GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
168. Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Pagi hari pukul 6 pagi,


" Aina Kenapa buru-buru?, bekalmu belum aku siapkan!" ujar Cindy pada Aina.


" Ya kak!" tetap berlari keluar


" Ada apa dia, masih pakai baju tidur juga buru-buru sekali" gumam Cindy keheranan.


Aina berlari cukup kencang, ke halaman belakang setelah mendapat pesan dari Iyus Bahwa dirinya akan berangkat .


" Iyus...kenapa berangkat sekarang??"


" Aina, kau sudah bangun ternyata!"


"kenapa sangat pagi?, Fahad masih tidur loe...!"


" Aku berangkat duluan Aina, Fahad nanti siang baru berangkat!"


" kenapa begitu?"


" Ya karena Fahad gelombang 2!"


" oh...begitu!"


" Aina mendekat padaku...!"


Aina pun berjalan 5 langkah mendekat pada Iyus, Iyus segera memeluk Aina.


" Hei...kau Kenapa??"


" Aku akan pergi lama, jangan nakal ya Aina...!"


" Kau tahu aku ini anak baik,malah dari kecil...!"


" Aku percaya Aina memang anak yang baik!"


" Harus dong...tapi Kenapa kau tidak sambil tetap bekerja di sini??"


" Tidak aku ambil Cuti untuk pendidikan lanjut, jika tidak aku tidak akan menjadi pria yang hebat untukmu!"


" hmmmm, bagaimana jika Iyus yang melupakan Aina?"


" heheh gadis bodoh, mana bisa...aku akan tetap mengingatmu...!"


" Apa kita tidak bisa berhubungan sama sekali selama 2tahun??"


" 6 bulan sekali jika kau mau kau bisa datang melihatku!"


" sungguh??"


" Ya, ...tentu saja...!"


Aina memeluk balik Iyus dengan erat.


" Iyus...kau harus menepati janji, kalau tidak kau akan tersambar petir!"


" Sudah tahu menagih janji rupanya??"


" ya kenapa??"


" Kau mau mengantar ku ke bandara??"


" tapi aku tidak bisa mengendarai atau menyetir!"


" Abangku yang akan antar ayok!"


" Hmmmm...!" Aina pun mengikuti Iyus menuju kediaman Utara


ternyata semua sedang menunggu Iyus di depan rumah.


" Oh Aina mau ikut mengantar?? " Tanya Savina lembut.


" Tidak usah di antar anak tidak patuh ini!" tegas Nathan.


" Heheh, jangan hiraukan pamanmu ya!"


" Kenapa kau mengajari hal tidak baik??"


" heheh sayang ayo masuk aku buatkan, susu hangat, ayo!" sambil mencubit kecil lengan Nathan.

__ADS_1


" Aghhh...tidak sakit!'


" Tidak sakit kenapa menjerit, ayo masuk!"


Savina mendorong Nathan masuk ke dalam.


" heheh Aina aku ada janji dengan client , tolong antar kembaran ku ya, dah Iyus!" Julia pun segera pergi menggunakan motor maticnya.


" Aina ayo cepat masuk!" ujar putra membukakan pintu untuk Aina dan sementara Suhail duduk di kemudi.


setelah mereka masuk berangkat lah mereka menuju bandara.


mereka bertiga pun masuk mengantar Iyus...


" Gunakan waktu belajar sebaik mungkin, jadilah orang hebat untuk dirimu sendiri!"ujar Putra


" Tenang saja uang jajan tetap akan masuk!" sambung Suhail dengan ekspresi datarnya.


" Terimakasih abang...!" Iyus memeluk Suhail dengan manja.


" Sudah lepaskan!" Suhail mendorong Iyus menjauh dan mengusap kepalanya.


" Aina kami tunggu di parkiran depan ya!" Putra menarik Suhail pergi lebih dulu.


" loh...?" Aina bingung kok tidak di ajak sekalian.


Iyus langsung memeluk Aina dengan wajah polosnya.


" Aina...aku akan merindukanmu!"


" Aku juga Iyus... semoga selamat sampai tujuan...!"


" Terimakasih sayang...!"


"Apa???" wajah Aina langsung memerah.


" Tunggu aku ya, jangan nakal!" Iyus mengecup kening Aina ,lalu pipi kanan kiri, dan terakhir mengecup bibir Aina dan langsung pergi masuk , Iyus juga malu-malu rupanya.


" Ah...dasar cabul dia pergi begitu saja!" Gumam Aina yang tersipu malu segera berlari menuju parkiran.


Brokkkkkkk...


" Kenapa lari-lari??, loh Aina??"


" Hana...apa yang kau lakukan di sini??"


" Aku dengar Iyus mau berangkat aku ke kediaman kalian katanya sudah di bandara, apa aku terlambat??"


" Ya Iyus sudah masuk!"


" Oh sayang sekali...!"


