GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
43. Rumitnya hati dan pikiran wanita


__ADS_3

" Nyonya kenapa cemburut?" tanya Perawat itu.


" sus, suamiku sepertinya sudah tidak mencintai ku lagi!"


" Mana mungkin, saya slalu melihat suami anda slalu menjaga anda, selama 7 tahun lebih, dia sepulang dari kerja masih memakai seragam dinasnya datang jam berapapun dia pasti akan menginap, pagi petang tuan akan berangkat, memang ada beberapa orang mungkin kerabat anda yang menjaga bergantian, namun yang sering saya lihat ya suami anda!"


" Benarkah sus??"


" Saya mana berani berbohong!"


" Lalu dia seperti jijik melihatku, katanya dia suamiku bahkan kita sudah memiliki anak, tapi dia melihatku seperti melihat hantu!"


" Jangan berpikir negatif nyonya!"


" Aku tidak sadar selama 7 tahun lebih, saat aku sadar aku menjadi cacat, dia pasti sangat kesepian selama ini, apalagi sekarang aku cacat sus!"


" Nyonya jangan patah semangat, mungkin tuan tidak tega melihat nyonya yang seperti ini!"


" Apa benar begitu?"


" iya...!"


" Sus bantu saya merawat tubuh saya ya, lihatlah...tubuh saya banyak sekali jahitan, dia pasti sangat jijik!"


" Saya akan bantu semampu saya nyonya!"


sambil memakai kan pakaian, lalu membantu menata rambut Sasha dan mengikatnya dengan rapi.


" Nyonya sangat cantik padahal tidak pakai make up!"


" Jangan menghibur saya sus!"


" Sungguh, biar saya panggil suami anda!"


" tuan, nyonya sudah selesai, lihatlah betapa cantiknya istri anda!, anda seharusnya bersyukur memiliki istri yang sangat cantik!"


Suster nya ini kenapa???


dalam hati Chiko bingung.


" Ah, istri saya memang cantik sus!" Chiko menggendong Sasha kembali ke ranjang.


" Kalau begitu saya permisi ,nyonya tuan!"


" Baik, sus terimakasih!" ujar Chiko.


" Suamiku, apa kau benar-benar tidak jijik padaku?"


" Kenapa aku jijik?"


" Kau bahkan tidak mau melihat tubuhku, apa karena tubuhku rusak?"


Astaga ya Tuhan, bisakah aku kembali ke Distrik saja?


" ah, maafkan aku , bukan begitu maskudnya!"


" apa???, jika kau tidak mau ya sudah pergilah jangan terpaksa karna kasihan padaku!"


Tuan Bram sekarang aku mengerti penderitaan anda....wanita pikirannya sungguh luas...


dan tidak bisa di menegerti.


" Maaf sayang, aku akan mencoba yang terbaik untuk merawatmu , aku janji...!, bukannya aku jijik, aku....????" mikir dulu Chiko cari alibi.


" Apa???"


" Akuuu???, aku hanya sangat takut, eh bukan tidak tega ya tidak tega melihatmu seperti ini!"


" Sungguh?"


" benar, jadi jangan terlalu berpikir aneh -aneh, kau harus segera sembuh dan berkumpul dengan anakmu lagi!"


" Anak kita!"


" Ah, anak kita!"

__ADS_1


" Ciuuum aku!"


" haaaaaaaaa?" Chiko segera menjauh dengan kilat karena terkejut .


" Kau pembohong!!!, kau memang jijik padaku, pasti kau memiliki wanita lain kan di luar, pergi sana!, pergiii!"


" Cuuuuuppppp...!" Chiko mencium kening Sasha.


" Aku hanya bercanda!, kau sangat penuh energi saat marah ya?"


" Iiihhhh menyebalkan!" Sasha pun mereda, dan tersenyum lagi.


Selamat , selamat, selamat, haduh mengerikan sekali jika nyonya marah, astaga..


maafkan aku bos maafkan aku..., meskipun hilang ingatan sifat asli nyonya tidak hilang, aih...kuatkan hati,bahu dan pikiran saya Tuhan


dalam hati Chiko yang tidak pernah tenang karena berbohong.


...----------------...


" Raaaaraaaarrrrrrrrrr rrrrrrrrrrrraaaaarrrrrrraarrararaaaaaaaa!"


" Sudah sudah, aku tahu kau sudah bisa!" ujar Daisuke yang risih karena Tasya melafalkan di ditelingannya.


" Heheheheh, mama....mama... mama...!" Tasya berlari - lari mencari Yuki, dengan girang .


" kau bukan anak kecil, berjalanlah dengan benar!!!" tegas Yuki.


" mama aku sudah bisa...bilang Rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rarraraarararararaw raw raw rambut, rata, rasakan, renkarnasi, rey, roy, roni, Rika, rararararararararararararraaaaaaaaaaaaaaaaa!" Tasya melafalkan dengan lantang dang sangat gembira.


