega mengingatkan Sansan akan malam panas yang membuat Sansan jatuh sakit itu, Kenzo memeluk erat Sansan.


" Apa sih om, aneh!"


" Jika nanti kau sudah ingat, kau boleh meminta kompensasi apapun padaku..."


" Om, kau mau pergi meninggalkan ku??"


" Tidak kita akan segera menikah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, aku janji...."


" Lalu ??"


" Ehmmm, ini darah perawanmu, ....!"

__ADS_1


" apa??" Sansan mencoba mengingat kembali Sebenarnya apa yang terjadi.


setelah ingatannya kembali, wajah Sansan memerah begitu jelas.


" Sayang, kau demam lagi??, wajahmu sangat merah!"


" om, keluar om ..."


" Tolong jangan marah sayang, tolong....!"


" Om, keluar!" tegas. Sansan


" Tidak mau, ....aku akan tetap di sini....!"


**apa - apaan ini, apa Om Kenzo sedang meledekku??, aku ingat saat om Kenzo mengusir ku aku malah kembali dan melepas pakainku.


dalam hati Sansan menahan malu**.


" Om, tidak lucu...jangan menertawaiku!"


Kenzo meraih tubuh Sansan memeluknya dengan sangat erat,


" Kita akan menikah, itu hal wajar ...kau nanti juga akan melakukannya , tidak masalah kan aku mengambilnya sekarang??, kau pikir kau saja yang kehilangan perawanmu, aku juga masih perjaka...!"


" Om, kau kira Sansan mudah percaya??"


" Serius Demi Tuhan!"


" His...."


" Apa kau marah karena tidak mengingat rasanya, kita bisa coba lagi, jujur saja aku jadi kecanduan!"


" Om, aku mengingatnya dengan jelas aku memohon. ampun padamu tapi, om sangat kejam tidak mendengar ku!"


" Lain kali aku janji dengan lembut sayang!"


" Mana yang sakit aku akan pijit, Sayang apa kau ingin belanja, atau membeli sesuatu??, aku akan transfer 2 Digit ya!"


merayu Sansan dengan cara ampuh.


" Kuranglah, harga keperawanan ku itu seumur hidup om...!"


" Deal...aku akan membayar seumur hidupku!"


"Jangan menangis jika om melarat!"


" Jika itu terjadi aku akan menjadi gigolomu!"


" Om di mana harga dirimu??, kau kenapa menjadi tidak masuk akal setelah mengambil kesucian seorang gadi lugu, lucu san menggemaskan seperti aku??"


" Hahahahahaha, iya kau yang paling lugu!" Mereka tertawa bersama, Kenzo menangkap tubuh Sansan untuk bersandar pada tubuhnya.


" Aku sangat minta maaf, maaf karena membentakmu, dan maaf karena sudah mengambil nya di muka!"


" Ehm, jika om tidak melampiaskannya, Sansan akan bersalah, jika sampai om mengalami kelumpuhan saraf, bagaimana bisa, aku memiliki suami lumpuh, ya kalau yang lumpuh bagian kaki aku terima, kalau otak bagaimana?, om bisa lupa jika punya wanita secantik aku ini!"


" Terimakasih sayang, aku mencintaimu! mana mungkin aku lupa dengan wanitaku!"


Setelah mendapatkan kesucian Sansan Kenzo semakin terpikat dan tak sabar ingin segera melangsungkan pernikahan.


" Apa yang om lihat, jika Sansan hamil bagaimana?? Sansan tidak yakin bisa menjadi ibu yang baik!"


" itu aku sudah menantikan seumur hidupku, tadinya aku ingin mengejar cinta ibumu dan menjadikanmu anak yang paling aku cintai dan ku manjakan, tapi.... malah kau yang akan memberikanku seorang anak , padahal bayimu aku yang mengurus,sekarang malah mau menjadi istriku!"


Kenzo menggeleng kepala, seakan itu konyol namun begitulah takdir.


" Kau ingin tahu, saat kau masih bayi aku slalu menciumi tubuh mungilmu karena wanginya candu dan menggemaskan!, seperti ini" Kenzo mempraktekkan pada tubuh Sansan .

__ADS_1


" Ih om geli..."


" Sampai detik ini, wangi tubuhmu sangat membuatku candu..."


" Om cukup hahahah, geli..."


" Hemmm bayiku sudah besar dan akan memberiku bayi, ahahah aku sudah gila..."


" mana ada aku bukan bayi, aku sudah dewasa!"


" Iya deh... yang sudah besar, dan ternyata bercinta itu sangat nikmat!" Kenzo menggoda Sansan.


" Om yang nikmat, Sansan yang menderita!"


" Kau harus tahu, sakitnya hanya sekali setelah itu nikmat, mau coba lagi??"


" Tidak, ...!"


" Hemmmm, padahal aku ingin mengulanginya lagi" memeluk erat tubuh Sansan.


" jangan memaksa om, nanti aku lapor kak Seto loe!"


" Ya, lapor saja, rasanya kak seto sedang sibuk mengurusi anak Jendral yang terjerat kasus!"


" Ngapain juga mengurusi anak Jendral yang psikopat itu, kenapa dia tidak mengurusiku yang sejak kecil terlunta-lunta!"


" Jika kau di urus kak Seto, beda lagi cerita kita sayang...!"


" Benar juga, lupakan Kak seto itu.... om, ingin anak laki-laki apa perempuan dari Sansan??"


" keduanya boleh sayang, asal itu darimu!"


" Jika laki-laki akan kau namai siapa, dan jika itu perempuan siapa?"


Kenzo terdiam untuk berpikir, nama apa yang cocok untuk anak laki-laki dan perempuannya.


" jika dia laki-laki aku akan memberi nama Tamotsu Yoshida, yang artinya Pelindung, biar dia bisa melindunginya ibunya, jika perempuan Beri nama Nikita Yoshida artinya pemberani"


" Bagus, ...aku akan mengingatnya!, tapi Kenapa kejepang-jepangan sih??"


" Ayahnya kan berdarah Jepang, aku ingin marga keluargaku hidup kembali sayang..."


"Baik om...!"


" Anak pintar, sekarang apa yang ingin kau lakukan??"


" Aku rindu anak-anak om...bawa mereka ke sini!"


" Lalu paman dan bibi sendirian???"


" Benar juga, kalau begitu biarkan mereka di sana dulu...!"


" Ehm... sebaiknya di sana karena aman...!"


" Benar, kasihan sekali jika anak-anak terlibat!"


" Oh ya, aku lupa ...kemarin kak Nathan menyampaikan salam dari Yuzan dan juga Ami untukmu!"


" Oh ya, aku lupa...aku harusnya mengunjungi mereka, om ...antar aku malam ini ke sana ya??"


" Oke sayangku... siap-siaplah aku juga akan bersiap!"


Sansan segera bangkit, sekarang dia merasakan sedikit ngilu di bawah Sana namun Sansan masih bisa menahannya.


Sansan segera mandi dan berpakaian rapi,


sementara Kenzo sudah siap,

__ADS_1


mereka segera menuju kediaman Pratama.


__ADS_2