
" Yuda, aku baru menikah apa kau ingin aku bercerai cepat??"
Fahad melepaskan tangannya.
" Maaf maaf, tapi untung saja kau belum mengunboxing Ersa, dia juga tak kalah cantik dengan istrimu..."
" Ya untung saja...repot jadinya kalau aku sudah membongkarnya!"
" Ya, dia sekarang menjadi baby sugarku..."
" Ya terserah, aku sudah memiliki apa yang ku inginkan dan aku memiliki seorang putri cantik yang menggemaskan..."
" Dhiren juga anakmu jangan sampai kau pilih kasih..."
" iya aku tahu, dia juga putra mahkotaku, aku sudah punya anak laki-laki dan perempuan, istri cantik dan baik hati...hah...rasanya penderitaan ku terbayar sudah...."
" apa kau akan melepaskan Yuna??"
" tidak, aku akan menyiksanya sampai mati..."
" hemmm, lalu bagaimana dengan Robert!"
"biarkan dia menikmati hidupnya di tempat tinggi, baru aku akan menjatuhkannya dan membuatnya menderita!"
" mereka yang berurusan denganmu memang sangat tidak beruntung..."
" Ya siapa suruh berurusan denganku,aku juga tidak akan melepaskan Juno dan mantan istri om Kenzo itu..."
" itu aku juga akan terlibat...tuan Kenzo juga tidak akan tinggal diam..."
" ehmmm, ..."
" Oh ya, Tuan Aka memintamu menemui adiknya...."
" Apa??"
" Mendiang tuan Martin meninggalkan beberapa properti , untuk Dhiren ..."
" antarkan aku pada adik aka..."
" sekarang, kita akan ketinggalan pesawat!"
" beli lagi tiket, jangan kayak orang susah..."
" hah...baiklah...."
Yuda segera menghubungi adik Aka , mereka pun segera bertemu di tempat yang sudah di sepakati.
" Ini adalah peninggalan tuan Martin untuk putranya ..."
Fahad terkejut dengan kekayaan, Martin sangat fantastik.
" Ganti nama showroomnya dengan Dhiren Pratama, mulai sekarang showroom ini masuk dalam aset keluarga Pratama, aku percayakan padamu, akhir bulan kirim semua pembukuan ke perusahaan, kau akan mendapatkan gajimu 3x lipat dari yang diberikan oleh Martin, ...."
" apa??" Adik Aka sangat terkejut.
" Tuan, maaf gaji dari kakak Martin itu sudah cukup banyak...saya tidak mau berlebihan..."
" karena semua urusan Showroom adalah tanggungjawab mu...."
__ADS_1
" Tapi ..."
" aku tahu kau sangat tulus membantu Martin, maka dari itu, ini adalah imbalanmu, sisa aset yang lain, akan ku simpan, atas nama Dhiren, saat 17 tahun ,aku akan memberikannya..."
" baik...."
" sisanya, kau urus ...kami pergi..."
Fahad dan Yuda pun segera menaiki penerbangan selanjutnya, menuju negara F, dan mereka pun sibuk dengan pembukaan bisnisnya di negara F, yang di dukung oleh pemimpin negera itu sendiri.
Jepang...
Julia pun juga sibuk dengan usahanya di jepang,
Julia membuka cafe kecil kue khas jepang yang dipadu dengan makanan khas negaranya,
Julia sudah mempelajari budaya jepang, dan Julia juga belajar keras membuat kue tradisional jepang Seperti Wagashi, dango, mochi, dorayaki.
Orang jepang memang serba berbeda dari negara lain ,itu yang di pelajari oleh Julia, dia membuka cafe kecil, dan setia meja kursi hanya untuk satu orang, karena orang Jepang sangat lumrah makan sendiri, dan menata buku-buku di samping tempat duduk mereka , karena orang jepang sangat suka membaca, mereka bisa bersantai sambil memesan kue dan juga minuman di cafe kecil Julia.
cafe itu juga menerima pesanan paket bingkisan untuk berkunjung ke rumah orang atau bertemu dengan orang, karena sudah budaya orang jepang harus membawa bingkisan setiap berkunjung ke rumah orang lain.
Julia mempelajari budaya jepang itu dengan Ryu...
dibantu oleh Yuzan , Ami , dan dua orang karyawan partime seorang mahasiswa yang bekerja sepulang kuliah.
" Julia, Cafemu semakin ramai...aku sangat senang..."
ujar Ryu.