" Kenapa kau repot-repot?"


" Ya Aina aku ingin meminta maaf pada Iyus, aku salah sudah meremehkannya selama ini, aku ingin memberinya kesempatan lagi!"


" Apa??" Aina Terkejut.


" ya, Aina...lagian aku sudah ditolak oleh Suhail, dan Iyus adalah orang yang benar-benar menyukaiku!"


" kau... sungguh sudah menyukai Iyus??"


" aku akan berusaha menerimanya!"


" Cukup Yohana, kau juga akan ditolak Iyus!" sahut Suhail yang berada dibelakangnya bersama Putra .


" Abang?"


" Aina kenapa lama sekali?"


" Maaf abang....!"


" Kenapa meladeni wanita ini?" Sahut Putra kesal


" Yohana ingin meminta maaf pada Iyus!"


" Yohana perlu kau tahu, anak itu sungguh keras hati dan isi kepalanya keras seperti batu, kau tidak akan bisa mendapatkan kesempatan kedua!" tegas Putra


" tapi aku sungguh...!"

__ADS_1


" Sayang sekali kau menyia-nyiakan Perasaannya yang tulus padamu, dia akan cemerlang di masa depan, karena kau sudah menolaknya mentah-mentah saat itu, maka di masa depan kau sudah bukan seleranya lagi!"


" Siapa tahu, aku tidak akan menyerah padanya!" sahut Yohana percaya diri.


Aku tahu Iyus pasti masih menyukaiku,


dalam hati Yohana.


" hahahaa... wanita tidak tahu malu!, Aina jangan salah berteman ayo pulang!" ujar Putra.


" Siapa yang tidak tahu malu??"


" Bercerminlah!" tegas Suhail.


" yohana, aku harus segera pulang...!" Aina segera menarik kedua abangnya itu.


" Aina jangan membuka hubunganmu dengan Iyus, dia sangat jahat sekali, orang yang aku suka saja di usiknya!" Ujar Suhail


" Iya abang tenang saja...!"


" Jangan sedih dan berpikir aneh - aneh ini demi kebaikanmu ya!"


"Benar, kami slalu menyuport hubungan kalian!"


" Tapi, Aina juga tidak tahu dengan Iyus di masa depan, apakah masih sama atau dia masih menyukai Yohana!"


" Hmm...jika dia menyakitimu kami akan menghajarnya untukmu Aina,tenang saja!"


ujar Putra menenangkan Hati Aina.


" Ya, meskipun aku kami kakaknya jika dia tidak baik, maka kami akan menghukumnya!"


" Terimakasih abang - abang ...!" Aina tersenyum namun hatinya sedikit khawatir, bagaimana jika nanti Iyus tergoyahkan oleh usaha Yohana.


" Aina mau pulang dulu kan??" tanya Suhail.


" Ya abang, lihatlah pakaian Aina, Aina pun belum mandi!"


" Okey, kita pulang...!"


mereka pun segera menuju kediaman Pratama.


...----------------...


Negara F.


" Ibu, kenapa Cemberut??" Tanya salah satu anak angkatnya yang berumur 9 tahun yang bernama Jesiie


" Ibu merindukan seseorang, kenapa sampai saat ini dia belum datang menjemput Ibu,apa dia memang tidak menyukai ibu??"


" Ibu sebaiknya jangan mengungkit orang diluar Istana dulu, takutnya Raja akan dengar dan Raja akan menggila!" Ujar Geo anak yang paling dewasa ,satu tahun lebih tua dari Jesii


" Benar, kalian sungguh anak - anak hebat, kaliam bertuju harus ikut kemana pun Ibu pergi ya!"


" Ya Ibu...kami tidak akan membiarkan ibu meninggalkan kami di sini, jika bukan karena Ibu kami tidak akan mendapatkan belas kasih Raja!"


" Jangan berkata seperti terus, ini adalah takdir kita, ibu akan berusaha menyembukan mata Lily, agar dia bisa melihat lagi!"


" Aku yakin ibu pasti bisa...!"


" Terimakasih karena sudah menyemangati Ibu, kalian istirahatlah...besok bantu ibu mengobati beberapa prajurit raja yang terluka karena latihan!"


" Baik Ibu, kami akan tidur dengan segera, ibu juga harus segera tidur Ibu !"


" Ya Ibu akan segera tidur....!"


anak - anak pun segera masuk ke ruangannya untuk beristirahat.


" Nona, anda juga harus tidur...agar anda tidak kelelahan!"


" Baiklah...aku akan tidur untuk besok!" Tasya segera menuju tempat tidurnya


" Ami, matikan Lampunya!"


" Baik Nona!"


lampu kamar Tasya pun padam,


Tasya segera tidur, karena dia sudah di ijinkan Raja untuk mengobati prajurit istana yang terluka, dan semua orang istana yang sakit pun di obati oleh Tasya.

__ADS_1


__ADS_2