GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
343. Memenangkan Hati Suami


__ADS_3

"Bajingaaan Yuda ini!" Fahad segera mengambil ponselnya dan memanggil tangan kanannya itu .


" Halli Had??"


" Brengsek!!!, lain kali jangan berikan wanita ****** padaku!!"


" Hei...apa ini???"


" Apa yang kau siapkan di ruangan 7??"


" Oh itu perwakilan dari perusahaan kosmetik, apa ada yang salah??"


" aku tidak menerima perusahaan kotor!"


" Oh, baik maafkan aku, aku tidak akan mengulangi kesalahan lagi Had...!"


tutttttttttttt....


Fahad langsung masuk ke ruangannya dia segera meminta karyawan nya membelikan baju ganti, Fahad segera mandi dan berganti baju baru.


" Aku tidak mau melihat baju itu lagi!" tegas Fahad.


" Baik Tuan!"


" menggelikan sekali....!"


tok tok tok...


" Masuk!!"


" Had ada apa??"


" Perusahaan kotor mana yang kau mainkan??"


" Had, aku lihat kosmetik ini sedang gencar di cari, perusahaan ini memang kecil, dia ingin memperbesar produksi, dia menawarkan kerjasama dengan keuntungan 47 %!"


" Lalu dia mengirim wanita ****** agar mudah kita Acc??"


" Aku tidak tahu soal itu Had...aku lihat pemilik perusahaan itu cukup bijak, itu mungkin hanya karyawannya saja!"


" Blacklist saja...!"


" Tapi ini 47% loe...!"


" Aku tidak suka caranya!"


" Itu bisa saja karyawannya yang ingin bermain mudah!"


" jangan-jangan kau yang bermain begitu Yud??."


" Mana mungkin,...!"


" kalau begitu tolak saja, aku tidak mau!"


" hemmm baiklah!"


tok tok tok...


" Masuk!"


" Tuan, di bawah ada seseorang membuat keributan!"


" siapa??"


" Dari perusahaan kecantikan, dia menuntut atas tindakan pelecehan dan kekerasan pada Ceo Pratama....!"


" Yud, lihat kau membuat masalah!"


" Itu kau, kenapa aku??"


" kenapa??, kau tidal pandai mencari client yang baik!"


" Ah, sudah aku tangani dulu!" Yuda pun segera turun ke lobby.


" Nona Mawar, apa yang bisa saya bantu??"


" Tuan, apa ini yang dimaksud penandatanganan kerja sama??"


menyodorkan wanita yang di injak oleh Fahad.


Yuda meringis melihat wanita itu menjadi babak belur.


" Mari kita cek Cctv saja bagai nona??, karena saya tidak tahu kejadiannya!" ujar Yuda.


" C...c..cctv??" Wanita itu langsung panik.


" Ada apa denganmu??" tanya mawar

__ADS_1


" apa ada yang salah nona??"


" Bos, kita kembali saja...!"


" Hei apa??, aku sedang meminta keadilan untukmu..."


" Kalau begitu saya akan cek Cctv dulu nona, saya akan memberikan keadilan meskipun dia bos saya!" ujar Yuda.


" Cepat kita lihat!" Mawar tak sabar untuk melihat seperti apa kejadian yang mengakibatkan karyawannya terluka parah.


Yuda segera membawa keduanya ke ruang Cctv.


" Cek Cctv VVIP 7, satu jam yang lalu!"


" Baik, ..."


Diputarlah rekaman Cctv, Mawar melotot melihat kelakuan pegawainya.


Mawar melihat ke arah bawahannya, lalu memberikan tamparan hebat .


Plaaaaaakkkkkkkk...


" Apa ini yang kau kerjakan selama ini???"


" maafkan saya bos...!"


" Mulai sekarang kau di pecat!!"


" Ampun, ampun bos...tolong beri saya satu kesempatan lagi...!"


" Pergi!!!"


" Pergilah nona, kami tidak menerima wanita murabahah. berada di tempat kami!"


ujar Yuda.


" tuan, maafkan atas kecerobohan karyawan saya, tolong sampaikan kata maaf saya pada bos anda, saya permisi tuan...!"


" Baik!"


" Aih... merepotkan sekali..." Yuda pun segera kembali ke ruangan Fahad.


karena perusahaan Pratama belum jadi, Fahad menggunakan restoran pusat untuk menjalankan perusahaannya.


" Aku sudah menanganinya, itu murni kelicikan karyawan itu sendiri, apa kau masih mau meblacklistnya??".


" Oke...aku ada pertemuan dengan Client lain, aku saja yang menemui kau duduk manis saja ya bos...!" ujar Yuda.


Ya dari pada terjadi masalah yang tidak diinginkan lagi, perusahaan baru berjalan sudah banyak citra buruk nanti.


" sepertinya Fahad tidak bisa menerima wanita di dekatnya, merepotkan!!!"


Yuda pun segera menemui Clientnya.


