GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
289. Sempurnanya Suami Orang


__ADS_3

Sebenarnya Diana agak gelisah akhir - akhir ini tapi, Diana tidak tahu apa yang membuat hatinya itu sangat gelisah.


setelah Sarapan Diana pun segera ke ruangan belajarnya, pukul jam 7 pagi Gurunya datang dan ujian pun segera di mulai.


Fahad duduk di depan pintu ruangan menunggu nonanya ujian.


Dan 1 jam pun berlalu begitu cepat, ujian hari pertama telah usai.


Diana keluar dari ruangan bersama gurunya,


dan mendapati Fahad tertidur pulas di kursi,


" Diana, saya pamit ya!"


" Baik guru terimakasih!"


Diana mengantar gurunya sampai ke depan pintu, setelah itu Diana menghampiri Fahad yang masih tertidur pulas.


Di pandanginya wajah tampan nan gagah di depannya cukup lama, sampai Fahad terbangun karena merasa ada sesuatu yang mengawasinya.


" oh Astaga nona maaf aku ketiduran!"


segera berdiri namun Fahad tidak menguasai keseimbangan tubuhnya


Bruuuuuk...


Fahad terhuyung jatuh ke arah Diana, karena tubuh Fahad cukup berat, membuatnya jatuh tertimpa Fahad.


mereka berdua saling menatap karena terkejut,


" aghhh Fahad kau berat!"


Fahad pun bergegas berdiri dan membantu Diana untuk bangkit,


" Maafkan saya nona!" merasa bersalah.


" Fahad apa kau sakit??"


" Tidak nona, maaf saya kurang tidur!"


" Kalau begitu tidurlah!"


" tidak, tidak nona, saya jadwalnya mengajari anda matematika!"


" Tapi kau sangat lelah ...!"


" Tidak ayo nona!"


Fahad masuk ke ruang belajar dan duduk lebih dulu, Diana pun duduk di samping mengambi beberapa buku dan di berikan pada Fahad.


" Nona, yang mana yang ingin nona tanyakan??"


" Yang ini aku masih belum paham!" sebenarnya Diana sudah menguasai rumus matematika namun memang dia ingin dekat dengan Fahad.


Fahad pun jelaskan dengan serius, Diana Fokus pada wajah tampan Fahad.


" Non, nona...!"


" Ah, yayaya paham!"


" oke kalau begitu saya beri soal, anda kerjakan ya nona!"


" iya !"


Diana pun mengerjakan soal dari Fahad, namun di tengah mengerjakan Fahad malah tertidur dan tak sengaja tersandar di pundak Diana.


Dia menoleh ke arah Fahad, betapa jantungnya berpacu sangat kencang seakan ingin melompat keluar.


Diana memandangi Ciptaan Tuhan yang paling Sexy menurutnya itu tanpa ada rasa bosan, ya dia hanya bisa bersanding tanpa bisa memiliki.


andai saja Diana memiliki hati yang jahat, sudah pasti akan merebut Fahad dari istrinya, namun Diana bukanlah wanita seperti itu, dia memendamnya cukup dalam, hanya dirinya saja yang tahu betapa hatinya itu sangat mencintai Fahad.

__ADS_1


Diana kembali fokus menyelesaikan soalnya dan sampai selesai.


Fahad tiba-tiba terbangun


" Ah nona maafkan saya, maafkan saya!, saya cuci muka dulu!" Fahad segera bangkit menuju wastafel.


" Fahad kau sangat ceroboh!" gumam Fahad kesal pada dirinya sendiri.


setelah mencuci muka, Fahad kembali ,


" Had, koreksi ya kalau masih ada yang salah, aku mau tidur siang, jangan menggangguku sebelum waktu makan malam!"


" nona tidak makan siang?"


" nanti saja sekalian makan malam!"


" Baik nona!" Fahad segera menuju kamarnya, dia cukup senang karena dia bisa tidur siang karena nonanya tidak membutuhkannya sampai makan malam.


padahal Diana sengaja seperti itu agar Fahad bisa istirahat.


" Beruntungnya istri Fahad, sungguh suami orang sangat sempurna!" gumam Diana lirih, Diana merasa konyol, kenapa cinta pertamanya malah jatuh pada suami orang.


...----------------...


Kediaman Sansan


Yuna semakin ada kemajuan, kakinya mulai bisa digerakan sedikit, tinggal satu kali terapi setelah itu harus rajin di latih untuk jalan.


setelah selesai menerapi,


mereka pun duduk bersama di ruang tamu.


" Bawa ke rumah sakit om kris saja untuk melatih berjalannya!" ujar Kenzo


" benar di sana ada alat terapi lengkap, jika dia berusaha keras waktu 2 bulan pasti sudah bisa berdiri tegak dan berjalan, tetap minum ini sampai 3 bulan ke depan!"


tambah Sansan.


