
" Kak, Cin...kenapa akhir-akhir ini kakak agak gemukan ya??" ujar Fahad melihat kakaknya lebih berisi.
" Oh kenapa memang, mau ngatain kakak gendut??"
" Tidak loh, kakak sensitif sekali sih???"
" Makanya diam aja jangan banyak komentar!" ketus Cindy.
" Had, udahlah...jangan ganggu nyonya...mungkin nyonya lagi pusing!"
" Pusing kenapa lagi?, orang omsetnya melesat hebat loe...!"
" iya karena nyonya pusing karena kebanyakan omset, hehehehe"
" udah kalian, cus pergi ke resto di cepuruk!"
perintah Cindy.
" Loeh di pindah lagi kita kak??"
" Iya, di sini dah beres, pindah di sana naikan omsetnya juga!"
"Kah itu lumayan dari tempat kerjaku loe!"
" bodo amat!"
" Kak di cabang, Kemayoran aja ya!"mencoba menawar.
" Kalau mau kakak suruh ke luar kota sekalian mau??"
" Nyonya kami ke cipuruk sekarang!"
Yuda segera menarik Fahad pergi dari pada di lempar lebih jauh lagi.
" Hei, Yud...apasih??, loe mau aaja sih aku gak mau!"
" Ayolah, ini juga usaha keluargamu kan??" bujuk Yuda.
"ehmmm, yadah....!" dengan terpaksa.
"oke kita berangkat?"
" Tunggu Yud, ponselku ketinggalan, tolong kau tunggu di mobil Sebentar!"
" Ok!"
Fahad pun segera kembali ke ruangan Cindy,
" Kak, pons..."
Fahad malah dikejutkan dengan keberadaan Martin dan sedang memeluk sambil mengelus perut kakaknya.
" Kau, bajingannnnn!" Fahad menarik Martin dan langsung memukulnya.
Booookkkkkkkkkk
" Ah tidak Tidak Fahad, tolong hentikan!" teriak Cindy.
" Kak, apa kau kembali padanya??, dia dan adiknya adalah penjahat, kakak tega dengan papa!"
" hikhikhikhiksssssssssss, maaf Fahad, maaaf...huhuhuh maafkan kakak!"
" Kakak kau sangat egois, kakak egois!"
" Apa?? egois...lalu bagaimana denganmu Fahad??, bagaimana denganmu??!"
dengan nada kesal.
" Aku kenapa??, tapi setidaknya dia bukan penghianat!"
"hiks hikshiks....aaagggghhhh" Cindy mencengkeram rambutnya dengan erat, dan..
" Sayang...!" Martin segera menangkap Cindy dan segera menggendongnya .
" Lepaskan kakakku!"
__ADS_1
tegas Fahad.
" Had, eh loe ada apa??" Yuda yang datang menyusul karena Fahad lama,tapi justru teesuguhkan kekacauan di hadapannya.
" Yud, siapkan mobil Yud, ke rumah sakit!" perintah Martin panik.
" Baik tuan!" Yuda segera berlari keluar.
Fahad masih tidak mengerti situasinya, kenapa Yuda memanggil Martin Tuan, tapi itu tidak penting karena kakaknya lebih penting.
" Cepat angkat bodoh!!" teriak Fahad panik.
Martin segera menggendong dan membawa Cindy keluar.
Fahad, mengambil tas Cindy dan segera mengikuti Martin dari belakang, sambil mengacak rambutnya frustasi.
mereka segera masuk ke dalam mobil dan melaju cukup kencang menuju rumah sakit terdekat.
15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai, dan Martin segera membawa Cindy ke igd,
" Dokter, mana Dokter!!" teriak Martin
para perawat langsung menyiapkan tempat dan dokter segera menghampiri Martin yang menidurkan Cindy di ranjang pasien.
" Satu saja ya pak yang menunggu!" ujar perawat Fahad dan Yuda pun segera keluar.
Fahad menatap tajam pada Yuda yang terlihat sangat khawatir untuk menjelaskan apa yang terjadi.
" Fahad, kau tidak boleh egois...mereka saling mencintai!"
" Aku tidak akan membiarkan mereka bersama!"
" hei kau sangat kejam!"
" Martin dan keluarganya lebih kejam,dan tak tahu diuntung!"
" Bagaimana denganmu??"
" Apa denganku??"
memahami maksud keluargamu kenapa mereka tidak menyukai istrimu!"
"kenapa?, hanya karena Yuna cacat dan bukan. dari keluarga terpandang???"
" Haha, Had...aku menyelidiki banyak tentang keluargamu, dan kau memintaku mencari tahu kenapa keluargamu tidak menyukai Yuna kan??"
" Benar, apa kau sudah menemukannya???, pasti sesuai tebakanku kan??"
