
Incess pun pulang dengan sumringah,
" Incess, kau sudah pulang, bagaimana apa bertemu dengan putra??"
" Ya mom, abang akan mengambil cuti dan mengajak Incesss honeymoon , tapi Incess tidak tahu mau ke mana??, Incess tidak pernah keluar negeri!"
" Kakak ipar, aku dan Fahad mau ke negara F, apa kakak mau ikut, di sana sangat menyenangkan, karena masih dengan sistem monarki jadi nuansanya sangat berbeda dengan negara kita!"
" Julia, apa kau...mau ke negara F lagi??" tanya Savina sedikit kurang setuju.
" iya mom, apa tidak boleh??"
" Tentu saja boleh, kau bersama Fahadkan, Fahad pasti ingin membuka cabang di sana, kau bisa ikut !" sahut Nathan.
" Iya Dad, dan lagi Julia ingin bertemu putri Alena, dia sangat baik pada Julia, Julia akan membawa oleh-oleh untuknya!"
" Tapi, ...!"
" Sayang, kau tak perlu mengkhawatirkan putrimu dia tidak sendiri dia dengan Fahad, jika Putra dan Incess ikut itu akan lebih baik!"
" Ehm....baiklah...!" terpaksa Savina menyetujuinya.
" Tentu saja ada Yuzan dan juga Ami mom...!"
" aduh semua pergi rumah ini akan sangat sepi...!" ujar Savina.
" itu bagus sayang, waktu kita berdua lebih intim karena rumah sepi!" goda Nathan.
" Tutup mulutmu anak-anak mendengarnya!"
" Kalian jangan sampai membuat adik untuk kami, aku tidak mau!" tegas Julia.
" Kau dengar itu sayang??"
" Kenapa Julia??"
" tidak!!!, tidak lucu jika jarak adikku sangat jauh dariku!"
" hahahahhaha, alasan konyol" Nathan tak habis pikir padahal dia masih sangat ingin memilih bayi lucu.
" Ya pokoknya...!"
" Padahal daddy masih ingin menimang bayi!'
" Dad, jangan aneh-aneh...biar kakak ipar itu memberikanmu cucu !"
" Hei aku???" tanya Incess.
" Ya , bukankah kakak ingin honeymoon??'
" Ya benar... tapi aku masih belum berpikir segera memiliki anak, aku mengurus diriku sendiri saja belum sepenuhnya mampu!"
" tidak apa-apa sayang, jangan pikirkan perkataan adikmu itu, dia hanya bercanda!"
ujar Savina menenangkan Incess.
" Iya mom...!"
__ADS_1
" Tapi mom, kan kak Fathia masih belum keluar rumah sakit, apa tak apa kita ke LN??" tanya Julia.
"Tidak masalah, kami akan mengurus Fathia dengan baik..."
sahut Nathan.
"Mom, dad, Julia...Inces masuk kamar dulu ya!"
" Oh ya, pintu kamar mandi sudah selesai di perbaiki, kau bisa coba dulu adakah yang masih kurang??, lain kali cobalah meminta Putra untuk tidak terlalu full power, itu untung saja hanya pintu yang rusak, bagaimana jika kamu terluka??"
" Ah,itu ...tidak seperti yang mommy pikirkan" Incess menggaruk kepalanya.
" Sayang, dia malu...aku yakin Putra tidak akan menyakitinya!, masuklah dan istirahat Incess"
" Ya, Dad!" Incess pun segera masuk ke dalam kamarnya, dia sangat pusing menghadapi keluarga suaminya yang salah paham itu.
Sementara ada yang menguping di pojokan.
" Beritahu raja jika sepasang pengantin baru itu juga iku!" ujar Ami.
" Yayaya, sudah ku kirim pesan pada Tuan Dans!"
" Oh ya, jangan lupa berikan baju dari Yang Mulia saat nanti akan berangkat!"
" Yayay, aku sudah menyiapkannya di atas koper!"
" Bagus,...heheheh sudah kita bisa istirahat!"
Ami dan Yuzan pun segera masuk ke kamar mereka.
...----------------...
" Suhail, aku tidak sabar ingin melepas perbannya!" ujar Fathia girang, sambil memakan apel yang disiapkan oleh Suhail.
" Sabar Fathia, ... tunggu perintah dokter!'
" Yaya...Suhail kau harus berada di depanku, saat aku melepaskan perbanku, orang yang pertama ingin aku lihat adalah dirimu!"
" Ya sayang..." Suhail tersenyum senang melihat Fathia begitu sangat ceria.
