GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
390. Mengejar


__ADS_3

" Ma...mama kapan datang ma??"


" oiii Putra mama sudah pulang??"


" Iya ma, kangen anak-anak jadi cepat pulang Fahad..."


" Aduh, sekarang udah jadi bos besar ya ?"


" Ma, jangan mengolokku, bukan apa-apa Fahad tanpa mama, dan papah..."


" hahaha...Fahad, mama sangat menyukai Anna..."


" Istriku yang ini tidak mengecewakan mama kan??"


" Ya, kali ini mama setuju dan bangga padamu, meskipun kau ini salah jalan, tapi tak masalah jika kau mau memperbaikinya, dia sudah menderita Had, mengandung dan melahirkan anakmu sendirian, jangan sampai kau menyakitinya..."


" Ya ma, aku tidak akan menyakiti Anna, aku bersumpah "


" Bagus boy...cepat mandi dan bermain dengan putra - putrimu..."


" oh ya ma...nanti Fahad datang lagi pada mama, Cucu-cucu mama lucu bukan??"


" Ya, sangat lucu sayang...rasanya mama ingin mengantongi mereka ke dalam saku...."


" janganlah ma..."


" hahahaha, cepat bersihkan dirimu...nanti mama ingin berbicara hal penting dengan kalian..."


" oh baik ma..."


Fahad pun segera ke kamarnya untuk membersihkan diri, lalu bermain dengan anaknya sebentar.


Tak lama , Tasya memanggil Fahad untuk ke ruang tamu.


ternyata sudah pada berkumpul bersama mamahnya, Chiko, Julia, Kenzo dan juga Tasya dan istrinya.


"aku akan membahas tentang Sasha di sini.."


" Sasha??" ujar Chiko terkejut


" Ada apa dengan bunda bibi??" tanya Tasya.


" tadi saat aku berbincang dengan Sasha, dia terlihat sangat murung, saat aku tanya, beberapa terakhir ini dia mulai mengingat beberapa kembali kenangan masalalunya, namun masih tidak jelas, dia mulai merasa ada hal yang penting dan hilang dari dirinya..."


mendengar hal itu Chiko mulai merasa khawatir...


" Chiko, Tasya...mungkin cepat atau lambat, Sasha akan mengingat kembali semuanya, kita harus siap menghadapinya, dan tahu konsekuensinya, kita pasti berharap Sasha dengan mudah menerima semuanya tapi, itu adalah kemungkinan kecil, mengingat karakter Sasha sangat keras kepala..."

__ADS_1


" Jika dia tidak mau menerimaku, aku tak masalah aku akan minta maaf dan pergi, lalu bagaimana jika dia tidak menerima Callister??, aku harus bagaimana kak??" ujar Chiko yang terlihat sangat sedih.


" Ayah ..kau tidak bisa menyerah, bagaimana bisa kau menyerah begitu saja, mungkin bunda mengingat semua kembali,tapi masalalu tidak bisa kembali, dan Ayah memperlakukan bunda ku dengan sangat baik, mungkin bunda juga sudah mencintai Ayah Chiko di dalam hatinya, apalagi sudah ada Callister...tapi mungkin butuh waktu untuk bunda menerima semuanya, jangan menyerah ayah, Tasya akan membantumu dan Callister, Tasya tidak akan membiarkan Callister kehilangan kasih sayang salah satu dari kalian, Callister akan menjadi anak yang bahagia karena memiliki orang tua seperti kalian..."


Chiko mengusap kepala Tasya dengan lembut, dan mencubit gemas pipi Tasya, Chiko merasa terharu dan bangga, karena Tasya menganggapnya sebagai ayahnya.


" terimakasih anakku, bukan hanya Callister, Ayah juga akan membahagiakan Tasya..."


" Panglima, kau fokus saja pada Callister, Tasya sudah ada aku yang akan membahagiakan...dan singkirkan tanganmu itu dari kepala Istriku...!!!"


" Aku ayah tirinya, kenapa kalau aku menyayanginya??, kau sangat tidak masuk akal...putriku peluk ayah....!"


Tasya sudah merentangkan tangannya untuk memeluk Chiko, dengan sigap Kenzo menghalangi dan menarik Tasya duduk kepelukannya.


Yang lain merasa enek, melihat mereka yang kekanak-kanakan.


" Eh, kenapa malah ribut tidak jelas, kita bahas hal penting ini!" ujar Vevey.


" Maaf kak, ..."


mereka pun kembali fokus ...