" ehmmmm...ya terimakasih sayang, Sansan , Dai terimakasih!"


Sansan dan Dai hanya mengangguk,


" Sayang, kau bisa pulang dulu dengan tuan Robert, maaf ya aku setelah ini ada pekerjaan, aku ingin membelikanmu sesuatu!"


" ehmmm baiklah apa kau tidak mau pulang untuk malam ini??"


tanya Yuna dengan wajah sedihnya.


Sansan sungguh ingin muntah melihat wajah kunti dan kunto itu.


" Yuna, Tuan Fahad bekerja keras untukmu, tolong jangan membuatnya merasa bersalah!" sahut si kunto.


" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya!, semuanya terimakasih aku pamit!"


Kunto dan kunti pun segera pergi meninggalkan kediaman Sansan.


" kau bekerja membantu Cindy??" tanya Kenzo.


" Ya om, ...!"


" Tuan, anda sudah menikah rupanya!" ujar Noah yang berdiri di samping Sansan!"


" Ya noah, kau sangat sibuk bermisi jadi tidak tahu jika aku sudah tidak lajang lagi!"


" Selamat ya Tuan!"


" ehmm, kau sekarang di sini??"


" Ya benar , aku akan menjaga nona Sansan mulai sekarang!"


" Hahahaha kalian dulu paling akur tidak pernah berkelahi!"

__ADS_1


" Hahah iya mana saya berani melawan nona!" ujar Noah.


" Had, apa kau ingin bicara sesuatu??" tanya Kenzo


" Om, bantu Fahad mencari rumah seperti ini!"


" Ha??"


Kenzo terkejut


" Om, aku akan mengajukan pinjaman. di bank, hutang Fahad pada bos Fahad sudah lunas, Yuna ingin rumah seperti kediaman Pratama!"


" Had, kamu yakin??"


" Ya!"


" memang mau ambil yang harga berapa??"


" 2/3 M saja om...kalau Fahad mau ambil jangka 2 tahun!"


" Had, keluarga Pratama tidak pernah mengajukan pinjaman ke bank loe!, baru kamu...!"


pungkas Kenzo.


Fahad menunduk malu,tapi dia sangat ingin wujudkan keinginan Yuna.


" Om akan carikan rumahnya, biar Om yang pinjamkan uangnya Fahad bisa membayar sesuai kemampuan Fahad!"


" Tapi om,...!"


" Itu hal kecil untuk om, jangan malukan nama Pratama untuk pinjaman bank, selama ini keluargamu menolak tawaran bank meminjami uang, dan kamu memakai nama Pratama untuk mencicil rumah itu sangat menodai citra keluargamu!"


Fahad tak berani mengangkat wajahnya, itu benar sangat memalukan, dia hampir melupakan hal itu.


" Om tidak merendahkan Fahad, om Tahu Fahad hebat, selama om ada mintalah bantuan pada ommu ini Fahad!"


" Ya benar di sini juga ada tantemu, kenapa kau malah mau lari ke bank, yang bisa kapan saja mencekikmu!" pungkas Sansan


" Tante??" Semua serempak menoleh ke arah Sansan.


"loe ,pada kenapa sih??" ujar Sansan bingung karena semua mata meminta penjelasan padanya.


" Tante siapa yang kamu maksud??" ujar Fahad.


" Ya akulah, kalau kamu panggil calon suamiku om, berarti kamu panggil aku tante lah!"


" pfffffffffffttttttttt,.....!" Kenzo tak bisa menahan tawanya, begitu juga dengan Noah dan Dai.


" aku lebih tua darimu loe!" protes Fahad.


" bodo amat, mulai sekarang kau harus menghormati tantemu ini, tante Sansan!" dengan penuh kebanggaan.


" sudahlah, kalian ini suka sekali ribut masalah tidaj penting, oh ya Fahad, aku akan membelikan rumah seperti yang kau minta, nanti aku akan mendesainnya sesuai selera istrimu, tapi ada syaratnya!"


" Apa om??"


" Sertifikat itu sementara atas namaku dulu, bukannya om tidak percaya padamu, itu biar kamu tidak sungkan pada om!"


" tak masalah om, nanti setelah lunas baru di balik atas nama Yuna ya om!"


" Oh itu beres!"


" kenapa tidak atas namamu??" pungkas Sansan


" aku membelikan untuk Yuna San, kau juga di belikan rumah ini oleh om kenzo kan?, kenapa aku tidak boleh membelikan istriku juga!"


" Sudah, sudah, nanti jika om dapat rumahnya om kabari Fahad!"


" Ya om, Fahad sangat berterimakasih!, kalau begitu Fahad pulang dulu ya!"


" Ya hati-hati Had!"

__ADS_1


Fahad pun segera kembali ke Mansion Alexcey dengan hati yang sangat senang karena Tuhan memudahkan jalannya untuk membahagiakan Istrinya.


__ADS_2