
Alena pun kembali ke Istana dan segera menemui adiknya.
" Kak..."
" Al... bagaimana jika kau menyewa rahim seorang wanita untuk melahirkan putramu???"
" apa??"
" aku tidak yakin untuk membawa selir ke istana... bagaimana jika kakak memilih wanita yang baik untuk melahirkan anakmu"
"terserah kakak saja..."
Alena terdiam, sepertinya adiknya sudah memasuki fase terendah dalam lukannya.
" Baik,...kita memiliki rumah sakit terbaik, kita akan melakukan IVF, kakak akan mencari calon ibunya..., kau juga harus menyiapkan dirimu "
" Ya kak..."
Alena pun segera melakukan niatanya dengan segera, agar tahta adiknya itu tetap aman, karena selain Albert,masih ada orang yang menginginkan tahta raja, Adik kandung Raja terdahulu, juga mulai mengincar tahta Alfred, apalagi saat ini Alfred dalam kondisi down, takutnya akan terpengaruh lagi seperti sebelumnya.
" Julia, Aku dengar putri Alena sedang mencari seorang wanita untuk meminjam rahim..." ujar Fahad
" hah??,kenapa putri Alena mau pinjam rahim, apa sudah tidak subur??"
Julia yang baru tahu.
" Agar Raja memiliki keturunan, tanpa ada harem..."
" Raja sepertinya sudah lelah patah hati" sahut Putra.
" Wah... Julia,kau sangat kejam mematahkan hati seorang pemimpin negara..." ujar Fahad menggoda
" Kenapa jadi aku...?"
" memang tidak punya perasaan Julia ini, jangan seperti itu Julia?, pura-pura tidak mengerti..." Fahad sebagai seorang pria juga agak gemas dengan sepupunya itu .
" Julia kok bisa raja tergila-gila padamu??"
tanya Inces...
" Sebenarnya raja adalah pria yang baik, tapi aku tidak mau karena sebelumnya dia menyukai Sansan, aku dan Sansan juga hampir mirip sekilas, aku tidak mau jika dia menganggapku pengganti Sansan karena mirip...itu tidak adil untukku!"
" Benar , jika alasanmu itu... masuk akal, tidak adil jika kita bersama seseorang yang masih terpengaruh oleh bayang-bayang masa lalu..."
ujar Putra.
" Tapi aku rasa raja benar - benar menyukai Julia, bukan karena mirip dengan Tasya...tapi ya semua pilihanmu Julia..."
" Hah , aku tidak ada perasaan apapun pasa raja, itu tidak bisa dipaksakan..."
" benar, ikuti kata hatimu Julia, aku mendukungmu!" sahut Incess.
" Oke makasih akak ipar,..."
" yuhuuu..."
"...abang Fahad aku akan kembali ke Jepang, malam ini..."
__ADS_1
" Oh ya kau baru membuka cafe di sana, terimakasih atas bantuanmu Julia, lain kali aku akan membantumu " ujar Fahad.
" kami juga terimakasih Julia, untuk hadiah honeymoon nya...hehehe, besok kami juga akan kembali, mommy sudah, mengomeliku untuk segera membawa Incess pulang, dia kesepian..."
" Aduh kasihan sekali mommy, ..."
" Sekarang menantunya yang di rindukan anaknya sudah tidak!" ujar Putra.
" Jahahahahahaha...kasihan sekali..." Fahad tertawa puas.
mereka bersaudara saling berbincang karena memang jarang bisa berkumpul bersama seperti itu.
Dan Julia pun bersiap untuk kembali Ke jepang bersama 2 sejolinya, Dan malam itu juga Julia kembali Ke Jepang.
Kediaman Tengah Pratama.
Savina kesepian akhirnya dia mengajak Sasha untuk berkumpul ke rumah tengah.
" Lihat kita sudah punya cucu Sa..." ujar Savina mencubit gemas pipi Dhiren dan Nora.
"Iya kak, cucu dan anakku seumuran ya.hehehe"
" hahaha benar sekali...."
" oh Anna, apa Dhiren tidak rewel??? jauh dari Fahad??" tanya Sasha.
" Rewel tante, tapi Dhiren yang penting dengar suara papahnya...jadi kalau dhiren rewel langsung Vicall..."
" Hihihi, anak anak sekarang suka lucu -lucu , aneh-aneh..."