" Banyak istirahat, setelah ini kau harus tidur...!"
" Ya, aku akan tidur, agar harinya cepat berganti!"
penuh semangat.
" Ya tidurlah, aku akan berjaga di sini untukmu!"
" Suhail, terimakasih karena mau bersabar menunggu ku"
" tentu saja, aku slalu menepati janjiku!"
Fathia pun tersenyum sumringah, dan segera mengambil posisi tidur, Suhail menyelimuti Fathia dan mengecup kening Fathia.
...----------------...
Di Apartemen milik Robert.
__ADS_1
" Plaaaaaakkkkkkkkk'
" ******....!"
" Ahhhhhhhhhggggg...Robert kenapa kau menamparku??"
" Sudah ku bilang, jangan pernah ikut campur urusan perusahaan, apa kau mengerti????!!!"
Robert menjambak rambut Yuna, dengan kasar lalu mendorong Yuna hingga membentur tembok.
bookkkkkkkk...
" Kau sudah mengacaukan rencanaku, aku muak padamu, kau tidak bisa di andalkan lagi, kenapa kau tidak pergi dan menjual organmu untuk membantuku menutup hutang yang cukup besar itu!"
" Aku bahkan menikahi Fahad untukmu, bagaimana bisa kau membuangku, hanya karena aku tidak berguna, aku sangat mencintaimu, bagaimana bisa kau begitu jahat padaku???"
" Hahahaha sialan....aku terlalu berharap kau bisa ku andalkan dengan sangat luar biasa!"
" Hiks...hiks...ini sudah ke 3 kalinya kau membuangku, tapi aku masih tetap mencintaimu, aku meracuni ayahku demi dirimu, aku tidak memperdulikan ibuku juga untukmu!"
" Tapi aku tidak memintanya, kau lah yang melakukan semua itu sendiri!'
" Tapi semua ku lakukan untukmu robert!"
" Cek, kau terlalu bodoh karena cepat ketahuan oleh Fahad, jika tidak , perusahaanku akan tetap stabil dengan uangnya, saat aku mencoba mengambil hati Gatick kau malah mengacaukannya, sudah ku katakan ini hanya demi uang, kau masih saja datang dan mengacau!!!"
" Bagaimana jika kau benar-benar tertarik padanya???"
" sudah ku katakan, ini semua hanya untuk uang, berapa kali aku bilang, dia sudah hampir memberikan semua simpanannya padaku, dasar wanita bodoh!, tolol, aku sangat membencimu sekarang!!!"
" Tidak jangan membenciku maafkan aku Robert, aku akan mencari cara lain untuk mendapatkan uang untuk menutup semua hutang - hutang itu!"
" Lebih baik kau menepati ucapanmu, jika tidak aku akan membuatmu cacat lagi!"
" jangan ku mohon jangan!"
" Baiklah kali ini kau ku lepaskan!" Robert segera pergi meninggalkan Yuna yang terluka cukup dalam.
Yuna menangis sejadi-jadinya, betapa menderitanya di sakiti oleh orang yang sangat dia cintai, kini Yuna baru menyadari, betapa Fahad sangat meratukannya, tapi Yuna malah tidak bisa mencintai Fahad, andai saja waktu bisa ia putar kembali, dia akan benar-benar belajar untuk mencintai Fahad, dia akan menjadi seorang istri yang baik untuk Fahad.
Namun jalan kembali sudah tidak ada, semua impian indahnya sirna begitu saja, semua karena Anggita, kenapa dia harus membawa Anggita kembali dan menjadi Asisten rumah tangganya.
" Anggita jika sampai aku bertemu denganmu, awas saja kau!!"
Yuna begitu mendendam pada Anggita.
" Tapi sekarang aku harus bagaimana???" Yuna memegangi kepalanya karena frustasi.
" Aku tahu...aku akan menemui Aina...dia adalah wanita bodoh dan baik hati, pasti dia mau membantuku lagi, aku hanya berpura-pura untuk menyesal, dan tidak akan mengulangi perbuatan ku, aku akan mengatakan semua ini karena aku di ancam oleh Robert dan di siksa...ya benar, ya benar....!"
Yuna segera bergegas merangkak, mencoba sekuat tenaga untuk bangkit mengambil ponsel dan tasnya.
" Aku akan menuju kediaman Pratama untuk menemui Aina karna ini sudah malam!"
Yuna segera memesan Ojek online dan menuju Kediaman Pratama.
Dia sangat gigih, mungkin Fahad juga akan iba dengan keadaannya.
__ADS_1