" Ini juga berkat kakak Ryu..."
" ah kakak bisa saja..."
" ehmmm kau sudah cukup lama di sini, apa ingin pulang??"
" tidak, saudaraku sedang meresmikan beberapa usahanya di negara F, minggu depan aku akan ke sana..."
"lalu bagaimana di sini, aku sedang memanggi managerku datang untuk menghandle di sini..."
" kan ada Yuzan dan Ammi"
" mereka tidak bisa bahasa jepang, sulit nanti, lagian aku tidak bisa jauh dengan mereka..."
" apa mau ku antar??"
" tidak kak, kakak sangat sibuk bukan??, Julia sudah bersama Yuzan dab Ami juga..."
" baiklah, jika butuh apa-apa katakan padaku ya..."
" ehmmm"
" Julia aku harus kembali, ibuku perawatan sadi aku tidak bisa sering menemanimu sekarang!'
" tak apa kakak, oh ya... ini bawakan untuk ibu kakak, semoga lekas membaik..."
" Terimakasih Julia, ibuku pasti senang dengan ini..."
Ryu pun segera pergi,
__ADS_1
" nona apa anda menyukai tuan Ryu??" tanya Yuzan.
" heheh, dia sangat baik Yu..."
" anda Sepertinya sangat menyukai tuan Ryu..."
" tidak juga , ayo fokus ke pelanggan, hari ini cukup ramai, ..." Julia mengalihkan topik pembicaraan dan fokus dalam melayani pelanggan yang baru datang.
" Bagaimana ini, pasti Yang Mulia kalah waktu dengan tuan Ryu..."
ujar Ami
" tapi sepertinya tuan Ryu tidak begitu memprioritaskan nona akhir-akhir ini..."
" karna ibunya kan sakit ...tapi dia masih sempat melihat nona...".
" sebenarnya kamu dikubu mana sih, Ammi??"
" aku yang paling penting nona bahagia,,, karena hanya nona yang memperlakukan aku dengan baik, Raja jika tidak ada nona Julia juga tidak akan baik dengan kita..."
" benar juga ..."
" ya sekarang kita kan menjadi orang nona, kita hanya perlu mendukung dengan siapa nona bahagia, jika dia berjodoh dengan raja juga tak masalah, jika dengan tuan Ryu juga tak masalah asalkan nona. bahagia..."
" aku juga tidak yakin jika nona akan bahagia di dalam istana"
" maka dari itu, berkat nona kita bisa merasakan kehidupan yang indah, jika tidak di istana kita hanya harus menunduk setiap hari..."
" hai Kalian berdua, dango satu dan copi..." ujar Julia memecah perbincangan keduanya yang cukup serius.
"oh maaf nona, baik .."
" ayolah, ini sedang ramai , berbincangnya nanti lagi ya ..."
" siap nona" mereka pun kembali fokus bekerja.
setelah manager yang akan bertanggung jawab menghandle cafe itu tiba, Julia pun segera terbang ke negara F bersama kedua sejoli nya itu .
Ya begitulah bisa ditebak, Alfred akan menyambut kedatangannya dengan meriah.
" Abang, sudah jangan seperti ini lagi, aku malas datang jika Abang slalu membuat sambutan seperti ini" Julia sangat kesal dengan Alfred .
"Baiklah tidak lagi... kabarnya cafemu sangat ramai di jepang, aku sangat senang mendengar itu, apa kau berencana membuka cafe juga di sini??"
" belum...di sini kan masih monarki, banyak peraturan tertulis, mana bisa membuka cafe, biasa kan ramai dengan anak muda,...tidak akan ramai di sini!"
" lalu apa aku harus merubah aturan??"
" ya janganlah, aturanmu sangat bagus, tidak ada anak muda berkeliaran di malam hari, mereka belajar - belajar dan belajar...."
" mereka bisa berlibur kok selama satu bulan mereka bisa berlibur 4 hari...kan sama saja bukan??,4 hari di akhir bulan itu seperti weekend si negera lain, bukankah itu cukup bisa di andalkan kau membuka tempat hangout untuk anak-anak muda diakhir bulan, ..."
" ehmmm aku akan pikirkan nanti..."
" apa kau ingin menemui Fahad??"
" Ya, tidak perlu mengantarku... terimakasih Yang Mulia!"
Astaga, kenapa sepulang dari jepang ,dia malah lebih jauh dan galak, ini tidak bisa dibiarkan.
__ADS_1
dalam hati Alfred.