GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
401. Sebuah kesalahan


__ADS_3

" Tidakkkkk...tidakkkkkkkkkkk" Sasha pun terbangun


seluruh tubuhnya penuh keringat,


" Sha...." Ciko tak berani mendekat


" Dimana Sansanku???" tanya Sasha selepas sadar.


" Bunda, aku di sini...bunda, syukurlah bunda baik-baik saja..."


Sasha melihat tajam ke arah Sansan,


Sansan mendekati Sasha yang bermaksud untuk memeluk Sasha.


" Bukan, kau bukan Sansanku...siapa kau??" ujar Sasha terlihat marah.


" Dia Sansan...anakku..." ujar Chiko.


" Tidak, Sansanku tidak memiliki tatapan seperti itu, dia hanya mirip...Sansan tidak akan pernah memberiku tatapan penuh ketakutan seperti itu, dia bukan Sansan, di mana Sansanku??? hiks hiks hiks, dia memiliki tatapan yang tajam dan berani, di mana putriku Sansan...huhuhuhuhu..."


Vevey dan Hiro yang mendengar dari luar segera memanggil Tasya.


Tasya pun datang dengan Calister dan Kenzo dan masuk ke kamar Sasha.


" Apa aku ini Sansanmu???" tanya Tasya sambil menggendong Callister.


" Sansan...kau Sansan ku!, iya begini tatapan Sansanku...tidak ada takutnya...!"


Tasya mendekat , Sasha segera memeluk Sansannya.


" Maafkan bunda, maafkan bunda...hiks hiks..."


" sudahlah, jangan kau menangis, aku malas mengakuimu jika kau sangat cengeng...!" ujar Sansan dengan wajah bodo amatnya.


" bagaimana bisa kau tidak mengakui bundamu, apa kau mau jadi malinkundang??"


" Bunda, kau jangan lemah - lemah lah...kau akan memalukan Ayah dan aku...menyebalkan sekali..."


" San kau harus sopan dia bundamu..."


ujar Chiko.


" Ayah,. kau tidak mau memeluk istrimu yang cengeng ini??, dia membuatku dan Lister sangat risih... seharusnya kau menenangkan dia...!" Ujar Tasya.


sementara Tiara diam saja tidak berani bicara dan bergerak.


" aku tidak berani, karena bundamu pasti menyalahkanku...aku akan menerima konsekuensinya!"

__ADS_1


" Apa yang kau katakan ayah??, kau kenapa juga ikut bodoh...siapa suruh dia bodoh mengira kau suaminya, orang yang harus di salahkan itu dia bukan kau dan orang lain, jika dia menyelahkan orang lain, dia sangat tidak tahu diri..."


" Sayang, itu keterlaluan..." Kenzo menasehati istrinya.


" Diam kau om, aku sedang menyadarkan bundaku!" Sansan langsung ngegas saja pada Kenzo dan membuat Kenzo langsung menutup mulut.


" Aku, aku memang bodoh...aku memang bodoh..." ujar Sasha mengakuinya.


" Kau tahu kau bodoh, ini anakmu... bagaimana kau melupakannya, dia anakmu dan Ayah Chiko, kau tahu selama belasan tahun aku hidup tanpa kasih sayang orang tuaku, aku bertahan hidup sendiri, aku terluka aku sembuhkan sendiri, hidupku sangat sulit dan menyedihkan, aku tidak ingin hal yang sama terulang pada Callister, dia harus tumbuh besar dan bahagia dengan keluarga yang utuh, meski dia terlahir karena sebuah kesalahan, tapi dia tidak bersalah, kalian yang harus memperbaiki kesalahan itu...dia sangat tampan, aku akan menjadi kakak yang baik untuknya, Ayah mendekatlah!"


" Tapi..."


" Cepat, atau kau ku hajar!"


Chiko pun mendekat,


"Bunda lihatlah dia pria yang sabar dan baik, dia juga hebat...dia mau menerima semua kekuranganmu...dia juga tidak pernah ingin kau terluka, apa kau ingin menceraikannya??, aku tahu Ayah Bram adalah orang yang tidak akan pernah tergantikan, dia tetap ada dihati kita, tapi kau juga sepertinya secara tidak sadar sudah jatuh cinta dan terbiasa dengan Ayah Chiko... kau tidak bisa mencampakkannya!"


" Sayang pelan-pelan bicara pada bundamu, dia baru saja bangun..."


