GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
172. Bertugas


__ADS_3

Vevey pun segera mengurus prosedur perawatan Yuna.


" Huhuhu... terima kasih nyonya, tuan dan nona Aina....huhuhu !" Ibu Yuna menangis terisak-isak.


" Ibu, tenang saja karena Yuna adalah karyawan terbaik kami, jadi semua akan ditanggung perusahaan kami!"


" Huhuhu, biar Tuhan yang membalas kebaikan Tuan dan Nyonya!"


" Bibi jangan menangis lagi, bibi harus kuat ya bibi!" Aina mencoba menghibur Ibu Yuna.


" Baik nona, baik....!" Ibu Aina pun sedikit tenang .


mereka berempat menunggu keputusan dokter untuk menangani Yuna.


Aina pun juga merasa sangat khawatir dengan keadaan Yuna... karena dokter belum juga memberi keputusan untuk penanganan terbaik Yuna, Aina mondar mandir di depan ruangan berharap cemas .


Brukkkk...


" Awwww....!"


" Maaf nona, maaf...saya buru - buru...!"


" Oh Tuan Nam Hubert??"


" Eh nona Aina!, apa anda sedang menunggu pasien??"


" Ya tuan teman saya...!"


"Oh semoga lekas membaik nona, nona, maaf karena saya buru -buru tidak bisa berlama-lama!" ujar Nam Hubbert segera berlari menuju lorong ujung.


" Siapa Aina??, Mama baru tahu kau memiliki teman setampan itu!"


" Mama, itu orang.yang dihajar Iyus...!"


" Oh...!"


Vevey tersenyum dan mengangguk


Tak lama para dokter pun keluar dari ruangan.


" Bagaimana dokter??"


Tanya Vevey.


" Baik mari kita bicarakan di dalam!" ujar salah seorang dokter.


mereka berempat pun masuk ke dalam,


" Hem...kami bisa melakukan operasi, namun resiko besarnya dia akan lumpuh!"


" Huhuhu, dokter... bagaimana mungkin anakku lumpuh, biarkan aku saja yang lumpuh dokter!"


" Ibu tenanglah...!"


" iya bibi tenanglah!"


" Dokter, bisakah tidak sampai lumpuh??"


" Itu resiko yang masih bisa dikatakan yang terbaik untuk pasien!"


" Apa lumpuhnya permanen??"


" Itu....permanen nyonya...!"


" Huhuhuhu, anakku satu-satunya...huhuhu bagaimana bisa Tuhan sangat tidak adil, setelah mengambil suamiku, kau membuat anakku lumpuh....huhuhuh, bagaimana dia akan menikah nanti?? huhu dia masih sangat muda!"


" Ibu....tolong jangan seperti ini, anda ingi. anak anda selamat atau tidak??"


ujar Vevey.


' Ibu, yang terpenting nyawanya selamat dulu, untuk setelahnya kita akan bahas nanti!" Hiro mencoba membujuk Ibu Yuna.


Kasihan sekali Keluarga ini, hatiku ikut teriris melihatnya seperti ini, dan lagi ini juga berkaitan dengan Fahad.


dalam hati Vevey.


" Dokter selamatkan anak saya, tolong dokter!" Ibu Yuna merengek menarik-narik Jubah dokter di sampingnya.


" Baik, ibu tenangkan diri...jika sudah tenang baca semua prosedur ini setelah itu bisa tanda tangan di sini dan nama terang Anda!"


" Ibu, coba baca lebih dulu!"

__ADS_1


pinta Vevey lembut.


" Nyonya saya buta huruf, dan tidak bisa menulis!, Nyonya saya percaya pada anda tolong wakili saya untuk menyelamatkan anak saya nyonya!"


" Baik,...!"


Vevey mengambil lembaran kertas ditangan Ibu Yuna , Vevey membaca dengan sangat cermat, setelah selesai.


" Dokter...saya yang akan bertanggung jawab!" ujar Vevey segera menandatangani prosedur itu.


Yuna pun segera dijadwalkan untuk operasi.


Ibu Yuna masih terus menangis sesenggukan,


" Ibu, jangan khawatirkan untuk ke depannya, kami akan menanggung semua keperluan Ibu dan Yuna!"


" Huhuhu, nyonya jangan ...biarkan saya bekerja untuk anda dan mendapatkan upah sesuai kinerja saya, jangan memanjakan kami lebih lagi, kami hanya bisa membalas dengan doa saja!"


" hmmmm!" Vevey masih berpikir keras.


" Ya, bu... jika itu membuat anda nyaman, kami akan pikirkan pekerjaan untuk anda nanti, untuk saat ini kita fokus pada Yuna saja dulu!"


" Huhu, benar tuan. benar...!"


akhirnya Operasi itu pun segera dilakukan,


mereka berempat menunggu dengan hati yang penuh harap bahwa semuanya akan berjalan lancar.


setelah 2 jam berlalu operasi pun selesai dan semua berjalan sesuai harapan.


" Ibu, syukurlah semua baik - baik saja!"


" Iya nyonya....!"


" Ibu, kami akan meminta rumah sakit memberikan pelayanan terbaik untuk Yuna, akan ada orang yang menjaganya selama 24 bergantian, ibu bisa istirahat,jangan sampai sakit...!"