...----------------...


Di rumah Dinas Putra.


Saat putra membuka rumah Dinasnya betapa dia sangat terkejut dengan penampilan rumahnya.


" Sayang, apa ini sesuai seleramu???" tanya Putra.


" Ya, abang, ...lihat semua terlihat tampak cantik, aku sangat suka warna pink...om Kenzo benar -benar luar biasa semuanya benar - benar perfect!"


Incess sangat senang sekali karena semua serba pink dengan warna kesukaannya.


Sofa pink, semua dinding pink , jam dinding pink, kasur bantal, dapur peralatan dapur, kompor piring gelas sendok semua berwarna pink.


" Sayang, lain kali abang kalau terima tamu di tempat kerja saja ya??"


" Kenapa??"


" hehehe, biar kamu leluasa di rumah sayang...!"


" Oh yadah nanti Incess akan kirim makan siang buat abang deh, itu taperwarenya juga senada!"


" Oh jangan ,jangan kau hanya boleh duduk manis saja jika kau memasak, abang yang akan pulang ke rumah!"


" Baiklah...yea...abang kita tinggal di sini hari ini boleh??"


" Ya, jangan undang Daddy dan yang lain ke rumah oke!!"


" Kenapa??"


" Kita sebagai anak, yang harus sering mengujungi mereka , mengerti???"


"Tapi bagaimana jika mereka datang??"

__ADS_1


" Heheh, ya mau bagaimana lagi...!"


" Abang kenapa sih???"


" Abang sedikit lelah, ..."


" Kalau begitu abang istirahat gih...aku mau buat minum !"


" oke sayang...!" Putra pun segera masuk ke kamarnya.


Matanya sangat silau dengan warna yang dia sebenarnya tidak suka ,tapi bagaimana lagi istrinya sangat menyukai warna pink.


" Oh Tuhan, dia sungguh menarik...memang benar kata Daddy...tidak membosankan, ada saja kelakuannya!"


Putra merebahkan tubuhnya di ranjang .


" Sudahlah Putra , setidaknya dia sudah mau menjadi istrimu!" Gumam Putra.


tok tok tok...


" Suamiku, ini minummu ...ayo cepat minum kalau dingin tidak enak nanti...!"


" Ini apa sayang,..emmm itu teh dari tante kecil, aku juga sudah mencobanya, cobalah!"


Kata tante kecil ini akan membantu, aku akan mengikuti semua caranya.


dalam hati Incess sudah bertekat bulat.


Putra segera meneguh teh hangat yang dibuat oleh istrinya di gelas warna pink bergambar hello Kitty itu.


Pantas saja Om Kenzo tidak mau di bayar, Helehh... ternyata begini,...


dalam hati Putra.


" Abang, apa tehnya enak??" Inces duduk di samping suaminya.


" Hemmm, ya cukup baik sayang ... terimakasih ya!"


" Ya abang, ini sudah tugas Incesss!"


Putra pun meneguk hingga habis, minuman itu dan meletakkan gelas di meja.


Putra langsung meraih pinggang istrinya dan memeluknya.


" Hemmm, apa kau sudah siap menjadi istri yang baik??"


" Ya bang....!"


" Kalau begitu, kita lakukan sekarang, karena kau sudah mengatakan siap tidak ada penyesalan!"


" Baik abang...!"


Putra memandang wajah Istrinya yang sangat cantik jelita, imut sekali.


" Apa Sansan yang mengajarimu patuh??"


" Hehe iya...!"


" Apa kau mencintaiku sayang??"


"Iya abang aku mencintaimu!" mereka saling menatap penuh cinta,


Putra mencium bibir Incess perlahan melahap nya hingga dalam, Incess mengikuti gerakan bibir suaminya dan berusaha mengimbangi, hingga mereka pun tenggelam dalam hasrat yang mendalam.


Dengan satu tarikan baju Incess robek,


betapa terkejutnya Incess.


" Sexy sekali..."


Putra segera menjelajahi tubuh sang istri dengan penuh gairah membara.


Incess pun terbawa nikmat yang di berikan oleh suaminya, kini jeritannya tidak akan ada yang mendengar.


Betapa beringasnya sekarang Putra, tidak ada aba-aba sama sekali ketika menembus istrinya.


" Aaaaaaaggggghh ssssshhhhh"


Incess hanya menahannya karena dia sudah sepakat untuk menjadi istri yang patuh.


Oh tidak sungguh menyakitkan...


dalam hati Incess.


Air mata Incesss mengalir cukup deras, tapi putra sungguh tidak peduli, dia terus menghantam Incess sampai dirinya puas.


Incess hanya menggigit bibir bawahnya, menahan perih yang dirasanya, tak masalah, yang terpenting dia bisa menyenangkan suaminya tanpa banyak mengeluh, dengan begitu dia akan memenangkan hati suaminya sepenuhnya.

__ADS_1


__ADS_2