" ya!" jawab Yuki biasa saja sambil menata tanamannya


" Mama, ...!"


" Apa?"


" Kenapa mama biasa saja?"


" aku harus berlari - lari ke sana kemari kah, tasya bisa mengatakan Rrrrr hebat, genius???, malas!!!!"


" Untuk apa?"


" Mmm, baiklah mama...Tasya pergi dulu!" Tasya merasa sangat kecewa dengan respon Yuki.


" Selamat, kau sudah menjadi bagian Tanaka, anakku!!" ujar Yuki


Tasya menoleh, dan melihat wajah Yukini yang tidak pernah tersenyum dan sekarang wajah datar itu sedikit menarik garis bibirnya tersenyum.


" Ommo...Daebak...mama kau tersenyum??"


" Apa kau lebih suka aku cemberut?"


" Mama, mama sangat cantik saat tersenyum!"


"Tidak butuh pujianmu, karena kau udah menjadi bagian dari Tanaka, maka kau akan membantu keluarga Tanaka dalam misi!"


" Wa???, bukankah selama ini mama mengisolasi diri?"


" bukan berarti aku tidak menjalankan misi dari tuan Wataru Yamada!"


" Oh begitu!, baiklah mama...aku bersedia!"


" Selama 3 bulan ini, aku akan melatihmu 6 seni!"


" Seni?"


" Seni, beladiri, menari, menggambar, berpuisi, dan bercakap dengan baik yang terakhir musik!"


" Ah, aku baru tahu jika bercakap itu masuk dalam seni!" Ujar Tasya.


" Apa keberatan?"


" Ehmmm tidak!, lalu bagaimana dengan Dai mama?"


" Nanti lihat perkembangannya!"

__ADS_1


" Oha baik, apa dia juga akan di latih oleh mama??"


" tidak biar papa yang melatihnya, aku akan fokus padamu saja!"


" Baik mama!"


" Hmmm, mulai nanti malam kau datang ke halaman belakang!'


" Yea mama!"


Tasya sangat kegirangan karena akhirnya dia bisa mendapat pengakuan.


" Dai, aku sudah mendapat pengakuan, yeaaaa!, kau harus berusaha keras ya!"


" Ehhmmmm...!"


" Oh ya kita akan berlatih terpisah selama 2 bulan!"


" Kenapa?"


" Ya kata mama begitu!"


" Baiklah, semangat untuk kita!"


" Okey, aku mau istirahat dulu Dai, nanti malam aku sudah mulai berlatih!"


" okey, siap!"


...----------------...


malam pun tiba, Tasya sangat bersemangat dengan latihan pertamanya, ...


" Kau sudah siap?"


" Ya Siap mama!"


" Pagi, petang kau harus sudah berlatih, bela diri, pertengahan menjelang siang kau berlatih melukis, siang bercakap dan berpuisi,sore musik dan malam menari!"


" Waktu istirahat ku kapan mama??"


" Setelah menari !"


" haaaa??, jadi sekarang menari?"


" Ya, lihat mama... perhatikan langkah kaki, dan juga diselaraskan dengan gerakan tangan ,begini, lalu begini, dan begini! lalu berputar!"


" Ah???, baik !" Tasya, segera menirukan tarian yang dia perlihatkan Yuki, sekali .


Tasya langsung bisa menangkap tarian dan mempraktekkan nya.


" Begini mama??" tanya Tasya.


" Yak bagus, gerakan selanjutnya!"


mereka belajar menari sampai pukul 23.00


" Hahhh, hahhhhh, mama syukurlah sudah selesai, kakiku agak kesemutan!"


" mengeluh saja terus!"


" Mama kenapa kita belajar menari?'


" nanti akan berguna untukmu, cepat cuci kaki oleskan minyak ini di sekujur kakimu dan lenganmu, tidurlah!"


" oh baik ma!"


" Besok ingat jadwalnya!"


" Okey!" Tasya pun segera berlari masuk ke kamarnya, setelah mengolesi minyak langsung merebahkan tubuh dan tidur.


Pagi petang, Tasya berlatih bela diri, menjelang siang dia melukis, lalu setelah makan siang dia berpuisi dan bercakap, dengan bahasa apapun, jadi di sini bercakap itu, jadi Yukini akan membacakan sebuah kasus, atau apapun lah yang bersangkutan tentang kehidupan, dan disitu nanti Tasya di minta untuk menganalisa, lalu akan di tanya alasan, sampai cara mengatasi, kayak mendebatkan suatu perkara gitu.


Semacam pengasahan otak, sekaligus memberikan informasi atau pengetahuan luar pada Tasya.


setelah itu dia belajar musik dan di malam hari dia menari...akan slalu seperti itu sampai batas waktu yang sudah di targetkan.

__ADS_1


__ADS_2