" Iya Nyonya Terimakasih atas kebaikan nyonya!"


" Ya...kalau begitu kami pamit dulu ibu...!"


" Ya nyonya terimakasih...!"


" Bibi, Aina juga pulang dulu besok pagi Aina datang lagi !"


Aina dan kedua orangtuanya pun segera kembali ke kediaman Pratama.


" Ma... bagaimana dengan Fahad??"


" Biarkan dia menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu, jika nanti dia kembali baru kita jelaskan padanya!"


" Fahad pasti akan menyalahkan dirinya!"


" Tak apa, kita yang akan merawat Yuna!"


" Ehmmm baiklah...ma aku istirahat dulu aku sangat lelah!"


" Ya, istirahat lah nak, kami juga mau istirahat!"


mereka pun segera mengistirahatkan diri.


...----------------...


Satu minggu berlalu...


" Kau sudah mau berangkat bertugas??"


" Ya, ...maafkan aku karena tidak bisa memberikan bukan madu yang indah untukmu!" mencium kening wanita yang bermanja di pangkuannya .


" Apa sangat lama??"


" 2 bulan saja, aku akan segera kembali sayang!"


" Bagaimana jika aku sangat rindu padamu??"


" Hehehe, simpan sampai aku kembali, itu sudah resiko menjadi istri seorang tentara, apa kau ingin aku mundur??, aku akan mundur!"


" Selain aku memiliki seorang kakak Tertua yang hebat ( Jhonatan) aku juga memiliki suami yang luar biasa!"


memeluk Chiko dengan bangga.


" hehehe jika begitu kau harus setia menunggu ku kembali...!"

__ADS_1


" Ehm....baiklah...aku berjanji!"


" oh istri yang baik, selama aku pergi jangan nakal ya...!"


" Hmmmm, cium aku dulu!" pinta Sashaya yang duduk menghadap Chiko.


Langsung Chiko mencium bibir Sasha penuh dengan kelembutan.


" Apa sudah cukup sayang?"


"Belum...!" Sasha mencium Chiko sampai dirasa dirinya puas.


" apakah sudah puas istriku??"


" Huhuhu, bisakah membawaku pergi??" merengek dengan manja.


" Heheh, tidak sayang...aku tidak sedang liburan,nanti kita bulan madu ya setelah pulang dari bertugas!"


" Ya....ya...!" mengangguk dengan terpaksa.


" Hemmm...aku juga enggan berpisah dengan mu...!"


memeluk erat tubuh istrinya.


Sasha merapikan seragam Chiko, lalu mencium punggung tangan Chiko


" Baiklah suamiku, aku berbesar hati membiarkan mu mengemban tugas beratmu, berjanjilah untuk tidak terluka, ingatlah aku dan putrimu selalu menunggumu di sini!"


" Terimakasih istriku, Doamu akan slalu memudahkan langkah suamimu ini ... baik-baik di rumah sayang aku pergi dulu...sampai jumpa!" Chiko mencium kening Sasha, dan segera pergi untuk mengemban tugasnya.


Sasha segera berlari masuk ke kamar dan menangis, sebenarnya hatinya sangat berat melepaskan suaminya namun mau bagaimana lagi itu sudah resikonya.


" Nyonya...!" Mbok Yem tahu jika nyonya nya itu pasti sedang bersedih.


" Mbok...!"


" Nyonya kenapa menangis??, hanya 2 bulan saja Nyonya, itu tidak lama, tuan juga sangat sambar menunggu nyonya selama ini hingga 8 tahunan!"


" huhuhu benar juga ya mbok...baiklah Sasha tidak menangis lagi...!" memgusap Air matanya.


" Nah gitu dong nyonya, banyak kegiatan yang bisa nyonya lakukan untuk menanti tuan kembali dari bertugas....!"


" benar...mbok... terimakasih...mbok!, oh Ya Sansan kenapa tidak kembali dengan Natalie?"


" Aku sudah meminta mereka akan pulang malam ini ...!"


"Ya, kan tidak enak dengan kak Vevey kalau anak-anak di sana terus mbok!"


" Iya nyonya, tenang saja...!"


...----------------...


Negara F


Tasya pun terbangun karena sinar matahari sudah mulai memasuki celah - celah kamarnya


" hmmmm...!"


" selamat pagi sayangku...!"


" Ah???, om mengagetkan saja, om enak sekali datang dan pergi sesuka hati!"


" kok marah, aku akan muncul saat keadaan aman, jika tidak maka selamanya kau tidak akan bisa keluar dari sini...!"


" Apa om tega membiarkan ku selamanya di sini??"


" Jika tega aku tidak di sini sekarang, muach, muach,muah,...aku pergi dulu!"


Kenzo pun segera menghilang.


" Nona...saatnya mandi...!'


" Aih, Ya Ami... di mana anak - anak?, kenapa mereka tidak terlihat?"


" mereka diijinkan Raja untuk belajar di pagi hari!"


" Oh lalu apa yang sedang dilakukan Raja??"


" sedang. ada pertemuan dengan para petinggi!"


"Ehmm...!"

__ADS_1


Pantas saja om sudah nongol pagi - pagi, om sangat tahu waktu untuk menyelinap, dalam hati Tasya.


__ADS_2