" Om, diam...aku sudah suruh kau diam tapi kau tidak mau diam!!"


" oke oke aku diam aku akan Keluar, Tiara ayo keluar kita bicarakan masalahmu sekarang!" ujar Kenzo.


Tiara pun segera mengikuti Kenzo keluar dari kamar Sasha.


" Tiara, kau bisa kembali pada keluargamu, terimakasih karena sudah membantu dan memihak kami..." ujar Vevey


" iya bibi,paman dan om Kenzo... terimakasih sudah memberi Tiara tempat tinggal dan merawat keluarga Tiara dengan baik, terimakasih atas kehangatan semua, tapi bolehkan sesekali nanti Tiara berkunjung??"


" tentu saja ini juga rumahmu, kau bisa datang kapan saja, karena kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini!"


" kalau begitu Tiara sangat senang,...Tiara akan berkemas hari ini untuk kembali ke keluarga Tiara..."


" Kau tidak terlalu terburu-buru kau bisa pergi kapanpu kau mau Tiara!"


" terimakasih Bibi, tapi Tiara juga sangat rindu keluarga Tiara...Tiara akan kembali sekarang!, sepertinya tidak ada yang perlu Tiara bawa, karena Tiara datang ke sini juga tidak membawa apa-apa heheh"


"Tiara, nanti om akan aturkan orang untuk membawa barang-barangmu, Sansan tidak menyukai barang - barangmu, kau bisa memilikinya, ini ambil...sandinya 3 enam kali,di sana ada cukup uang untuk kau gunakan, seperti membiayai keluarga mu dan membuka usaha apapun yang kau mau, kau tidak ada hak menolak, jadi, sekarang kau bisa berkumpul dengan keluargamu lagi, ..."


" om terimakasih!"


" Noah, kau antar Tiara ke tempat tinggal keluarganya!"


" Baik tuan!"


Noah pun segera mengantar Tiara kembali ke kediaman keluarganya.

__ADS_1


sementara di dalam kamar,


Sansan menyerahkan Lister pada bundanya,


" Bunda, aku sangat menyayangi Lister, aku tidak rela jika Lister tidak memiliki keluarga yang utuh, ..." Sansan berdiri lalu mendudukkan Chiko di samping Sasha.


" kalian bicaralah baik-baik, lagian aku juga sudah berkeluarga, aku tidak akan tinggal dengan kalian, aku memiliki keluarga ku sendiri, aku akan sesekali berkunjung!"


Sansan pun keluar,


"Sayang apa sudah selesai bicaranya??"tanya Kenzo


" Aku membiarkan mereka berbicara tanpa orang lain, yang bisa menyelesaikan ya hanya Keduanya!"


" Sansan, bibi sangat bangga padamu, kau sangat dewasa dan tenang, sekarang kau dan Kenzo istirahatlah, biar bibi dan paman yang mengurus sisanya oke??"


" terimakasih bibi paman, Sansan mau dengan anak-anak dulu..."


Sansan dan Kenzo pun kembali ke kediaman tengah.


Vevey dan Hiro masih berjaga di luar,menunggu titik terang dari Chiko dan Sasha.


" Jika kau ingin menceraikan aku, aku tak masalah, aku akan menjadi ayah yang baik untuk Lister, meskipun kita bukan sepasang suami istri!" Ujar Chiko


" Apa kau bilang??" ujar Sasha terlihat sangat marah.


" maafkan aku, ..."


" apa hanya itu yang bisa kau ucapakan??"


" aku tidak tahu , apalagi yang harus ku ucapkan selain kata maaf padamu!"


" apakah hanya maaf??"


" apa kau ingin meminta kompensasi padaku, aku akan memberikan semua gajimu dan kekayaanku padamu, jika masih di rasa kurang, aku akan mencarikannya dengan segera!"


" apa hanya itu??"


" katakan padaku, apapun itu aku akan melakukannya agar aku mendapatkan maaf darimu!"


plaaaaakkkkkkkk...


Sasha menampar Chiko dengan sangat keras.


" Chiko tak membuka suara lagi..." Chiko hanya tertunduk diam, dia akan pasrah apapun yang terjadi dia hanya akan menerima konsekuensinya.


karena memang semua sejak awal adalah kesalahan, pernikahan ini adalah kesalahan, yang akan di tanggungnya , dan hal yang ditakutkan pun telah tiba, meskipun sudah mempersiapkan dengan sepenuh hati, tetap saja Chiko merasa sangat sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2