GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
249. Kompor


__ADS_3

Toko bunga Aina.


" Selamat siang nona Aina...!"


" Siaaa....aaaangg....oh tuah Hubert??"


" Lama tidak berjumpa nona Aina...!"


" Benar, bagaimana kabar anda dan ibu anda?"


" Saya baik, dan ibu juga mulai membaik...!"


" Oh saya turut senang, kalau begitu saya akan mengirim satu buket ini untuk ibu anda!"


" Nona, ....!"


" Ya??"


" Ehmm, bisakah anda menemui ibu saya, sebelum kami akan kembali ke kota...!"


" Oh tuan, kita sudah sepakat kan??"


"maafkan saya, tolonglah ini permintaan sebagai salam perpisahan...setelah saya kembali saya bisa membuat banyak alasan untuknya!"


" Tapi Tuan, ...!"


Hubert berlutut di depan Aina.


" Oh tuan, apa yang kau lakukan??, ku mohon jangan menyulitkanku....!"


" Tolong saya nona, sekali ini saja, saya janji ini yang terakhir...!"


bersi keras memohon pada Aina yang baik hati.


" Baik, tolong tepati janji anda, bahwa ini yang terakhir kalinya!"


" Tentu, tentu saja...!"


Haaaahhhh, ini sangat sulit untukku...


dalam hati Aina.


" Baiklah Tuan, ayo bertemu dengan ibu anda, waktu saya terbatas!"


" Ya, ya, ya...!"


Aina segera mengambil satu buket bunga yang sudah jadi, dan menitipkan tokonya pada karyawan.


Hubert sangat senang karena Aina sungguh sangat baik hati.


Hubert membukakan pintu mobil untuk Aina, Aina pun masuk ke dalam mobil Hubert.


Cekrekkkk...


" Oh Tuhan, kau membantuku dengan baik!"


Di sebrang sana ternyata Hana mengambil gambar Aina dan Hubert.


" Aina...dengan ini mari kita bertarung,...katamu kau dan Julius memiliki hubungan, mari kita lihat akhir dari hubunganmu !"


" Aku masih menyimpan nomer Iyus, aku akan mengirimi gambar ini pada Iyus....tidak ada yang bisa berebut barang denganku!"


Hana segera mengirim gambar itu ke nomer Iyus.


" Oh aku kira dia akan memblokir nomerku rupanya tidak, oh aku tahu jangan -jangan Iyus masih menyukaiku, ah itu sangat bagus...!"


" Done...aku akan mengawasi dan menunggu , untuk melihat pertunjukan bagus di sini!" Gumam Hana merasa sangat puas.


Memang kesalahanku dulu menolak Iyuz jika aku tahu dari awal dia adalah anak kandung Laksamana aku juga tidak akan berpikir , dan akan menerimanya.


dalam hati Yohana.


Pesan itu pun di terima oleh Julius


" Apa- apaan Hana ini???"


Iyus membuka pesan Yohana.


" ada apa iyus??" tanya Putra

__ADS_1


" What semvakkkk....bajiiingan ini masih tidak menyerah rupanya, aku harus segera ke sana, bagus Aina kau sungguh hebat!"


" Hei kau mau kemana??"


" Abang aku pergi dulu!"


ngeeeeeeeeeeengggggg


Julius yang emosinya masih sangat labil segera meluncur ke sana dengan kecepatan tinggi.


" Anak itu kenapa lagi??"


putra pun segera masuk ke dalam.


...----------------...


Sampailah Iyus di toko Aina.


" Iyus....!" panggil Hana dengan senyum centilnya.


" Apa maumu??" tegas Iyus yang wajahnya sudah sangat merah.


" Hei kau jangan marah, itu mungkin hanya teman dekat Aina...!"


mengompori bermotif menenangkan.


" Diam aku tidak butuh komentarmu!"


" Baiklah, aku datang ke sini untuk minta maaf pada Aina, aku malah melihat dia bersama dengan pria lain...!"


" Jangan bicara lagi atau kau tahu akibatnya!"


Iyus berjalan masuk ke dalam toko, dan Yohana mengekor.


" Baik aku diam...!"


" Apa yang kau lakukan di sini??"


" Aku aku ingin membeli bunga!"


" Carilah toko lain!"


Iyus menunggu Aina, di dalam toko dan Hana juga ikut menunggu kepulangan Aina, sambil terus meminta maaf pada Iyus untuk mencari kesempatan kedua.


...----------------...


" Selamat siang....!" Aina dengan ramah menyapa ibu Hubert.


" Oh gadis baik, akhirnya ibu melihatmu lagi....datang pada ibu nak, ibu ingin memelukmu!"


Aina pun melangkah dan memeluk ibu Hubert .