"Tante, itu kita hanya bisa menunggu masalah waktu, dan kami akan memperhatikan tante Sasha dengan baik mulai sekarang..." ujar Julia.


" Ya ma, kami akan sering mengajaknya berkumpul bersama..."


" Baik, sekarang aku ingin memberitahu kalian masalah lain, Fannan ingin menikahi Cindy..."


" Ya , begitu...tapi keadaan Cindy seperti itu, bagaimana bisa??"


" Abang Fannan benar - benar cinta mati dengan kakak rupanya "


" Dia setiap hari malah kena pukul oleh Cindy , sampai babak belur...tapi masih saja setia menemani Cindy..."


" Nikahkan saja bibi, barang kali bang Fannan itu ada cara baik untuk menangani Cindy, dia juga sangat baik aku lihatnya..."


" oh ya??, sepertinya yang dikatakan Putriku ada benarnya...kak...karna Fannan tidak ada hubungan apa-apa mungkin ingin memberikan solusi juga tidak mungkin, untuk terlalu ikut campur, jika dia sudah masuk dalam keluarga mungkin dia baru berani mengutarakan pendapatnya... karena dia orang kedua setelah Martin yang dekat dengan Cindy..."


" tetap hal ini harus kita bicarakan dengan kak Nathan dan kak Na dulu... meskipun aku sebagai orang tuanya, tapi tetap harus meminta pendapat juga dari kak Nathan dan kak Na..."


" Daddy sebentar lagi juga pulang kok te, kalau jadi...sih??, soalnya beberapa minggu lalu juga mau pulang tapi mundur terus...!"


" Iya aku akan menunggu daddymu pulang, baru kembali ke Swiss... syukurlah aku sangat lega karena berbagi keluh kesah dengan anak, keponakan dan adik-adikku...kalian memang yang terbaik .."


" Ya kak, apakah ada yang lain???"


" tidak ada...Chiko, kau bisa kembali menemani istri dan anakmu, aku akan sering menemaninya selama aku masih di sini..."

__ADS_1


" ah, terimakasih...dia akan sangat senang jika kalian selalu mengajaknya berbincang,kalau begitu aku harus kembali!" Chiko pun segera kembali ke kediaman selatan.


****************


Di Korea.


Zayn sudah sampai diBandar Udara Internasional Incheon–Seoul.


ini pertama Kalinya untuk Zayn keluar Negeri setelah lama mendekam di penjara.


Zayn segera mendatangi cabang restoran milik keluarga Pratama yang sudah di pegang oleh Fahad itu.


" tuan Zelene, eh tuan Zayn...apa yang kau lakukan di sini??" Roy terkejut melihat kedatangan teman lama mendiang Jovan.


" aku mencari anakmu di mana dia Roy??"


" anakku??, ada apa dengan anakku?, kenapa kau mencarinya??"


" ads masalah pribadi aku dengannya tidak ada urusannya denganmu Roy!" ujar Zayn santai.


" hah?? aku ayahnya bagaimana bisa kau mengatakan hal itu Zayn??"


" aku akan selesaikan dulu dengan anakmu baru denganmu, bagaimana??!"


" Apa itu hal baik??"


" Bagiku baik, bagimu aku tidak tahu ini baik atau buruk...!"


" Dia sedang melihat konser dengan Tiara, dia memang begitu, tidak tahu harus bagaimana menasehatinya agar tidak terlalu fanatic pada idolanya..."


" Konsernya di mana??"


" Di Jamsil Indoor Stadium..."


" Ok aku ke sana... setelah itu baru menemuimu..."


" ah baiklah...."


Roy mengiyakan saja, karena dia masih harus bekerja.


" Sayang, siapa dia??" tanya Jihan pada suaminya.


" teman lama... sudahlah nanti dia akan kembali lagi, kita fokus kerja dulu!"


Jihan pun mengangguk mengerti.


Dengan berpegang Google maps, Zayn segera menuju stasiun bawah tanah untuk menuju ke Jamsil.

__ADS_1


setelah menggunakan transportasi umum san berjalan kaki, akhirnya Zayn sampai di Jamsil.


tapi tidak mungkin dia bisa menemukan anak itu di dalam stadium, akhirnya Zayn menunggu di pintu keluar, karena Zayn juga lupa menanyakan nomer telepon Natali yang baru pada Roy, dan juga tidak punya nomer siapapun yang bisa dihubungi untuk mencari Natali.


__ADS_2