" Kau paling tahu, bibi,tante dan mamamu masuk dalam keluarga Pratama juga bukan dari keluarga terpandang kan?, bagaimana kau bisa menilai keluargamu sendiri seperti itu??!"
" Memang seperti itu!"
" Aku tidak tega memberitahu semua kebenarannya padamu Had...!"
" tidak tega, halah alasan kau hanya menutupinya!"
" baik, kata tuan Martin jika aku tidak sanggup menyampaikan kebenarannya padamu, kau bisa mencari seseorang yang bernama Kenzo, temui dia maka kau akan tahu jawabannya!"
" Apa??, beberapa hari lalu aku baru bertemu dengannya, tapi dia tidak mengatakan apapun padaku!"
" Kau tanya saja, dia tidak akan memberitahumu jika kau tidak bertanya!, takutnya kau mengira dia juga sama seperti keluargamu!"
"Tap-"
" Yud tolong urus administrasi nyonyamu ya!" pinta Martin yang tiba-tiba keluar.
" Bagaimana keadaan kakakku??" ujar Fahad cemas.
" Tak apa dia akan di rawat beberapa hari di sini!"
Fahad pun nyelonong masuk, karena tidak puas dengan jawaban Martin.
" Dok,apa kakak saya baik??"
" ibu dan bayinya baik, tolong sebagai keluarga berikan support pada ibunya agar tidak merasa tertekan, kakak anda sepertinya sangat banyak pikiran, itu akan mempengaruhi kesehatan bayinya!"
__ADS_1
" Bayi????"
" Ya, itu sudah jalan 5 bulan!"
" 5 bulan???"
betapa terkejutnya Fahad.
" Iya anda adiknya tidak tahu??"
Fahad menggeleng kepalanya,
" Ah, begitu... Karena sudah tahu tolong lebih mensupport lagi !"
" Baik dok!" entahlah Fahad merasa sangat kesal tapi juga tidak tega, jika keponakanya itu tidak punya ayah, dia tahu rasanya tidak memiliki ayah, sangat sulit.
Air mata Fahad mengalir deras.
" Kakak, kenapa kau seperti ini??, aku sangat membenci Martin, tapi kau mengandung anaknya!, tapi itu juga keponakanku...!, apa yang harus aku lakukan??!" Tangan Fahad mengepal.
Drrrrtttt drrrrrt drrrrtttt
" Iya, nona...!" Fahad keluar dari ruang Igd.
" Hiks hiks hiks...Fahad, apa kau tidak melihat berita??"
"Berita??"
" Ayah, ayah...ku...dia kecelakaan!, tapi Ayahku ada di sumatra, huhuhu bagaimana ini??"
" apa??, tunggu nona saya kembali!"
" Fahad kau mau ke mana??" Marti mencoba menghentikan
" Kau jaga kakakku dan keponakanku, awas jika terjadi sesuatu pada mereka!" Fahad segera pergi berlari menuju pangkalan ojek terdekat karena mobilnya masih di resto.
" Bang, jalan merpati 2!"
15 menit sampai di kediaman Alexcey , setelah membayar Fahad berlari sekencang mungkin memasuki kediaman Tuannya.
" Nona!"teriak Fahad cemas
" Fahad!" Terlihat wajah Diana sudah basah dengan air mata.
Diana berlari memeluk Fahad sambil menangis terisak-isak.
" Tenang, nona...biarkan aku meminta bantuan pamanku ya!"
Fahad segera mengambil ponselnya dan menelpon Nathan.
" Had, ada apa??"
" Paman, tuan Arnold kecelakaan , tapi beliau berada di Sumatera, bagaimana ini paman??!"
" Apa??, aku tidak tahu beritanya!"
" Paman, itu sudah muncul di berita, sekarang nona sangat terpukul!"
" Tenang, paman akan urus itu, tolong jaga putri Arnold untukku Fahad!"
" tentu Paman!"
panggilan pun berakhir,
Fahad merasa sangat frustasi, dia baru syok tentang kakaknya, lalu dengan istrinya yang masih penuh tanda tanya, dan ini dengan tuannya yang kecelakaan, benar -benar harinya terasa sangat kelabu.
" Nona, ayo duduk dulu...pamanku akan mengurus Tuan Arnold "
" huhuhuhuhu, huhuhuhu...kenapa semua orang meninggalkan ku?, apa aku ini pembawa sial??!!!"
" Nona tidak boleh bicara seperti itu, semua sudah takdir" Fahad juga tidak percaya jika tuannya pergi begitulah cepat.
seketika Fahad mengingat pesan tuannya,
sekarang dia tahu kenapa, semua uang dan kekayaan tuannya di titipkan pada Fahad untuk di berikan pada nonanya setelah lulus SMA.
__ADS_1