" Anna, Bibi sangat lega karena Fahad menemukanmu, kenapa tidak dari dulu kalian menikah??" ujar Savina menyayangkan
" Kakak memang jalan jodohnya seperti itu..."
" Benar juga, bibi juga dengan pamanmu Nathan juga sama, bibi dapat duda juga hehehe, tapi memang bibi ini sudah janda anak satu,...belum janda deng, pamanmu yang membuat bibi janda dan menikah dengannya..."
" heheheehe, ya Anna pernah mendengar cerita itu dari mendiang ayah Anna..."
" Anna, kau memang gadis yang baik...hufttt, aku punya satu menantu tapi di bawa bulan madu putraku, punya lagi satu calon menantu, sibuk sekali bekerja, suamiku juga tugas , anak-anak juga putriku sedang mengembangkan bisnisnya, aku punya banyak anak tapi kesepian,apa aku harus melahirkan anak lagi, tapi rasanya aku tidak sanggup lagi dalam merawat bayi..."
" Sebentar lagi bukankah Julius pulang kak??"
" Iya masih satu bulan lagi, barengan dengan Daddynya...hadeh, aku harus siap menghadapi si dua keras kepala ini, aku sangat pusing kalau sudah 2 manusia ini satu atap..."
"sabar kak ya..."
" Makanya aku mau tidur sini, aja dengan Anna dan juga anak-anak ini..."
" Kak Zurra, besok lagi jangan begitulah, aku tidak enak dengan. pasienku ..."
" Maaf nyonya .."
" sudahlah..."
" Hai....tasya..." sapa Sasha yang sangat senang melihat Tasya.
" oh kak Sasha, bibi na...kalian sedang apa?, Hallo Lister..." Tasya langsung menggendong Lister..
__ADS_1
" Dari mana Sha baru pulang??" tanya Savina
" Ada pasien bi...Dai dan Noah tidak di sini, aku kesusahan..."
" Ada Zurra bukan??"
" Hahhhhhh....kak Zurra terlalu protektif, aku sulit menganalisa penyakit pasien ku, hadeh..."
" Hihihi...dia sangat amanah menjalankan perintah itu Sya..." ujar Shasa.
" Hahahahhahaa" Semua tertawa karena memang sudah tahu tentang keluhan Tasya terhadap Zurra yang sangat berlebihan.
Tak lama, Chiko pun menyusul, setelah berbincang agak lama Chiko membawa anak istrinya pulang.
" Anna ayo kita istirahat, aku akan membawa Dhiren...kau bawa Nora..."
" Ya bibi..."
" Tante, Nora dan Dhiren biar dengan Anna ya, Tante bisa istirahat..."
" Oke...."
Karena sekarang Tasya sering memompa Asinya , jadi persediaan Nora aman, selama Tasya berpergian karena ada pekerjaan.
Tasya masih duduk di ruang tamu, dia sedang memikirkan tentang sepupunya Julia yang menolak Alfred ,itu berarti Julia memilih Ryu.
" Hah... kenapa malah Julia, lebih suka Ryu... kasihan juga Raja kampret itu..."
" nyonya anda istirahat lah, jangan sampai kelelahan..."
" Ehmmm, aku sangat lelah..." Taysa pun segera masuk ke kamar diikuti oleh Zurra, karena Kenzo tidak ada maka Zurra menemani Tasya di dalam kamar.
" Kak, kau juga istirahatlah..."
" Siap Nyonya..."
Taysa pun segera memejamkan matanya, karena sudah sangat mengantuk dan lelah.
Zurra perlahan menyelimuti nyonyanya, itu dan mematikan lampu.
Zurra duduk di sebelah ranjang Tasya sambil memperhatikan nyonyanya yang sudah terlelap.
Ceklekk... Azurra segera berdiri, dan keluar karena Kenzo sudah datang.
" Nyonya baru tidur tuan, nyonya sedang banyak memikirkan sesuatu!"
" Terimakasih Zurra, kau pergi istirahat... sisanya aku bayar yang akan tangani..."
Zura segera pergi Kenzo perlahan menyelinap masuk ke dalam selimut Tasya, dan memelik sang istri dengan penuh kelembutan.
" satu-satu sayang, jangan semua kamu pikirkan sekaligus...kau akan kelelahan..."
cup..."
Kenzo mencium pipi Tasya yang embul dan kenyal itu, dan ikut memejamkan matanya.
obat lelahnya adalah melihat dan memeluk istrinya, bersama istrinya maka semua kelelahannya akan terobati.
__ADS_1