" Ibu, Aina meminta maaf karena baru bisa menemui ibu...!"


" Tak apa nak, Hubert sudah menjelaskan tentang kesibukanmu, ibu mengerti...!"


" Terimakasih ibu sudah mengerti!"


" Ya, tapi tenanglah... setelah nanti Hubert menikahimu maka kau tidak perlu capek-capek mencari uang lagi anakku...!"


Aina terkejut dan melihat ke arah Hubert,


" Ibu tenanglah itu nanti kita bicarakan setelah ibu membaik!"


" Ibu sudah sangat baik... ibu ingin cepat kalian menikah!"


" Ibu, ayolah...Aina masih sangat muda!"


" Justru itu, kau harus segera memperistrinya, kasihan dia bekerja begitu keras, kau harus menghidupinya dengan baik!"


Ibu, bahkan harta yang aku punya bukan apa-apa untuk keluarga Aina


dalam hati Hubert.


" Ya ya ya ibu kau benar, nanti kita bahas di lain waktu ... karena jam istirahat Aina sangat sebentar...!"


" Ehmmm kenapa cepat sekali, ibu baru melihatnya!"


" Ibu, tolong mengerti!"

__ADS_1


" Ya sudah yang penting ibu sudah melihat menantu ibu jika dia baik-baik saja...!"


" Ibu maafkan Aina karena tidak bisa berlama-lama!"


" Tidak apa-apa, jaga keshatanmu anakku!"


Aina pun memberikan pelukan perpisahan pada ibu Hubert dan berpamitan kembali.


" Hufffft....!" Aina melepas nafas lega keluar dari ruangan .


mereka berjalan keluar rumah sakit,


" Tuan, cepatlah mencari seorang pendamping untuk ibumu...!" ujar Aina lirih.


" Ya, saya juga sedang berusaha nona...!"


" Tuan, aku merasa sangat prihatin atas beban anda...!"


" Tak apa, besok kami akan kembali ke kota kami, bisakah nona meluangkan sedikit waktu untuk makan bersama??"


" Tidak tuan, saya sudah membawa bekal...!"


" Kalau begitu tolong ijinkan saya membelikan sesuatu untuk salam perpisahan!"


" Oh itu tidak perlu tuan...santai saja!"


" Tolong jangan menolak sekali ini nona...!"


" Baiklah, dan tolong segera antar saya kbali ke toko...!"


" Baik...!" Hubert pun mampir di sebuah toko


" Nona ikut apa menunggu di sini??"


" Di sini saja...!"


" Oke...!" Hubert pun segera turun dan masuk ke dalam toko.


tak lama Hubert pun keluar dengan pack bag ditanganya.


" Nona ini untukmu, tolong terima!"


" Ya tuan terimakasih!"


" Bukan apa-apa dibandingkan dengan pertolongan anda!"


Mereka pun segera menuju ke toko bunga Aina.


Sementara itu Hana masih banyak bicara pada Iyus yang sudah mendidih karena Aina tak kunjung Kembali.


" Iyus, kau tidak benar - benar berkencan dengan Aina kan??"


"Hana aku sudah bersabar mendengarkan ocehanmu, sekarang kau memberikan pertanyaan konyol apa lagi??"


" Itu terasa sangat janggal bagaimana bisa kau berhubungan dengan saudaramu??"


" Berhentilah mencaritahu apapun yang terjadi dalam keluarga ku!"


" Tapi Iyus...aku menyukaimu...kenapa kau tidak memberiku kesempatan ke 2?, aku berjanji anak menjadi wanitamu yang penurut!"


Iyus masih menahan sabarnya, saat ini dia hanya ingin menghajar Hubert habis - habisan, sebenarnya dia sekalian ingin melempar Hana ke jalan raya namun, itu bukan citra seorang laki-laki yang benar berurusan dengan seorang wanita.


" Iyus...!" Hana memegang lengan Iyus.


" Dengarkan aku baik-baik Hana...benar aku memang pernah mengagumimu, pernah berjuang untukmu, tapi maaf... aku adalah pria sejati, aku tidak akan menarik kata-kata padamu, ...!"


" Kata-kata apa??"


" Bahwa aku tidak akan mengejarmu lagi !"


" Ayolah, itu pasti karena kau sangat kecewa padaku, aku sekarang sudah menyadarinya bahwa kau adalah yang aku inginkan!"


" Maaf aku terlanjur jijik padamu!"


Terlihat mobil Hubert berhenti di depan toko Aina, Hubert pun segera turun dan membukakan pintu mobilnya.


" Lihat, sepertinya Aina sangat di ratukan oleh pria itu!" ujar Hana.


Iyus segera berjalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2